LDR ~Chapter 8


I don’t think you realize how easily you make me; smile.

.

.

.

LDR

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

Setiap kali Kyuhyun berpikir kapan waktu ia akan kembali, ia hanya bisa tersenyum. Alasan dibalik senyumannya itu adalah—ketika akhirnya ia bisa melihat sesosok bidadari yang selama ini menghantui tidurnya.

 

Setiap kali Kyuhyun melihat berita tentang Negara kelahirannya, ia hanya bisa tersenyum. Alasan dibalik senyumannya itu masih sama—di Negara sana, ada sosok orang yang sangat dicintainya. Bukan hanya satu atau dua—tapi lebih dari yang bisa ia hitung menggunakan jari tangannya.

 

Setiap kali Kyuhyun melihat ke arah figura di mana ada potret dirinya dan sosok yeoja berambut coklat panjang, dengan rona merah juga senyuman yang begitu manis, ia hanya bisa tersenyum. Alasan dibalik senyumannya, lagi-lagi sama—karena sosok itulah yang ia lihat.

 

Setiap kali, setiap kali dan setiap kali Kyuhyun berpikir, membayangkan wajah gadis itu. Membayangkan masa depan mereka. Ia hanya bisa tersenyum –lagi. Dengan alasan yang selalu sama. Karena yang dipikirannya adalah gadis itu.

 

Gadis bernama Lee Sungmin.

Gadis yang sangat dia cintai.

 

Ia tidak mengerti, bagaimana mungkin sosok itu selalu berhasil membuatnya tersenyum hanya karena mengingatnya, atau bahkan ketika mendapati email darinya. Kyuhyun selalu merasa menjadi orang paling gila ketika hal itu terjadi. Dan Kyuhyun hanya berharap jika tidak ada orang yang menganggap dirinya gila, kecuali dirinya sendiri.

 

Dan hari ini Kyuhyun tidak bisa fokus belajar, musim dingin sudah semakin terasa. Sudah delapan belas bulan ia berada di Negara asing ini. Sebentar lagi ulang tahun Sungmin, dan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada hari itu.

 

Memberikan kejutan? Dengan jarak sejauh ini kejutan yang seperti apa? Mengirim kado? Mungkin saja, tapi—itu hal biasa kan? Lalu harus apa?

 

Kyuhyun merasa bingung, tapi mengingat hal itu—senyuman hadir di bibirnya.

 

Oh, lihat. Betapa mudahnya seorang Lee Sungmin membuatnya tersenyum?

.

.

.

Sungmin merenung di kamarnya. Sebentar lagi natal. Lalu tahun baru. Dan berarti ulang tahunnya. Ia berpikir apa yang akan terjadi pada hari itu? Apa ia boleh berharap jika Kyuhyun berada di depannya saat hari ulang tahunnya?

 

Oh, ingatkan Sungmin itu tidak mungkin.

 

Walaupun Sungmin tahu Kyuhyun itu sangat pintar, tapi apa bisa ia melewati satu semester dengan begitu saja? Walau bagaimanapun, di negeri sana ia tetaplah siswa layaknya Sungmin yang tengah menuntut ilmu. Akan sangat tidak mungkin kan? Kecuali jika ia lompat kelas. Tapi, mengingat mereka sudah kelas tiga, mau lompat kelas bagaimana lagi?

 

Dan sekali lagi Sungmin hanya bisa berharap. Hanya BISA.

 

Matanya terpejam yang tanpa sadar menampakkan bayangan sosok pemuda yang begitu dicintainya. Sahabatnya sejak kecil. Sosok yang selalu ada untuknya. Sosok yang selalu melindunginya. Sungmin tidak pernah bermimpi bahwa kini status mereka adalah pasangan. Sungmin hanya pernah berharap jika mereka akan selalu bersama –dengan Hyukjae juga. Tetapi status kebersamaan mereka ternyata, adalah sepasang kekasih.

 

Dan yang bisa Sungmin lakukan saat mengingat hal itu adalah tersenyum.

