The Right Hand of God ~Chapter 8


.
.
.
The Right Hand of God

poster9a6ca8df264a5c58d70be0f96b1234c258fec7b5
This story belongs to Umu Humairo Cho, 2013
KyuMin, SiBum, HanChul, and others
Are belongs to God, Themselves, and Their Couple
Genre :
A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Fail!Family, Angst
Rating : T
Length : Chaptered
Summary :
Kau percaya Tuhan ‘kan?
Kau percaya bahwa Tuhan ada ‘kan?
Kalau kau percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan?
Maukah kau jujur padaku apa yang kau rasakan?
Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan?
Seseorang yang menjadi kepercayaannya?
Aku tidak tahu aku ini apa?
Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa.
Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia.
Apakah kau percaya itu?
Warning :
Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU! Cold!Kyu, Innocent!Min.
A/N :
Special dedicated to Aisyah Nur Amimi. Thanks for support me^^
Don’t like? Don’t read please.
Want to bashing? Do that to this story. Not to main character^^
Wanna RnR? Just do that.
And I’ll give my thanks just for you~
Happy reading^^
.
.
.
A KyuMin Fanfiction
The Right Hand of God
Chapter Eight
By Umu Humairo Cho
.
.
.

Chapter Sebelumnya–
.
.
“Lalu apa? Minnie sayang Kyunnie…neeee~? Minnie cinta Kyu!!!” serunya.

Kyuhyun semakin tersentak. Namun ia tersenyum. Tangannya terangkat mengusap helai kecoklatan di kepala Sungmin. Menariknya mendekat kemudian memberikan sebuah kecupan di dahi putih Sungmin.

Arra, nado.”

Mwo?”

Ya!”

“Hehe~ saranghae, Kyu~”

“Hm…” balas Kyuhyun ambigu. Sungmin lagi-lagi cemberut. Mengapa Kyuhyun suka sekali mengerjainya?

“Kyu…”

“Jadi pacarku…mau kan?”

“Eh?”
.
.
.
14. Mencintai seseorang yang berharga.
15. Menjadikannya kekasihku.

.
.
.
Chapter Eight – Will God Bless Me?
.
.
.

Angin berhembus begitu pelan. Menerbangkan apa saja yang ada di sekitarnya. Bahkan, rasa itu pun ikut beterbangan bersamaan dengan rasa senang. Membuat siapapun tidak percaya dengan apa yang baru saja terucap dari bibir seorang Cho Kyuhyun.

Heyo~ siapa yang tidak akan terkejut ketika seorang Cho Kyuhyun meminta seseorang untuk menjadi…kekasihnya? Ini benar-benar…mengejutkan bukan?

“M-maksud Kyunnie apa? M-minnie tidak mengerti u,u” balas Sungmin kelewat polos. Kyuhyun menepuk pelan dahinya mendengar jawaban seseorang di depannya. Segera saja ia menangkup kedua pipi chubby itu.

“Kau tidak mengerti, Ming?” tanya Kyuhyun, Sungmin mengangguk mengiyakan.

“Aish dasar. Ne, jadilah kekasihku. Seperti Siwon hyung dan Kibummie hyung,” ujar Kyuhyun.

Eoh? S-seperti mereka? Neeee! Minnie mau, hehehe ^o^” balas Sungmin senang. Kyuhyun tersentak namun kemudian tersenyum.

“Ck, dasar kelinci pabo!” balasnya mengacak rambut Sungmin.

“Minnie tidak bodoh, Kyunnie~” ucap Sungmin merajuk sambil memanyukan bibirnya.

Arra-arra, kau tidak bodoh. Puas, hm?”

“Hm, neee!!”

Dan Sungmin membalasnya penuh semangat. Ia merentangkan tangannya sebelum memeluk Kyuhyun. Kyuhyun hanya terkekeh kemudian balas memeluk Sungmin. Menghirup aroma tubuh seseorang yang beberapa bulan ini sudah bersamanya. Benar-benar keajaiban, ya?
.
.
.
Seminggu sudah berlalu, seperti yang dikatakan oleh kekasih hyungnya, Siwon, hari ini mereka akan menghadapi hari pertama uts. Selama seminggu penuh, Sungmin maupun Kyuhyun belajar bersama. Terkadang Kibum pun ikut belajar bersama mereka.

Walau terlalu banyak bercanda, Kibum menganggapnya maklum. Justru ia ikut tersenyum melihat adiknya dan kekasih adiknya begitu bahagia. Tanpa mengetahui apa yang mereka pikirkan juga apa yang bisa saja terjadi.

Ya, sampai saat ini hanya Kyuhyunlah yang tahu siapa Lee Sungmin yang sebenarnya.

“Kalian semangat ya, utsnya. Hyung masuk kelas dulu. Bye Kyu, bye, Minnie,” Kibum melambaikan tangannya dengan Siwon di sampingnya.

