LDR ~Chapter 7


Don’t be sorry. I trusted you.

My mistake, not yours.

.

.

.

LDR

occy fajrin

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

Sometimes looking for answers only leads to more question…

 

 

Sungmin menutup matanya, berusaha mengusir segala rasa takut yang lagi-lagi datang. Bagaimanapun, kini ia benar-benar khawatir. Bukan. bukannya ia tidak percaya lagi. Tetapi nyatanya…sosok yang sangat dicintainya itu memposted foto bersama dengan seorang gadis. Dan kalimatnya…sungguh sangat membuatnya hampir menjerit.

 

Sungmin menyembunyikan dirinya di dalam selimut. Berharap tangisannya mereda. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lebih, artinya hari jadi mereka sudah datang, kan? Tetapi pada kenyataannya…ia tidak bisa mendeskripsikan hubungannya dengan Kyuhyun sekarang.

 

Ia hanya berharap…kelak akun itu hanya dibajak. Mungkin saja…kan?

 

Namun berpikir seperti itu hanya akan membuat Sungmin semakin menangis. Kenapa? Kenapa di saat ia benar-benar yakin? Ketika hanya tinggal menunggu tujuh bulan lagi semuanya seperti ini? Kenapa harus…terjadi pada mereka?

 

Kenapa…?

 

…Tuhan?

 

 

“Sungminnie, sayang, buka pintunya cantik. Umma, appa dan Yunnie oppa masuk, ya? Kamu tidak apa-apa, kan? Minnie…jawab umma, dong, sayang…?” Sungmin bisa mendengar sang umma memohon. Tetapi kini…ia hanya ingin sendiri.

 

 

Kenapa? Kenapa keluarganya harus tahu jika kini ia masih terjaga? Kenapa mereka harus tahu jika Sungmin melihat postingan itu? Kenapa…mereka harus tahu?

 

 

“Minnie…b-baik-baik saja, k-kok…” bergetar. Ia tahu suaranya begitu memilukan. Begitu memalukan. Tetapi ia bukan seseorang yang bisa menyembunyikan segalanya dari keluarganya. Mereka tahu Sungmin. Mereka mengenal gadis itu.

 

“Minnie…?”

 

“M-minnie mau tidur. Selamat…malam…huks…”

 

 

Gagal sudah pertahanannya. Tetapi Sungmin tidak berani menghadapi keluarganya sekarang. Sungmin takut…ia benar-benar takut jika Kyuhyun selingkuh. Ia ingin percaya. Tapi kenapa…? Kenapa rasa takut itu membuat Sungmin bingung? Kenapa ia harus menghadapi situasi seperti ini?

 

Suara ketukan pintu semakin terdengar. Sungmin tahu mereka akan tetap memaksa. Sampai akhirnya ia bisa mendengar suara pintu terbuka. Sungmin tidak peduli siapa itu. Sungmin tidak tahu siapa dia sampai akhirnya ia merasakan pelukan erat di luar selimutnya.

 

 

“Aku di sini, Minnie…aku selalu ada di sini…”

 

 

Suara Hyukjae…Sungmin kenal suara itu. Tangisan Sungmin semakin mengeras ketika Hyukjae ikut menangis. Sungmin tidak bisa menahan segalanya lagi. Ia menumpahkan semuanya dan membiarkan gadis bergummy smile itu memeluknya.

 

 

‘Aku mau percaya, Kyunnie…tetapi kenapa…? Kenapa hal itu menyakitkan untuk kupercayai? Kenapa…?’

.

.

.

Kyuhyun benar-benar frustasi. Ini apa yang salah dengan sambungan laptopnya? Apa wifi di sekolahnya sedang bermasalah? Tapi saat ia pakai di rumah pun mengalami hal yang sama.

 

 

“AARGGHHH!!!” Kyuhyun menjambak rambutnya tidak tahu harus berbuat apa. Ia langsung mengutak-atik laptopnya dan memeriksa sambungan internetnya.

 

 

Tidak menyerah setelah setengah jam mencoba, waktu sudah hampir sore. Ia bahkan bolos pelajaran. Bagaimana mau menyelesaikan program ini secepatnya kalau dia bolos kali ini? Ah, masa bodoh!, batin Kyuhyun kemudian kembali mencoba menyambungan laptopnya dengan internet.

 

Dan bingo!

 

 

“Akhirnya ya Tuhaaaaan!! HAAAAA FINALLYYYY!!!!” seru Kyuhyun tidak peduli jika ada guru yang memergokinya. Ia langsung berusaha masuk ke akun twitter miliknya.

