LDR ~Chapter 5


When I found you, I found myself.

.

.

.

LDR

1039496_283898991734591_1724477158_o

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

Menjalani sesuatu dengan seseorang yang jauh dari jangkauanmu memang sulit, namun bukan berarti tidak bisa, bukan? Apalagi jika kalian berdua saling percaya dan memiliki pegangan yang sangat kuat, tidak peduli ada beribu banyakpun jarak yang ada, kalian akan tetap bersabar sampai jarak itu terhapus dan mempertemukan kalian.

 

Dan kebersamaan yang hakiki adalah hadiah untuk kesabaran kalian akan hal itu.

 

Kalian tahu itu.

 

Ketika awalnya Sungmin tidak ingin berpisah dengan sosok seorang Kyuhyun yang begitu ia puja karena selalu melindunginya dan ada setiap kali ia bersedih. Ketika akhirnya persahabatan mereka dibumbui oleh perasaan cinta. Ketika akhirnya mereka merasakan seperti apa itu pacaran, sampai akhirnya jarak kembali memisahkan keduanya.

 

Tetapi…ketika akhirnya sosok itu meyakinkannya dengan segala cara…dengan segala rasa yang dimiliki sosok itu. Mau tidak mau Sungmin menyerah. Sungmin tahu…di manapun mereka, masing-masing akan bisa saling menemukan. Sungmin harus mengingat akan hal itu.

 

Karena dia tahu…perasaan cintanya dan Kyuhyun…adalah perasaan special yang tidak seorang lainpun memiliki perasaan yang sama seperti mereka. Ia yakin itu.

 

“Minnie?”

 

“E-eh?” Sungmin tersentak ketika suara sang kakak menyapa pendengarannya. Hari libur seperti ini, ia malah habiskan dengan melamun.

 

“Kamu ngapain ngelamun begitu? Nanti kesambet aja,” balas sang kakak kemudian mendudukkan dirinya di samping Sungmin yang tengah bersantai di atas ayunan kayu di belakang rumah mereka yang juga menghadap ke kolam renang.

 

“Ish, siapa juga yang ngelamun. Yunnie oppa sok tau, wooo,” balas Sungmin memeletkan lidahnya ke arah Yunho yang duduk di sampingnya.

 

Namja yang hanya terpaut beberapa tahun dengan Sungmin itu terkekeh kemudian mengelus kepala Sungmin. “Pasti mikirin Kyuhyun, deh. Iya kan?”

 

Sungmin mendengus mendengar ucapan kakaknya. “Yunnie oppa sok jadi paranormal, deh. Lagipula memang kenapa kalau Minnie mikirin Kyuhyunnie?”

 

Sekali lagi Yunho terkekeh mendengar jawaban Sungmin. Kemudian ia memeluk boneka kelinci Sungmin yang duduk di pangkuan adiknya itu tenang. “Gapapa sih. Hanya aja jangan mikirin Kyuhyun terus. Nanti tuh anak kegeeran dipikirin sama bidadari cantik kayak kamu,” jail Yunho mencolek dagu sang adik.

 

Sungmin cemberut. “Ish, Yunnie oppa udah punya Jae unnie masih genit aja ke Minnie. Udah ah, sanaaaaaa~ Minnie mau sendirian.”

 

“Eits, jangan gitu dooong. By the way, kamu mau bantuin oppa ga?”

 

Sungmin mendelik, menatap sedikit kakaknya. “Bantu apa?” tanyanya pada sang kakak. Ia bisa melihat sudut bibir Yunho yang tertarik ke atas. “Kalo aneh-aneh Minnie gamau, ah! Maleees!”

 

“Iiih, jangan males duluuuu. Ini juga termasuk bantu umma loh~” ujar Yunho membuat gadis berambut panjang sepunggung itu menatap kakaknya.

 

“Bantu apa memangnyaaa?”

