Is Just Friend?


Is Just Friend?

images

This story belongs to Umu Humairo Cho, 2013
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and other
Are belong to God and Themselves
Genre :
Friendship, Fluffy, Romance?
Rating : T
Length : Oneshoot
Summary :
Dua sahabat yang selalu bersama sejak kecil.
Akankah selamanya hanya teman?
Atau keduanya bisa menjadi sekedar ‘lebih’ dari teman?
And it was they are a fake or real friend for each other.
What if love comes for one of them?
Warning :
Yaoi, BoysLove, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU!
A/N :
Inspired by some quotes from Author Profil in FFn.
Be easy on me^^
Leave the feedback after reading okay?
DLDR! EnJOY!
.
.
.
A KyuMin Fanfiction
Is Just Friend?
By Umu Humairo Cho
.
.
.

A fake friend is never ask you for food. But the real friend is the reason you have no food.

“Aish ya! Kyuhyunnie~ kau bahkan tidak menyisakan makanan untukku secuil pun? Aku lapar~” rajuk Sungmin pada Kyuhyun –sahabatnya- di depannya. Sedangkan Kyuhyun sudah siap menyuapkan makanan yang entah sudah ke berapa sendok ke mulutnya.

“Hm? Mian~ aku juga sangat lapar, Min. Hehe~ cha! Kita makan bersama,” balas Kyuhyun kemudian menyodorkan sesendok penuh nasi beserta lauk. Dan tatapannya melunak ketika melihat Sungmin menatapnya dengan mata berbinar.

Jinjja-jinjja? Aaaaa~” tanyanya kemudian membuka mulutnya lebar-lebar. Kyuhyun mengerti itu. Ia tersenyum dan menyuapkannya ke mulut mungil Sungmin.

Cha. Makanlah yang banyak.”

“Eum!”

Yeah. May be they are the one of kind the real friend, right?
.
.
.
A friend is call your parents by Mr. and Mrs. And your Granpa is Grandpa.
But your Best Friend is calling out them by Dad and Mom and your grandpa is Gramps!

“Oh hai, umma appa? And my handsome gramps! Kapan kalian datang?” sapa Kyuhyun ketika mendapati orang tua dan kakek Sungmin ada di depannya. Di café yang sebelumnya adalah tempatnya janjian dengan Sungmin.

Kedua orang tua Sungmin tersenyum ramah dan menyuruh sahabat putra sulungnya itu untuk duduk. “Duduklah Kyunnie. Kami baru saja sampai. Your gramps ingin sekali bertemu kalian katanya.”

Dan Kyuhyun pun beralih ke arah kakek Sungmin. “Yo! My gramps! Beoji tambah tampan setelah terakhir kita ketemu?!”

Kakek Sungmin tertawa. “Bisa saja kau, Kyu. Apa kabarmu?”

“Yup. I’m fine. Like you see me now.

Dan Sungmin hanya bisa terkekeh melihat keakraban mereka. Yeah, he is your best friend. Not just your friend, right?
.
.
.
A fake friend is bail you out of jail dan tell you what you did is wrong.
But your real friend will sit next to you and saying, “Damn. That was some fun shit.”

Kyuhyun datang ke kantin kampus dengan biasanya. No care all around. Tak mempedulikan sekitarnya dan hanya berjalan sesuai dengan kehendaknya. Namun dari jauh ia bisa melihat Sungmin tengah menggoda Hyukjae –teman kampus mereka. Sebenarnya terdengar seperti menggoda dan membuat Hyukjae memerah tak karuan.

Ia sedikit terkekeh mendengar godaan Sungmin dan rengekan Hyukjae.

“Oh ayolah Hyukkie. He is looking at you now! Bagaimana kalau kau menghampirinya dan tanyakan padanya, “Would you want to have a date with me now?” and then you both have fucking a fun, right?” katanya membuat wajah Hyukjae memerah.

Aku duduk di samping Sungmin dan menonton mereka.

Shut up, Lee Sungmin. You freakin fuckin’ damn much. Just shup up, now!”

How can I? Jika Donghae terus saja menatapmu kelaparan.”

You…”

And may be he imagine you in front of his bed…may be?”

“LEE SUNGMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!” dan setelah berteriak. Hyukjae meninggalkan meja kantin yang kami duduki. Dan tawaku lepas menyaksikannya.

