LDR ~Chapter 4


Where you are is, where I want to be…

.

.

.

LDR

1795547_284492821675208_1048867300_n

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

Sungmin menggeliat dalam tidurnya, cahaya matahari perlahan mengetuk kedua kelopak matanya yang terpejam. Gadis berambut coklat itu membuka matanya melihat ke arah seseorang yang menyibak tirai di kamarnya.

 

 

“Hei, cantik. Ayo bangun, ini sudah siang, loh~” ucap orang itu lembut membuat Sungmin tersenyum. Sungmin berbaring menyamping melihat sosok itu.

 

“Hai, umma~” ujar Sungmin seraya tersenyum pada sang ibu.

 

Yeoja paruh baya itu balas ucapan sang putri, mendekati ranjang Sungmin dan mengusap rambut panjangnya. “Halo cantik. Yuk, mandi terus sarapan, ne?” ucapnya lembut yang Sungmin balaskan anggukan.

 

Detik berikutnya, yeoja yang merupakan kekasih Kyuhyun –tetangga sebelahnya itu berjalan ke arah kamar mandi, dan mulai membersihkan diri.

.

.

.

Liburan musim semi. Rasanya sangat menyenangkan bisa mendapatkan libur setelah menjalani ujian akhir semester tiga. Tidak terasa jika akhirnya Sungmin bisa melewati dan mendapatkan hari libur seperti ini. Memiliki rencana menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.

 

Atau mungkin…jika boleh bertemu Kyuhyun.

 

Tapi…apa bisa?

 

 

“Minnie jelek, ayo masuk mobil. Jangan melamun terus,” tegur seseorang seraya menepuk pelan kepalanya. Sungmin cemberut menanggapi itu dan berjalan pelan memasuki mobil keluarganya. Rencananya mereka sekeluarga akan pergi piknik.

 

“Tungguuuuuuu~ Yunho oppa jangan tinggalin Hyukkie heeeiiiiii~” seruan seseorang dari belakang membuat Sungmin menengok melihat bagaimana sahabat sejak kecilnya berlari ke arah mereka. Yunho –kakak Sungmin menyeringai kemudian menyuruh Sungmin dan seorang adiknya yang satu lagi untuk segera menaiki mobil mereka.

 

“Ayo cepat, kita tinggalin Hyukkie, kajjaaa!”

 

Andwae oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”

 

“Aish, Yunho-ya. Jangan seperti itu, ah,” tegur sang umma membuat Yunho terkekeh, kemudian mengacak rambut Hyukjae yang sudah ada di depannya.

 

Palli, masuk sana. Mau ditinggal?” kata Yunho pada sahabat adiknya itu.

 

Noooo! Jangan ditinggal! Jahat banget sih, oppa!”

 

“Sabar ya, Hyukkie unnie~” sambung seorang gadis kecil di bangku depan yang sudah diisi oleh ibu Sungmin.

 

“Aish, Wookie-ya. Bagaimana bisa kau punya oppa sejahat dia? Hiiiy~”

 

“Hei, aku tampan, tau.”

 

“Heh, mungkin Jae unnie matanya sedikit tidak beres bisa menjadikanmu pacarnya.”

 

“Grrrr—Lee Hyukjae…”

 

“Aish, sudahlah. Kenapa jadi berantem, sih? Ayo berangkat saja, yuk!” ucap Sungmin setelah melihat pertengkaran antara kakaknya dan sahabatnya. Keduanya terkekeh mendapati muka khawatir Sungmin, kemudian mengusap kepala gadis berambut coklat itu bersamaan.

 

“Itu hanya bercanda, sayang. Ayo kita berangkat!” ketiganya pun masuk ke dalam mobil dan menempati tempat yang kosong. Dan mulai sesekali bercanda di mobil itu.

 

Ketika melewati rumah Kyuhyun yang memang tepat di samping rumahnya, Sungmin membuka kaca jendela mobil saat melihat ibu Kyuhyun sedang menyirami tanaman. Seolah mengerti hal itu, ayah Sungmin memberhentikan mobilnya. Detik setelahnya, gadis cantik itupun berseru. “Ahjumaaaa~ kami pergi dulu, ne?”

