LDR ~Special Chapter


If you are reading this, you are beautiful.

Smile and let the world show it.

.

.

.

LDR

Special Chapter

tumblr_ld83ggzbbC1qbzevyo1_400

I own nothing except the story

KyuMin belongs to each other

Super Junior is belong to God and themselves

Genderswicth fanfiction. Bahasa non-baku di saat tertentu.

Be easy on me^^

DLDR okay? Give me concrit after reading~

EnJOY~

.

.

.

When the words are wrote on the paper, “Show me, don’t tell me.”

Even you really did and explained me ‘bout of it.

.

.

.

Tiga tahun yang lalu…

 

 

Kyuhyun berjalan pelan di koridor, bajunya basah akan keringat sehabis ia bermain basket di lapangan bersama teman-temannya. Ia bahkan tidak peduli pada beberapa junior atau senior yang menatap kagum padanya. Pandangannya hanya lurus ke depan, tak peduli sekitar.

 

Namun tatapannya langsung beralih ketika telinganya mendengar suara lembut yang selama ini selalu menyita atensinya. Ia akui, pemilik suara lembut itu begitu berharga baginya.

 

 

“Tapi tapi Hyukkie~ itu mungkin saja kan? Apalagi tadi Haneul sunbae memerah ketika menanyakan Kyuhyunnie? Ya kan?” suara itu kembali menyapa pendengaran Kyuhyun. Tanpa sadar, membuat langkahnya berhenti di ujung koridor ketika dua sosok yeoja itu sudah berlalu beberapa langkah.

 

“Masa bodoh, Minnie~ Lagian, aku yakin Haneul sunbae itu bukan tipenya Kyuhyun. Yeoja sok manis begitu, tsk!” Hyukjae beropini, kini Kyuhyun bukan hanya memperhatikan mereka, tetapi mengikuti mereka menuju ke tempat yang sama, kantin sekolah.

 

“Ish! Masa Hyukkie gitu sih~ Haneul sunbae itu—“

 

“Masa bodoh soal Hanaeul sunbae, Minnie. Udah ah, aku laper. Yuk cepetan keburu abis makanan di kantin,” potong Hyukjae membuat Sungmin cemberut. Kyuhyun di belakang mereka hanya menggeleng ketika secepat kilat keduanya berlari menuju kantin.

 

Tapi kemudian Sungmin berhenti berlari dan refleks menahan tangan Hyukjae. “Kyunnie mana yah? Aku sms dia dulu ya, suruh susul kita ke kantin,” ujar Sungmin, Hyukjae hanya mengangguk kecil, namun kemudian ia mengalihkan pandangannya dan malah melihat sosok Kyuhyun tak jauh di belakang mereka.

 

“Gausah di sms, Minnie. Tuh anaknya udah mau nyamperin kita,” kata Hyukjae membuat Sungmin berhenti mengetik sms untuk Kyuhyun. Ia kemudian mendongak dan melihat sahabat sejak kecilnya itu –selain Hyukjae berjalan ke arah mereka berdua.

 

Segera saja, Sungmin berdiri di samping Kyuhyun dan mengait lengan namja itu. “Kamu habis main basket, yah? Kebiasaan basah banget bajunya,” ucap Sungmin dalam langkah mereka menuju kantin, di depan mereka, Hyukjae hanya mendengarkan percakapan dua sahabatnya yang selalu membuatnya geleng-geleng kepala.

 

Kyuhyun hanya mengedikkan bahu dan menjawab singkat. “Hitung-hitung aku olahraga juga.”

 

Sungmin cemberut mendengarnya, lalu menjawab lagi. “Tapi kan ga setiap hari juga, Kyu~ di awal kelas dua ini kamu jadi lebih sering main basket sama temen sekelas kamu daripada main sama aku dan Hyukkie.”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada yeoja yang sudah menjadi tetangganya sejak kecil. Lalu ia mengacak rambut yeoja bermata foxy itu. “Kamu cemburu? Toh kalau kamu udah sama Hyukkie aku dilupain, kan?”

 

Sungmin langsung menggeleng, menyangkal hal itu. “Tapi kamu tetep aku ajak omong, kan?”

 

Kyuhyun menghela napas, pasrah. Ia selalu kalah jika bicara dengan gadis ini. “Iya iya, deh. Besok aku ke kelas kamu.”

 

“Serius?”

