Greatest Accidental ~Chapter 1 {Almost Raid by Police}


Greatest Accidental © Fujimoto Yumi, 2016

Park Jimin X Min Yoongi

Kim Taehyung X Jeon Jungkook

BTS’s member © God, themselves

Rated T – M. / Romance, Fluffy, Humor, Friendship.

Slash. Yaoi. Boys Love. OOC. Indonesian!AU.

Police!VMin. CollegeStudent!JinSugaHopeKook.

Older!NamVMin. Younger!JinSugaHopeKook.

 

DLDR? I gain no profit by publishing this story.

Based on true story. Thanks to ma friends who inspires me with her story😄

This is just for fun. Enjoy and happy reading.

 

Bahasa non-baku. Beware.

 

Summary : Awalnya iseng mikir untuk bisa lolos dari tilangan polisi, namun pemikiran itu justru membawa Yoongi dan Jungkook pada kenyataan bahwa setiap keisengan akan berakhir dengan konsekuensi (yang membahagiakan dalam kasus mereka).

 

xxxXXXxxx

 

Greatest Accidental

Subtitle Chapter 1 : Almost Raid by Police

Summary for this chapter :

Mau ga kena tilang?

Langkah 1, buka masker.

Langkah 2, sapa polisinya.

Langkah 3, berkedip dikit.

Dan yang terakhir; jangan lupa pasang cengiran atau senyuman semanis yang kalian bisa.

Nah, kalau sudah demikian, dijamin lolos tanpa keluar uang sepeserpun.

 

xxxXXXxxx

Hari itu kebetulan hari Rabu. Sejujurnya tidak ada yang spesial dengan hari tersebut. Namun saat itu, Seokjin, Yoongi, Hoseok dan Jungkook yang sudah tidak ada kelas perkuliahan memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah.

 

Mereka berkumpul di tempat biasa untuk merencanakan ke mana mereka harus pergi jika memang tidak ini tinggal di kampus.

 

Hoseok yang kebetulan protes lapar dan dia bilang bosan pada makanan kantin pun mengajak teman-temannya untuk pergi ke mall, mampir ke tempat makan sekaligus tongkrongan anak kuliah, kaefci, yang kebetulan kan murah untuk kantong mereka. Jadilah, ke empatnya berlalu untuk mengambil motor (yang sebenarnya hanya Jin dan Jungkook yang bawa) di parkiran.

 

Yoongi dibonceng Jin, dan Hoseok dibonceng Jungkook. Setelah deal akan pergi ke tempat itu, mereka menjalankan motor keluar gerbang kampus untuk mengisi perut sekaligus duduk-duduk sambil mengobrol.

 

Di perjalanan menuju mall yang kebetulan mereka harus berputar dulu untuk sampai ke tempat tujuan, mereka tidak tahu ketika sudah memutar, ternyata ada razia tak jauh dari mall tersebut. Dalam hati Seokjin dan Jungkook mau memacu kecepatan lebih cepat, namun apa daya saat mereka diberhentikan.

 

Seokjin meminggirkan motornya dan si polisi bername-tag Jimin Park langsung menanyakan kelengkapan surat-surat miliknya. Seokjin, yang lebih sering disapa Jin itu hanya menurut menunjukkan apa yang si polisi (muda) minta. Yoongi sendiri yang dibonceng hanya melirik sambil main game di ponselnya.

 

Ini anak belakang santai amat. Ditilang kan ga cukup ceban, dih. Lagian pake ada razia segala, duhhh. Sukanya sembunyi di bawah flyover sih, polisinya. Btw si Kookie apa kabar di belakang?

 

Seokjin mengkhawatirkan adik tingkatnya itu. Ia pun melirik ke belakang, melihat Jungkook yang tengah berbicara pada seorang polisi yang masih juga muda di sana.

 

Beralih ke Jungkook, Hoseok di belakangnya susah cengengesan. Tetapi sepertinya si pak polisi ini tidak menghiraukan dan lebih terfokus pada si pengendara motor itu sendiri yang juga semenjak namja berseragam itu memintanya membuka kaca helm sudah melemparkan cengiran tak berdosa padanya.

 

Dan sejujurnya, si polisi bername-tag Taehyung Kim ini sedikit terpesona pada bunny smile sosok di depannya.

 

“Boleh lihat surat-suratnya?” Taehyung bertanya pada Jungkook yang sudah nyengar-nyengir sejak tadi.

 

Namja bergigi kelinci itu masih menyengir lalu membuka tas dan memberikan SIM beserta STNKnya. “Lengkap kan, pak?”

 

Taehyung mengangguk-angguk, namun ia melirik lagi pada Hoseok di belakang namja itu. “Iya lengkap. Tapi teman kamu tidak. Helmnya di kemana-in?” namja itu sudah akan membuka buku kecil di mana ia akan mengambil surat tilang.

 

Namun Jungkook cepat-cepat berpikir lalu berkelit pada namja yang sudah pasti lebih tua darinya itu. “Pak, pak. Gimana kalau kita damai ajaaa? Iya Kookie tau Kookie ngelanggar peraturan lalu lintas dengan ngebonceng Kak Hosiki yang ga pakai helm. Tapi damai aja, ya, paaak? Kookie mau ke kampus udah mau telat~” Jungkook berucap sambil memasang tampang anak kelinci yang minta dipungut.