 

Entah apa yang Kyuhyun perbuat, setiap kali Sungmin mengingatnya, yang bisa ia lakukan hanyalah tersenyum.

 

Jika Hyukjae –sahabat mereka- juga keluarga besar mereka menyinggung atau membicarakan tentang Kyuhyun, Sungmin juga hanya bisa menanggapinya dengan senyuman. Senyuman yang tak seorang pun bisa mendeskripsikannya. Bahkan Sungmin sendiri pun tak bisa menjelaskan dari A – Z nya.

 

Senyuman ketulusan yang ia miliki.

 

Senyuman penuh cinta dan kerinduan. Hanya itulah yang ia tahu.

.

.

.

“Woi, Kyu. Ngelamun aja, si? Gue perhatiin daritadi lo ga nyimak pelajaran kan?” tegur Siwon ketika jam istirahat berbunyi. Kyuhyun yang tadi tengah melamunkan Sungmin pun tersadar saat sahabatnya menepuk bahunya.

 

“Apa si, Won? Yang penting nilai ulangan gue selalu bagus, kan? Ga dengerin juga gapapa kalik.” Balas Kyuhyun kesal karena imajinasinya tentang Sungmin diganggu.

 

I Guess you are thinking about your fairy, aren’t you?” celetuk Changmin yang sedang menyedot minumannya.

 

“Hn. Am I wrong to do that?”

 

No. Please, Kyu. Ga usah galak-galak juga sama gue. Masih aja dendam,” ujar Changmin yang hanya dibalas dengusan napas Kyuhyun.

 

Kemudian tanpa sadar ia mulai melamun lagi, lalu bergumam. “Christmas will be coming soon…

 

Then?”

 

“Huh?”

 

What will you do in Christmas?” tanya Changmin sambil menatap kedua sahabatnya. “Aren’t you want to spend that day with your beloved, are you?”

 

Kyuhyun dan Siwon saling bertukar pandang. Mengangguk menatap Changmin dengan pandangan bertanya. “We got two week holiday to prepare and celebrate Christmas and New Year eve. Why you don’t spend it on Korea? With your family and your girlfriend?” Changmin bertanya sambil  menautkan alisnya. Memandangi kedua sahabatnya yang juga menatapnya. “Bukannya kalian kangen sama dua gadis tercinta kalian itu?”

 

 

Kyuhyun terdiam, begitu juga dengan Siwon. Namun tak lama, sebuah senyuman hadir di bibirnya membuat Changmin merasa was-was. Dua sahabatnya ini akan jadi orang gila jika sudah menyangkut dua sosok gadis bernama Sungmin dan Kibum. Dia hanya berharap jika teman sekelas mereka tak menyadari perubahan aura yang ada.

 

 

“Tapi…” Changmin tersentak ketika suara Kyuhyun terdengar. Ia melirik sahabat yang tak kalah evilnya dengan dirinya itu penuh tanda tanya. “I’m not assuring that I will let her go if I meet her at Christmas eve.

 

“Kyu…”

 

“Gue setuju. Apalagi semenjak gue jadi siswa pertukaran, hubungan gue sama Kibum agak sulit. Kalo ketemu sekarang, bisa-bisa gue ga balik lagi.”

 

 

Diam-diam Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Changmin menghela napas mendengar ucapan kedua sahabatnya.

 

 

“Payah lo pada. Ga sayang sama pacar si.”

 

“Min, lo ga tau betapa sulit ngelepasin Sungmin pas gue mau berangkat kesin—“

 

“Ya ya ya. I knew that, Cho. Tapi coba lo pikirin perasaan Sungmin dong? Enam hari setelah natal itu ultahnya dia. Emang lo ga mau apa ngerayain ultahnya Sungmin yang tahun lalu udah lo lewatin?” ujar Changmin memotong kalimat Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun langsung terdiam. Pikirannya melayang ke malam natal dan tahun baru yang lalu. Ketika ia menghabiskan hari itu bersama teman-temannya di negeri orang. Hanya bisa mengucapkan selamat natal-ulang tahun-baru kepada Sungmin melalui telepon, mengirim kado ke Korea kemudian kembali mengobrol via video call.