And yeah. You have a talented to be a comedian, right, Sungmin-shi?”

“Hahaha. It’s not so funny, Cho.”

Yeah. But it can makes my stomach trolling out.”

“Ha ha. Whatever.”

It’s some fun shit.”

“Geeezzz…”

Okay I stop.”

Geeezzz. And you’ve got your real damn best friend, right?
.
.
.
A fake friend is never seen you cry. But the real friend kicks the ass of whatever made you cry.

“Ming? You okay?” Kyuhyun mengusap rambut Sungmin dengan penuh sayang. Yang kemudian Sungmin mendongak menatapnya dengan mata penuh air mata. “You okay?”

“Hiks…Kyu~” Sungmin memeluk Kyuhyun erat. Kini dia hanya ingin memeluk sahabatnya. Menumpahkan semua kekecewaan yang menimpanya.

“Hiks…Siwon bilang aku hanya pengganggu. Dia menolakku dan mengatakan aku adalah benalu. Is that true?” cerita Sungmin kemudian bertanya.

Kyuhyun menggeram pelan. Ia bersumpah akan membunuh Siwon setelah ini. “No. he’s wrong. Kau bukan benalu dan bukan penganggu. You are the one of God’s angel who lived in this damn world. Kau terlalu berharga jika dihargai seperti itu oleh Siwon.”

“Tapi…”

“Bukankah sudah ku bilang? Dia bukan pria yang baik. But you never hear me anymore.”

“Kyu…”

“Ssttt. Just keep silent, now. Cry out if you want on my shoulder.”

Dan selanjutnya. Sungmin menumpahkan semua rasa kecewanya di pelukan sahabatnya.

Keesokannya…

‘BRAK’

Kyuhyun menggebrak meja kantin yang diduduki Siwon dan sahabat-sahabatnya. Matanya memerah menahan marah. Giginya bertemu merasakan emosi yang memuncak.

What’s going…”

You bastard. Kau bilang Sungmin pengganggu dan benalu? He! You haven’t a mirror in your room? Lalu siapa yang akan menyerahkan tugas kuliahnya kepada Ryeowook untuk diselesaikan? Membelikanmu makanan untuk mengisi perut laparmu jika bukan Kibum? Membelikan semua kebutuhan tidak pentingmu jika bukan Jonghyun? Kau yang lebih pantas disebut benalu dan pengganggu! Watch your words sebelum mengatakannya kepada orang lain. Damn you!”

Dan setelah itu Kyuhyun meninggalkan Siwon yang terpaku diam. Tak berucap apapun seolah sedang mencerna semua perkataan itu.

‘Aku bersumpah akan selalu melindungimu, Ming. Tenang saja.’
.
.
.
A fake friend is borrow your stuff for a few days then give it back. But the real friend is keep your junk so long they forget its yours.

Kyuhyun membongkar rak bukunya untuk mencari bacaan. Sungmin yang ia kirimi pesan tak kunjung membalasnya. Dan ia berpikir bahwa Sungmin pasti sudah tidur.

Ia terus mencari sesuatu untuk bisa menghilangkan rasa bosannya. Dan ketika ia mendapatkannya, ia menatap lama buku itu. Tidak mengingat milik siapakah benda persegi panjang itu.

Namun mengabaikannya, Kyuhyun memutuskan untuk membacanya untuk menghilangkan kejenuhannya setelah mengerjakan tugas kuliah.

Seharusnya kau ingat jika itu milik sahabatmu, Kyuhyun-ah?
.
.
.
A friend just asks you to write down your number. But your best friend has you on speed dial on his phone.

Kyuhyun melihat Sungmin sedang berbicara kepada seseorang yang ia yakini adalah orang baru di kampus mereka. Mungkin, Sungmin dan orang itu sudah menjadi teman sekarang dan mereka kini tengah bertukar nomor telepon.

Namja tampan itu mendekati Sungmin lalu menepuk bahunya setelah Sungmin melempar salam berupa lambaian tangannya yang seolah berkata sampai jumpa nanti kepada orang itu.

Sungmin menoleh dan tersenyum. “Yo, Kyu!”

“Hm.”

Tsk. Btw, aku sudah lama ingin menanyakan ini karena Sungjin juga bertanya. I have your number on my speed dial. And you do too?”