 

“Hehe bantu beli bahan-bahan makanan, dong. Terus bantuin umma masak. Soalnya nanti Jae unnie mau dating ke sini. Mau kan Minnie bantuin oppa?” rajuk sang kakak membuat Sungmin cemberut. Tapi kemudian berdiri dan menjulurkan tangannya ke arah Yunho.

 

“Uangnya mana?” tanyanya merengut, namun sebenarnya hanya berpura-pura.

 

Yunho ikut berdiri kemudian mengembalikan boneka kelinci Sungmin ke pelukan sang pemilik. “Kamu ganti baju dulu, gih. Oppa ambil di kamar dulu, ya?”

 

“Ehm!” angguk Sungmin kemudian kembali ke kamarnya dan berganti baju. Ia mengambil ponselnya juga yang sudah dikembalikan oleh Mr. Jang lalu turun ke lantai bawah.

 

“Ini dia adikku yang paaaaaaaaaaaaaaaaaling cantik. Nah, ini uang dan daftarnya. Makasih peri cantik~” kata Yunho membuat pipi Sungmin sedikit merona.

 

“Ish, oppa apaan sih. Tadi bidadari sekarang peri. Ga konsisten bangeeet!” rajuk Sungmin membuat Yunho mengacak rambutnya.

 

“Gih sana keburu sore. Kali aja kamu mau ajak Hyukkie dulu,” balas Yunho mengantarkan adiknya ke depan pintu gerbang rumahnya.

 

Sungmin berpikir sebentar sambil melihat daftar belanjaan, namun kemudian menggeleng. “Tidak deh. Minnie sendirian aja. Dah, oppa jelek!” pamit Sungmin lalu mengecup pipi oppanya sekilas.

 

“Hati-hati ya, peri cantiiiikkkk!”

 

 

Dan Sungmin hanya melambai membalas ucapan kakaknya. Terkadang…kakaknya itu memang suka sekali menggodanya.

.

.

.

Sungmin mencari-cari semua bahan yang dibutuhkannya, ketika sudah semuanya ia dapat, ia pun membayarkannya di kasir. Namun sebelum itu, pandangannya teralih ke arah box es krim. Ia pun mendekati box es krim itu, mengambil satu dan memasukkannya ke keranjang belanjaan. Sampai sebuah suara menyapanya.

 

 

“Lagi belanja juga, Sungmin?” sapa suara itu.

 

“Eh?” Sungmin menoleh dan mendapati teman sekelasnya –Kibum yang juga tengah memegang keranjang belanjaan. Sungmin mengangguk semangat kemudian berjalan bersama Kibum ke arah kasir. “Iya. Kamu juga? Sendirian?” balas serta tanya Sungmin seraya menggerakkan kepalanya seolah mencari sosok lain yang menemani Kibum.

 

Sosok gadis berambut hitam terang itu mengangguk. “Iya aku sendirian. Kamu juga sendirian?”

 

“Iya. Aku lagi beliin kebutuhan yang mau dipakai nanti buat oppaku, hehe.”

 

“Hmm…” Kibum bingung harus menjawab apa. Ia ingin menanyakan bagaimana kabar hubungan Sungmin dan Kyuhyun. Tetapi…kenapa rasanya tidak enak. Namun dia benar-benar penasaran. “…gimana hubungan kamu sama Kyuhyun?”

 

“Eh?” Sungmin yang iseng mencari sesuatu di luar daftar belanjaan terkejut mendapati pertanyaan Kibum. Ia pun melihat ke arah teman sekelasnya itu. “Maksudnya apa?”

 

Kibum mencengkeram pegangan keranjang erat. “Iya…gimana? Kalian…baik-baik aja, kan?” balas Kibum.

 

Sungmin memiringkan kepalanya melihat ekspresi Kibum yang tegang…namun khawatir…dan takut. Ia kemudian ingat bahwa Kyuhyun pernah bercerita padanya jika ada satu temannya yang ikut dalam program ini dan merupakan kekasih Kibum. Melihat itu, ekspresi Sungmin melembut. “Kami baik-baik saja, kok. Kamu gimana? Sama…Siwon?” jawab serta tanya Sungmin setelah berusaha mengingat nama teman Kyuhyun.