 

“Iya, Minnie~ udah yuk, kamu pesen sana. Aku titip pesenan biasa, okay?” ujar Kyuhyun saat mereka memasuki kantin. Ia memandang sekitar mencari tempat duduk untuk mereka.

 

Hyukjae yang sedari tadi diam langsung menyahut. “Aku juga titip pesenan biasa ya, Minimin.”

 

Wajah Sungmin langsung cemberut, namun ia mengiyakan kedua sahabatnya. “Iya deh. Kalian cari tempat sana.”

 

“Oke, anak kelinci.”

 

Ya! Hyukkie berhenti memanggilku begitu.”

 

“Hmmm…udah sana pesen makanan.”

 

“Iya, iya.”

 

 

Walau masih merajuk, Sungmin berjalan meninggalkan mereka berdua yang langsung berjalan ke arah meja kosong. Hyukjae duduk di depan Kyuhyun, kemudian namja yang merupakan sahabat Hyukjae itu langsung menelungkupkan kepalanya di lipatan tangannya, memperhatikan Sungmin yang sedang memesan makanan.

 

 

“Lo suka Minnie, kan?”

 

 

‘DEG’

 

Mata Kyuhyun langsung membulat, ia langsung bangun, duduk tegak menghadap ke arah sahabatnya.

 

 

“Hyuk—elo—?”

 

Hyukjae mengedikkan bahu. “Feeling. Tapi bener, kan?” gadis bergummy smile itu langsung menatap serius Kyuhyun.

 

Mau tak mau Kyuhyun mengangguk kemudian melihat ke arah Sungmin lagi. “Gatau sejak kapan. Gue juga heran.”

 

Hyukjae mengangguk. “Ya gapapa sih. Gue percaya kalo lo bisa ngertiin sikap Minnie nantinya. Gue dukung deh. Tapi jangan kayak orang susah kalo emang udah suka banget. Ungkapin aja kali.”

 

“Minnie polos banget.”

 

“Itu karena kita ada di sampingnya terus dan menyeleksi apa-apa buat dia. Tapi gue serius, Kyu. Awas aja kalo lo sampe nyusahin diri sendiri apalagi sampe nyakitin Minnie gara-gara perasaan lo itu.”

 

Kyuhyun melihat sekilas ke arah sahabatnya, nada ucapan sahabat kecilnya ini terdengar sangat serius. Namja tampan yang sekarang duduk di kelas dua SMP semester baru itu mengangkat bahu. “Gue gatau deh. Liat aja nanti.”

 

“Apaan sih! Gue serius, tau! Sebenernya gue ngerasa Minnie juga suka elo. Tapi dia ga paham sama perasaannya itu. Nah, tugas lo itu cuma mancing dia—tapi dengan cara yang ga nyakitin dia, loh. Awas aja.”

 

Kyuhyun mendelik, sedikit tidak percaya. Tapi, sahabatnya yang satu ini tidak mungkin bohong, karena dia tahu, Hyukjae yang paling mengerti mereka. “Iya iya. By the way, tadi ngomongin Haneul sunbae, apaan sih?”

 

“Lo suka tipe sunbae begitu?” Hyukjae malah berbalik nanya.

 

Kyuhyun menggeleng kasar. “Dih, engga banget. Apa istimewanya itu senior.”

 

“Kalo gitu lupain aja. Minnie cuma berlebihan aja ngebicarain soal sunbae yang selalu nyariin lo itu.”

 

“Oh gitu,” seakan sudah mengakhiri percakapan mereka, Sungmin datang dan duduk di sebelah Kyuhyun, memberikan pesanan sahabatnya masing-masing.

 

Jaa~ ittadakimasu~” seru Sungmin yang hanya dibalas gelengan kedua sahabatnya.

 

 

Tidak tahu bahwa beberapa menit lalu ia menjadi topik utama pembicaraan kedua sahabatnya yang kini makan dengan tenang.

.

.

.

Seperti janjinya, Kyuhyun mendatangi kelas sahabat sejak ia kecil. Ia berjalan malas, namun tidak memungkiri bahwa ia juga ingin sekali melihat wajah yeoja manis yang selalu mengalihkan pandangannya dari apapun.

 

Ketika hampir sampai di depan kelas yeoja itu, ia bisa mendengar Sungmin mengoceh kepada sahabatnya yang satu lagi. “Tuh kan Hyukkieeee~ tadi aku papasan sama Haneul sunbae, dia nanyain Kyuhyun lagi ke aku. Dia beneran suka sama Kyuhyun, ya?”