 

Kyuhyun ingat bagaimana ekspresi Sungmin saat itu. Ia tahu jika Sungmin ingin dirinya ada di samping gadis itu. Tapi karena saat itu Kyuhyun merasa baru menjadi siswa pertukaran, membuat ia tidak melewati hari liburnya untuk sekedar pulang ke kampung halamannya.

 

Dan apakah tahun ini ia harus kembali? Tetapi bagaimana jika Kyuhyun benar-benar tidak bisa melepas gadis berambut coklat panjang itu? Bagaimana jika ia terus menahan Sungmin dalam pelukannya dan ingin membawanya ke Negara di mana ia menuntut ilmu sekarang? Bagaimana jika—

 

 

“…hyun? Kyuhyun?!”

 

“Huh?” Kyuhyun langsung tersentak kaget mendengar teriakan sahabat di depannya. Ia menatap Changmin yang masih menunggu jawabannya. “Sebenernya, gue pengen balik ke Korea. Tapi…gue ga yakin, Min.”

 

“Apa si yang bikin lo ga yakin? Please deh, Cho. Gue yakin banget kalo Sungmin itu rindu setengah mati ngabisin waktu bareng sama lo.”

 

I know that, Shim. But—you dunno what I feel and you don’t understand why I don’t wanna come back by now. It’s hard for me if I must come back here again after New Year eve. Well, I just feel—can’t let her go again…

 

“Ya ya ya. Shut it, Kyu. So? Lo mau nunggu enam bulan lagi gitu? Oh ya udah. Selamat nunggu deh. Nah, lo Miwon? Sama kayak Kyuhyun?” Kyuhyun menghela napas mendengar ucapan Changmin, namun kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Siwon yang malah terdiam. “Woy!”

 

“Gue ga tau.”

 

“HA?!!” Kyuhyun dan Changmin refleks berteriak. Mereka menatap Siwon tak berkedip.

 

Kemudian Changmin menyeletuk. “Gue tau lu paling labil di antara kita, Miwon. Tapi jangan korbanin Kibum, dong. Kasian juga dia punya pacar ababil kayak lo. Mending buat gue deh.”

 

“NAH! Gue rekam, Min. Setelah itu gue kasih ke Chamber, HAHAHAHA!!” seru Kyuhyun tiba-tiba membuat Changmin tersentak.

 

“Anjir sialan lo, Kyu. Ga! Jangan gitulah, Kyu. Nanti gue bisa berantem sama dia.”

 

“Lo harus ngerasain gimana rasanya berantem sama pacar, Min. Oke? Siplah!”

 

Please lah, Kyu. Sadis banget lo sama gueeeeee!!!”

 

“Bodo amat. Itu balesan dari gue karena lo pernah ngebajak twitter gue. Sampe bikin Minnie nangis lagi.”

 

“Gue kan udah minta maaf. Dasar Kyupuk kaleng! Apus ga rekamannya, woy!!!”

 

“Enak aja. Ini aset kalo lo berani macem-macem sama gue!”

 

“Kyuuuuuu~!!!”

 

 

Dan Siwon hanya bisa menghela napas melihat kelakuan kedua sahabatnya. Ia bersyukur karena Changmin maupun Kyuhyun tidak menanyakan lebih lanjut tentang alasannya. Karena sebenarnya ia hanya butuh waktu lebih lama dari dua minggu untuk bisa membuat semuanya lebih baik tentang hubungan mereka. Itu saja.

 

Siwon hanya merasa ketika akhirnya ia kembali, ia bisa memiliki seluruh waktu untuk dia habis bersama Kim Kibumnya. Ia tahu itu.

.

.

.