 

 

Dan saat ia sudah masuk di home twitter

 

 

‘PRAK’

 

 

“Woi! Bolos, lo, Kyu!”

 

“Anjrit lo, Min! Gue hampir login twitter tau! Argh!! Sialan banget sih gue temenan sama lo!” sengit Kyuhyun ke arah Changmin.

 

Changmin yang ditatap begitu langsung diam. Jadi teringat dengan twitter Kyuhyun di ponsel Siwon.

 

 

Mati nih gue kalo dia tau twitternya dibajak. Ckckck.’

 

 

“Minggir, lo! Gue mau ngecas laptop,” usir Kyuhyun melewati Changmin yang benar-benar berdiri diam dengan Siwon di sampingnya yang memasang tampang sebelas dua belas dengannya.

 

 

Dan suara teriakan Kyuhyun serta sumpah serapah yang ia ikut ucapkan membuat Siwon maupun Changmin bergidik ngeri.

 

 

BASTARD!! I’LL GET THE TWO OF YOU, CHOI SIWON, SHIM CHANGMIN!! AND I’LL NEVER CONSIDER MY FURY BY THE THINK THAT YOU BOTH ARE MY BEST FRIEND. JUST WATCH OUT!!!

.

.

.

And sometimes you’re better off not knowing…

 

 

Hyukjae mengusap sayang rambut coklat Sungmin. Berusaha memberikan kenyamanan pada gadis itu. Ia mengecup pucuk kepala sahabatnya, berusaha meyakinkan diri bahwa sahabatnya baik-baik saja. Walau ia tahu…itu tidak mungkin.

 

Hyukjae menatap langit-langit. Air matanya mengalir tanpa ia suruh. Hatinya menjerit sakit mengingat apa yang ia baca dan lihat di twitter beberapa jam yang lalu. Ia berharap…ini semua hanya mimpi.

 

 

‘Sial. Lo itu kenapa sih, Kyu? Kenapa? Kenapa harus Minnie yang lo sakitin? Kenapa? Gue percaya sama lo. Tapi kenapa lo kayak gini? Lo kemanain kepercayaan gue, Kyu? Kenapa?’

 

 

Hyukjae menangis lagi. Berusaha meredam tangisan agar Sungmin tidak mendengarnya. Sakit yang Sungmin rasakan, entah kenapa ia bisa merasakannya juga.

 

Hyukjae ingin berteriak. Tetapi ia tidak bisa. Ia tidak bisa terus menyalahkan Kyuhyun. Ia tidak bisa seperti itu. Ia tahu, ia mengenal Kyuhyun sangat lama. Tapi apa yang Kyuhyun lakukan kali ini benar-benar meruntuhkan kepercayaannya.

 

Walau sebenarnya masih ada dugaan lain, tetapi Hyukjae tidak yakin. Lagipula tidak ada bukti sama sekali.

 

Ya Tuhan…kenapa harus sesulit ini? Kenapa harus…sahabatnya yang berada dalam keadaan seperti ini…?

 

 

‘Cling’

 

 

Hyukjae terperangah. Ia mendengar suara pesan masuk kan? Tetapi dari mana? Ia bangun dari tempat tidur Sungmin dan berusaha mencari asal suara itu. Dan ketika menemukan handphone Sungmin dengan lampu yang berkedap-kedip. Ia meyakinkan diri jikalau suara itu berasal dari ponsel sahabatnya itu.

 

Hyukjae menatap Sungmin lagi sebentar sebelum mengambil ponsel yang ada di tangan Sungmin. Ia langsung mengecek pesan yang masuk.

 

 

‘Notif dari Kyuhyun? Oke! Sekarang apa? Apa yang bakal lo jelasin ke kita, Kyu!’ batin Hyukjae langsung membuka pesan itu. Atau lebih tepatntya mention dari twitter Kyuhyun.

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu  5m

@imSMl Minnie…demi Tuhan aku minta maaf sebelumnya. Aku bodoh, aku tolol. Aku…aku benar-benar minta maaf. Aku salah karena lakuin ini ke kamu. Aku minta maaf, sayang. Aku minta maaf…

Expand

.

.

.

“Jadi lo ngaku kalo lo selingkuh? Sial, lo, Cho!” Hyukjae mengumpat, tapi sepelan mungkin berharap Sungmin tidak mendengar. Namun ia kembali melihat mention masuk di ponsel sahabatnya itu.