Kyuhyun maupun Sungmin pun melakukan hal yang sama. “Ne, hyung.”

Ne, Kibummie!” dan setelahnya mereka memasuki kelas mereka.
.
.
.
Bel pulang pun berbunyi. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin erat di sampingnya. Seakan Sungmin akan hilang jika tidak ia genggam erat tangannya. Sungmin sendiri hanya tersenyum senang mendapati perlakuan Kyuhyun yang begitu lembut. Sesekali tangannya mencolek pipi tirus Kyuhyun, kemudian terkekeh.

“Diamlah, Ming. Kau ini iseng sekali, sih?” kata Kyuhyun kemudian mencubit pipi chubby Sungmin. Sungmin terkekeh kemudian kembali melakukan kebiasaannya, mencuri ciuman Kyuhyun.

“Hei~!” Kyuhyun pun kembali melayangkan protes dan menatap tajam Sungmin, namun namja kelinci itu malah balas menatapnya santai dan menjulurkan lidahnya, meledek Kyuhyun. Lalu setelahnya berlari pelan meninggalkan namja tampan itu di belakang.

Kyuhyun menggeleng mendapat perlakuan Sungmin itu. Ia hanya terkekeh kemudian menyusul kekasihnya.

Yak! Tunggu aku!”

Anni! Nanti Kyunnie marah-marah.”

“Tidak! Kenapa yakin sekali?”

“Soalnya Kyunnie menyeramkan, wek :p”

Mwo?”

“Hahahaha.”

Yak! Berhenti kelinci jelek!”

Anniyoooooo!” dan selanjutnya yang terjadi adalah mereka saling mengejar. Tanpa peduli apa yang akan terjadi besok. Apa yang akan Tuhan berikan atau lakukan di hari esok yang entah cerah atau mendung. Yang jelas, biarkan mereka setidaknya tetap tersenyum sampai Tuhan memberikan dan memperlihatkan kekuasaannya, bukan?
.
.
.
Hari-hari terus berjalan. Uts atau ujian tengah semester pun berakhir. Setelah selesai ujian, Kyuhyun menarik Sungmin ke taman sekolah. Mereka duduk di bangku taman itu. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya, kemudian mengacak pelan rambutnya.

“Haaah~ selesai juga utsnya. Tadi kamu bisa, kan, Ming?” ucap serta tanya Kyuhyun pada Sungmin di sampingnya.

Sungmin yang sedari tadi memperhatikan Kyuhyun pun hanya mengangguk. Tangannya ia mainkan sedemikian rupa. Entah kenapa, bahkan dirinya sendiri tidak tahu. Kyuhyun yang akhirnya sadar pun bertanya lembut pada seseorang yang sudah menjadi kekasihnya sekitar dua minggu ini.

Waeyo, Ming?” tangannya mengelus halus surai kecoklatan milik Sungmin. Matanya memandang lembut iris foxy coklat yang memancarkan kepolosan tak terkira. Kenapa semuanya harus sesulit ini?

“Entah kenapa Minnie semakin merasa takut, Kyunnie~” cicit Sungmin menundukkan kepalanya. Kyuhyun yang mendengarnya pun segera menarik Sungmin ke dalam dekapannya.

“Kyu sudah bilang jangan takut, kan? Tuhan…pasti mengerti bahwa kau adalah satu dari sekian banyak kebahagiaanku yang Beliau siapkan, bukan?”

“Minnie tahuuu…tapi entahlah. Rasanya benar-benar berbeda, Kyunnie~”

“Ssttt~ sudahlah. Bagaimana kalau kita ke gereja sekarang?” tawar Kyuhyun melepas pelukannya kemudian menatap wajah kekasihnya.

“Eum? Ne, ayo kita ke gereja,” balas Sungmin mengangguk dengan Kyuhyun yang sudah berdiri menggenggam tangannya.

“Semoga kita bisa bertemu ummamu dan bertanya, ne?”

“Eum! Ne, Kyunnie~”

Dan angin pun kembali berhembus. Berbisik mesra, seolah memberikan pesan kepada seseorang melalui sejuknya pembawa suasana. Tuhan, akankah cinta mereka tetap bersatu beriringan dengan segala ketakutan itu?

Karena Kau pun tahu. RestuMu adalah hal yang paling agung untuk mereka.
.
.
.
Sesekali Kyuhyun mencubit pelan hidung Sungmin kemudian pipinya. Memeletkan lidahnya membuat namja manis itu cemberut. Sepanjang perjalanan, mereka seolah melupakan sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya tidak ingin mereka ingat dan bicarakan. Namun egokah mereka ketika harus melupakan satu hal terpenting di dalam kehidupan? Bertanya pada Tuhan? Kenapa harus setakut itu?

