Greatest Accidental ~Chapter 2 {Hangout-to-Fleed}


Greatest Accidental © Fujimoto Yumi, 2016

Park Jimin X Min Yoongi

Kim Taehyung X Jeon Jungkook

BTS’s member © God, themselves

Rated T – M. / Romance, Fluffy, Humor, Friendship.

Slash. Yaoi. Boys Love. OOC. Indonesian!AU.

Police!VMin. CollegeStudent!JinSugaHopeKook.

Older!NamVMin. Younger!JinSugaHopeKook.

 

DLDR? I gain no profit by publishing this story.

Based on true story. Thanks to ma friends who inspires me with her story😄

This is just for fun. Enjoy and happy reading.

 

Bahasa non-baku. Beware.

 

Summary : Awalnya iseng mikir untuk bisa lolos dari tilangan polisi, namun pemikiran itu justru membawa Yoongi dan Jungkook pada kenyataan bahwa setiap keisengan akan berakhir dengan konsekuensi (yang membahagiakan dalam kasus mereka).

 

xxxXXXxxx

 

Greatest Accidental

Subtitle Chapter 2 : Hangout-to-Fleed

Summary for this chapter :

Sesuai rencana awal mereka untuk makan sambil ngobrol.

Diisi tawa dan kegalauan, juga kepanikan karena ternyata dua polisi tadi justru membeli makanan di tempat yang sama dengan mereka.

 

xxxXXXxxx


Jungkook sudah memarkirkan lebih dulu motornya bersama Hoseok di area parkir mall tersebut. Tak lama, dua kakak tingkatnya yang lain datang dengan tawa yang kerap bertahan di mulut mereka. Begitu juga dengan Hoseok yang masih menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.

 

“Absurd asli. Hari ini luar biasa,” Hoseok berucap yang dibalas senyuman oleh Jungkook.

 

Ketika Yoongi dan Seokjin menghampiri mereka, tawa Hoseok makin pecah. “Kak, lu pada harus denger ini. Anjir gue daritadi nahan ngakak, bro.”

 

“Apaan?” ketiganya menggeret Jungkook untuk berjalan di antara mereka, takut tuh anak imut hilang atau diculik. Sesaat sudah memasuki area tongkrongan kaefci, Seokjin dan Yoongi berlalu untuk memesan meninggalkan Jungkook dan Hoseok berdua mencari meja.

 

“Jujur ya, Kook. Tadi kenapa malah ngasih nomor hape lo, sih?”

 

Jungkook hanya memamerkan bunny smilenya. “Abis polisinya ganteng sih, kak~”

 

“Lailah Kookie, udah tua gitu juga.”

 

“Masih muda kok. Keliatan gantengnya.” Jungkook mengucapkan itu dengan muka malu-malu imut tapi amit-amit di mata Hoseok. Tuhan, semoga si Kookie-Kookie ini tidak beneran jatuh cinta sama om-polisi-pedo itu, Tuhan?!

 

“Oi.” Hoseok berusaha menyadarkan adik tingkatnya yang imut itu.

 

Tapi sebelum Jungkook menjawab, kedua senior mereka sudah kembali dengan nampan berisi makanan yang langsung diletakkan di atas meja.

 

“Woi. Tadi lu mau cerita apaan?” Yoongi sudah duduk di sebelah Jungkook, dan Seokjin di sebelah Hoseok.

 

Mereka saling lirik untuk kemudian mengambil makanan yang dipesan masing-masing via teman mereka. Hoseok meminum minumannya lalu mulai bercerita.

 

“Kalian tau ga, kak? Gimana gue sama Kookie bisa lolos?”

 

“Gimana?”

 

“Polisinya modus anjir. Dia minta nomornya si Kookie.”

 

“Oh.”

 

“Oh.”

 

“Oh—HAH? SERIUS?”

 

“Huum.” Hoseok masih asik memakan burgernya, Jungkook sendiri sedang menyeruput colanya. Ia hanya memasang tampang tak berdosa saat dua kakak tingkatnya yang lain geleng-geleng sambil menggumam ‘Kookie-Kookie, kalo terlalu polos ntar bego, loh.’

 

“Anjir serius?! Dan Kookie?! Jangan bilang lo ngasih nomor lo ke tuh polisi?”