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu  4m

@imSMl Oh God…Minnie…Minnie please, dengerin aku, ya, sayang…itu bukan aku yang post. Dua post-an terakhir bukan aku. Aku berani sumpah kalo twitter aku dibajak sama Siwon dan Changmin, sayang. Aku berani sumpah…please…percaya sama aku…

Expand

.

.

.

“Dibajak? Jadi…dugaan gue…?” Hyukjae bergumam, namum kembali membaca mention Kyuhyun yang selanjutnya.

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu   3m

@imSMl Aku ga pernah sedikit pun berpaling. Aku cuma melihat kamu di dalam hidupku. Aku ga pernah bisa melihat orang lain. Aku lebih dulu jatuh cinta sama kamu…bahkan sebelum kamu tahu…aku ga mungkin ngelakuin hal yang macem-macem sayang. Tolong…tolong percaya sama aku…

Expand

 

Cho Kyuhyun  @GaemGyu  2m

@imSMl Aku juga minta maaf karena selama hampir dua bulan ga ngabarin kamu. Aku sedang seberusaha mungkin lebih dulu menyelesaikan program ini supaya bisa cepat pulang. Dan yang paling parah, handphoneku juga rusak. Aku belum ada waktu untuk memperbaikinya. Aku…Minnie…please…jangan benci aku…tolong…

Expand

 

Cho Kyuhyun @GaemGyu  1m

@imSMl Aku tahu mungkin tanpa sadar aku nyakitin kamu. Tapi tolong percaya kalau aku cuma cinta sama kamu…happy 4th anniversary, sayang…aku sayang kamu…aku sayang kamudan tolong ingat…don’t be sorry…I trusted you…it’s my mistake…not yours. Not yours, Minnie…not yours…

Expand

 

Cho Kyuhyun @GaemGyu  9s

@imSMl Don’t be sorry for everything you never do. You never disappointed me. Never, Ming…never…don’t said that you’re not good enough for me. You’re the best, LeeSungmin…you’re my best…and I just love you…only you…sorry…

Expand

.

.

.

Hyukjae langsung berlari keluar kamar Sungmin setelah meninggalkan ponsel gadis berambut coklat itu di atas tempat tidurnya. Ia langsung memukul tembok yang ada di depannya.

 

 

“Sialan. Choi Siwon dan Shim Changmin sialan! Sial! Sial! Sial!”

 

“Hyukkie~ kamu kenapa marah-marah, sih, sayang?” umma Sungmin memeluk sahabat putrinya itu ketika Hyukjae tiba-tiba keluar kamar Sungmin menangis lalu ia langsung marah dan memaki. Ia semakin khawatir.

 

Ahjuma…huks…twitter Kyuhyun dibajak…” isak Hyukjae memeluk sosok yang sudah seperti ibunya sendiri itu. Ia benar-benar kesal tidak bisa melakukan apapun sekarang.

 

Tapi tiba-tiba, ponselnya berbunyi dan menampilkan nomor asing. “Ini…siapa?” gumamnya. Namun ia kemudian mengangkatnya dan dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalnya. “Kyu…?”

 

‘Nyuk! Argh! Iya ini gue, Kyuhyun! Ya Tuhan…Minnie gimana? Dia baik-baik aja, kan? Dia ga kenapa-kenapa? Plis, plis, tolong bilang kalo dia baik-baik aja, pliss…?’ suara Kyuhyun terdengar frustasi. Hyukjae mendengus kesal, namun merasa kasihan juga.

 

“Brengsek, lo, Kyu! Ke mana aja, lo, hah? Udah puas bikin Minnie khawatir? Udah puas lo—“

 

Demi Tuhan, Nyuk. Gue ga pernah ada maksud begini. Jangan mentang-mentang ini anniv kami, gue mau bikin kejutan murahan begitu? GA! Percaya sama gue! Selama dua bulan ini gue lagi ngejar guru pembimbing supaya bisa menyelesaikan program ini. Ponsel gue rusak. Laptop gue juga eror. Gue berani sumpah kalo gue ga selingkuh. Plis…percaya sama gue…

 

“Kyu…lo tau? Lo tau gimana Minnie ngadepin semua ini? Dia sembunyi dari kami semua…karena dia tau lo bakal kecewa kalo dia cengeng lagi.”