 

Kyuhyun bisa melihat Hyukjae menghela napas. “Iya kali. Tapi masa bodo banget deh, Minnie. Lagian sunbae sok manis itu bukan tipenya Kyuhyun.”

 

Jinjja? Hyukkie tau tipenya Kyunnie gimana?” tanya Sungmin ceria.

 

Hyukjae mengangguk dan menatap lurus sahabatnya. “Kamu.”

 

‘Sial, ngapain coba Eunhyuk bilang begitu?’ batin Kyuhyun yang tanpa sadar langsung mencengkeram erat daun pintu kelas kedua sahabatnya.

 

Tapi melihat Sungmin yang terdiam, ia memutuskan untuk masuk, namun terhenti ketika suara Sungmin kembali terdengar. “Maksud Hyukkie tipenya Kyuhyunnie itu Minnie?”

 

Hyukjae menghela napas lagi. “Iya. Udah jangan ngomongin senior genit itu. Tuh ada Kyuhyun dateng,” balas Hyukjae ketika menyadari kehadiran namja itu. Sungmin langsung menoleh dan menghampiri sahabat kesayangannya selain Hyukjae.

 

“Kamu jadi ke sini? Aku pikir kamu main basket lagi sama temen sekelas kamu.”

 

“Aku udah janji sama kamu, kan?” balas Kyuhyun kemudian membiarkan dirinya digiring ke arah bangku Sungmin dan Hyukjae.

 

“Hyukkie! Kita ke perpustakaan aja, yuk!” ajak Sungmin masih dengan mengait lengan Kyuhyun.

 

Hyukjae merespon dengan gumaman dan bangun dari duduknya. “Yuk! Hitung-hitung bunuh waktu kosong.”

 

“Uhm!”

 

 

Dan ketiganya berjalan meninggalkan kelas ramai itu. Berjalan beriringan sebagai sahabat sejak dulu, yang bahkan—terlihat sulit untuk dipisahkan.

.

.

.

Sudah banyak yang tahu kalau Kim Haneul, siswi kelas tiga SMP Seoul itu menyukai Kyuhyun dari kelas dua, juniornya. Namun, semua juga tahu jika Kyuhyun sudah berulang kali menolak sunbae yang baginya sok manis itu.

 

Bahkan akhir-akhir ini tersebar kabar, jika ada seorang senior yang menyukai Sungmin, dan Kyuhyunlah yang pertama kali tahu tentang ini. Rasa khawatir mulai muncul mengenai kemungkinan Sungmin akan menyukai sunbae itu juga.

 

Dia tahu bahwa sahabatnya yang satu ini adalah orang yang polos, tidak menutup kemungkinan bahwa Sungmin akan menerima namja itu jika sunbae bernama Jungmoo itu menyatakan perasaannya. Jadi—sebisa mungkin ia mulai memikirkan cara bagaimana Sungmin bisa peka terhadap perasaannya.

 

 

“Oi! Ngapain lo bengong begitu?” seru seseorang membuat Kyuhyun yang sedang duduk di daun jendela kelasnya tersentak dan menoleh, mendapati Siwon –teman sekelasnya.

 

Kyuhyun menghela napas, lalu memandang ke arah taman yang kebetulan di sana ada Sungmin dan Hyukjae. Ia memperhatikan dengan seksama, membuat Siwon ikut melihat ke arah pandangan Kyuhyun. “Lo suka sama salah satu di antara mereka?”

 

Kyuhyun menoleh. “Bukan urusan lo, Won.”

 

“Yaelah, Kyu. Gue kan cuma nanya. Lo sewot banget, sih.”

 

“Hn. Lo urusin Kibum aja sana.”

 

“Sialan. Ga gitu juga kali. Lo tau gue baru pedekate sama dia.” Jawab Siwon seraya melihat ke arah Kibum yang duduk tenang di bangkunya. “Dan bisa ga pelanin suara lo barusan.”

 

“Iye gue minta maaf. Udah sana jangan gangguin gue.”

 

“Payah lo, Kyu. Okelah, kalau butuh bantuan bilang aja ke gue.”

 

“Hn,” balas Kyuhyun singkat kemudian kembali melihat ke arah taman. Dan menggumam pelan. “Apa perlu aku pancing perhatian kamu, Minnie…?”

.

.

.

Sungmin berjalan pelan ke arah kelasnya sendirian, hari ini Hyukjae tidak masuk karena sakit, sedangkan Kyuhyun sudah berangkat lebih dulu darinya membuat Sungmin berangkat ke sekolah di antar oleh kakaknya.

