Things I Love about You


Things I Love about You

image3

I own nothing except the story

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

Tadatoshi Fujimaki owned them.

Fluffy/Humor–maybe?

Yaoi, BL, shonen-ai content.

DLDR, ya~? Enjoy and RnR~

.

.

.

An AkaKuro Fanfiction

Things I Love about You

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Sejak awal Kuroko tahu, menjalani hubungan dengan seseorang yang mutlak seperti seorang Akashi Seijuurou sampai seribu tahun pun jika sosok itu tidak mau melepaskannya, ya tentu saja ia tidak akan bisa bebas. Namun walau begitu, sosok yang selalu terlihat kejam dengan gunting di tangannya, yang selalu melipatgandakan porsi latihan mereka, akan berubah seratus delapan puluh derajat jika hanya ada dirinya dan anak tunggal keluarga Akashi tersebut.

 

Kuroko juga tidak mengerti, ketika akhirnya orang-orang yang ia percayai, dengan bakatnya yang semakin berkembang mulai menjauh dan berhenti mempercayainya, ketika ia memutuskan untuk menghilang dari klub basket, ketika ia menghubungi Akashi untuk meminta putus, namun…sosok pemuda berambut merah terang itu tetap pada kemutlakannya.

 

Kuroko Tetsuya selamanya adalah milik Akashi Seijuurou.

 

Ada ataupun tidaknya sosok sang Phantom Sixth Man dalam klub basket Teiko itu.

 

Kuroko tahu…sejak mata mereka bertemu, akan sangat sulit dan butuh waktu seumur hidup baginya berpaling dari mata merah yang sekarang salah satunya berwarna kuning. Dan Kuroko akan selalu tahu, sesulit apapun hubungan mereka, sosok absolut itu akan selalu memberikannya alasan agar dirinya bertahan. Sebenci apapun Kuroko Tetsuya padanya, sebesar itulah rasa cinta pemain bayangan ke enam Kiseki no Sedai itu kepada Akashi Seijuurou.

.

.

.

Kuroko termenung di dalam kamar training campnya. Pikirannya melayang entah ke mana. Tangannya bergerak mengambil ponsel flip miliknya kemudian mengutak-atiknya. Tanpa sadar, hasil yang dilakukan jarinya membawanya melihat foto di mana dua orang pemuda beda warna rambut sama-sama tersenyum ke arah kamera.

 

Foto mereka. Foto Akashi Seijuurou dan Kuroko Tetsuya.

 

Dan entah kenapa…pikiran Kuroko melayang ke adegan di mana sosok mantan kapten merangkap kekasihnya itu sangat dekat dengan orang tuanya.

 

Kuroko membuka blognya yang sudah lama tidak ia gunakan. Entah dorongan apa, ia mengetik sesuatu yang selalu memenuhi pikirannya…tanpa sadar.

.

.

.

Saturday, September 12, 20xx

Things I Love about You

 

 

I love your rare smile.

 

Apa yang harus kukomentari, Akashi-kun? Kau tahu, sejujurnya menjadi emotionless itu membutuhkan latihan yang cukup lama. Dan entah kenapa semua yang kulakukan sia-sia hanya karena melihat senyuman langkamu itu. Sejujurnya…aku menyalahkanmu karena hal tersebut. Namun walau begitu, aku menyukai…senyuman langkamu yang hanya kau tunjukkan padaku itu. Senyum ketulusan tanpa pikiran licik di dalamnya.

 

When you call…just to say goodnight.

 

Ketika aku meminta putus darimu, kau hanya mengabaikan semua pesan singkatku. Tak menjawab panggilanku. Kemudian kau menghubungiku balik dan mengatakan selamanya diriku hanya milikmu. Dan jujur saja…aku ingin bilang kau egois. Tetapi aku bisa apa…dalam hati kecilku, sekalipun aku tak bisa menunjukkannya dengan ekspresiku…aku menyukai…aku menyukai segala perlakuan lembutmu padaku.