 

Ga, Nyuk, ga. Gue ga akan kecewa sama dia karena gue tau dia yang terbaik dalam segalanya. Lo ga tau betapa gue bener-bener ngerasa bodoh saat baca mention dia ke gue. Sakit, Nyuk. Dan gue tau, gue juga tanpa sadar udah nyakitin dia. Siwon sama Changmin emang brengsek. Gue bakal bikin mereka nyesel.

 

“Kyu…lo tau Minnie ga akan biarin itu?”

 

‘Nyuk…’

 

“Kyunnie?” seseorang diseberang sana menahan napas ketika mendengar suara yang sangat ia kenal.

 

Umma…?’

 

“Hm, ne, Kyunnie? Kau tidak sekolah?” tanya sang umma pada Kyuhyun di negeri sana.

 

Mereka bisa mendengar Kyuhyun menghela napas. ‘Well…maafin Kyu karena bolos pelajaran saat ini. Kyu frustasi umma. Laptop pake eror segala. Kyu ga tau dosa Kyu apa sampai Tuhan nguji Kyu begini. Kyu juga ga bisa benerin ponsel, ga ada waktu. Plissss…umma dan yang lain percaya sama Kyu, kan? Kyu berani sumpah—‘

 

“Kita percaya sayang…kamu ga usah khawatir, okay? Nanti ahjuma yang bicara sama Minnie,” balas umma Sungmin sedangkan Heechul hanya sedang berusaha untuk tidak memaki siapapun itu.

 

Makasih ahjuma. Kyu minta maaf. Kyu tau Kyu bodoh, tapi tolong jaga Minnie untuk sekarang ini. Kyu janji akan cepat pulang. Kyu sedang berusaha. Percaya sama Kyu…’

 

“Ssttt…udah Kyu…kamu fokus aja dulu sekarang, mengerti? Kami percaya padamu. Ini hanya masalah waktu. Minnie…pasti tetap memupuk kepercayaan walau mungkin sekarang hal itu goyah. Tapi lambat laun, semuanya pasti akan sama. Appa akan kirim ponsel baru dengan pengiriman kilat. Tidak pakai protes, okay?” ujar sang ayah mutlak membuat Kyuhyun menghela napas mengiyakan.

 

‘Gomawo appa. Lagi-lagi Kyu merepotkan semuanya.’

 

“Sstt…jangan bilang begitu. Asal kau tetap memegang teguh kepercayaan kami, hal itu tidak masalah. Arraseo?”

 

‘Arraseo…jaa…Kyu harus menutup telponnya. Sudah hampir jam pulang. Jaa nee…’

 

Jaa ne, sayang. We love you…”

 

‘Love you too. Say my love for my Sungminnie…all…’

 

“Tentu Kyu…”

 

Dan sambungan itu pun terputus. Menyisakan keluarga Sungmin, Kyuhyun dan juga Hyukjae yang masih berusaha menenangkan diri, mendinginkan pikiran juga berharap Sungmin tidak mendengar semuanya. Namun apa daya, tanpa mereka sadari, gadis cantik bermata foxy itu kini bersandar pada pintu kamarnya…berharap semua rasa yang sekarang dimilikinya menghilang.

 

Walau untuk sedetik saja.

.

.

.

Sungmin @imSMl  30m

I didn’t know what is my mistake? I didn’t know what I did before? I didn’t know why God tried to test me. But I believe…it is for my best…sorry for everything was happened…

Expand

 

Sungmin @imSMl  28m

It seems like…I had many mistake while I’m living. God…please forgive me…I forgive them who hacked my lover’s twitter. I didn’t mad. I’m just disappointed of myself. But…I know You didn’t mean that. I know…

Expand

 

Sungmin @imSMl  26m

Collect the broken pieces…stack it back…I trust you…as always…

Expand

.

.

.

Siwon yang awalnya ingin menyapa kekasihnya di twitter langsung terdiam ketika membaca tweetan Sungmin. Sungguh, ia tidak bermaksud untuk hal ini. Andai saja ia bisa mencegah Changmin untuk tidak menghacked twitter Kyuhyun, ini semua tidak akan terjadi. Ia hanya tidak bisa membayangkan jika dirinya dan Kibum ada di situasi yang sama dengan Kyuhyun juga Sungmin. Apa yang harus dilakukannya?

 

Cahaya mentari sore yang tadi menyapanya perlahan meredup ketika seseorang menutupinya. Tepat saat Siwon memalingkan tatapannya, ia melihat sepasang sepatu berhenti tepat di mana ia ada sekarang. Siwon menuruti nalurinya untuk mendongak dan—bingo! Kyuhyun dengan wajah sangarnya seolah siap menelannya bulat-bulat.