Sungmin masih memanyunkan bibirnya. Sesekali ia merapikan rambutnya yang diacak-acak oleh Kyuhyun. Namja tampan itu tertawa, berusaha bersikap biasa saja di depan Sungmin. Walau rasa kalut itu masih mendekam di dalam hatinya. Detik selanjutnya ia menarik namja kelinci itu ke pelukannya. Membuat Sungmin tersentak.

Sejenak melupakan di mana mereka berpijak sekarang. Biar saja semua orang menatap mereka heran. Biar saja semua orang mencibir sepasang lelaki yang tengah berpelukan. Mengabaikan segala tatapan liar dengan makna penuh kebencian.

Kyuhyun memeluk Sungmin erat, seakan tak mau terlepas. Sesekali hidungnya menghirup aroma kesayangan yang menguar dari tubuh namja kelinci di dalam dekapannya. Menciuminya sesekali, berbisik pelan mengutarakan rasa bahagia dan cintanya yang mampu membuat Sungmin merasa tenang, hangat dan terbuai.

Namja manis itu menyembunyikan seluruh wajah manisnya pada dada bidang yang seolah selalu memanggilnya untuk berlindung. Yang setiap saat seolah selalu terbuka untuk menyambut rasa khawatir atau tangisnya. Yang ia tahu semuanya berasal dari kekasih tercinta. Kyuhyun. Ya, semuanya datang dari Kyuhyunnya.

Walau ia tahu, tugasnya kini telah selesai. Membahagiakan namja tampan yang tengah mendekapnya ini. Memberikan kembali senyuman yang telah lama hilang. Mengembalikan keluarganya seperti semula. Kini Sungmin mengerti, sudah saatnya ia pergi. Tapi apakah benar ini akhir dari segala kebahagiaan yang seharusnya ia tunjukkan pada Kyuhyun? Orang yang dia cintai?
.
.
.
Saranghae, Ming…”

Seketika Sungmin tersentak. Suara lembut itu membuat hatinya bergetar hangat. Ia mempererat pelukannya. Seolah mencari perlindungan. Seakan takut seseorang yang memeluknya pergi. Walau sejujurnya, ialah pasti yang akan pergi. Ya, Sungmin tahu itu.

Nado…saranghae, Kyunnie…” balasnya lirih. Berusaha menyembunyikan sesak. Semua rasa yang ada sebisa mungkin ia sembunyikan dengan terus memeluk erat kekasihnya. Tapi, Sungmin juga harus sadar bahwa Kyuhyun mengetahuinya. Semua kegelisahan yang sama-sama mereka miliki.

“Ming, ku mohon jangan seperti ini, chagi~” bisik Kyuhyun. Membawa Sungmin terus mendekat sampai benar-benar seperti dilekatkan oleh lem. “Aku mencintaimu, kau kebahagiaanku. Tidak mungkin Tuhan memisahkan kita, bukan?”

Pertahanan Sungmin runtuh. Ia menangis sendu di pelukan Kyuhyun. Memeluk erat dan bertambah erat kekasihnya. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Ia benar-benar tidak bisa jika harus kehilangan Sungminnya.

“Aku mencintaimu, Ming…sangat mencintaimu…”

Dan suara penuh kelembutan itu seolah membuat Sungmin hampir terjatuh. Kalau saja Kyuhyun tak menopangnya dengan terus melingkarkan tangan kekarnya. Memberikan namja itu kekuatan. Menunjukkan kepada Tuhan betapa ia mencintai namja di dalam pelukannya ini. Betapa ia tidak mau kehilangan Lee Sungminnya. Betapa ia…ingin terus bersama kelinci bodohnya?

Betapa ia…mencintai sosok Sungmin yang seperti malaikat tanpa sayap untuknya?

Walau Sungmin bilang ia bukanlah malaikat. Tapi bagi Kyuhyun, ia seperti malaikat yang memang sudah ditakdirkan untuk bersamanya. Karena itu, biarkan saja ia berdosa karena telah berani mencintai malaikatnya. Ia akan rela menerima apapun. Asal Sungmin tetap bersamanya.

“Jangan kemana-mana, Minnie. Aku…mencintaimu…”
.
.
.
Kyuhyun memutuskan untuk membawa Sungmin ke taman yang biasa mereka datangi sebelum pergi ke gereja. Ia ingin Sungminnya tersenyum dahulu baru mereka pergi ke tempat ibadah tersebut.

Tangan Kyuhyun terus saja mengelus pucuk kepala Sungmin. Menyingkirkan poni yang menutupi pandangan namja cantik itu. Mengecup keningnya seolah memberikan kekuatan. Menangkup pipi chubby kekasihnya dan melayangkan kecupan di bibir merah merona namja bergigi kelinci itu membuat Sungmin tersipu malu.