 

Ketika akhirnya aku memutuskan keluar dari basket dan mengatakan aku akan masuk ke SMA yang berbeda dengan kalian semua, dari situ aku menyadari hubungan apa yang kita jalani. Aku berpikir ini pasti sulit, tapi…sikapmu tidak berubah. Sekalipun hanya setiap malam kau akan menghubungiku—dan hanya dengan ucapan selamat malam, kuhargai kemutlakanmu, untuk mempertahankanku.

 

Seeing you interact with my family.

 

Awalnya aku ragu. Kau tahu? Hubungan seperti ini sangatlah tabu. Tapi apa daya ketika akhirnya kau mengenalkan dirimu sebagai kekasihku kepada orang tuaku—aku harap mereka tidak akan marah. Dan kenyataannya, mereka memang menerimamu. Lalu melihat bagaimana kalian saling berinteraksi, membuatku sedikit tenang untuk membiarkan hatiku tertawan olehmu.

 

When you say, “I miss you…”

 

Maafkan aku, Akashi-kun…tapi bisakah kau berhenti membuatku menjadi orang lain? Aku tidak pernah merindukanmu. (maaf tapi aku bukan Midorima-kun yang tsundere)

 

Your cold ears.

 

Aku tahu kau sosok yang dingin, tetapi apa sampai anggota tubuhmu juga terasa dingin? Rasanya aneh saat menyentuh telingamu yang dingin, tapi keanehan itu tak membuatku mau melepaskan. Huh? Apa baru saja aku mengatakan bahwa aku menyukainya secara tak langsung?

 

Your ‘Goodmorning Tetsuya’ texts.

 

Kise-kun bilang, ucapan selamat pagi yang manis pasti diakhiri; beautiful, sweety, darling, my love, dll; tapi satu hal yang menjadi cirri khasmu. Hanya ucapan tok—selamat pagi Tetsuya—itu sudah membuatku semangat menjalani hari-hari.

 

Our ‘I love you more’ fights.

 

Bisakah kau bayangkan jika anggota Kiseki no Sedai yang lain mendapati kita meributkan hal ini? Siap-siap ditertawakan, ne, Akashi-kun.

 

Your rare laugh…

 

Mungkin kau pernah tertawa bersama kami. Tapi hanya tawamu di depankulah yang paling kusukai.

 

How you held me close to your chest.

 

Apa aku harus berkomentar?

 

When you play with my hair.

 

Kenapa aku harus berkomentar?

 

Your voice.

 

Sejujurnya aku benci bagian ini. Karena kau selalu berbicara perihal kemutlakan dan keabsolutan ini-itu. Bagian tersebut yang juga sering berteriak; “Tetsuya, jika ka uterus tertidur begitu, latihanmu kulipatgandakan lima kali.” Atau; “Tetsuya, jika kau masih menanggapi omongan bodoh Ryouta, lebih baik kau pulang.”

 

Tapi ada satu hal yang kusadari dari dua kalimat di atas. Yang pertama; kau khawatir (tapi kejam). Yang kedua; kau cemburu. (mengaku saja).

 

When you kiss me.

 

Apa kau selalu berkomentar tentang; ciuman ini rasa vanilla/besok kita harus coba yang rasa blueberry/kita coba  pakai es batu. Dan seharusnya kau tahu jika kau mengatakannya, kau hanya akan menjadikan Kuroko Tetsuya orang lain lagi.

 

But most importantly…I love everything about you.

 

Tapi, Akashi-kun. Kau percaya apa yang kutulis di atas adalah hal yang kusukai darimu? Kau yakin? Sejujurnya hal tersebut hal yang kubenci, kok. Kau baca saja sekali lagi, aku selalu menyuruhmu berhenti kan? (oke maafkan aku. Sekali lagi aku bukan Midorima-kun. Oh? Gomen ne, Midorima-kun).