 

“Dia ngancem sidang kalo Kookie ga ngasih nomornya. Yha anjir gue bisa apa. Hanya bisa terduduk diboncengan menahan tawa yang ingin meledak melihat tampang pedo polisi kurang kerjaan macam itu.”

 

“Bacot, lu, Hos. Diem dulu.”

 

“Eh, kamvret amat. Panggil Hoseok atau Hosiki kek elah. Hos apa pula jan bikin nampang yang taq jelas.”

 

“Alay lu. Diem ga.”

 

“Iye ucet kak Suga mah galak, hmmm.”

 

“Jadi Kookie?” Jin langsung menengahi dengan menekankan setiap kata yang ia ucapkan.

 

Jungkook hanya mengerjap polos sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya. “Kookie kasih, kak, hehehe.”

 

“Yawla.”

 

Yoongi dan Seokjin menepuk dahi mereka bersamaan. Pemuda di depan Jungkook sendiri sedari tadi sedang menggigiti sedotan pada minumannya.

 

“Kenapa dikasih, hm?”

 

“Hehehe pak polisinya ganteng, sih~”

 

“HAH?”

 

“Pak polisinya ganteng, tau, kak. Imut-imut gimana gitu, hehehe.”

 

“Kookie pliseu…”

 

“Tapiiiiii—Kookie lupa, nomor Kookie belakangnya berapa ya? 97 atau 79? Kookie nulisnya 79 masa._.”

 

Ketiganya langsung mengecek ponsel mereka untuk melihat nomor Jungkook, dan ketiganya pula segera berucap syukur Alhamdulillah yah mengetahui bahwa Jungkook salah menuliskan dua nomor paling belakang miliknya.

 

“Alhamdulillah, yah. Kookie selamat dari om-om pedo.”

 

“Gapapa kalo om-om pedonya ganteng kayak gitu Kookie mau, kok, hehehe.”

 

“ASTAJIM JEON JUNGKOOK NYEBUT, NAK! KAMU MASIH MUD—”

 

Seokjin langsung berseru heboh yang mana Yoongi sendiri langsung menggebuk mulut rempongnya itu. Ia mendelik pada sahabatnya di jurusan dan kelas yang sama di kampus.

 

“Bacot lu, dasar cabe. Teriak sekali lagi gue pretelin motor lu ntar.”

 

“Lagian si Kookie—“

 

“Jin tutup mulut coba, bisa?” Yoongi sudah memasang tampang mode iblis di wajahnya.

 

Seokjin langsung kicep namun tetap membalas perkataan sahabatnya. “Iye iye ucet Suga galaknya subhanallah aku taq kuaddd.”

 

“Najis.”

 

“Eh, tapi btw—“ pertengkaran kecil dua sahabat yang sering Hoseok dengar itu tiba-tiba berhenti. Membuat fokus keduanya kembali kepada namja itu sendiri. “Kalian kok bisa lolos? Bagi-bagi infonya lah. Kali aja lebih lucu dari insiden gue sama Kookie.”

 

“Pala lu lucu. Lu gatau aja Suga kembali menjual senyum dan anjir aja tuh polisi semacem takluk juga bahahahaha.”

 

“Maksudnya, kak?”

 

“Iya, Kookie tau kan kak Suga walaupun ga pernah ngerespon orang yang suka sama dia, dia sering lempar senyum macem lempar sinyal php. Nah tadi—gue yakin banget kalo kita bakal langsung dilolosin pas Suga buka masker terus ngedip. Polisinya nahan napas bruuuh.”

 

“Buahahahaha serius, kak Jin?” Hoseok makin tertawa sampai rasanya ia akan tersedak makanannya.

 

Seokjin mengangguk serius, Yoongi sendiri cuek sembari lanjut memakan makanannya. “Iye. Lu tanya ae si Suga. Dia sampe beneran senyum ke tuh polisi biar lolos pas kita mau ditilang.”

 

“Ya tapi percuma. Bukannya dilolosin tuh polisi bantet malah minta KTP gue.”

 

“Lah anjir buat apaan kak Suga?”

 

“Gatau ga jelas. Minta gitu aja, diliatin abis itu dikembaliin. Gue curiga beneran tuh polisi pedo. Dari mukanya aja ketauan pedonya.”

 

“Tapi hati lu dugeun-dugeun kan?”