“Huh?” Kyuhyun menautkan alisnya namun kemudian mengacak rambut Sungmin. “You don’t need to ask because the answer is yes. Lagipula sejak dulu aku juga menjadikanmu speed dial di handphoneku, Ming.”

“Kkkk. Aku hanya penasaran kok. Ngomong-ngomong itu terdengar kalau kita itu seperti sepasang kekasih, hihihi.”

Dan Kyuhyun hanya menatap penuh kelembutan pada Sungmin. Dia tidak bisa memungkiri jika dia begitu menyayangi Sungmin. Entah sebagai sahabat atau lebih. He never knows that. But he’s really realize of that.
.
.
.
A fake friend knows a few thing about you. but the real friend can writes a book about you, with direct quotes from you.

Kyuhyun menatap serius ke arah buku diarynya. Huh? Apakahnya salah jika seorang namja memiliki diary? Dia pikir tidak. Lagi-lagi ia melakukan ini. Menulis segala hal tentang Sungmin, sahabatnya.

Akankah ia hanya bisa menyebut Sungmin sebagai sahabatnya hingga sekarang?

Dia bahkan menulis begitu banyak hal tentang sahabatnya di buku kotak itu. Menulis apa saja yang namja manis bernama Sungmin itu katakan. Apapun, dan Kyuhyun selalu mengingatnya. Dan ia tidak akan pernah melupakannya.

Dia ingat ketika Sungmin bilang, “Isn’t this what love is? It’s because you love that you worry, you support, and you want to make someone happy.” Dan itu cukup membuat hatinya bergetar.

Itulah apa yang selalu ia ingin lakukan. Ia selalu mengkhawatirkan Sungmin, berusaha untuk terus mendukungnya, dan sebisa mungkin membuatnya bahagia. Lalu apakah itu artinya…ia mencintai sahabatnya?

Dan Kyuhyun semakin memaksakan tinta hitam itu membekas di kertas putih yang masih tersisa.

“Whenever you need me, I’ll be there for you.”
.
.
.
A fake friend will leave you behind if that is what the crowd is doing. But the real friend will kick the whole crowds ass that left you.

Ya! Key-ah~ bantu aku sebentar saja okeee? Deadline tugas ini besok~ dan aku tidak begitu mengerti mengenai fisika. Huwaaaa~” racau Sungmin pada Key teman sekelasnya.

Key menatap Sungmin bersalah. “Mianhe, Minnie. Tapi aku tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan Jinki. Mian, ne? Miaaaan. Kalau begitu aku permisi.”

“Huft. Jahaaaaat~” Sungmin menangkupkan wajahnya di antara kedua lipatan tangannya. Tugas Jung Sonsaengnim belum ia kerjakan sama sekali.

Kenapa ia harus memilih jurusan yang ada mata kuliah fisikanya, sih?

‘PLUK’

Sebuah tangan mendarat di kepalanya dan seketika ia mendongak untuk melihat siapa yang menyentuhnya. Saat ia mengetahui orang itu, matanya berbinar membuat Kyuhyun –orang itu- menautkan alisnya.

“Ada apa?”

“Huwaaaaaa Kyuhyunnie is my herooooo~” serunya seraya memeluk Kyuhyun lalu melepasnya dan menyodorkan tugasnya. “Bantu aku menyelesaikan ini, okay?”

“Eh?”

“Eum! Ne, ne, ne, Kyuhyunnie?” Kyuhyun menatap ngeri Sungmin yang menampilkan bunny eyes andalannya membuat Kyuhyun hanya bisa mengangguk.

Yeay~ you are my beeeeeeeeest friend! Hehehe~”

‘Ck. Aren’t I just your best friend, huh?’
.
.
.
A fake friend will knock on your front door. But the real friend walks right in and say, “I’M HOME!”

Kyuhyun berlari kecil menuju apartemen Sungmin. Baru saja namja manis itu menghubunginya agar Kyuhyun datang ke rumahnya karena Sungmin baru saja memasak kue yang banyak.

Langkahnya tergesa karena selain ia sangat berkeinginan untuk melihat sahabatnya itu, ia juga merasa lapar. Jadi tidak ada salahnya untuk sedikit lebih cepat sampai di apartemen Sungmin, bukan?

“Yo! Ming! I’m home!”