 

Heechul –ibu Kyuhyun pun tersenyum ramah kepada tetangga yang sekaligus merupakan calon besannya. “Ne, Minnie-ya. Semoga pikniknya menyenangkan, ya? Maaf ahjuma dan ahjushi tidak bisa ikut.”

 

Sungmin mengangguk. “Gwenchana, ahjuma~ nanti Minnie bawakan oleh-oleh supaya ahjuma tidak sedih, ya?”

 

Heechul tertawa mendengar jawaban itu. “Hahaha, kau dengar itu Teukie? Rasanya aku benar-benar seperti punya anak perempuan yang mengkhawatirkanku.”

 

“Kkkk~ toh, Minnie memang akan jadi anak perempuanmu, kan?”

 

Bingo! Ya sudah, ahjuma tunggu oleh-olehnya, arra?”

 

Sungmin mengangguk imut. “Neee! Tenang saja, ne? Dah, ahjuma~ saranghae~”

 

Heechul yang mendengar itu mendekati mobil yang ditumpangi Sungmin lalu menangkup pipi chubby kekasihnya putranya itu. Kemudian mencium kening Sungmin lembut. “Nado saranghae, nona cantik~ Kyuhyun beruntung sekali memilikimu…”

 

Dan tanpa sadar, semuanya tersenyum. Pun Sungmin hanya bisa memberikan binar kebahagiaan di wajahnya. Ia balik mengecup kilat pipi yeoja paruh baya itu. “Minnie juga beruntung punya Kyunnie, dan…ahjuma lebih beruntung karena ahjuma yang melahirkan Kyuhyunnie…”

 

Heechul terkekeh kemudian dengan cepat menyuruh mereka berangkat. “Sudah. Nanti waktu bersenang-senangnya kalian kurang lagi. Hati-hati, ne~ Hati-hati Teukie-ya, Kangin-ah.”

 

Leeteuk tersenyum lalu melirik suaminya, mengangguk perlahan. Ia tahu, pasti Heechul sedang berusaha untuk menahan tangisnya di depan Sungmin. “Kami berangkat dulu, Heechullie. Nanti malam kami sudah pulang, kok.”

 

“Ckckck arraseo, Teukie. Aku tidak akan sekesepian itu, kok. Han akan segera pulang dan mungkin kami akan jalan-jalan setelah itu,” balas Heechul lalu melambai ke arah mereka. Mobil keluarga Sungmin pun perlahan berjalan meninggalkan sosok yeoja paruh baya yang perlahan menangis itu.

 

“Kyunnie…umma harap kamu tau bagaimana dia selalu berusaha untuk membuat umma tersenyum…terima kasih karena memberikan umma calon menantu yang sangat baik…”

.

.

.

Sungmin memandang semangat langit di atasnya. Ayah dan ibunya telah mempersiapkan alas duduk dengan di atasnya ada beberapa makanan untuk dihabiskan seharian itu. Ya, walau hanya piknik bersama, Sungmin menghargai bagaimana sang ayah bisa meluangkan waktu sibuknya untuk berlibur bersama mereka.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya dari langit dan melihat bagaimana sang kakak, adik dan sahabatnya saling bermain melempar circle plastik. Sesekali terkekeh ketika Hyukjae harus mengambil benda bulat itu jauh di belakang akibat lemparan sang kakak.

 

Atau Ryeowook –adiknya yang protes karena lemparannya yang terlalu tinggi. Sungmin memang menikmati ini. Tetapi…ia tetap merasa ada yang kurang. Entah…ia merasa ada yang hilang.

 

Tanpa sadar pandangannya kembali ke arah langit, dan tiba-tiba saja muncul wajah seseorang juga entah sebuah tempat yang rasanya ia kenal. Ah, Tuhan…rasanya aku ingin ada di sana, batin Sungmin.

 

Sungmin seketika tersadar, ketika tepukan di bahunya begitu nyata. Ia menoleh dan mendapati ibunya tersenyum padanya.

 

 

“Memikirkan apa?” tanya sang umma. Sungmin hanya tersenyum lalu menggeleng. “Yakin nih, cantik?”

 

Umma~ Minnie hanya…”

 

“Hanya…?”

 

“Hanya merasa ada yang kurang, hehe. Ah, sudahlah.”

