Modus?


Modus?

10645322_544865215614135_7715470931812912468_n

This story belongs to Umu Humairo Cho

Rivaille X Eren Yeager

Are belong to Hajime Isayama

Rated T+ drabble fiction.

Romance, Fluffy, no plot.

Yaoi, Boys Love, Shonen-ai content.

My first RivaEre/RiRen.

Forgive me if its so OOC. I tried my best.

If you unlike, may you leave this fic immediately.

If you read it, leave feedback, please?

Happy reading~

.

.

.

A RivaEre/RiRen Fanfiction

Modus?

Story by Umu Humairo Cho

.

.

.

Eren merenggangkan ototnya yang terasa linu. Matanya melirik ke arah jendela kamar di istana yang sekarang adalah markas Pasukan Strategi Khusus itu dengan pandangan lelah. Siapa yang tidak lelah disuruh membersihkan istana yang begitu besar? Sekalipun dibantu, tetaplah dia yang mendapat banyak pekerjaan.

 

Eren memijat lengannya, kemudian memutuskan pergi ke dapur untuk minum. Kalau diingat-ingat, orang yang menyuruhnya bersih-bersih itu ke mana? Sejak tadi tidak kembali ke kamarnya sehabis Eren bersihkan. Bahkan ketika ia akan membersihkan bagian istana yang lain, sosok kaptennya itu tidak juga muncul.

 

Eren berjalan dalam diam ke arah dapur. Pikirannya melayang seakan terus bertanya ke manakah sang manusia terkuat itu? Ck, kenapa Eren harus khawatir? Bukankah sosok itu selalu saja menendangnya seenak jidat? Orang seperti itu tidak perlu dipikirkan.

 

Tapi—bohong kalau Eren tidak akan lemah jika berhadapan dengan sosok itu. Ia juga selalu bertanya kenapa dalam dirinya. Dan setiap kali menemukan jawaban, Eren akan berusaha untuk menyangkal.

 

Hei, mana mungkin dia menyukai pria yang tidak lebih tinggi darinya itu, kan?

 

“AARGGHH!”

 

Tak!—eh?

 

Eren terdiam, refleks berhenti di depan pintu ruang makan-merangkap dapur-dan ruang rapat itu. Kenapa ia tidak sadar sudah sampai di tempat tujuan?

 

Pemuda berusia lima belas tahun itu memandangi pintu itu seolah meneliti suara apa yang barusan didengarnya. Tapi mendengar suara selanjutnya seperti orang sedang menulis membuat Eren menepis semua pikiran negatif dan memutuskan untuk masuk.

 

“Eh?” Eren terkesiap ketika membuka pintu. Bisa ia lihat sosok sang heichou sedang menempelkan wajahnya pada permukaan meja. Alisnya bertaut, kenapa dengan Rivaille-heichou?

 

Berusaha mengabaikan pemikirannya, ia segera akan berlalu, kalau saja kelemahannya itu tidak mengambil alih dirinya dengan terus melirik ke arah sang kopral.

 

Tanpa sadar Eren mengambil kursi terdekat kemudian meletakkan tepat di samping Rivaille. Hal selanjutnya yang ia lakukan adalah memandangi sebentar rambut eboni itu sambil tersenyum. Apapun itu, Eren memang tidak bisa membohongi dirinya jika ia menyukai sosok sang heichou.

 

Eren mengikuti jejak Rivaille yang menelungkupkan wajahnya ke permukaan meja. Seolah berpikir kenapa tumben sekali heichounya itu terlihat lelah dan jenuh dengan tugasnya.

 

Menit berlalu begitu saja. Eren masih pada posisinya, tidak menyadari Rivaille yang mulai mengangkat kepalanya untuk melihat ke samping kirinya. Alisnya mengernyit mendapati Eren melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan beberapa detik lalu.

 

Tersenyum tipis tanpa sadar, Rivaille mendekatkan wajahnya kemudian mengecup kepala Eren. Memandang lagi sekilas kepala coklat itu, kopral muda itu kembali menjatuhkan wajahnya ke atas meja.

 

Eren yang sadar pun mulai mencerna apa yang terjadi, sampai ketika otaknya mampu memahami, wajahnya memerah tak karuan. Dalam hati menjerit, ‘Heichou kau curi staaaaart!’ Dan kokoro Eren pun berdebar-debar.

 

Sedangkan Rivaille sendiri hanya menyeringai tanpa diketahui oleh bocah titan itu.

.

.

.

Omake

.

.

.

Beberapa hari setelah itu—

 

Eren kembali mendapati heichounya di posisi yang sama. Saat akan melakukan hal yang serupa pula, Rivaille mengangkat wajahnya dan menyeringai kepada Eren.

 

Eren mati kutu.

 

“Hoo, kaukira aku suka mengulangi hal yang sama bocah?”

 

Eren terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa.

 

“Bawa kursimu dan duduk manis di sampingku. Kali ini bukan kepalamu yang akan kucium. Tapi bibirmu.”

 

“Eh?”

.

.

.

Owari

.

.

.

Note : Fic drabble pertama saya di fandom ini. Saya berterima kasih pada Namikaze Sora yang posted pic seperti cover fic ini di grup RivaEre / RiRen & EruMin Indonesia ShipPer (Yaoi Grup SnK). Karena gambar itu saya bikin drabble ini wakakakak

Btw, mohon masukannya ya~ fic perdana ini >< #yaterus?

 

Salam,

Umu Humairo Cho

2 thoughts on “Modus?

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s