LDR ~Chapter 6


Hold me tight, please.

.

.

.

LDR

1549352_751726718185996_900011774_n

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

Ketika saatnya kepercayaan seorang kekasih yang menjalani hubungan jarak jauh diuji. Ketika akhirnya semua komitmen yang dibuat hanyalah sebuah pajangan di ruang tamu bahkan dalam kamar gelap nan gulita, tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi setelahnya.

 

Ketika akhirnya mereka memilih berkhianat dan percaya pada apa yang beredar. Bolehkah kita menangis karena tetap mempertahankan rasa percaya itu? Atau menangis karena merasa dikhianati oleh seseorang yang selama ini kau nanti untuk bisa bersama kembali?

 

Ketika saatnya…kembali pada apa yang kita tanamkan. Meyakinkan hati lagi jika selama ini kita bertahan karena sesuatu yang kita sebut kepercayaan. Apa salahnya tetap mengukuhkan semua hal yang pernah kalian ikrarkan?

 

Sekarang…maukah kalian tetap bertahan? Walau sakit menghujam hati dan perasaan kalian?

.

.

.

Sudah setahun lebih Kyuhyun menjalani hubungan jarak jauh ini. Sudah satu tahun lebih ia menahan diri untuk tetap bertahan tidak mengambil penerbangan dini hari hanya untuk bisa merengkuh kekasih tercinta yang mungkin saat itu masih berada di sekolah atau hang out bersama sahabatnya.

 

Satu tahun lebih Kyuhyun memupuk semua kepercayaan yang ia miliki untuk kekasihnya itu. Ia bisa menjalani ini karena ia berpikir, sudah lebih dari lima tahun ia mencintai gadis itu, dan bukan hal yang sulit jika mereka hanya dipisahkan oleh jarak selama dua tahun bukan?

 

Dia selalu berharap jika semuanya…hubungannya…harapannya…akan baik-baik saja. Tetapi bukanlah sebuah hubungan jika tanpa ada masalah, bukan?

 

Karena semua pikiran positifnya…ternyata meleset dari apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan.

 

Dan itu hanya karena…

.

.

.

Entah sejak kapan Sungmin menyukai sosok Cho Kyuhyun, tetangganya sejak kecil, sahabatnya sejak ia balita. Entah sejak kapan sosok itu masuk semakin jauh ke dalam kehidupannya. Namun yang pasti, Sungmin tidak bisa percaya jika selama setahun lebih ini ia bisa bertahan tanpa sosok itu. Tanpa bermanja padanya, mengait tangannya, memandang mata tajam juga evil smirk khas miliknya.

 

Entah bagaimana bisa selama satu tahun lebih ia bisa berdiri sendiri –walau terkadang masih menarik lengan Hyukjae- untuk bisa menghadapi semua omongan siswa-siswi sekolahnya mengenai hubungan dirinya dengan sosok bernama Cho Kyuhyun itu.

 

Sungmin percaya. Di sini…ia hanya bisa berharap semua baik-baik saja. Ia hanya bisa berharap semua yang ia sudah lakukan sangat berguna –setidaknya ia tidak menyusahkan Kyuhyun di negeri sana. Karena ia seberusaha mungkin menata diri menjadi Sungmin yang lebih dewasa. Melalui hubungan ini. Ia percaya karena Kyuhyun selalu mengatakan dirinya bisa. Ia bisa melakukan apapun asal dia mau.

 

Dan sekarang di sinilah dia. Bukan lagi sosok Sungmin yang manja di depan umum –walau masih agak manja pada keluarganya dan Hyukjae. Juga bahkan sekarang ia berteman baik dengan Kibum.

 

Ia selalu berpikir…bahwa ia sudah melakukan yang terbaik. Dengan berteman bersama semua orang dan membuka diri. Ia yakin Kyuhyun akan meyukainya.

 

Namun rencana tetaplah rencana. Karena apa yang ditakdirkan Tuhan sungguhlah berbeda.

.

.

.

Hampir satu setengah tahun Kyuhyun berada di Negara asing ini. Ia berharap bisa melanjutkan terus program ini dan cepat-cepat kembali ke Korea. Ia berniat untuk mempercepat segalanya. Ia tidak tahu apakah bisa tetapi ia akan tetap berusaha.

 

Terus menyibukkan diri, berusaha melakukan yang terbaik. Tapi apa benar yang dilakukannya ini?

.

.

.