 

Sejujurnya, semua hal di atas tidak penting. Karena seegois, semutlak, seabsolut, sekejam, sesadis apapun dirimu, aku akan tetap memilihmu. Iya. Kau yang memaksa kan? Oh, maafkan aku. Tapi jangan lupa kita akan bertemu di winter cup (dalam bentuk pertandingan, bukan reuni, ya.)

 

Dan…I love you~

 

Note; Terima kasih sudah membuatku menjadi orang lain yang seperti diriku sendiri. Tidak mengerti? Itu derita Akashi-kun :p

 

Only you~

 

Kami-sama maafkan ke-OOC-an-ku-_-

 

Posted by Kuroko Tetsuya at 22:12pm

F – W – T – g+1 recommend this to Google

 

17 comments…

 

Kise Ryouta said

Kurokocchi…aku tidak percaya kau bisa membuat tulisan seperti ini-ssu. Apa kau mengetiknya dengan wajah sedatar papan-ssu?

September 12, 20xx, at 22:15pm – Reply

 

Midorima Shintarou said

Bisakah kau tidak memasukkanku-nodayo, Kuroko?

September 12, 20xx, at 22:19pm – Reply

 

Aomine Daiki said

Oi, Midorima. Dia hanya berusaha jujur, tidak sepertimu yang tsundere.

September 12, 20xx, at 22:21pm – Reply

 

Murasakibara Atsushi said

Are~? Kuro-chin kelelahan latihan mungkin? *nyam nyam*

September 12, 20xx, at 22:24pm – Reply

 

Kise Ryouta said

Hahaha Aominecchi bener tuh, Midorimacchi, Kurokocchi hanya berusaha jujur.

September 12, 20xx, at 22:26pm – Reply

 

Midorima Shintarou said

Urusai-nodayo, Kise.

September 12, 20xx, at 22:29pm – Reply

 

Hyuga Junpei said

Kuroko…biarkan kami melihat wajahmu sekarang?! OI KAGAMIII~ FOTO WAJAH KUROKO SEKARANG JUGAAA~

September 12, 20xx, at 22:31pm – Reply

 

Koganei Shinji said

Oi, Kuroko? Ini lagi musim rindu yang menjalani LDR, kah? Ayo semangat! Biar di winter cup bisa ketemu sama si Akashi.

September 12, 20xx, at 22:34pm – Reply

 

Akashi Seijuurou said

Kau ada waktu luang, Tetsuya? Jika aku menyuruhmu untuk keluar dari kamar yang kau tempati bersama Kagami sekarang juga, kau akan melakukannya, bukan?

September 12, 20xx, at 22:35pm – Reply

 

Kise Ryouta said

POSESIF-SSU!!

September 12, 20xx, at 22:37pm – Reply

 

Hyuga Junpei said

POSESIF!!

September 12, 20xx, at 22:37pm – Reply

 

Izuki Shun said

POSESIF!!

September 12, 20xx, at 22:37pm – Reply

 

Aida Riko said

POSESIF!!

September 12, 20xx, at 22:37pm Reply

 

Aomine Daiki said

POSESIF!!

September 12, 20xx, at 22:37pm – Reply

 

Kuroko Tetsuya said

Gomen Akashi-kun, pelatih akan memarahiku jika pindah kamar.

September 12, 20xx, at 22:39pm – Reply

 

Akashi Seijuurou said

Benarkah, Riko-san?

September 12, 20xx, at 22:39pm – Reply

 

Aida Riko said

Errr…kau boleh pindah ke kamar Teppei, Kuroko-kun –merinding-

September 12, 20xx, at 22:39pm – Reply

.

.

.

Dan sejujurnya…Kuroko sempat terkaget ditambah menyesal setelah membaca semua komentar dari teman-temannya. Ingatkan Kuroko untuk tidak OOC lain kali.

.

.