Tangannya terangkat meremas bagian depan kemeja sekolah Kyuhyun ketika merasa intensitas ciuman kekasihnya semakin meningkat. Sungmin mengerang pelan ketika merasa lidah Kyuhyun memasuki mulutnya.

Ia mendorong pelan dada Kyuhyun membuat ciuman mereka terlepas.

“Seharusnya kau sadar kita ada di mana, Kyunnie~” bisik Sungmin pelan dengan wajah merona malu.

Kyuhyun hanya terkekeh kemudian menarik Sungmin ke dalam pelukannya. “Aku tidak peduli karena aku sangat mencintaimu.”

“Eh?”

Dan seketika Sungmin merasa beribu bunga seakan tumbuh. Membuat dirinya seakan melayang kesenangan dengan segala pengakuan Kyuhyun kepadanya.

“Minnie…juga mencintai…Kyunnie. Sangat mencintai Kyunnie~”
.
.
.
Langkah itu tak pasti, sesekali Sungmin berhenti melangkah ketika memasuki pekarangan gereja. Hatinya merasa tidak yakin. Ia takut sang ibu tidak ada di sana.

Ia…tidak ingin pergi sekarang. Ia masih ingin bersama Kyuhyunnya…

“Ayo, Ming~ kenapa berhenti di depan? Lebih baik kita masuk, kan?” ujar Kyuhyun ketika Sungmin justru berhenti di depan pintu gereja di mana mereka bertemu dengan ibu Sungmin.

Sungmin menunduk, menyembunyikan kegelisahannya.

“Minnie…?”

“Kyunnie, Minnie…”

“Aish! Sudah ayo masuk dulu!” ajak Kyuhyun sambil menarik pelan tangan kekasihnya. Membawanya ke dalam menghadap Tuhan. Dan…menunggu mungkin?
.
.
.
Satu jam sudah mereka di sana. Sungmin masih terus menunduk sambil mengepalkan tangannya. “Sudah Minnie duga umma tidak ada,” ucap Sungmin lirih.

Kyuhyun melihat ke arah kekasihnya. Kemudian mengambil bahu namja cantik itu dan memeluknya. Meletakkan dagunya di atas kepala Sungmin lalu berucap sesemangat mungkin. “Dia pasti akan datang.”

“Tidak. Umma tidak akan datang, Kyu. Minnie…Minnie yakin itu…hiks…ini…pasti sudah berakhir. Hiks…Minnie harus pergi Kyu…hiks.”

“Ming…ku mohon jangan seperti iniナ”

“T-tapi…Kyunnie sudah bahagia. Tugas Minnie pun sudah selesai. Ja-jadi…Minnie akan pergi, Kyu~ itu pasti…hiks…hiks…”

“Ming…”

“Tuhan…p-pasti ingin Minnie kembali. Ja-jadi…ini…Minnie akan…hiks…Kyunnie…Minnie sangat mencintai Kyunnie…jadi…”

“Kalau begitu jangan pergi.”

“Kyunnie…tapi…Kyunnie sudah bahagia jadi…hiks…”

“Ming…”

“Hiks…Minnie ta..kut…Tugas Minnie…sudah sele–”

“ASAL KAU TAHU SAJA! KAU ITU KEBAHAGIAAN TERAKHIRKU! Jadi…jangan pergi…” bentak Kyuhyun kemudian disusul suaranya yang melemah.

Mata Sungmin membulat. Air matanya yang mengalir seolah menggenang. “K-k-kyunnie…”

“Kaulah kebahagiaanku. Kaulah kebahagiaan terakhir yang aku inginkan. Jadi ku mohon. Jangan pergi kemanapun. Aku tidak bisa…hidup tanpamu.”

Mata Sungmin semakin membulat lucu. Ia terisak pelan…Kyuhyun…begitu menginginkannya.

Sungmin bisa melihat Kyuhyun berjalan ke arah kayu tempat berdoa. Ia berlutut. Menopangkan tangannya dan berdoa kepada Tuhan.

“Tuhan…dengarkan aku. Baru kali ini aku meminta ini padamu, bukan? Aku mohon, jangan pernah ambil Sungmin dariku. Biarkan ia tetap di sini. Aku…begitu menginginkannya. Jadi ku mohon…jangan pernah kembalikan ia ke masa lalu. Kau…mempercayaiku untuk membahagiakan tangan kananMu kan, Tuhan?”

Hening…Sungmin masih mendengarkan.

“…Aku tidak tahu. Ini seperti karma untukku. Aku yang dulu selalu menolaknya kini benar-benar tergila-gila padanya. Jangan ambil dia. Ku mohon…”

“Hiks…” Sungmin menangis lagi. Ia mengepalkan tangannya. Berharap jika keinginan Kyuhyun dikabulkan.