“Oh. Kau sudah datang, Kyu? Ambil saja kuenya di kulkas. Aku mau mandi sebentar.”

“O-ke!”

Yeah. Tidak ada alasan untuk seorang teman baik menganggap rumah itu seperti rumahnya, kan?
.
.
.
A fake friend is for awhile. But the real friend is for life.

Kyuhyun lagi-lagi menautkan alis melihat wajah penuh aura gelap Sungmin. Ia pun duduk di samping Sungmin dan menepuk kepalanya. “Apa sih? Kau terlihat gloomy, tahu.”

Fake. Dia hanya membutuhkanku saja saat butuh.”

Who?”

“Key. Dia lebih mementingkan Jinki daripada membantuku kemarin menyelesaikan tugas.”

‘Ya Tuhan,’ Kyuhyun menepuk kepalanya ketika Sungmin baru membahas tentang ini setelah beberapa hari.

“Menyebalkan.”

“Sudahlah. Kau punya aku jadi…jangan merasa sendirian.”

“Aku tidaaaaak. Hanya saja aku heran. Menyebalkan pokoknya.”

“Itu bukan alasan, Lee. Sudahlah.”

“Yeyeyeye. Kyuhyunnie bawel.”

And whatever.”

But always stay beside me, please?” dan pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun menatapnya. Seketika, tatapannya kembali melembut kemudian ia mengusap pelan rambut namja di depannya.

Of course. Without you ask me for it, I’ll stay.”

Thank you.”

No thanks from best friend, huh?”

“Yap.”

“Ck.”

I love you.

‘DEG’

“…me too.”
.
.
.
A fake friend will take your drink away when they think you’ve had enough.
But the real friend will look at you stumbling all over the place and say, “Come on. Drink the rest of that. You know we don’t waste.”

Kyuhyun lagi-lagi menepuk kepalanya melihat Sungmin yang terus memakan es krimnya dengan lahap. Ini musim dingin dan kenapa ia harus mengiyakan ajakan Sungmin untuk makan es krim? Dan sekarang, namja itu tidak mau berhenti walaupun wajahnya sudah memerah.

“Ming ayolah. Wajahmu sudah merah dan kau sudah terlalu banyak makan es krim. Ini musim dingin dan kau bisa sakit. Kita pulang, okay?”

“Tapi Kyunnie…ini belum habis. Jadi biarkan aku menghabiskan semangkuk es krim menggoda ini dan kita pulang, neeeee?” Sungmin menatapnya dengan imut membuat Kyuhyun membuat muka.

Whatever.”

“Yeay! I love Kyuhyunnie!”

“Geeezzz…”

Kyuhyun hanya menunggu, memperhatikan lagi Sungmin yang dengan rakusnya melahap semangkok es krim yang sudah entah ke berapa. Dan matanya melotot sempurna ketika Sungmin kembali berteriak…

AHJUSIIII! SATU MANGKOK ES KRIM LAGI, NEEE?”

YA! LEE SUNGMIN!”
.
.
.
A fake friend will talk shit to the person who talks shit about you. But the real friend will kick their ass to hell and out.

Kyuhyun merangkul Sungmin sambil terus memarahinya karena kemarin sudah memakan banyak es krim ketika mereka keluar bersama. Sungmin hanya pura-pura menutup telinganya dan mengabaikan Kyuhyun sambil mengejeknya.

“Kyunnie seperti ahjuma-ahjuma cerewet yang sedang mengomeli anaknya. Kyunnie seperti ahjuma-ahjuma cerewet yang sedang mengomeli anaknya.”

“Geezzz…Lee Sungmin I told you that…”

“Ck. Sungmin itu luarnya saja kelihatan polos. But inside of him. Dia busuk.”

Kyuhyun menajamkan pendengarannya lalu melirik ke arah Sungmin.

“Dia benar-benar penipu ulung. Aku kasihan sama Kyuhyun. Dia terlalu baik sampai mau dijadikan babu oleh Sungmin.”

Dan kemarahannya pun bertambah. Kyuhyun siap akan menghampiri mereka, memukul meja itu kalau saja Sungmin tidak menahannya.

“Ming?”

It’s okay.”

But…”

No, Kyu.”

“Geezzz. Just stand up over here, I’ll be back soon.”