 

Seketika, ekspresi Kibum makin mengeras. Ia bisa melihat kilatan kesedihan di mata bulat itu. “Kami…maksudnya, aku…masih ga bisa percaya dia mengambil kesempatan ini. Aku takut.”

 

“Kenapa?” tanya Sungmin lagi ketika mereka sampai di kasir. Sungmin menyerahkan belanjaannya untuk dibayar, dengan di sampingnya Kibum menunggu giliran. Ia melihat sosok itu begitu takut. “Kamu ga berpikir alasan kamu takut bahwa dia akan selingkuh di negeri sana, kan?”

 

 

‘DEG’

 

 

“Aku gatau…” cicit Kibum membuat Sungmin tersenyum.

 

Ia menepuk bahu Kibum pelan. “Berapa lama kamu kenal dia? Seberapa besar kamu percaya dan kalian saling mengerti?” tanya Sungmin lembut kemudian membayar seluruh belanjaannya. Lalu sekarang giliran Kibum yang menyerahkan belanjaannya ke kasir. “Kamu…mau cerita?”

.

.

.

Sungmin tidak mengerti harus bagaimana. Tetapi pada kenyataannya, gadis di depannya ini, teman sekelasnya ini adalah seseorang yang tengah berdiri pada situasi yang sama seperti dirinya. Memang tidak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh. Rasa khawatir pasti ada. Entah pasangannya selingkuh, tidak terurus, sakit atau bagaimana semua orang pasti merasakannya.

 

Awalnya Sungmin juga merasa begitu. Tetapi ketika mengingat komitmennya dengan Kyuhyun itulah yang membuat ia semakin yakin pada sosok namja yang amat dicintainya itu.

 

 

“Jadi…kenapa kamu bisa berpikir begitu?” tanya Sungmin.

 

“Sejak kapan kamu kenal Kyuhyun?” tanya balik Kibum membuat Sungmin tersentak namun kemudian kembali rileks.

 

Sungmin tersenyum pada lawan bicaranya. “Sejak kecil. Kami tetangga dan orang tua kami bersahabat. Nah, kalau boleh tahu sejak kapan kamu kenal Siwon?”

 

Kibum menunduk memainkan gelas dalam genggamannya. “Sejak kelas 6 SD. Dan dia mulai mendekatiku saat kelas 2 SMP.”

 

“Ehm, itu cukup lama kok. Terus kenapa kamu bisa…berpikir begitu?” balas serta tanya Sungmin perlahan.

 

“Aku gatau kenapa. Tapi aku kecewa ketika dia baru memberitahuku tentang keikutsertaan dia dalam program pertukaran padaku sehari sebelum keberangkatan. Aku kecewa…kecewa berat. Aku jadi berpikir kalau dia tidak pernah sungguh-sungguh menyayangiku,” cerita Kibum. Sungmin diam mendengarkan. “Kalau dia memang menyayangiku…kenapa harus dia baru memberitahuku saat aku tidak punya waktu untuk berkomentar? Hatiku sakit. Aku pikir kami pasangan. Tapi nyatanya…dia tidak percaya padaku.”

 

“Kibum-ah…” Sungmin tidak tahu harus bagaimana ketika gadis itu menitikkan air mata di depan matanya. “Kibum…bukan begitu. Pasti…Siwon tidak pernah berniat begitu.”