 

“Pala lu dugeun-dugeun. Princess rempong kelamaan jomblo diem aja, lu.”

 

“Vangke Suga ngajakin berantem mulu. Untung gue lagi laper, kalo ga liat aja.”

 

“Ga takut gue Jin sama lu.”

 

“Serah.”

 

“Lah kok malah jadi berantem?” pertanyaan Jungkook langsung dibalas tatapan heran dari yang lainnya. Seolah menyadari mereka sudah melakukan hal bodoh.

 

“Iya juga kenapa berantem. Eh, btw dengan begitu sekarang Hosiki tau tipe apa tuh dua polisi tadi. Genit sih.”

 

“Bilang aja lu mau juga digodain.”

 

“Ga mau, ngapain iyuch najis. Lu aja kak, gue mah ogah.”

 

“Alah sepik ae lu. Diem-diem cape ngejomblo kan?”

 

“Anjir jomblo teriak jomblo apa ga malu?” Hoseok langsung menyahut. Nyelekit juga kakak tingkatnya yang bernama Min Yoongi ini kalau sudah ngeledek atau menyindir. Iya sih, dia jomblo. Tapi tidak perlu disebut secara gamblang, bukan?

 

“Seengganya gue ga di-php-in kakak tingkat ampe lima tahun lamanya.”

 

“ANJIR KAK SUGA MINTA DIBUWANG! JANGAN BAHAS YANG ITU PLISEU HOSIKI UDAH MUPON.”

 

“Boong amat.”

 

Seokjin dan Yoongi justru membully Hoseok, yang di mana mereka tahu bahwa sudah hampir lima tahun ini sahabat mereka itu menunggu sosok yang merupakan kakak kelas – sampai jadi kakak tingkat mereka tapi belum progress apa-apa.

 

Jungkook yang sedikitnya tahu pun hanya tertawa. Ia mulai memakan es krim yang ada di dekatnya.

 

“Semangat kak Hosiki dapetin kak Chwaaaang~”

 

“YHA ANJIR DISEBUT PULA NAMANYA GUE GALO ANJIRANJIRANJIR!”

 

Mereka bertiga hanya tertawa mendengar protesan Hoseok. Ketika makanan di meja sudah lenyap masuk ke perut, dan berniat untuk memesan lagi lalu meneruskan mengobrol, dua bayangan orang yang hampir memasuki tempat mereka berada sekarang membuat Yoongi langsung menundukkan tubuhnya, lalu menyuruh ketiganya melakukan hal yang sama.

 

“Anjir kenapa tuh polisi dua makan di sini? Ga ada tempat yang elitan dikit apa?”

 

“Maksud lu, Ga?!!”

 

“Jangan nengok ke belakang njir. Polisi tadi lagi mesen makanan. Shiiiit. Mati ae kita kalo mereka ngenalin kit—anjir nengok kan. Mati mati mati.”

 

Yoongi sudah komat-kamit sedaritadi. Jungkook sendiri malah menegakkan duduknya untuk memperhatikan polisi yang ia berikan nomor telponnya barusan.

 

Tangan Yoongi langsung menyambar kepala Jungkook untuk mencium meja, lalu mengambil tas selempang Jungkook untuk menutupi wajahnya.

 

“Simpen dulu dugeun-dugeunnya karena ketemu lagi, Kook. Kalo dia ngenalin kita, kita bisa kena dena dan gue ga mau. Ogaaah.”

 

Sambil berdoa dalam hati, mereka berharap dua polisi itu hanya membeli dan tidak makan di sini. Jangan sampai makan di sini, apalagi duduk di dekat mereka. Mau jadi apa mereka kalau itu terjad—

 

“Yassalam napa gue ngangkat pala dan bertemu pandang sama si polisi bantet itu sih, siyal.” Yoongi mengomeli dirinya sendiri.

 

Polisi yang Yoongi panggil bantet itu, yang disinyalir bernama Jimin—bukannya memasang wajah marah karena dibohongi, malah memasang wajah terkejut kemudian berkedip padanya. Hal tersebut membuat namja berambut mint itu kembali menjedukkan mukanya ke atas meja. Malu, sumpah. Apa-apaan ini. Apa namja itu baru saja flirting padanya?

 

“Yawla gue dikedipin, Tuhan. Apa salah Yoongi selama ini dikedipin om-om pedo, hiks.”