 

Ia melangkah sambil menunduk menuju mejanya, kemudian duduk di sana. Detik selanjutnya Sungmin menopangkan dagu dengan kedua tangannya, namun setelah itu ia teringat akan bukunya yang tertinggal kemarin di laci meja. Segera saja ia mengecek keberadaan benda segi panjang itu.

 

 

“Eh?” namun perhatiannya teralih ketika mendapati sesuatu yang beda. “Kok ada kartu ucapan gini? Dari siapa ya?” gumam Sungmin seraya mengambil kartu ucapan itu dan membaca pelan isinya. “They said the weather will bright today, so…smile to make my day brighter than before.

 

Sungmin memicingkan mata, memperhatikan tulisan itu. Seakan ia kenal siapa yang menulis kartu ucapan itu. “Siapa ya? Rasanya aku kenal ini tulisan siapa? Hmm…”

 

Sungmin tidak menyadari, jika di luar kelasnya, ada seorang namja yang sedang memperhatikannya.

 

Lets our day brighter than yesterday, Minnie…with your smile…’

.

.

.

Tidak terasa mereka sudah akan memasuki ujian semesteran. Kyuhyun, Sungmin dan Hyukjae berjalan berdampingan dengan Sungmin yang terus mengoceh tidak jelas, menceritakan tentang seseorang yang selalu memberinya kartu ucapan di bawah mejanya. Pernah ia menyangka itu adalah Jungmoo sunbae –Sungmin tahu jika seniornya itu menyukai dirinya- tetapi ketika Sungmin cerita kepada Hyukjae, Hyukjae mengatakan bahwa itu tidak mungkin, pasti ada orang lain dan Hyukjae sangat tahu bahwa orang itu adalah Kyuhyun.

 

 

“Daaaaan hari ini dia bilang begini;If you are reading this, you are beautiful. Smile and let the world show it; Gituuuuu~ sebenarnya dia siapa sih? Kalian bisa bantu Minnie cari tau?” ujar Sungmin pada kedua sahabatnya.

 

Hyukjae mengangkat bahu, Kyuhyun hanya mendiamkan pertanyaan Sungmin. Sampai akhirnya yeoja bergummy smile di depan mereka membalas. “Ga perlu dicari tau, Min. Nanti dia juga nongol sendiri kalau udah waktunya.”

 

“Tapi Hyukkieee—“

 

“Dia orang yang baik, kok. Dan cocok sama kamu.”

 

“Eh? Hyukkie tau orangnya?” Sungmin melepas kaitan tangannya pada Kyuhyun dan mendekati Hyukjae, mengatupkan kedua tangannya di bawah dagu. “Hyukkie kasih tau Minnieee~”

 

“Ga mau,” jawab Hyukjae yang hanya diperhatikan oleh Kyuhyun di belakang mereka.

 

Sungmin cemberut. “Hyukkie jahat.”

 

“Hm. Biasa aja.”

 

“Tapi Hyukkieeee~”

 

“Udah ah, ayo cepet. Nanti malam kita mau belajar bareng, kan?”

 

“Ish. Iya deh,” Sungmin mengalah dan kembali memeluk lengan Kyuhyun, ia mendongak menatap namja itu. “Kyu tau siapa orangnya?”

 

 

Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin, kemudian hanya tersenyum dan kembali melihat ke arah depan.

 

 

“Ish, Kyu. Tau ga?”

 

“Hn.”

 

Yaaa! Nyebelin,” rajuk Sungmin yang hanya Kyuhyun balaskan dengan kekehan.

 

‘Kamu bahkan sangat mengenal orangnya, Minnie…’ batin Kyuhyun seraya sesekali melirik sekilas orang yang diam-diam disukainya itu. ‘…karena kamu sekarang sedang bersama orang itu.’

.

.

.

Libur semesteran sudah berakhir, mereka kembali menjalani aktifitas sekolah, dan rumor baru juga menyebar dengan cepat. Tentang seorang junior yang menyukai Kyuhyun. Lagi-lagi namja itu menghela napas, sama halnya dengan Hyukjae, dan sangat berbeda dengan reaksi Sungmin.

 

Yeoja bermata foxy itu selalu terlihat lebih semangat, walau Hyukjae bisa melihat kekhawatiran di matanya.. Yah, sebenarnya yeoja itu mungkin takut mengenai kenyataan tentang ada yang menyukai Kyuhyun. Selain dia, mungkin.