Kyuhyun berbaring menatap langit-langitnya, tangannya menggenggam erat ponsel yang sedari tadi menjadi alat komunikasi antara dirinya dengan peri cantiknya. Ia menunggu balasan email dari Sungmin. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10 malam, yang berarti di sana adalah jam makan siang Sungmin di sekolah.

 

Ah. Ia merasa rindu ketika ia makan siang dengan Sungmin juga Hyukjae. Bagaimana dia dan Hyukjae selalu menitip pada Sungmin untuk dibelikan makanan kesukaan mereka. Sungmin yang tidak pernah menolak dan tetap melakukan kebiasaannya sejak mereka SD.

 

Kyuhyun juga rindu bagaimana terkadang Sungmin memintanya mencicipi makan siangnya –yang padahal sudah sangat sering ia cicipi- dengan menyuapinya di depan Hyukjae yang hanya dibalasa kekehan oleh sahabat pirangnya itu. Entah kenapa, mengingatnya membuat Kyuhyun tersenyum.

 

Seolah ia benar-benar ingin semua itu terjadi lagi.

 

Kapan…?

 

Apakah saat kuliah nanti hal itu bisa terjadi lagi?

.

.

.

ChoKyuhyun @GaemGyu   3m

I missed our lunch time @imSMl @AllRiseSilver :p

Expand

.

.

.

Hyukjae menunggu Sungmin yang sedang membelikan makanan. Ia memainkan ponsel sahabatnya setelah tadi Sungmin membalas email Kyuhyun. Kemudian tak lama, sebuah mention masuk membuat Hyukjae membuka isi mention itu.

 

Tatapannya melembut mendapati mention dari sahabatnya sejak kecil, kekasih sahabat imutnya Lee Sungmin –Kyuhyun. Ia hanya bisa tersenyum kemudian mengklik reply lalu mulai mengetik balasan.

.

.

.

ChoKyuhyun @GaemGyu   7m

I missed our lunch time @imSMl @AllRiseSilver :p

Expand

 

Sungmin @imSMl  4m

You dunno how much Sungmin asked me when we can spend this time together again? RT @GaemGyu: I missed our lunch time @imSMl @AllRiseSilver :p

Expand

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  3m

@imSMl @AllRiseSilver Nyuk…twitter lo ke mane? Pake sendiri sono.

In reply to Sungmin

 

Sungmin @imSMl  2m

Pelit lo ah. Kita makan dulu, ye? Jangan lupa makan malem lo, jelek. RT @GaemGyu: @imSMl @AllRiseSilver Nyuk…twitter lo ke mane? Pake sendiri sono.

Expand

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  2m

Sial, lo, Kunyuk-_- RT @imSMl: Pelit lo ah. Kita makan dulu, ye? Jangan lupa makan malem lo, jelek. RT @GaemGyu

Expand

 

Sungmin @imSMl  1m

  1. Bye jelek, gue sama MY Sungmin makan siang dolo yeee :p RT @GaemGyu: Sial, lo, Kunyuk-_- RT @imSMl: Pelit lo ah. Kita makan dulu, ye?

Expand

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  2s

Ingetin gue buat ngebajak twitternya Eunhyuk pas pulang nanti.

Expand

.

.

.

Dan Hyukjae hanya bisa tersenyum membaca twittan sahabatnya sebelum akhirnya memakan makan siangnya dengan Sungmin yang terus bertanya-tanya ada apa dengan ponselnya.

.

.

.

Libur telah tiba, libur telah tiba. Hore! Hore! Horeeee! Oke salah backsound. Abaikan.

 

Libur natal dan tahun baru sudah tiba. Kyuhyun semakin termenung di kamarnya. Apa iya ia harus pulang ke Korea untuk merayakan natal dengan keluarganya dan keluarga Sungmin juga Hyukjae?