“Kamu ngapain sih, Minnie? Mandangin layar laptop sambil melotot gitu ga akan bikin Kyuhyun langsung muncul, kan?” ujar Hyukjae yang saat itu sedang tiduran manja dengan berbagai majalah di atas tubuhnya –di kasur Sungmin- memandangi sahabat rambut coklatnya yang terus menatap layar laptop flat milik gadis itu.

 

Hyukjae mengerti kenapa Sungmin melakukannya. “Tapi sudah hampir dua minggu Kyunnie ga ada kabar, Hyukkie~ Aku khawatir tauuuu,” balas Sungmin ketika mendengar Hyukjae bilang begitu.

 

Hyukjae mendudukkan dirinya lalu bersandar di kepala ranjang. “Aku tahu, anak kelinci. Mungkin dia lagi sibuk kali. Ayolah, ini juga udah masuk kelas tiga, kan? Kenapa kita juga ga fokus aja untuk mikirin masa depan kita? Kalo soal Kyuhyun mah, masa depannya udah cerah dari dulu. Secara dia pinter.”

 

“T-tapi, Hyukkie…”

 

“Min, kamu percaya kan sama dia?” tanya Hyukjae serius. Sungmin menatap sahabat sejak kecilnya itu kemudian mengangguk membuat Hyukjae kembali memusatkan tatapannya pada majalah di tangannya. “Terus kenapa ga coba mikir positif aja? Kali aja dia benar-benar sibuk, kan? Sampai ga bisa hubungin kamu?”

 

Sungmin berpikir sebentar sebelum kemudian menunduk lagi. Semoga apa yang dikatakan oleh Hyukjae adalah benar. “Iya deh,” balasnya pelan sebelum kembali mengecek facebooknya, atau handphonenya, kali saja ada pesan dari Kyuhyun. Namun ketika tak mendapati apapun, ia melepaskan semua gadget itu. “Aku percaya…percaya banget sama kamu, Kyunnie…”

 

 

Dan Sungmin tidak menyadari tatapan Hyukjae yang berubah khawatir.

.

.

.

Minggu berikutnya, Sungmin masih tidak menerima kabar apapun dari kekasihnya. Ia merasa takut, tapi segera ia tepis semua perasaan itu. Ia tidak boleh membuat Kyuhyun sedih, ia tidak boleh menyusahkannya lagi. Ia tidak boleh…menangis lagi.

 

Sungmin duduk menyandar di bangku taman sekolah, menjauhkan diri dari semua orang yang tidak memahami situasinya. Yang masih sering mengatakan ini-itu tentang hubungan mereka. Tetapi Sungmin tahu…ini hanya ujian yang harus ia lewati.

 

Ia yakin itu.

 

 

“Sungmin?”

 

“Eh?” Sungmin mendongak untuk melihat siapa yang memanggilnya. “Kibum?”

 

Sosok itu mengangguk sebelum kemudian duduk di sebelah Sungmin, menyodorkan minuman pada sahabat barunya itu. “Kamu ngapain di sini sendirian? Kayaknya tadi aku liat Hyukjae nyariin kamu deh.”

 

“Eh? Serius, Kibummie? Aduh pasti Hyukkie khawatir banget, deh,” gumam Sungmin.

 

Kibum memerhatikan sosok gadis cantik itu seksama. “Kamu kenapa sih? Kok keliatan sering bengong ga jelas?”

 

Sungmin menunduk mendengar pertanyaan Kibum. “Gapapa. Cuma khawatir aja sama Kyunnie. Udah tiga minggu ini dia ga kasih kabar apapun ke aku,” balas Sungmin kemudian menyesap minuman yang tadi Kibum berikan.

 

“Hm, mungkin dia sibuk. Akhir-akhir ini Siwonnie juga jarang hubungin aku. Tapi…aku juga liat kamu belakangan ini suka sedih sama apa yang anak-anak ucapin. Biasanya kamu bakalan mandang mereka sambil senyum seolah bilang ‘kalian-ga-tahu-apa-apa-tentang-aku-sama-Kyuhyun-asal-tahu-aja-aku-sama-Kyuhyun-bahkan-tetap-romantis-walau-beda-negara’ namun yang aku liat belakangan ini ga, tuh. Kenapa sih?” ujar Kibum kemudian bertanya.

 

Sungmin cemberut mendengar itu. Namun cepat-cepat Kibum menyela lagi. “Jangan bilang tembok kepercayaan kamu udah menipis?” serunya membuat Sungmin langsung menutup mulut gadis berambut hitam itu.