 

Taehyung berdeham melihat ekspresi imut mahasiswa di depannya. ‘Anjir imut banget. Umur berapa si ni anak? Eh bentar, SIM. Oh… baru 18 tahun. Baru semester 1? Muda banget. Eh, bentar… gue juga baru jalan 26 kok. Alah. Gapapa lah ngegoda dikit.’

 

“Kamu mau nyogok saya, dek?”

 

Jungkook cemberut. “Ga maksud gitu, pak polisi~ abisan Kookie buru-buru~” dia berucap masih sambil memasang pouty face yang disinyalir berhasil menjadi ancaman untuk kakak-kakak tingkat terdekatnya. Jujur saja, Hoseok di belakang dia sedari tadi menahan tawa melihat ekspresi polisi yang sepertinya gemas akan tingkah adik tingkatnya itu.

 

Taehyung berdeham lagi. Ia berpikir keras, ah… kalau meloloskan satu kan tidak dosa? Jadi apa salahnya, lah. “Ya sudah. Kamu punya berapa?”

 

“Hehehehe~” Jungkook terkekeh kemudian membuka dompet yang memang sudah ia siapkan hanya untuk menyimpan surat-surat dan selembar uang sepuluh ribuan. Ia dapat ide lagi. Setelah melihat isi dompetnya, ia mendongak ke arah sang polisi (yang menurutnya tampan) yang masih menunggunya. “Hehehe pak, ternyata uang Kookie tinggal 10ribu. Ini nanti buat makan di kampus yang palingan cuma dapat mie goreng sama aqua gelasnya 2~” ia berucap sambil memasang wajah melas.

 

Sang polisi bernama Taehyung itu langsung terdiam dan menegakkan dirinya. Ia menghela napas sekasar-kasarnya. Hoseok sendiri sudah hampir melukai bibirnya sendiri akibat menahan tawa yang ingin mengudara. Setelah memastikan wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun, Taehyung tersenyum lembut pada anak muda di depannya itu.

 

“Ya sudah sana. Lain kali suruh teman kamu pakai helm, ya? Kalau kamu juga ikutan ga pakai helm, bisa-bisa nanti muka manismu luntur gimana? Helm itu untuk keselamatan, loh. Perlu diingat dengan baik, oke?”

 

“Siap, pak!” Jungkook masih nyengir sambil melakukan gerakan salute. Dan dia melirik kakak tingkat di belakangnya yang masih memasang cengiran di wajahnya. “Jadi Kookie boleh pergi kan, pak?”

 

“Iya, boleh. Asal kasih nomor telepon kamu supaya lain kali kamu tidak bisa kabur lagi.”

 

Hoseok langsung tersentak kemudian protes. “Ga bisa gitu dong, pak! Masa—“

 

“Kalian mau sidang?”

 

Hoseok langsung diam. Dia melirik Jungkook yang dengan polosnya memberikan nomor ponselnya sendiri ke si pak polisi. Hoseok menepuk dahinya menghadapi sikap Jungkook yang kelewat polos.

 

“Ini, pak. Udah yaaa, jangan marahin kak Hosiki lagi, hehehe.”

 

Setelah itu, keduanya mulai menjalankan motornya dan bermaksud menunggu kedua kakak tingkatnya yang lain di tempat tujuan.

 

Balik lagi ke Seokjin dan Yoongi, di mana keduanya sebenarnya lega Jungkook bisa lolos tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Seokjin kemudian menatap si polisi yang masih memeriksa surat-suratnya, sampai sang polisi tersebut berucap, “Suratnya sudah lengkap, tapi sayang kalian tetap melanggar peraturan lalu lintas.”

 

Polisi bernama Jimin itu melihat ke arah Yoongi yang juga menatapnya. “Manis-manis kok ga pakai helm. Ga kepanasan emang?” yah, walaupun masih pakai masker, kemanisan seorang Min Yoongi dikenal kok di seantero kampus.

 

Pandangan keduanya kemudian mengikuti gerak tangan Jimin, di mana ia sudah siap membuka buku kecil untuk memberi surat tilang. Yoongi langsung menegakkan tubuhnya lalu mendesah kecil membuat sang polisi teralihkan lagi perhatiannya.

 

Namja yang sering disapa Suga itu kemudian menurunkan maskernya dilanjut memberikan senyum manis semanis gula kepada polisi tersebut yang membuat sekilas –Seokjin yakin- terpana pada sahabatnya.

 

Anjir Suga jual senyum. Cuma itu doang apa yang ada di otaknya? Pantes jomblo, bisanya php doang sih.

 

“Yah, pak. Jangan ditilang dong. Kami mau ke kampus, buru-buru soalnya dosennya udah dateng. Barusan saya dapet WA dari temen sekelas.” Yoongi masih memasang senyuman di wajahnya.

 

Jimin masih terdiam memperhatikan senyum manis itu lalu berdeham. “Memang kampus kalian di mana?”