 

Sejujurnya Seokjin dan Hoseok sudah menahan tawa. Mereka perlahan mengangkat kepala mereka karena posisi duduk mereka membelakangi dua orang itu. Keduanya bisa melihat Jungkook yang tidak lepas memandang ke arah di mana dua polisi tadi berada.

 

Dan lihat saja wajah polosnya yang berangsur memerah disertai cengiran lima jari di mana Jin, Hoseok dan Yoongi sendiri takut bahwa bibir anak itu akan robek saking lebarnya.

 

“Hehehehe~”

 

“Astajim si Kookie udah gila yawla tobat, tobaaat.”

 

Ya bagaimana Jungkook tidak cengengesan. Ketika ia tiba-tiba bertemu pandang dengan polisi bernama Taehyung itu. Di mana sosok itu tengah berdiri sambil memasukkan kedua tangan di saku celana, melirik sedikit ke arahnya, tersenyum lalu kembali melihat papan menu di sana.

 

Dan ketika akhirnya dua orang tadi sibuk melihat papan menu, Yoongi berinisiatif untuk mengajak keempat temannya keluar dari tempat itu. Dia sampai harus menarik-narik paksa Jungkook untuk berjalan (berjinjit) tak jauh di belakang dua polisi tadi.

 

“Kookie masih lapaaaar~” Jungkook protes.

 

“Iye udeh kita pindah aja ke ceefci kek, hokben kek, pitzahat deh apa kek jan di siniiii,” Seokjin menanggapi. Mereka tidak sadar saja jika kedua orang yang mereka hindari tengah menahan geli melihat mereka berusaha melarikan diri.

 

Saat keempatnya sudah akan mencapai pintu keluar restoran cepat saji itu, satu suara dari dua polisi itu menggema.

 

“Habis ini beneran ke kampus ya, Min Yoongi yang manis. Ajak juga tuh teman-temanmu.”

 

Dan hancurlah sudah ketersiagaan Yoongi untuk kabur mendengar ucapan polisi yang ia ingat bernama Park Jimin, yang mana pada akhirnya Seokjin pun menyeretnya. Diikuti Hoseok yang juga tengah menggeret Jungkook yang tak kunjung mengalihkan pandangannya dari si partner sosok polisi yang tadi bicara yang ia ingat bernama Taehyung Kim.

.

.

.

– to be continued

.

.

.

A/N :

Hai, hai, hola. Ketemu lagi dengan gue yang gaje ini. Makasih buat review luar biasa kalian di chapter kemarin. Ah, jujur… chapter ini gue merasa humornya missed abis. Ada yang sependapat? Anyways, gue lupa cerita asli ngomongin apa aja waktu itu sama temen-temen gue. Jadi, yang keinget cuma bagian curhat-curhatan soal hampir ditilang itu doang wkwk.

 

Dan, adakah yang sadar gue semacem ngasih hint!ChangminXHoseok? Gatau, ya, tetiba kepikiran mereka. Abis mereka rada mirip sih, jadi timbul pikiran nista gini. Btw ada yang keberatan dengan selingan ini? ChangminXHoseok cuma selingan aja, buat bahan ledekan Jin sama Yoongi ke si Hoseok biar kejombloan dia makin berasa gitu. Ga niat bener-bener munculin wkwk.

 

Dan soal NamJin, I still have to think it again. Masih ragu mau munculin apa engga. Mau nyari plot yang enak kalo emang mau munculin mereka. Tapi kalaupun jadi, semoga gue bisa kasih hints mereka seiring cerita ini berjalan. And then soal MinYoon and VKook momentnya, sorry masih cimit, because honestly I’ve been thinking to make it slow hehe, but… I don’t think it will really happen. Pribadi, pengen langsung bikin mereka jadian soalnya hahaha.

 

Jadi yah, gitu. Ada yang keberatan soal hint!ChangminXHoseok?

 

Terus, chapter ini gimana menurut kalian? Pendek, ya? Iya. Ngerasa kok. Ngetik ini diantara tugas numpuk jadi tolong maklumi yaaah.

 

And once again, thank you all for your amazing review. Gue ga bisa ga ketawa bacainnya, semacem semangat banget buat gue.

 

Thanks again! And see, ya!

 

Best regards,

Yumi

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s