.

Upacara Pembukaan Winter Cup…

 

 

Gomen, pelatih. Boleh aku pergi sebentar?” izin Kuroko pada Riko. Riko meremas jari-jemari tangannya seakan ingin meremas pemain bayangan itu.

 

“Bukankah sudah kubilang jangan ada yang pergi ke manapun?”

 

Ano…aku mendapat pesan dari Akashi-kun.”

 

“Akashi?”

 

“Huh. Baiklah. Tapi ingat kita ada pertandingan siang nanti. Pastikan kembali secepatnya.”

 

“Terima kasih.”

.

.

.

Dan ketika akhirnya Kuroko kembali dihadapkan pada sosok seorang Akashi Seijuurou yang membelakangi matahari. Ah, bolehkan ia memeluk sosok itu?

 

Ketika dirinya hanya bisa terpaku berdiri melihat ke arah sosok itu. Ketika tiba-tiba Kagami datang dengan sambutan serangan gunting dari mantan kaptennya itu. Ketika Kuroko kembali melihat ia berbalik membelakanginya dan berjalan begitu saja.

 

Apakah memang mencintai seorang Akashi Seijuurou harus sesabar ini? Dilihat tanpa diajak bicara, huh?

 

 

“Tadinya aku ke sini untuk memastikan bahwa kalian mengingat janji kita. Tetapi dengan melihat wajah kalian, sepertinya tidak perlu. Mari bertemu kembali di medan pertarungan,” ucap Akashi pada anggota Kiseki no Sedai yang juga menatapnya. Kagami dan Furihata juga melihat ke arah sosok itu. Begitu juga dengan Kuroko.

 

Dan ketika Akashi kembali menaiki anak tangga di mana tadi ia muncul, ia berhenti sebentar, sedikit memalingkan tubuhnya. “Tetsuya, bisa ikut aku sebentar?”

 

“Eh?”

.

.

.

Kuroko bersandar pada dinding di belakangnya dengan di hadapannya adalah sosok mantan kaptennya itu. Napasnya memburu setelah serangan Akashi yang tiba-tiba pada bibirnya. Mata biru langitnya bertemu dengan mata heterochrome milik Akashi. Jari-jari pemain Rakuzan itu menyapu pipi Kuroko dengan lembut.

 

 

“Menyenangkan membuat keributan di blogmu?”

 

Gomen.”

 

“Apa kau benar-benar pindah malam itu?”

 

Hai.”

 

“Anak baik. Karena kau sudah menjadi anak baik, biar kuberi hadiah.”

 

“Huh?”

 

 

Dan Kuroko hanya bisa membalas setiap kecupan yang diberikan Akashi padanya. Karena bagaimanapun, ia merindukan sosok itu. Ia sangat merindukannya. Ia berharap bisa menghabiskan waktu berdua dengan mantan kaptennya.

 

 

“Aku merindukanmu, Tetsuya. Aku mencintaimu.”

 

 

Tangan Kuroko pun bergerak memeluk Akashi, dan mengeratkannya. Ia membenamkan dirinya pada pemuda bersurai merah terang itu.

 

 

“Aku juga, merindukan Akashi-kun. Aku juga mencintaimu.”

.

.

.

Karena bagaimanapun, sebanyak apapun hal yang kuinginan.

Sekeras apapun aku ingin mengalahkanmu.

Sekarang…

Perasaanku tetap sama, aku mencintai Akashi-kun lebih dari rasaku ingin mengalahkanmu.

.

.

.

T

H

E

 

E

N

D

.

.

.

Note : Lagi-lagi gaje. Silahkan protes ke Akashi –gunting melayang-

Jaa~ by the way makasih yang sudah review di fanfic yang ‘Untold Moment

Semoga yang ini ga absurd-absurd banget ya. Mohon masukkannya~

 

Signed,

Umu Humairo Cho

One thought on “Things I Love about You

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s