 

“Ih, Kibummie apaan, sih. Engga, tau. Kami baik-baik aja, kok. Dan rasa percaya aku masih sama seperti sebelumnya. Kamu jangan ngomong keras-keras, nanti mereka makin mengejekku,” kata Sungmin sambil masih cemberut.

 

Kibum yang mendengar itu pun meminta maaf. “Iya deh maaf. Abisan kamu kayak ga semangat banget gitu.”

 

“Iya, biasanya ada sapaan pagi. Ini aku email dia ga bales-bales.”

 

“Balik ke opini awal; mungkin dia sibuk? Oke, Minnie?”

 

“Iya-iyaaa~ makasih ya, Kibummie. Sekarang aku mau ke Hyukkie dulu sebelum dia makin kayak monyet lepas nyariin aku. Makasih juga minumannya, bye~”

 

“Oke, Sungmin, bye~”

.

.

.

Tapi tidak semua yang kita rencanakan bisa berjalan sesempurna keyakinan kita, bukan?

 

 

Satu bulan lebih, hampir dua bulan, sosok itu benar-benar tidak ada kabar. Sungmin sudah berusaha untuk tidak menangis. Ia sudah berusaha untuk kuat. Tetapi apa daya? Semua begitu menyakitkan untuknya. Ia berharap bukan Kyuhyun yang melakukannya. Namun pada kenyataannya, pacar Sungmin hanyalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun yang sangat dicintainya.

 

Padahal seingat dia, sebentar lagi hari jadi mereka. Tidak peduli yang keberapa, namun yang ia pikirkan adalah sosok itu. Sosok Kyuhyunnya.

 

 

‘Kumohon…’ bisiknya pada diri sendiri.

 

 

Sungmin berusaha kuat ketika semua siswa-siswi yang selama ini menganggapnya bodoh mencibirnya. Ia berusaha tidak menangis ketika mereka kembali menghujam hatinya dengan kata-kata caci dan makian. Hyukjae di sampingnya hanya bisa berharap bahwa twitter Kyuhyun dibajak. Tapi…kenapa rasanya nyata sekali. Kenapa semua ini terjadi secara tiba-tiba?

 

Apa…? Yang sebenarnya terjadi di antara mereka yang Hyukjae tidak ketahui?

 

Kenapa…ia benar-benar buntu akan hal ini?

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu  12h

Aku capek, Minnie…tolong berhenti menggangguku.

Expand

.

.

.

Sungmin memang tidak menangis ketika keluarganya, keluarga Kyuhyun dan keluarga Hyukjae berkumpul di rumahnya. Ia tetap menjadi Sungmin yang biasanya. Ia tetap tersenyum, karena ia selalu berjanji hal itu pada sosok yang sangat dicintainya.

 

Ia selalu…berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan itu.

 

Tetapi kenapa semuanya jadi sesulit ini? Apa…salahnya, ya Tuhan? Kenapa dada ini sangat sesak?, batinnya meringis.

 

Heechul bukannya tidak tahu jika dalam hati gadis cantik itu menjerit, ia bukannya tidak tahu soal tweetan sang anak. Ketika Hyukjae memberitahunya, ia langsung berusaha menghubungi Kyuhyun namun tak dapatkan jawaban. Saat itu…ia benar-benar berusaha yang terbaik untuk mencari titik terang tentang apa yang terjadi di antara keduanya.

 

Tetapi…kenapa rasanya benar-benar tidak terjangkau?

 

Sungmin…tolong jangan pasang wajah seolah semua baik-baik saja, sayang…, batin semua orang yang saat itu melihatnya tetap tersenyum, berusaha tegar.

.

.

.

Kalau boleh jujur, hari ini sudah pertengahan bulan ke sepuluh. Dan seingat Sungmin, besok adalah tanggal yang bersejarah. Entah tanggal berapa itu, yang jelas, yang bisa ia rekam dalam ingatannya adalah…besok adalah hari jadian mereka.

 

Tetapi…kenapa semua seperti ini?

 

Sebenarnya ada apa dengan Kyuhyunnya?

 

 

“Minnie?” sapa sang umma saat melihat Sungmin dengan duduk di atas ayunan kayu yang menghadap kolam renang. Tangan kirinya memeluk boneka bunny kesayangannya. Tangan kanannya memainkan ponsel yang tidak pernah ia lepas semua lebih hampir dua bulan ini. Berharap ada kabar dari Kyuhyun, itu katanya.