Dan Kyuhyun meninggalkan Sungmin yang terus menatapanya dengan tatapan sedih. “Kau membelaku lagi, Kyu? Terima kasih…”

Yang bisa Sungmin lihat sekarang adalah Kyuhyun yang menggebrak meja dan memarahi semua orang yang membicarakannya.

Ya Tuhan…bisakah aku berhenti menganggapnya sahabatku?
.
.
.
A fake friend says they are too busy to listen to your problems, but when it comes to them they expect you to have all the time in the world.
But the real friend is not only kicks everything out of their schedule to listen to whats wrong, but help come up with the most vindictive plans to make you feel a whole lot better.

Akhir-akhir ini Sungmin berpikir, entah mengapa Kyuhyun begitu berarti untuknya. Bahkan…tak jarang ia sering memimpikan sahabatnya itu. Ah, benarkah selamanya mereka akan menjadi sahabat?

Tidak bolehkan ia egois untuk mengharap lebih akan hubungannya dengan Kyuhyun?

Ia dan Kyuhyun sudah berteman sejak kecil. Bohong jika ia tidak menyukai sahabatnya itu. Bohong jika Ia tidak pernah mendapati tatapan lembut dari Kyuhyun. Bohong jika ia tidak tahu Kyuhyun juga memiliki sebuah harapan yang sama.

Tidakkah terlalu…egois?

“HUWAAAAAAAAAA menyebalkaaaaaaaan!!!” Sungmin berseru lalu mengambil handphonenya, mengirim pesan kepada Kyuhyun yang walau ia tahu kini Kyuhyun sedang sibuk akan tugas kuliahnya.

To : Kyuhyunnieeeee
I’m going to your home.

I’m home!”

What’s going on, Ming? Kenapa tiba-tiba sekali?”

“Memangnya kenapa? Kau keberatan? T___T”

“Bukan begitu, bodoh!”

“Huweeeeeeee~” Kyuhyun langsung menautkan alis ketika Sungmin memeluknya sambil menangis.

“Apasih?”

I’m fallin love again, huwaaaaaaa~!”

And yeah. Rasanya ia berani bersumpah akan membunuh semua orang setelah ini.

“Lalu?”

“Aku bingung, Kyuuuuu~”

“Huh?”

Ya! Mana solusimu?”

“Siapa orangnya?” Kyuhyun bertanya sambil melipat tangan di dada. Takut jika orang yang disukai Sungmin kini sama seperti Siwon.

I won’t tell you, now.”

“Ck. This idiot. Just tell me, then I’ll consider him. Cocok denganmu atau tidak.”

He’s perfect, Kyu. He’s damn perfectly.”

So what’s happen till you come here?”

“Solusimu?” Sungmin masih bertanya dengan bibir manyunnya. Kyuhyun menghela napas lalu kembali duduk untuk melanjutkan tugasnya.

Just tell him your feeling.

How could you know he’s man?”

You said before he’s perfect. Dan itu tidak mungkin yeoja.”

“Hm…benar juga. Jadi…aku harus mengungkapkannya?”

“Hn.”

“Ck. Baiklah…” Sungmin sedikit mencondongkan tubuhnya lalu memeluk leher Kyuhyun dari belakang. Kemudian berbisik. “…I love you…”

‘DEG’

Jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat lagi. Kenapa Sungmin selalu seperti ini?

“…hhh…me too.”

Dan pelukan Sungmin semakin mengerat.

You feel better now?”

“Eum.”

That’s good. Just going to my room and sleep over there.”

“Huh. Arraseo.”

Namun Sungmin berpikir. Sebenarnya Kyuhyun mengerti yang ia lakukan tadi tidak sih?
.
.
.
A fake friend says no when you want to talk to them at odd hours of the night, or even just hang out at odd hours.
But the real ‘friend’ talks on the phone or come right over and hang out with you until you either fall asleep, or kick them out.

Sungmin menggulung dirinya di dalam selimut kemudian berguling ke kanan dan ke kiri. Dugaannya benar kalau sebenarnya kemarin Kyuhyun tidak mengerti apa yang dilakukannya. Kalaupun Kyuhyun mengerti, seharusnya mereka adalah sepasang kekasih bukan, sekarang?

Ia mengutuk Kyuhyun di sana. Dan ia bersumpah akan menciumnya jika Kyuhyun mau datang ke sini saat ia akan menelponnya untuk datang.

“Kyu!”