 

 

“Err…yo, Kyu! Ada ap—“

 

“Gue harap lo jelasin sekarang, Won. Kenapa. Lo. Ngebajak. Twitter. Gue? Kenapa. Lo. Ga. Ngelog-out. Aja. Twitter. Gue. Dari. Hp. Lo?” ujar Kyuhyun penuh penekanan. Saat ini Siwon berharap sang trouble maker menunjukkan dirinya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

 

Siwon menarik napas dalam-dalam. Berharap ia bisa menjelaskannya kepada Kyuhyun. “Seandainya gue bisa muter waktu, gue bakal seberusaha mungkin untuk nahan Changmin supaya ga ngebajak twitter lo, Kyu.”

 

“Sekarang ga ada seandainya, Won. Semuanya udah terjadi dan karena hal bodoh nan kekanakkan kalian itu malah nyakitin Minnie. Lo harusnya tau gimana rasanya ngejalanin LONG DISTANCE RELATIONSHIP, Choi, Siwon!!” Kyuhyun menekankan kata long distance relationship saat menyemburkan kekesalannya pada sahabat di depannya itu.

 

Tangannya menghapus kasar peluh yang mengalir. “Lo tau gimana rasanya, Won. Lo tau gimana sulitnya dapetin kepercayaan pasangan saat kita ga ada di dekat mereka. Lo tau gimana rasanya, Choi Siwon, lo tau itu dan lo ngerasain hal yang sama. Tapi…AGH! Gatau lah. Semoga dengan reaksi yang Sungmin kasih berhasil bikin kalian seneng. SEMOGA!” Kyuhyun meninggalkan Siwon yang masih diam, sampai akhirnya namja bermarga Choi itu menyusul sahabatnya.

 

“Kyu, gue berani sumpah bukan gue yang bajak. Saat itu Changmin lagi minjem hape gue dan tiba-tiba dia cekikikkan sendiri. Lagian foto lo sama si Amelia juga gue ga tau dapet dari mana. Lo emang pernah foto sama dia?” Siwon berusaha menyamankan langkahnya dengan Kyuhyun.

 

Sesaat, namja bermarga Cho itu menghiraukan sahabatnya, namun kemudian menjawab pelan. “Pernah. Buat task Mr. Super Repot yang harus foto sama partner kita. Emang lo ga?”

 

Siwon terdiam sebentar kemudian mengangguk. “Iya si pernah. Tapi kan di hape gue ga ada foto lo sama Amelia. Dari mana coba si tiang dapet foto itu.”

 

“Gue ga peduli. Lagian cakepan juga Minnie. Pake nulis my beautiful segala. Tjih. Seumur-umur yang paling cantik juga Minnie gue. Awas aja tuh tiang listrik. Gue bikin dia putus sama Chamber,” gumam Kyuhyun kesal. Ia masih benar-benar ingin mematahkan kedua leher sahabatnya itu.

 

“Iya, iya. Minnie lo cantik. Dan dia juga pastinya baik dan ga akan suka kalo lo take a revenge to your best friend, kan, Kyu?” Siwon diam-diam bersyukur saat tahu jika Sungmin adalah orang yang sangat baik dan tidak mungkin membiarkan Kyuhyun membalaskan dendam ke mereka.

 

“Heh, hanya karena Minnie baik gue ga akan balas dendam ke kalian? Maaf aja. Semua perbuatan ada konsekuensinya, Won.”

 

“Yailah, Kyu. Gue serius ga ambil bagian. Gue udah coba cegah Changmin buat—“

 

“Yo, ma friend, Kyuhyun, Siwon. What’s up, bro?”

 

 

Kyuhyun maupun Siwon langsung melihat ke arah Changmin yang menyapa mereka. Keduanya hanya tidak sadar jika sebenarnya Changmin merasa was-was kalau Kyuhyun akan menghabisinya.

 

 

Evil smirk muncul di bibir Kyuhyun. “Lo bilang what’s up? Lo mau tau? Tadi gue liat Chamber lagi pegangan tangan sama Eugene sambil ngobrol serius. Mesra banget. Lo ga samperin mereka?” ekspresi Changmin berubah seketika. Kyuhyun semakin melebarkan seringaiannya. Ia tidak serius, tapi setidaknya ia berhasil membuat Changmin kesal.