 

Tapi kenapa ia merasa ragu? Kenapa rasanya ia berat untuk sekedar memesan tiket dan membenahi koper untuk liburan dua minggu di Korea? Kenapa ada yang mengganjal di hatinya? Hah. Kyuhyun benar-benar merasa aneh. Apa ia harus menghubungi ummanya meminta pendapat? Biasanya insting seorang ibu selalu tepat kan? Apalagi mengenai kenapa ia selalu gelisah dan ragu untuk pulang –walau hanya dua minggu.

 

 

Tuuttt…tuuttt…tuuttt…

 

 

‘Yeoboseyo~?’ Kyuhyun bisa mendengar sapaan sang umma. Ia tersenyum tanpa sadar. Ah, ia benar-benar merindukan suara ini juga.

 

Umma?”

 

‘EOH? KYUHYUNNIEEEEE~’

 

“Ck. Ga usah teriak, umma,” balas Kyuhyun menjauhkan sedikit teleponnya.

 

Hehehe abis umma kaget tiba-tiba kamu telepon, ke rumah lagi ga ke hape umma. Ada apa ganteng? Kangen umma ya?

 

Kyuhyun terkekeh mendengar penuturan ummanya. “Iya, Kyu kangen. Sekalian Kyu mau tanya sesuatu.”

 

Tanya apa sih ganteng? Penting banget?

 

“Gini umma, si Changkul nyaranin Kyu ngabisin liburan natal dan tahun baru di Korea bareng kalian. Tapi entah kenapa Kyu selalu ngerasa gelisah dan ragu untuk pulang. Itu kenapa ya? Apa karena takut ga bisa ngelepas Minnie aja kalo ketemu nanti?” cerita Kyuhyun kepada ummanya.

 

Hmmmm—gitu ya. Kalau emang kamu ragu mau melakukan sesuatu hal, sebaiknya jangan lakukan hal itu dulu. Walau sebenarnya umma pengeeeeen banget kamu ngerayain natal-ulang-tahun baru di sini. Tapi ya, ya udah. Jangan dipaksain sayang. Minnie pasti ngerti kok.

 

“Padahal Kyu kangen banget sama kalian. Tapi entah apa di hati kecil Kyu, Kyu selalu ragu.”

 

Iyaaaa~ umma ngerti kok. Udah, kamu istirahat dulu sana. Besok kita ngobrol lagi, ya?

 

Ne, umma. Love you. Salam buat appa, Lee ahjuma-ahjushi, my fairy, dan yang lainnya.”

 

Oke ganteng. Nice dreaaaaam~ love you too.

 

Jaa umma.”

 

 

Dan Kyuhyun pun memutuskan panggilannya. Lalu kembali termenung. Tak lama…senyumanlah kembali tampak di kedua sudut bibirnya.

 

 

“Minnie…mungkin mungkin saat ini…tapi aku janji kalau setelah aku pulang nanti…seluruh waktu aku cuma buat kamu…I love you as always peri cantik~” bisiknya seolah sosok Sungmin ada di dekatnya. Dan senyuman di wajahnya pun tak luntur sama sekali sampai dirinya tertidur pulas.

.

.

.

1 Januari, pukul 11:52 malam.

 

 

Sungmin bergerak-gerak malas di atas sofa di ruang tamu rumahnya. Sang adik –Ryeowook sedang bermain komputer –memainkan game- di meja komputer tak jauh dari sofa sambil menunggu tahun baru. Keluarganya, kelurga Kyuhyun juga Hyukjae sedang mengobrol dan sisanya menyiapkan makanan di dapur. Kemudian tatapannya terpaku menatap langit-langit. Pikirannya bertanya kenapa Kyuhyun belum membalas emailnya? Apa dia sedang sibuk?

 

 

“Minnie unnie~”

 

“Hm?” Sungmin tersentak mendengar panggilan sang adik.

 

Ryeowook menunjuk layar laptopnya. “Sapinya ga mau bangun. Dia kenapa?”

 

Sungmin bangkit dari duduknya kemudian menghampiri sang adik. Kemudian tangannya mengutak-atik permainan yang dimainkan adik bungsunya itu. “Oh, ini. Sapinya sakit jadi harus dikasih obat. Nah, itu udah,” jelas sambil memberi obat pada sapi di dalam permainan itu, lalu menyerahkan kembali alih permainan kepada Ryeowook.