 

“Hei cantik, dengar umma. Bukan salah kamu jika merasa ada yang kurang di sini. Memang bukan hal yang mudah menjalani hubungan beda Negara. Tapi apa kamu tau? Umma banggaaaa sekali sama Minnie. Minnie adalah anak umma yang sangat hebat,” ucap Leeteuk seraya menyingkirkan poni yang menutupi wajah cantik putrinya.

 

Sungmin memandang ibunya berkedip. “Minnie tidak melakukan apapun, umma.”

 

Leeteuk tersenyum lalu beralih mengusap pipi Sungmin. “Percaya adalah sesuatu hal yang sulit dilakukan. Dan kamu melakukannya dengan baik. Itu artinya anak umma hebat, kan?”

 

“Eh?” Sungmin berkedip lagi sebelum kemudian terkekeh, ia kembali memandang ke arah langit. “Aku harap…aku ada di sana…”

 

“Suatu hari kalian akan ada di satu kota yang sama. Delapan sampai sembilan bulan lagi Minnie masih bisa menunggu, kan?” Sungmin menatap ummanya berkaca-kaca, namun ia menggelengkan kepalanya berusaha tidak menangis, lalu kemudian ia menganggup.

 

Menjawabnya dengan tegas. “Minnie bisa!”

 

“Itu memang anak umma. Yuk, makan sandwich dulu, yuk. Umma buat banyak tuh, kan Minnie suka,” puji serta ajak sang ibu yang Sungmin balaskan anggukan. Ia bangkit dari duduknya, kemudian mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi twitter.

 

Hal itu seolah ia lakukan menuruti kata hatinya.

.

.

.

Sungmin @imSMl  59s

@GaemGyu Where you are is, where I want to be…ups…have a nice (holi)day, Kyunnie. Itupun jika kamu dapat libur :p I love you~

Expand

.

.

.

Senja hampir tiba, Sungmin masih bermain dengan kakak, adik dan sahabatnya. Kedua orang tuanya hanya melihat dari jauh. Sesekali Sungmin juga memotret apa yang mereka lakukan. Tertawa bersama melupakan sejenak tentang apa yang ia pikirkan dan rasakan.

 

Ia hanya perlu mengingat bahwa ia memiliki keyakinan itu. Itu sudah cukup.

 

Dan ketika matahari hampir terbenam, mereka memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang, Sungmin memposting foto kebersamaan mereka itu ke twitter dan memention Kyuhyun, seolah memamerkan apa yang ia lakukan hari itu.

 

Juga ketika matanya menangkap sebuah toko cenderamata yang tak jauh dari bukit yang ia datangi, mungkin satu-satunya toko yang ada membuat Sungmin meminta ayahnya berhenti karena teringat dengan ibunda Kyuhyun. Ia pun turun dan membeli sesuatu, diikuti oleh Hyukjae, sang kakak dan sang umma juga adiknya.

.

.

.

Kyuhyun yang pagi buta itu sudah terbangun pun mengecek twitternya dan mendapat banyak mention dari kekasihnya di Korea sana. Ia terkekeh seraya sesekali menyesap susu pagi itu. Lalu mata coklatnya melirik ke arah langit pagi walaupun matahari belum tampak.

 

 

“Huh…kamu bikin aku iri tau, Minimin,” gumam Kyuhyun meletakkan gelas susunya kemudian duduk di meja belajarnya, membuka laptop kemudian masuk ke dalam situs twitter lalu mulai mendownload semua gambar yang terdapat wajah Sungmin di sana.

 

“Aku kangen kamu, bidadari…” gumam Kyuhyun lagi ketika melihat wajah selfie bahagia Sungmin. Rasanya ia berharap ada di sana, mengambil gambar bersama dengan kekasih tercintanya itu.

 

 

Setidaknya…melihat secara langsung bagaimana Sungmin tersenyum dengan begitu cerah pasti akan sangat membahagiakan.

 

 

Kyuhyun melirik lagi langit luar yang masih gelap kemudian kembali bergumam kecil. “Hei…kalian semua membuatku iri, tau.”

 

 

Dan tanpa sadar, Kyuhyun membalas mention Sungmin dengan mengetik kalimat yang sama.

.

.

.

Cho Kyuhyun @GaemGyu  59s

@imSMl Where you are is, where I want to be too…have a nice holiday, cantik. Kyu dapat libur kok :pp I love you too~

Expand

.