 

“Boong lo, Kyu. Lo cuma mau balas dendam ke gue karena bajakan gue di twitter, kan?”

 

“Kalau iya kenapa dan kalau engga kenapa? Sahabat macam apa lo yang bikin hubungan sahabat lo sama pacarnya hampir berakhir? Sialan lo, tiang. Gue benci lo. Minggir lo.”

 

“Yaelah Kyu, gue juga ga tau kalau jadinya bakal begini, serius.”

 

“Makanya mikir dulu kalau mau ngelakuin sesuatu.”

 

“Oke gue minta maaf, serius.”

 

“Gue maafin. Tapi gue belum bisa ngelupain apa yang lo lakuin,” dan kalimat terakhir itu membuat Changmin maupun Siwon menghela napas. Well…mereka membuat Kyuhyun benar-benar marah.

 

 

Itu hal yang wajar atas sikap kekanak-kanakkan mereka, bukan?

.

.

.

Kyuhyun membuka twitternya dengan ponsel yang appanya kirimkan. Ia bisa melihat tweetan Sungmin beberapa hari yang lalu. Dan sempat merasa sedih karena tak satupun dari  mentionnya yang dibalas, namun tidak apa-apa. Ia akan mencoba menghubungi Sungmin setelah ini.

 

Namun gerakannya terhenti ketika melihat conversation antara Changmin dengan Sungminnya.

.

.

.

Changmin Shim @SChangmin  15m

@imSMl Sungmin, gue minta maaf banget udah ngebajak twitter Kyuhyun. Dia ga pernah selingkuh kok, serius.

Expand

 

Sungmin @imSMl  12m

@SChangmin aku tau. Karena aku lebih tau dia daripada kamu, Changmin-ssi.

In reply to Changmin Shim

 

Changmin Shim @SChangmin  10m

@imSMl well at least, gue hanya ga mau ada kebencian aja di antara kita bertiga, yo. Gue khilaf. Gue pikir reaksi lo ga akan—kayak gitu. Okesip. Gue salah banget emang. Sorry, okay?

In reply to Sungmin

 

Sungmin @imSMl  7m

@SChangmin let it be

In reply to Changmin Shim

 

Cho Kyuhyun @GaemGyu  5m

@imSMl hei peri cantik yang memiliki hati yang baik. Aku minta maaf atas semua yang terjadi, ya? Maafin semua kesalahanku yang sengaja atau tidak sengaja aku lakuin. Kamu harus tau kalau di hidup aku…aku cuma butuh kehadiran kamu…itu aja…

Expand

 

Sungmin @imSMl  3m

@GaemGyu berhenti gombal, Kyu…dan kamu ga perlu minta maaf. Aku percaya sama kamu…dan ini kesalahan aku, bukan kamu. Seharusnya aku tetap percaya sama kamu daripada tweetan itu. Maaf…:*

In reply to Cho Kyuhyun

 

Cho Kyuhyun @GaemGyu  2m

@imSMl no need, beautiful fairy. I’m the one who need to apologize, ya know? Sekarang…seandainya bisa…aku mau ada di samping kamu, nenangin kamu dalam pelukan aku…dan berbisik minta maaf dan aku hanya cinta sama kamu. Seandainya bisa…

In reply to Sungmin

 

Sungmin @imSMl  1m

@GaemGyu dalam hidup tidak ada kata seandainya, Cho Kyuhyunnie…aku tunggu kamu. Jangan khawatir, okay? And I love you as always. Now…you need to rest, right? Nice dream…be nice to your best friend, ‘kay:*

In reply to Cho Kyuhyun

 

Cho Kyuhyun @GaemGyu  9s

@imSMl lets talk in private, beautiful girl…I’ll call you after this. Wait for me.

In reply to Sungmin

.

.

.

Dan seiring dengan percakapan terakhir di twitter itu, Sungmin hanya bisa berharap jika apa yang terjadi setelah ini akan lebih baik. Juga rasa sakit yang ia miliki perlahan akan menghilang karena dia tahu…Kyuhyun hanya mencintainya.

 

Selamanya hanya ada dirinya dalam hidup Kyuhyun.

 

Ya…ia harus meyakini hal itu.

.

.

.

To be Continue

.

.

.

Note : Oh hell noooo. I’m sorry for long updating. I really am busy cause I had started to work. Okay, this story is getting bored, right? Let me know your opinion. So, lets review, okay~?

 

Signed,

Umu Humairo Cho

One thought on “LDR ~Chapter 7

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s