 

Sungmin menggumam sekilas menjawab sapaan sang umma, yang kemudian yeoja paruh baya itu duduk di samping anaknya, mengusap sayang rambut coklat itu. “Kamu ngapain, cantik? Ini sudah malam, loh. Naik yuk ke atas? Ga baik ah kena angin malam begini,” ajak Leeteuk sambil terus mengusap sayang surai kecoklatan itu.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya dari benda persegi panjang itu ke arah sang ibunda, lalu kemudian kembali tenggelam pada gadget di tangannya. “Sebentar umma…kali aja Kyunnie ngucapin happy anniversary ke Minnie.”

 

Leeteuk menggigit bibir bawahnya pelan. Ia berusaha tidak menangis melihat anaknya yang begitu rapuh itu. Ia berharap bisa melakukan sesuatu untuk putrinya ini. “Minnie…”

 

“Hmm…Minnie ngantuk. Minnie tidur aja, deh. Umma gausah temenin Minnie. Minnie kan sudah besar, ya kan? Malam…” ujar Sungmin lalu mencium pipi ummanya sebelum berlalu.

 

Meninggalkan Leeteuk yang duduk termenung seorang diri, air mata sudah jatuh dari kedua matanya. “Kyu…ahjuma mohon hubungi Sungmin sekarang sebelum semua yang ia lakukan sia-sia. Ahjuma mohon…”

.

.

.

Kyuhyun masih berusaha untuk memakai internet dilaptopnya. Namun selalu gagal. Kenapa selama hampir dua bulan ini ia jadi sangat menderita sih? Sudah tidak bisa memberitahu Sungmin tentang ‘hilangnya’ dia. Sekarang internetpun tidak mau bekerja sama.

 

Kyuhyun mengusap wajah frustasi. Salahnya juga yang membiarkan ponselnya rusak. Benar. Rusak. R. U. S. A. K. Karena dia tidak hati-hati, dan karena Siwon juga dengan sangat pedenya menyenggol ponselnya sehingga jatuh ke lantai bawah dari lantai tiga sekolahnya. Bagus.

 

Saat waktu itu berniat membuka twitter di handphone Siwon, namun tidak jadi karena bel sudah berbunyi. Pada ia sudah masuk ke akunnya. Dan bodohnya lagi, ia lupa melog-out akun twitternya. Oh. Pasti bajakan sudah sangat pasti menyangsang di twitternya itu.

 

Kyuhyun menghela napas.

 

BESOK ANNIVNYA LOOHHHH!!! Tapi kenapa dia semenderita ini?

 

Kyuhyun menghela napas lagi.

 

Siap-siap kena omel delapan orang di Korea sana.

.

.

.

Sungmin membuka lagi twitternya. Benar-benar berharap jika Kyuhyun akan memention dirinya. Setidaknya ingat jika besok hari jadian mereka. Tetapi lagi-lagi…napasnya dibuat sesak.

 

Tuhan…kumohon…apalagi yang sebenarnya Kau rencanakan?

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu  5m

My beautifulhttp://pictwittercomasjdlal

Expand

.

.

.

Sungmin menutup mulutnya meredam tangisan. Berharap apa yang ia lihat hanya gurauan. Ia melog-out twitternya kemudian sign out lagi, berharap itu hanya mimpi. Namun ternyata…ia benar.

 

Kyuhyunnya…

.

.

.

Sungmin @imSMl  2m

Hold me tight, please

Expand

 

Eun Hyuk @AllRiseSilver  1m

KYUHYUN YOU DAMMIT! JUST WATCH OUT APA YANG BAKAL GUE LAKUIN KALO SAMPE LO NUNJUKIN MUKA LO!! AARRGHHHH!!!!!

Expand

 

Yunho @imYHl  1m

DAMN YOU, CHO KYUHYUN! HOW DARE YOU TO BETRAY MY TRUST!!! GGRRRHH!! JUST WAIT WHAT CAN I DO TO REWARD YOUR DEED!!!

Expand

 

Changmin Shim@SChangmin  59s

O-ow…

Expand

 

Choi Siwon @siwon407  just now

Elu si! RT @SChangmin: O-ow…

Expand

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Note : Yo! Long time no see. Gimana chapter ini? Ditunggu masukkannya, ya?

Makasih~

 

Signed,

Umu Humairo Cho

One thought on “LDR ~Chapter 6

  1. Aku kira beneran kyuhyun jdi nyuekin minnie kyk gitu, eh nggak taunya hpnya kyu rusak o.O
    Yg sabar ya ming u.u
    Oh, jdi yg bajak twitternya kyuhyun si changmin? Penasaran nih, lanjut author.. updatenya jgn lama” dong😀

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s