 

“Kau…tidak mengerti, Sungmin…”

 

“Aku tahu. Aku bukan kamu yang sudah lama mengenal Siwon. Tetapi pasti Siwon punya alasan kenapa dia baru memberitahumu semendadak itu. Dia pasti berpikir…kalau dia memberitahukannya kepadamu, kau akan sedih dan—“

 

“Tapi tolong jangan memberitahuku saat dia akan berangkat! Apa dia tidak berpikir bagaimana perasaanku?!” seru Kibum tanpa sadar membuat Sungmin tersentak. Kibum menyadari apa yang dia lakukan. “M-mianhe…aku…m-mianhe, Sungmin…”

 

Seketika hati Sungmin mencelos. Ia mengerti bagaimana perasaan Kibum sekarang. Segera saja ia duduk pindah di samping Kibum. “Hei…” panggilnya mengelus punggung Kibum, berusaha menenangkan sosok itu. “…kau tahu kenapa para penulis membuat konflik di dalam cerita mereka? Atau kenapa Tuhan memberikan cobaan untuk para pasangan?”

 

Sungmin memperhatikan sosok gadis yang kini menatapnya penuh tanda tanya. Gadis berambut coklat itu tersenyum. “Karena sebuah cerita tidak akan menarik tanpa konflik, karena Tuhan sedang berusaha untuk mengetahui seberapa besar kita bisa bertahan. Karena Tuhan…sedang berencana untuk menyiapkan akhir dari cerita kita.”

 

 

Kibum termangu, tidak tahu harus berucap apa.

 

 

“Dulu aku hanya gadis manja yang selalu mengait lengan Kyuhyun ataupun Hyukkie –sahabatku yang satu lagi- ke manapun. Tetapi ketika Kyuhyun mengenalkan dunia yang berbeda dan belum pernah aku ketahui ataupun kumasuki, aku mulai membuka mata juga memulai untuk memahami. Awalnya memang sulit, namun bukan berarti tidak bisa, kan?” ujar Sungmin membuat Kibum semakin menatapnya.

 

“Begitu juga dengan kamu. Anggap saja…semua jarak ini adalah hal baru yang harus kamu pahami. Jangan kamu musuhi apalagi sampai mencurigai orang yang kamu cintai. Kamu mau semuanya baik-baik saja, kan?” lanjut Sungmin membuat Kibum membuka suara.

 

“Aku memang egois, Sungmin. Aku hanya kecewa padanya. Makanya…seberapa berusaha ia menjelaskan padaku…aku tidak pernah mau dengar. Aku…hanya merasa kecewa,” balas Kibum membuat senyuman Sungmin semakin merekah.

 

“Aku tahu. Tapi sebelum itu…coba kamu ingat lagi apa saja yang sudah kalian lalui bersama. Bagaimana sikapnya padamu sebelum kamu merasakan rasa takut dan kecewa itu. Seberapa sering dia bilang dia mencintaimu. Percaya memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, bukan?” saran Sungmin membuat Kibum perlahan tersenyum.

 

Gadis berambut hitam itu mengangguk lalu benar-benar tersenyum. “Terima kasih, Sungmin. Mungkin aku akan menghubunginya dulu sebentar,” ucap Kibum kemudian mengeluarkan ponselnya, walau ia sadar ini sudah tengah malam di negeri sana.

 

 

Sama halnya dengan Sungmin yang kini berkutik dengan ponselnya. Membalas pesan yang tiba-tiba masuk dari kekasihnya. Sungmin tersenyum dan bercerita apa yang terjadi barusan.

.

.

.

Bye, Sungmin. Sampai ketemu setelah liburan,” pamit Kibum melambaikan tangannya. Sungmin pun membalasnya dengan melakukan hal yang sama.

 

 

Kemudian ia kembali berkutik dengan ponselnya seraya berjalan meninggalkan café itu. Pandangannya benar-benar terpaku pada layar gadgetnya. Membalas email seperti biasa. Tidak memerhatikan jalan sampai akhirnya seseorang menyenggolnya dan membuat ponselnya jatuh melayang beberapa meter darinya.

 

Mulut Sungmin terbuka ketika ia juga melihat bagaimana ada seseorang yang tak melihat menginjak ponselnya. Segera saja ia berlari memungut benda elektroniknya itu dan melihat keadaan handphonenya. Bibirnya mengerucut ketika benda itu tak bisa dihidupkan.