 

 

“Kyu banyak yang suka, ya?” celetuk Sungmin.

 

“Termasuk kamu?” balas Hyukjae membuat Sungmin menatap ke arahnya, wajahnya sedikit memerah.

 

“Kok—Hyukkie bisa menyimpulkan begitu?”

 

Feeling aja. Tapi bener, kan?”

 

Sungmin cemberut. “Kok Hyukkie yakin banget?”

 

“Abis kamu nempelin Kyuhyun terus, kalian juga pake aku-kamu. Dan kalau ada yang suka sama Kyuhyun kamu keliatan semangat tapi nadanya rada-rada ga rela gitu.”

 

“M-masa sih? Emang itu artinya aku—“

 

“Kalau aku bilang yang ngirimin kamu kartu ucapan itu Kyuhyun kamu percaya ga?”

 

“Eh? Masa sih?”

 

Hyukjae mengangkat bahu. “Bisa aja, kan.”

 

Sungmin terlihat berpikir, wajahnya sudah memerah sempurna. Ia hanya menunduk menghindari tatapan Hyukjae seraya mencari alasan. Juga tidak menyadari ada sosok yang memperhatikannya. ‘Emang salah kalau aku mau sama Kyunnie terus?’ batinnya.

 

‘Masa bodo, ah. Hehe asal bisa sama Kyunnie, aku udah seneng.’

.

.

.

Sungmin merenung di kamarnya, memandang langit kamar memikirkan perkataan Hyukjae –sahabatnya. Dirinya menyukai Kyuhyun? Memangnya salah? Semua orang berhak untuk menyukai orang lain kan?

 

Memang sih, dia selalu kelihatan semangat kalau ada yang menyukai Kyuhyun, namun tidak ia pungkiri juga ada rasa khawatir kalau Kyuhyun akan jauh darinya. Maka dari itu mungkin ia berpikir untuk tetap bersikap biasa.

 

Atau mungkin Sungmin tidak tahu bagaimana menunjukkan perasaannya? Entahlah.

.

.

.

Suasana kelas VIII – 3 sangat ramai sekarang, banyak siswa ataupun siswi yang mengintip dari kaca pintu kelas, Sungmin terpaku di tempatnya, Hyukjae hampir mengangga, Kyuhyun yang baru saja datang bersiap memasuki kelas sahabatnya itu terhenti ketika mendengar suara seorang namja.

 

 

Oppa suka kamu, Sungmin. Mau jadi pacar oppa?”

 

 

Pernyataan itu terdengar jelas di telinga Kyuhyun, tangannya mengepal erat tanpa sadar. Ia bisa melihat Sungmin terdiam begitu saja, Hyukjae pun sama. Sampai akhirnya suara namja bernama Jungmoo itu kembali terdengar.

 

 

“Bagaimana? Kamu mau, kan?”

 

E-etto—“ Kyuhyun bisa mendengar Sungmin berbicara, dengan tangannya yang meremas rok sekolahnya erat. “A-aku—“

 

Secepat kilat Kyuhyun menghampiri mereka dan mengait pinggang Sungmin dengan lengannya. Kemudian berucap tegas. “Maaf. Dia milikku, sunbae.”

 

 

‘DEG’

 

 

Suasana semakin ramai, Sungmin juga tidak bisa memungkiri bahwa jantungnya berdetak cepat. Ia bahkan tidak begitu fokus tentang apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. Sampai suara Kyuhyun kembali menyadarkannya. “Jadi jangan ganggu milikku. Terima kasih.”

 

Dan namja bernama Jungmoo itu hanya tersenyum sekilas, menyodorkan tangannya berniat menjabat Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat itu hanya membalasnya. “Selamat kalau begitu.”

 

“Terima kasih.”

 

 

Dan yah, itulah awal bagaimana mereka bisa bersama sekarang. Sesuai dengan apa yang Sungmin bilang di chapter kemarin bukan?

.

.

.

To be Continue

.

.

.

Note : Yap, ini hanya special chapter flashback tentang mereka. Ada yang minta special chapter kan? :p Semoga suka😀

 

Concrit, please?

 

Signed,

Umu Humairo Cho

3 thoughts on “LDR ~Special Chapter

  1. Oooh ini chapter flashbacknya kyumin sebelum jadian yah… huuh aku kira bukan, jungmo kupikir orang ketiga😄 lanjut author, flashback yg kejadian kyu pertukaran pelajar keluar negeri klo bisa😀

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s