“Aku mencintainya. Aku mohon. Izinkan aku menjaganya. UntukMu Tuhan. Hanya untukMu…”

“Kyu…”

“…Semoga Kau mengabulkannya. Semoga esok pagi ia masih bisa membangunkanku dengan kecupannya. Semoga esok pagi aku masih bisa mendengar suara dan tawanya. Melihat senyumnya. Tingkah bodohnya. Semua hal tentangnya yang membuatku gila. Ku mohon. Amin, amin. Ku harap Kau mendengarku, Tuhan. Amin.”

Setelahnya, Kyuhyun berdiri. Ia menghampiri Sungmin dan membawa bahu kekasihnya yang bergetar ke dalam dekapannya. Sungmin pun menangis tersedu di sana. Ia memeluk Kyuhyun erat. Seolah tak mau lepas. Ia sangat mencintai Kyuhyun dan berharap Tuhan akan mengabulkan keinginannya dan Kyuhyunnya. Semoga saja, ia selalu berdoa untuk itu.
.
.
.
Mereka berjalan di bawah sinar lampu yang perlahan menyala. Hari sudah mulai gelap. Kyuhyun maupun Sungmin masih berjalan-jalan di luar. Menghabiskan waktu seolah besok tidak ada kesempatan untuk mereka bersama lagi.

“Kita mau ke mana?” tanya Kyuhyun lembut. Sungmin masih menunduk. Ia sangat takut esok akan datang. Ia…benar-benar takut.

“Ming…?”

“Ke mana saja. Asal bersama Kyunnie, Minnie pasti mau,” jawab Sungmin pelan. Kyuhyun menatapnya lembut kemudian mengelus rambut Sungmin.

Lalu ia membawa bibirnya ke telinga Sungmin, berbisik pelan. “Aku mencintaimu, Ming. Sangat mencintaimu.”
.
.
.
Tangan mereka masih bertaut, seolah tak bisa lepas. Kyuhyun terus berjalan sambil memandang kekasihnya yang sudah bisa meredakan tangis juga kegelisahannya. Kini mereka berjalan di jalan setapak sungai Han. Malam terasa dingin, namun siapa sangka keberadaan seseorang yang kau kasihi justru memberikan kehangatan yang tak pernah kau duga.

Sungmin masih bersenandung sambil memperhatikan langkah kakinya, tidak menyadari Kyuhyun yang sedari tadi memandangnya. Ia hanya bisa merasakan angin berhembus seolah menerbangkan berbagai macam kegelisahan yang tadi menghinggapinya.

Sungmin ingin percaya, Sungmin ingin berjanji. Ia ingin terus berada bersama Kyuhyun. Mengabaikan tugasnya yang sudah berakhir. Mengabaikan segala sesuatu yang pasti nantinya akan terjadi. Untuk bahagianya. Untuk kebahagiaan Kyuhyunnya.

Sungmin kembali bersenandung. Ia sedikit mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk tanpa mempedulikan tatapan penuh kasih itu. Bukan. Bukannya ia tidak peduli, hanya saja ia tidak sadar. Ia hanya terlalu asik dalam senandungnya.

Dan sekarang langit menjadi objek yang seolah paling menarik. Membuat Sungmin tak mau lepas memandang hamparan hitam yang telah tampak dengan beberapa bintang yang bersinar. Namja bergigi kelinci itu sedikit tersenyum, ketika mendapati bintang jatuh yang segera saja ia berhenti melangkah. Menangkupkan tangan dan menutup kedua kelopak matanya, berdoa untuk segala kegelisahannya agar benar-benar pergi.

Berharap besok ia masih bisa berada di sini.

Sampai akhirnya ia selesai berdoa, berniat melihat seseorang di sampingnya. Wajah penuh ketulusan itu membuat Sungmin mematung. Yang tanpa sadar tangannya terangkat dan mengusap wajah tampan sang kekasih.

“Kenapa menatap Minnie begitu, Kyunnie?” tanyanya lembut membuat Kyuhyun memegang tangannya. Memejamkan mata menikmati usapan tangan halus Sungmin.

“Kyunnie~?”

“Harapanku adalah…semoga kau tetap di sisiku, selamanya. Amin,” ujar Kyuhyun seraya membuka matanya dan menatap lembut Sungmin di hadapannya. Dengan tangan yang saling tersentuh.

Kyuhyun membalik keadaan dengan kini ia yang mengusap lembut pipi mulus itu. Membawanya mendekat lalu mempertemukan kening mereka. Sungmin terkekeh mendapati Kyuhyun yang seperti ini. Ia memejamkan matanya dan terus menampilkan senyum terbaiknya.