 

 

“Rusak…” cicitnya berjalan pulang ke rumah. Ia hampir menangis namun berusaha menahannya karena ia sadar ia bukan anak kecil lagi.

 

 

Namun dalam hati. Ia benar-benar berteriak menyadari kecerobohannya.

 

 

‘Ummaaaaaaaaaaa~ ponselnya gamau nyala, huweeeeeeeeeeeeeeeeeee~’

.

.

.

Kyuhyun menunggu balasan email Sungmin. Namun sudah beberapa puluh menit berlalu, ia tak menerima satu pun. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 3 pagi. Ia berniat tidur tapi bagaimana jika Sungmin membalas emailnya?

 

Ia senang ketika Sungmin bercerita bahwa hari ini ia dan Kibum berbicara perihal hubungan kedua temannya itu –Siwon dan Kibum. Ia merasa bangga pada kekasihnya yang bisa membuat Kibum mengerti akan keadaan seperti ini.

 

Memang tidak salah dia memilih Sungmin.

 

 

“Semoga besok Siwon ga ngegalau lagi. Bosen banget deh ngeliat muka absurd dia,” gumam Kyuhyun kemudian melirik ponselnya lagi.

 

“Kok Minnie ga bales-bales ya? Tidur siang kali ya? Yaudah gue tidur aja deh. Hoam~ malem, Minimin~”

 

 

Setelah berucap entah pada siapa, Kyuhyun pun larut ke alam mimpinya.

.

.

.

Sungmin berjalan tidak semangat memasuki pekarangan rumahnya. Ia benar-benar sedih akan nasib ponselnya itu. Leeteuk yang sedang mengurus beberapa bunga dan melihat anaknya begitu segera menghampirinya setelah mencuci tangannya.

 

 

“Hei, hei. Anak umma kenapa pulang-pulang cemberut begitu, hm?” tanya sang umma seraya mengelus rambut sang anak.

 

Sungmin langsung manyun dan memeluk ummanya. “Ponsel Minnie rusak~ email Kyunnie belum Minnie balas, umma~” adunya pada sang umma.

 

Leeteuk hanya tersenyum kemudian mencium dahi anaknya. “Sudah, jangan nangis ah. Nanti ponselnya diperbaiki aja. Sementara ini Minnie pakai laptop aja komunikasi sama Kyu-nya, oke?”

 

 

Sungmin mengangguk kemudian pamit ke dalam untuk menaruh belanjaan lalu naik ke kamarnya. Ia bisa melihat adiknya Wookie sedang berusaha mengambil sesuatu di atas meja belajarnya. Tapi—

 

 

‘BRAK’

 

 

“Lap—laptop Minnie……..”

 

“Ups…” Ryeowook menatap bersalah ke arah kakaknya. “Minnie unnie…maaf…Wookie ga sengaja. Wookie udah minta izin sama unnie via sms jadi…”

 

“Laptop Minnie……” gumam Sungmin kemudian mencoba menyalakan laptopnya. Dan…tidak menyala juga. “……HUWEEEEEE LAPTOPNYA JUGA RUSAAAAAAAAAAAAK T___T” tangis Sungmin membuat Ryeowook ikut berkaca-kaca dan Leeteuk juga Yunho datang ke kamarnya.

 

“Ada ap—ya Tuhan…” desah Leeteuk kemudian mendekati Ryeowook yang akan menangis. Yunho langsung mendekati Sungmin dan menenangkan adiknya itu.

 

“Sssttt—gapapa nanti Minnie pakai laptop oppa aja, okay? Sekarang jangan nangis, ah,” bujuk Yunho mengelus rambut adiknya.

 

“Sssttt—Wookie cantik juga jangan nangis, dong. Minnie unnie tidak marah, kok. Hanya terkejut aja, ya sayang? Ayo berhenti nangisnya?”