 

Ryeowook mengangguk lalu kembali bermain. “Oke! Oiya, unnie~ kemarin malam Kyu oppa telpon Wookie.”

 

Sungmin mengerjap. “Oh ya? Apa katanya?”

 

Ryeowook terlihat berpikir sebentar. “Cuma tanya keadaan Wookie aja kok. Terus juga katanya dia kangen sama Wookie.”

 

“Kyu oppa ga kangen unnie?”

 

“Eh? Wookie ga tanya. Unnie telpon aja Kyu oppanya, sanaaa~” ucap Ryeowook kemudian kembali fokus ke permainannya membuat Sungmin terkekeh lalu mengacak pelan rambut sang adik.

 

“Dasar Wookie jelek.”

 

“Minnie unnie juga, wek :p”

 

“Kkkk~”

 

 

Sungmin hanya bisa terus memperhatikan sang adik yang kemudian kembali duduk di atas sofa, membayangkan akan jadi seperti apa pergantian tahun kali ini yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Sungmin menunggu keluarganya berkumpul untuk mulai menghitung mundur. Yang kebetulan juga akan menjadi detik-detik penambahan usianya. Atau sebenarnya ia tak sadar sudah melewati hal i—Cling!

 

Eh? Mata Sungmin kembali mengerjap. Cepat-cepat ia mengecek ponselnya dan mengecek mention di twitternya.

 

Dan matanya pun kembali mengerjap.

.

.

.

ChoKyuhyun @GaemGyu  9m

@imSMl happy new –birthday- year my beautiful fairy. Wish you all the best, your dreams will be come true. Love you cantiiiiik:*

Expand

.

.

.

Tanpa sadar Sungmin tersenyum kemudian mengetik balasan. Tak menyadari tatapan keluaganya juga yang lainnya ikut tersenyum dan sedikit memberikan waktu kepada Sungmin berinteraksi dengan Kyuhyun.

.

.

.

Sungmin @imSMl  7m

@GaemGyu thank you, Kyunnie~ happy new year, ne? hehe aku udah ngucapin itu padahal:p oiya, kemarin malem ngerayain bareng siapa? Siwon dan Changmin lagi?

In reply to ChoKyuhyun

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  6m

@imSMl ngerayain bareng foto-foto kamu:*

In reply to Sungmin

 

Sungmin @imSMl  5m

@GaemGyu Jangan jadi psycho, Kyu wkwk:* tapi gombal banget sih:p sayang kamu ga di sini, padahal umma masak makanan kesukaan kamu, loh~

In reply to ChoKyuhyun

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  4m

@imSMl yaaaah sayang banget. Tapi aku janji taun depan kita rayain bareng ya? Sekarang kamu rayain dulu bareng yang lain aja, okay? Love youuuuu banget:*

In reply to Sungmin

 

Sungmin @imSMl  3m

@GaemGyu makasih Kyunnieeee~ love you tooooo banget:*

In reply to ChoKyuhyun

 

ChoKyuhyun @GaemGyu  2m

@imSMl Have a nice new –birthday- year, my beautiful:*

In reply to Sungmin

.

.

.

Dan keduanya tanpa sadar tersenyum, tidak menyadari jika mereka bisa saling dengan mudah membuat masing-masing dari mereka tersenyum tanpa alasan yang jelas.

.

.

.

Tbc

.

.

.

Note : Finally saya update. Huwaaaaa maafkan keterlambatan saya TT Bisa protes ke Kyuhyun kok *nyengir* Ga banyak cincong deh. Part ini gimana? Tambah aneh ya? Maap TT Btw, mungkin next chap atau nextnya lagi bakal End. Jadi minta masukkannya ya~

 

Love,

Umu Humairo Cho

One thought on “LDR ~Chapter 8

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s