‘Hm…?’

“Ke rumahku. Ku tunggu sekarang. Bye.”

‘Tapi Ming…’

Klik. Dan Sungmin dengan seenak jidatnya menutup sambungan telpon. Ia hanya tersenyum dan merasa malu dengan apa yang sudah ia janjikan tadi. Huh? Menciumnya? Yang benar saja.

“Ming!”

And he’s here now, batin Sungmin. Ia akan menemui Kyuhyun namun tidak jadi karena Kyuhyun sudah masuk ke kamarnya dan melompat ke kasurnya. Kemudian memeluknya gemas.

“Ck. Untuk apa kau memintaku ke sini?”

“Hanya ingin cerita tentang orang itu.”

“Huh?”

“Orang yang kusuka.”

“Oh.”

Yaaaa! Hanya itu responmu?” sebenarnya Sungmin ingin sekali mencium Kyuhyun apalagi saat melihata wajah kesal Kyuhyun ketika Sungmin berbicara tentang orang yang baru-baru ini dia sukai.

Dan dugaannya mengenai Kyuhyun juga menyukainya semakin kuat, bukan?

“Jadi?”

“Dia tidak peka, Kyu.”

“Ck. Dia idiot berarti. Bagaimana mungkin bisa kau selalu menyukai orang idiot, Ming?” Sungmin hampir tertawa lepas kalau saja ia tidak ingat Kyuhyun ada di depannya. Barusan Kyuhyun menghina dirinya sendiri, kan?

Sungmin berusaha merileks-kan diri. “Pft. Dia memang idiot.”

“Kalau begitu jangan menyukainya lagi.”

“Lalu aku harus menyukai siapa kalau aku tidak boleh menyukainya? Hyaaaaaaa menyebalkan!”

“Kau bisa menyukaiku.”

“Huh? Menyukaimu? Yang benar sa—eh? Apa?” Sungmin baru sadar jika Kyuhyun baru saja mengatakan untuk menyukainya.

Oh for a God sake. Yang mereka bicarakan adalah Kyuhyun dan Kyuhyun bilang Sungmin harus menyukainya. Jadi…apakah Sungmin harus jujur sekarang? Lucu sekali.

“Lupakan dia dan kau bisa menyukaiku.”

Sungmin bisa mendengar keseriusan di kalimat Kyuhyun. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun menatapnya lembut.

I love you. but not as my friend. Tapi untuk menemaniku menjalani hidup.”

‘DEG’

Jantung Sungmin berdetak sangat cepat. Sepertinya malam ini mereka benar-benar akan mengakhiri pertemanan mereka.

Sungmin memajukan wajahnya dan mencium Kyuhyun –sesuai janjinya.

You idiot. I told you I love you. but…you just think I said it to you as my friend.”

Then what you said yesterday is…”

Yes, Kyuhyun idiot. I L-O-V-E Y-O-U!”

“Ck.”

“Yampphhh—“

Dan Kyuhyun mendaratkan berbagai ciuman di bibir Sungmin. Tak peduli jika namja manis itu memakinya untuk berhenti.

“Ck. Jadi barusan aku mengatakan diriku sendiri idiot. Oh my. Lee Sungmin kau benar-benar…”

“Siapa suruh kau tidak peka? Bukan salahku.”

“Hah. It’s okay. And then you’re my lover now.”

“Huh. It’s now? I own you as my lover since yesterday, idiot.”

I know. I love you.”

Dan Kyuhyun kembali berbisik. Sambil kembali memberikan kecupan-kecupan penuh sayang pada Sungminnya. Yeah. Isn’t it looks great, huh? They becoming a lover.

Yeah. Asal kita percaya. Tuhan pasti punya rencana yang indah.

And if you have this kind of quotes. Then know what kind of your friend, huh?

.
.
.
THE END
.
.
.

Note : YEAAAAH! Kill me now, now, now!
What is this? Maaf karena buat FF gajelas T___T
But if you read this, wanna given me a comment? Thank you!

Saya cuman author gila. Jadi wajar._.

Signed,
Umu Humairo Cho

4 thoughts on “Is Just Friend?

  1. Kyuhyun d sni manis bgt… dia selalu ad buat ming… hampir setiap ming membutuhkan dia…..
    Tp akhirnya mereka sadar akan perasaan masing2…..
    Chukae…

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s