 

“Hiks…hiks…” tangis keduanya membuat Leeteuk maupun Yunho menghela napas.

 

“Hiks…hiks…maafin Wookie, unnie…Wookie ga sengaja huweeeeeeeee T___T” ucap Ryeowook diakhiri tangis membuat Leeteuk mendekapnya.

 

Sungmin yang melihat itu langsung menghentikan tangis. “I-iya. Gapapa kok…unnie ga marah. Wookie jangan nangis…hiks…okay?” balasnya menghapus air mata yang mengalir di pipi adiknya.

 

Ryeowook mengangguk dan tersenyum, membuat Leeteuk langsung mengangkatnya berniat keluar kamar. “Ya sudah. Umma bawa Wookie keluar dulu. Minnie jangan sedih lagi, ya? Nanti kita bilang sama appa biar ponsel dan laptop Minnie diperbaiki, arra?”

 

 

Sungmin mengangguk kemudian memeluk oppanya. Merapati nasib jeleknya hari ini.

 

 

‘Minnie suka hari ini…tapi Minnie juga sebel sama hari ini…hiks…’

.

.

.

Sudah beberapa hari Kyuhyun tidak mendapati pesan apapun dari Sungmin. Ia merasa khawatir. Sebenarnya ada apa dengan kekasihnya itu? Berbagai pertanyaan mendiami otaknya. Ia benar-benar khawatir. Kenapa tak satupun emailnya dibalas?

 

Juga…Sungmin tidak pernah online facebook. Sebenarnya dia kenapaaa?

 

 

‘Cling’

 

 

Bunyi suara chat-tan masuk membuat Kyuhyun langsung terburu-buru melihatnya. Namun ia langsung lemas ketika itu bukan Sungmin. Melainkan Yunho dan Hyukjae, kakak dan sahabatnya.

 

 

Yunho Lee        : YOOOOOOOOOOOO!!! LONG TIME NO CHAT!!! HAHAHAHA Kangen sama kakak ipar ga nih?

 

Kyuhyun Cho   : Sumpah narsis banget lu, hyung-_- btw Minnie mana? Kok ga pernah keliatan. Gatau gue kangen apa sama dia?

 

Hyukjae Lee     : Hp sama laptopnya rusak. R U S A K!!! Dia galau banget tuh! Ckck kasian gue sama sahabat gue satu itu.

 

Kyuhyun Cho   : Kok bisa?

 

Yunho Lee        : GARA-GARA LOOOO!!!😄

 

Kyuhyun Cho   : Sialan. Gue serius hyung kampreeeettt!!

 

Hyukjae Lee     : Abis ngobrol sama Kibum, dia jalan pulang sambil balesin email lo. Eh ada yang nyenggol, walhasil ponselnya jatuh. Eh, ada yang nginjek juga. Jadi deh. Ckck.

 

Yunho Lee        : Dan laptopnya jatuh dari meja belajarnya kesenggol sama Wookie. Njiiir tuh anak dua nangis kejer lo bayangiiiin!!! Untung nyokap ada di rumah saat itu.

 

Kyuhyun Cho   : Ya ampun. Terus Minnienya mana sekarang? Emang lo ga minjemin laptop lo ke dia hyung?

 

Yunho Lee        : Udeh brooo!! Tapi lu tau perbedaan waktu di antara kalian. Ckckck. Bentar ye, gue panggilin kalo dia belom tidur.

 

Hyukjae Lee     : Dia kangen banget tuh sama lo, Kyupuk.

 

Kyuhyun Cho   : Diem deh, Nyuk.

 

Yunho Lee        : K-kyunnie…?

 

Kyuhyun Cho   : M-minnie…?

 

Yunho Lee        : I-iya…maaf ga pakai akun Minnie. Jadi pakai punya Yunnie oppa aja gapapa kan?

 

Kyuhyun Cho   : Iya cantik gapapa kok. Tapi ini beneran kamu kan? Nanti Yunho hyung ngerjain aku lagi.