 

“Itu di sana, Universitas xxx. Dari sini deket kan, pak? Hehe, jadi jangan ditilang dong, pak. Masa sama anak kuliah bapak manfaatin gitu.”

 

“Eeeh, kamu kira saya gelar razia ini tanpa surat tugas dari pihak kantor?”

 

“Bukan gitu, pak~” Yoongi sempat meringis karena hampir saja menyinggung polisi bernama Jimin itu. “Maksud saya, ya… gimana kalau kita damai?”

 

Yoongi berkedip beberapa kali berharap Jimin mau benar-benar melepaskan mereka. Si namja berseragam akhirnya menghela napas kemudian menadahkan tangannya. “KTP kamu?”

 

Mampus.’ Yoongi mau menepuk dahinya, tapi ya sudahlah. Cari mati si dia. Berpikir bakal bisa lolos, malah berakhir harus memberikan kartu identitasnya sendiri.

 

Seokjin yang mendengar itu langsung menyahut. “Pak, gini aja—“

 

“KTP kamu boleh saya lihat?” Jimin masih memasang tampang tegas memandang ke arah Yoongi walau sebenarnya ia tengah gemas pada pemuda diboncengan motor yang sedang ia berhentikan itu. Manis, serius. Lebih manis dihiasi dengan senyuman tadi.

 

Jimin meminta KTPnya hanya mau tahu berapa sih, umur anak ini? Setelah itu ya, bolehlah ia loloskan makhluk manis satu ini (beserta temannya).

 

Seokjin hanya menutup mulut sambil memangku wajahnya pada stang motor. Yoongi di belakangnya pasrah dan mengeluarkan dompet lalu memberikan KTPnya. Walau di wajahnya masih terdapat senyum, jujurlah dalam hati ia tengah kesal.

 

Razia buat cari duit aja sok-sok an bilang ada surat tugas. Ya Tuhan sial banget nasib gue hari ini. Seokjin pabo sih udah tau ada polisi malah pengen ngebut. Eh kalo ga kepikiran ngebut tetep ae diberentiin, yak?

 

Ia melirik sang polisi yang memandangi KTPnya, lalu namja itu memberikan kembali kartu identitas milik Yoongi. “Ya sudah sana kalian ke kampus. Cari ilmu yang bener dan lain kali pakai helm. Manis-manis ga pakai helm, ga takut kemanisan kamu luntur karena kepanasan emang?”

 

Yawla si bapaaaaaak-___-‘ Yoongi langsung memutar bola matanya bosan di mana Seokjin sendiri ingin sekali menjeduk-jedukkan kepalanya lebih keras ke stang motor.

 

Setelah dipersilahkan pergi, Seokjin pun memacu motornya ke mana ia dan teman-temannya rencanakan tadi. Meninggalkan Jimin yang kemudian tersenyum ketika motor barusan hilang dari pandangannya.

 

Seringai makin terpasang ketika wajah sosok barusan hadir dalam benaknya. Dan ketika sang sahabat, Taehyung merangkulnya, ia menggumam sendirian. “Min Yoongi, 21 tahun. Universitas xxx. Boleh juga. Manis. Semanis gula.”

 

Dan ia langsung mendelik lagi saat Taehyung yang merangkulnya menoyor kepalanya keras. “PEDO LU JIM!”

 

Yang ia balas teriakan juga pada sobatnya. “KEK LU ENGGA AJA?! GUE TAU TADI LU MODUS MINTA NOMOR HAPE TUH ANAK, KAN? LU BIANGNYA PEDO, DAZAR ALIEN MESUM.”

 

ANJIR NGAJAK BERANTEM.”

 

“JIMIN, TAEHYUNG BERISIK. WIBAWA KALIAN KE MANA, HAH?”

 

“EH IYA PAK NAMJOON, MAAFKAN KAMI.”

 

Keduanya pun saling tukar pandang untuk kemudian kembali ke pekerjaan yang kini tengah mereka lakukan.

 

xxxXXXxxx

 

Tobecont or End?

 

xxxXXXxxx

 

A/N :

DOR! Failed!Humor banget ini.

Tolong, maapkeun kegajean FF ini. Wkwkwk. This is based on true story of my friends. Tapi ada yang saya rubah. Jadilah makin gaje.

 

Btw, Jimin dan Taehyung di sini lebih tua, mereka umurnya 25an. Yoongi dan Seokjin 21, Hoseok 20 dan Jungkook si magnae 18. Namjoon? Sedikit lebih tua dari Jimin dan Taehyung lah. Karena belum yakin bakal munculin NamJin atau engga.

 

Niatnya, masih mau ngetik lanjutan di mana akhirnya mereka nongkrong di mall terus nyeritain kejadian masing-masing sampe MinYoon dan VKook jadian/? Dengan bumbu-bumbu tilang-scene lainnya.

 

And, if you of all want me to keep this fic, this will be slow-update. I haaaaaaave so many assignment from college, so… I’ll type the next chapter when I’m free and my mood is good also.

 

So, once again, keep or delete?

 

Will ya tell me by review?

 

Best regards,

Yumi.

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s