.

.

Setelah mengetweet Kyuhyun kembali melihat foto-foto kiriman Sungmin. Ia hanya bisa tersenyum, setidaknya ia memang tidak bisa menahan senyum melihat betapa bahagianya wajah Sungmin saat itu. Ia sedikit bersyukur jika mereka bisa membuat Sungmin sedikit melupakan mengenai hubungan jarak jauh ini.

 

Mereka bisa membuat Sungmin mengenyampingkan rasa khawatir dengan memberikan tawa dan bahagia pada kekasihnya. Kyuhyun sangat lega memiliki mereka yang bisa sedikit membuatnya merasa Sungmin akan baik-baik saja.

 

Selama ada mereka, Kyuhyun tidak perlu takut Sungmin akan kenapa-napa.

 

Lalu saat ketika ponselnya berdering, Kyuhyun mengambilnya, ia mengeceknya dan mendapati email dari sang ibunda. Kyuhyun mengklik gambar yang sang ibu kirim. Matanya sedikit membulat, namun tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia melihat senyum sang umma juga…wajah bahagia Sungmin di foto itu.

 

Kyuhyun membaca tulisan yang terdapat di email itu.

.

.

From                : heechulkim (dot) 1007 (at) hotmail (dot) com

Subject                        : Umma dapat hadiah, dong!

 

Hei, Kyunnieeeeeeee~ lihat-lihat! Umma dapat hadiah dari Sungminnie dong! Dan malam ini dia akan menginap di rumah, akan tidur sama umma! :p Eits, jangan lupa makan ya, tampan.

 

Salam ummamu yang cantik,

Heechullie~

.

.

Kyuhyun tertawa keras membacanya, kemudian ia membalas email itu.

.

.

 

To                    : heechulkim (dot) 1007 (at) hotmail (dot) com

Re; Subject      : Umma dapat hadiah, dong!

 

Senangnya bisa dapat hadiah dari bidadari, umma. Syukurlah, sepertinya umma sangat senang. Ah, jinjja? Lalu bagaimana dengan appa malam ini? Sepertinya appa akan begadang semalaman. Kasihan appa, umma, hahaha xD

 

Kyu baru akan sarapan nanti. Saranghae umma~ katakan saranghae juga untuk bidadari yang ada di sampingmu.

 

Dari anakmu yang tampan,

Kyuhyunnie

.

.

Kyuhyun sekali lagi tertawa, sebelum kembali larut melihat-lihat wajah Sungmin pada foto-foto tadi.

 

 

“Tuhan benar-benar kehilangan satu bidadarinya…aku beruntung, akulah yang memilikimu…” gumam Kyuhyun sebelum beranjak untuk membawa gelas kosong tadi ke tempat pencucian piring.

 

 

Berjalan sambil membayangkan sosok cantik itu ada di depannya. Benar-benar…mendebarkan…

.

.

.

Heechul yang sedang menunggu balasan dari sang anakpun menjerit ketika ada satu email masuk yang merupakan dari Kyuhyun. Ia kemudian menarik Sungmin merapat ke dirinya.

 

 

“Minnie, lihat, ini!” Heechul memperlihatkan balasan Kyuhyun. Keduanya terkekeh membaca balasan email Kyuhyun.

 

 

Heechul kemudian kembali membalas email itu sebelum mengajak Sungmin untuk tidur.

.

.

To                    : kyuhyuncho (dot) 0302 (at) hotmail (dot) com

Re; Subject      : Umma dapat hadiah, dong!

 

Appa bilang tidak apa-apa, kok :p Nado saranghaeyo, tampan~

Nado saranghaeyo juga dari Minnie~ sarapan yang banyak, ya, Kyunnie.

Sekarang kami mau bobo. Bubye~ have a nice day~

 

Your love,

Heechulie dan Minimin

.

.

.

To be Continue

.

.

.

Note : Hey, yoooo! Akhirnya saya bisa update. Setelah melewati UN, dan masih deg-degan akan hasilnya. Doakan saya sukses, yaaa!

 

Btw, bagaimana dengan chapter ini? Tambah aneh, ya? Maap T^T

Jadi boleh minta komennya?

 

Signed,

Umu Humairo Cho

3 thoughts on “LDR ~Chapter 4

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s