 

 

Kyuhyun tak kunjung mendapat balasan. Kemudian tiba-tiba muncul ajakan untuk video chat. Ia pun seketika melihat wajah kekasihnya. Tapi cepat-cepat Sungmin kembali menuntupnya.

 

 

Yunho Lee        : Udah percaya kalau ini Minnie, kan?

 

Kyuhyun Cho   : Tapi kok ditutup lagi?

 

Yunho Lee        : Itu tadi Yunnie oppa yang nutup. Chat aja gapapa kan?

 

Kyuhyun Cho   : Iya, cantiiikkk :*

 

Hyukjae Lee     : Uhuk banget gue jadi obat nyamuk yeeeeeeeeeee!!!

 

Yunho Lee        : Hihihi mian, Hyukkieeeee :O

 

Hyukjae Lee     : Gapapa. Aku otw rumah kamu ya, Minnie. Muah:*

 

Yunho Lee        : Okaaaay~ muah too:*

 

Kyuhyun Cho   : Buat aku mana?

 

Yunho Lee        : Bentar aku log out facebook ini terus login facebook aku aja deh. Hehe:D

 

 

Setelahnya, akun Yunho Lee itupun offline. Tak berapa lama kemudian Kyuhyun menunggu, Sungmin langsung mengechatnya.

 

 

Sungmin Lee     : Muah:*

 

Kyuhyun Cho   : Kkkk~ kamu lagi apa cantik? Aku kangen banget tau sama kamu:*

 

Sungmin Lee     : Tadinya lagi baca buku sambil ngeliatin tanggal kapan ponsel sama laptop aku selesai diperbaiki. Kamuuu?

 

Kyuhyun Cho   : Lagi mikirin kamu kemana atau kenapa kok email sama chat-tan aku ga pernah dibales. Gataunya…..

 

Sungmin Lee     : Maaaaaaaf banget. Miss you jugaaaaaaaaaaaaa:*{}

 

Kyuhyun Cho   : You know me so well, bidadari cantiiiik:*{}

 

Sungmin Lee     : Kok Kyunnie ga tidur, sih? Bukannya di sana udah malam ya?

 

Kyuhyun Cho   : Mana bisa tidur kalau kepikiran kamu terus?

 

Sungmin Lee     : Iyaaaaa maaaaaf banget~ sekarang udah engga kan? Jadi tidur sana. Biar besok punya tenagaaaa~

 

Kyuhyun Cho   : Hmmm~ padahal masih kangen tapi yaudah. Eh eh, kamu tahu, ga?

 

Sungmin Lee     : Tau apa?

 

Kyuhyun Cho   : When I found you…I found myself. Thank you for making me feel a whole lot better after I know that you are okay, now~

 

 

Tanpa sadar Sungmin memerah dan merasa bersalah.

 

 

Sungmin Lee     : Maaf karena lebih milih ngegalau daripada pinjem laptop Yunnie oppa. Dan makasih juga karena selalu ngekhawatirin Minnie~ I love youuuuu:*

 

Kyuhyun Cho   : Love you tooooo:* kalau gitu Kyunnie off ya sayang?

 

Sungmin Lee     : Uhmm…mimpi indah ya Kyunnieeeee:*

 

Kyuhyun Cho   : Makasih bidadariiii:*

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Note : Haaaaaaaaai~ long time no see~ Maaf baru update.

By the way, SAYA LULUSSSSSSSSSSSSS~ Horaaaaaaaaaaay \(^o^)/ Makasih atas doanya ya:)

Btw chap ini gimana? Alay banget ya? Minta masukannya, ya~

 

Signed,

Umu Humairo Cho

One thought on “LDR ~Chapter 5

  1. Nggak alay kok author.. chapter ini sma kyk chapter sbelumnya kok😀
    Ming sial seharian yah xD udah hp nya keinjek, laptopnya jatoh, aduh kasian deh xD
    Chukkae author😀

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s