“Minnie juga…berharap agar terus bisa ada di samping Kyuhyunnie…selamanya…”

Dan biarlah. Suasana sejuk sang malam yang membawa doa itu bersamaan dengan desir angin yang berhembus mesra. Menyaksikan cinta tulus mereka yang tengah diuji. Karena ketika kita percaya, seberat apapun cobaan yang menerpa, Tuhan pasti memberikan jalan keluar, bukan?

“Aku mencintaimu, Ming.”

Nado…nado jeongmal saranghaeyo, Kyuhyunnie…”
.
.
.
“Kyu…”

Gwenchana, Ming. Kau tidak perlu takut.”

“Tapi…”

“Aku mencintaimu. Aku berjanji kita akan…”

“Minnie tahu. Minnie percaya.”

“Ming…” Kyuhyun memanggil Sungmin sambil terus memajukan wajahnya dan menyembunyikan di leher Sungmin. Memberikan terpaan hangat napasnya membuat pelukan Sungmin pada lehernya mengerat.

Kemudian berbisik pelan. “Berjanjilah untuk membangunkanku besok, Minnie. Aku menunggu suaramu esok pagi.”

Sungmin memejamkan matanya erat. Walau berat, ia tetap ingin bisa membangunkan Kyuhyun esok pagi. “Minnie…janji, Kyunnie. Minnie janji…”

Dan kemudian keduanya saling memadu kasih. Suasana malam menjadi penghantar hubungan mereka yang perlahan memudar, tidak ada kepastian. Kyuhyun mendaratkan kecupan-kecupan di tubuh kekasihnya, seolah melupakan juga tidak peduli akan hal yang akan terjadi besok.

Namun ia selalu dan terus berpikir…

…Benarkah Tuhan akan merestuinya?
.
.
.
Keesokkan paginya…

Matahari tak secerah biasanya. Kyuhyun meraba sebelah tempat tidurnya, tempat Sungmin berbaring biasanya. Namun ia tak menemukan namja manis itu. Mata Kyuhyun terbuka sempurna dan berusaha untuk mencari sang kekasih.

Ia berlari ke arah kamar mandi namun tak ia dapati siapapun. Ia pun segera turun ke lantai bawah. Dan ia berharap, mungkin saja sang umma akan mengatakan bahwa ia melihat Sungmin pagi ini.

Umma! Lihat Sungmin?”

Sang umma dan Kibum yang sedang menyiapkan sarapan memandang sekilas putra bungsu dan adik mereka kemudian membalas pelan.

“Mungkin sedang lari pagi, tapi umma belum melihatnya sedari tadi. Ada apa, Kyu? Kenapa panik sekali?” jawab serta tanya sang umma.

Umma yakin? Ya Tuhan aku mohon tidak sekarang.”

“Ada apa sih, sayang? Kau membuat umma khawatir.”

“Minnie…tidak ada di kamar. Aku takut dia menghilang.”

“Menghilang?” alis sang umma bertaut. Sang appa datang kemudian duduk di kursinya.

“Jangan terlalu khawatir. Sungmin sudah besar, Kyu,” balas sang appa.

“Kalian tidak tahu tentang Sungmin. Aku benar-benar takut ia pergi dan tidak kembali.”

“Kau ini bicara apa sih? Ayo duduk,” Kibum memaksa adiknya untuk duduk. “Relakslah baru cerita.”

“Sebenarnya ada apa? Ayo cerita,” sang appa kembali membuka suara. Kyuhyun menunduk sambil mengepalkan tangannya.

“Aku…sebenarnya ada hal yang tidak kalian ketahui tentang Sungmin…”

“…”

“Sebenarnya Minnie itu…adalah makhluk dari masa lalu…” ucap Kyuhyun pelan sambil memejamkan matanya, setetes air mata jatuh begitu saja. Ia menangis. Ia kehilangan Sungminnya.

“Dan dia…mungkin telah kembali ke masa lalu…”

“Tidak mungkin.”

“Jangan bercanda, Kyu.”

“Aku serius. Dan mungkin…ia tidak akan kembali ke sini…”

Dan Heechul, Hangeng beserta Kibum hanya bisa terpaku. Kyuhyun terus menggeram merasakan sakit yang luar biasa di hatinya.

Tuhan…benarkah kau tidak merestuiku?

Kenapa…? Kenapa tidak…?

.
.
.
To be Continue
.
.
.

