Untitled


 tumblr_m14hs34hlp1qbeqcyo1_500

Boleh aku tertawa? Ketika tanpa sadar setiap mimpi itu membuatku tersenyum seperti orang gila. Andai saja dulu ketika kau menyukaiku aku mengerti apa itu rasa suka dan balik menyukaimu ketika kau memberikanku secarik kertas kecil yang tak kumengerti isinya. Sosok anak kecil yang tak mungkin tahu apa yang sebenarnya kau maksudkan di dalamnya.

 

Namun ketika aku menyukaimu, itu semua hanya masa lalumu yang pernah menyukaiku. Rasanya aku ingin tertawa. Bahkan ketika teman-teman kita menyadari hal ini, apa yang bisa kukatakan? Tidak. Aku tidak menyukaimu ketika merasa menanyakan perasaanku.

 

Tapi mengingat diriku yang dengan gilanya pernah mengikutimu seperti seorang stalker murahan. Apa benar aku tak menyukaimu?

 

Dua tahun berikutnya kutahu kau telah menjalin hubungan dengannya. Hal yang semakin tidak kumengerti. Memang pada kenyataannya saat itu mungkin aku hanya menyukaimu. Rasaku tak sakit sedikitpun, walau sebenarnya aku tak nyaman. Ya Tuhan, sebenarnya ada apa gerangan dengan rasa ini?

 

Dan ketika beberapa tahun kemudian kita tak sengaja bersua, tak ada satupun kata yang terucap dari mulut kita. Saling tatap yang kita lakukan, tapi kutahu sebenarnya kau hanya berusaha untuk tahu siapa aku saat itu.

 

Ketika sekarang, ketika belakangan ini ku memimpikan dirimu, dari sosok yang awalnya tak mengenalku, tak menyukaiku, biasa saja padaku, sampai akhirnya kata-kata itu. Aku benar-benar tak mengerti. Atau memang aku yang terlalu bodoh untuk menyadari?

 

Saat suatu hari lebaran aku melihat sosokmu di sana, akulah yang memutuskan lebih dulu pergi, menghindarimu. Karena itulah mungkin kau tak pernah mengenalku lagi. Ya, aku mengerti. Ini memang keegoisanku. Tapi ketahuilah aku tak pernah mau memimpikanmu lagi.

 

Aku tak mau percaya kata pepatah, “Yang ketika kau tak bisa tidur di malam hari, itu berarti kau terjaga di mimpi seseorang.” Lalu apa aku harus berharap itu mimpimu? Haha tolong seseorang pukul dan bangunkan aku.

 

Ini kenyataan, bukan dunia mimpi yang dengan seenaknya bisa kutinggali. Karena seberusaha apapun aku menolak, dan tak tahu apa alasan ku memimpikanmu, aku harap Tuhan mau memberitahuku.

 

Karena aku tidak mau…terus memikirkan kata-kata menyakitkan yang tak akan pernah jadi kenyataan itu.

 

Aku tidak mau.

2 thoughts on “Untitled

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s