Note : Hyaaaaa maafkan saya karena baru apdet. Ada yang menunggu ff ini?
Bagaimana komentarnya? Makasih sudah baca😀

Signed,
Umu Humairo Cho

40 thoughts on “The Right Hand of God ~Chapter 8

  1. OMG chinguuu knpa smakin menyakitkan?😥
    masih dg penyajian kata yg lembut dan bikin melting gkgk
    cuman bisa berharap kyumin akan tetap bersama seperti do’a mereka, amin
    happy ending juseyooo~

  2. yak!! astagfirullaaaah. ini begimana bisa gini? jummaaaa andweeee T.T
    gak mau mereka pisaaaaah. hiksss kasihan Kyu akan kehilangan kebahagian terakhirnya T.T
    kenapa jadi begino siiih!!
    Ming kemana lagi? duuuh semoga Ming minta sama yang diatas semoga dia masih ada di masa sekrang. dari pada masa lalu yang selalu mengurung dia dalam kegelapan. huuuuhuuuu hiksss sedih aku jummaaa T_________T

  3. sedih banget, perasaan kyumin dalem banget,,,
    ngak kuat kalo misalnya mereka bener2 dipisahin …
    Tpi saya yakin tuhan pasti mendengan do’a umatnya, dan dia tau yg terbaik untuk umatnya, mungkin kalo misalnya dengan pisahnya kyumin itu adalah yg terbaik untuk mereka ya mau bagaimana,,,
    tpi tuhan jga pasti tau perasaan umatnya, dan dia pasti tidak akan membiarkan umatnya sedih🙂

    itu ming ngak beneran pergikan😦 ngak mau, ming ngak boleh pergi, nanti kyunya gimana😥
    happy end ya eonni, pliss…

    Lanjutttt eonni🙂

  4. Huaaaaa >..<
    Ya ampun, itu ming bener'' pergi? Kasian kyuhyun😥 aduuh baca part ini bikin mewek author T.T
    Klo bener ming pergi, smoga dia bisa kembali😦.. Author, jangan update lama'' ya ._.

  5. why? hueeeeee minnie kemana? kenapa dia ilang… kyu kyu sedih ih…

    nebak cerita… kyaknya minnie cuma lg jalan2.. trus.pulang ketika kyu sedang panik nyari… (biar g sedih) haahahaha

  6. andweee~ T^T
    padahal kemarin udah fluff nya tuh…saling membalas perasaan masing masing…saling sadar akan pentingnya keberadaan masing masing. tapi, kenapa tetap dipisahkan?????!
    sumber kebahagian kyu cuma ming, begitu juga sebaliknya. bukankah tuhan ingin kyu bahagia? jadi kenapaaas??
    .
    Gomawo ya, udah dikasih tw pw nya ^^
    kalo udah dilanjutin, ingetin ya kkkk~

  7. Kak umu……please……..bikin heartbreaker tau gak! >////< huweeeeee umma ming mau kemana eoh TT itu anu aaaaaa—–kak umu aku gamau angst ah sedih :'
    Jangan sad ending ya kak please banget deh;;;

    Tapi ceritanya bagus!!!<333 aku kebayang gimana cutenya Ming depan Kyu. /okesip /gila

    Lanjut ya kak!!!!! XDDD makasih loh udah lanjutin…..ternyata bener kata kak umu waktu itu, 'chapter 8nya taun depan aja ya'
    Eh ini besok taun 2014 kan XDD kkk /abaikan kak

    I LOVE YOU KAK UMUUU!!!!! <333

  8. Oh my,,,,
    Ming beneran hilang…andwaeeee…..
    Baru jg kyu nya suaaangat bahagia….
    Eeeee…masa terpuruk lgi….
    Huft….

  9. Oh my,,,,
    Ming beneran hilang…andwaeeee…..
    Baru jg kyu nya suaaangat bahagia….
    Eeeee…masa terpuruk lgi….
    Huft….
    Kyumin fighting

  10. Ya ampun kenapa jadi begini T.T
    ming kemana??
    dari awal baca udah deg2an, takut ming bener2 pergi.. ;;__;;
    Dan ternyata ming emang beneran pergi /nangis/
    aku sampe terharu sama mereka berdua apalagi pas Kyu yg lagi berdoa, Kyu cinta bgt sama Ming;_;
    Eonni sukses membuatku jd galau pagi pagi gini T.T
    next partnya cepet dibulish yah eonn..
    ;;;;;

  11. Hiks hiks sumpah nyesek bgt bacanya,apa ming bener”ninggalin kyu apa tuhan beneran gak ngabulin doa kyumin,apa kebahagiian terakhir kyu gak di kabulin tuhan,??

    Kyaaa penasaran pake bgt,!!!!
    Eonnie di tunggu pake bgt dah pary 9 nya🙂

  12. sungminnya kemana???
    nggak nggak.. pasti harapan kyu yg trakhir dikabulin kan. positif thinking! hehehe.. ming pasti lagi jalan2 sengaja mau buat kyu khawatir. cekek author kalo ming gak balik T^T
    nb: akhirnya ini ff apdet juga. berapa bulan kah saya menunggu :” authornya PHP.. ditunggu chap selanjutnya secepatnya. ming gak boleh ilang. titik.😄

    • saya ga php T___T saya pernah bilang sama orang chap selanjutnya taun depan, berarti bener kan? besok udah mau taun depan :p
      chap selanjutnya lagi taun depannya HA HA HA

  13. aish~ itu lagi sedih”nya malah tebeseh yak authornya jahat ngilangin ming, ming kemana ga pergi ke masa lalu kan apa ortu+kibum bakal ngerti tentang penjelasan kyu mengenai ming update kilat ya kepo tingkat dewa nih

  14. aduuuh ..
    kenapa disini emosi jd dicampur aduk
    tar melting eh gak lama sedih
    apalagi pas kyu berdoa td..nyesek sayah
    minnie kemana..??
    dia gak pergi kan? min msh ama kyu kan??
    .
    gomawo udh dikasih tau dr pm fb ttg ff nya. kl next pm lagi ya #jiah

  15. tunggu dulu,apw ini????

    sungmin mau pergi krn tugasnya sdh selsai?
    trus,bagaiman dgn.kyu nantinya,jelas klu kyu blg kebahagiaan trakirnya adalah sungmin.

    klu sungmin pergi,otomatis kyu blik seperti smula donk,

    hueeeeee…..ottokhe??!

  16. huaaaaa kok ming nya ilang beneran hiks hiks….
    kyu udah bilang kebahagiaan terakhirnya cuma ming!!!
    pokoknya ming ga boleh pergi!!!!! ;(
    oh iya kak makasih udah dikasih pw nya yah ^^

  17. Ini…. kenapa ujungnya bgni umu… ????
    Padahal mereka lg bahagia2 nya…
    Apa bener sungmin dh balik lg k masa lalu??
    Padahal kyuhyun dh bener2 berubah sekarang…

    Pleaseee… jgn buat sungmin kembali dulu….
    Apa ga bisa sungmin tinggal lebih lama lgi sama kyu????
    Aaaaahhhh….
    Aq penasaran… umuuu… update asap donk…

  18. Hiksss.. Sedihhh,, itu sungmin beneran pergii?? Sungmin beneran udah Gak ada?? Andweee..
    Kyuhyun baru mendapatkan kebahagiaannya. Dan sekarang sungmin pergii..

    Hiksss.. Padahal mereka saling mencintai.. Huhuhu

  19. ini apa dekkkkkkk?
    masa sih Ming beneran pergi kan udah jelas
    Tuhan mau kasih kebahagian buat Kyu
    nah Ming tuh kebahagian Kyu yang melengkapi dari kebahagian sebelumnya
    aduh dek kaka jadi melow begini abisnya ahhh
    please Ming nya kembaliin dong
    tuh si Kyu bisa lebih galau kalo gini cara nya mah adekkkkk
    awas yah jangan lama2 update nya *ngancem*

  20. mian eonn baru baca ni epep skr kkkk~ ^^v
    ahhh ceritanya nyesekinn😦 percuma ajj
    klo kyu bahagia tp kebahagiaan terakhirnya hrus
    kmbali ke asalnya😦 apanya yg bkalan buat kyu
    bahagia klo nyatanya kbagiaan terakhirnya terenggut gitu ajj -__-!!
    tp tuhan psti py rencana lain u/ kebagiaaan kyumin tentunya…
    mbrikan kesempatan kyu yg kmbli mndptkan slrh kebahagiaannya
    & min yg bs merasakan cinta yg sesungguhnya brsama kyu🙂
    lanjut eonni!!!

  21. eonni..

    seru seru seru, tp knp blom lanjut eonni??
    padahal aku tadi asik baca n tiba tiba TBC…

    gahhh
    di tunggu eonni, di tunggu..

  22. huwaaa baru baca chap ini pdhl uda tau pw nya sejak lamaa TT astaga sungminn jangan pergi duluuu ;;; kyuhyun… aaak pokoknya mereka harus jadi satu😦 ming kemana sih

    umuu update cepet yaa ehehe

  23. astaga ya ampun kok sungmin gak ad? dia dmn?masa balik kr masa lalu…. jangan dong kan kasian kyu. baru juga bahagia masa dah dibikin sedih lgi….
    semiga sungmin cmn pergi bentar trus ntar balik lgi… pokoknya jgn tinggalin kyu… kasian

  24. Hyaaaa mianhae maaf sekali baru baca ff ini setelah sekian lama mian mianhae *bow*

    Aaaah aku ga rela tolong Ming jangan pergi dulu, Kyu baru aja ngerasain kebahagiaan masa Ming udah ninggalin Kyu sih…
    Dan yg paling ngenes mereka kan baru aja jadi sepasang kekasih masa tega sih pisahin mereka huweee T_T

  25. kirain langsung end disini huhuhu
    semoga sungmin kembali meski tuhan mengambil ingatannya dan mengembalikan ingatannya sebelum bertemu kyuhyun, dan kyuhyun harus mengejar sungmin setelahnya huehehee

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s