When the Sakura Leaves are Fallen for Us


When the Sakura Leaves are Fallen for Us

tumblr_mbwwce5lmM1rnvoiso1_500

This story belongs to Umu Humairo Cho, 2013

Kim Myungsoo, Lee Sungyeol

Are belong to each other

Genre : Romance, Fluffy

Rating : T

Length : Ficlet – Series

Summary :

Even the Sakura leaves are fallen for us. Can you imagine how sweet we are?

Warning :

Yaoi, BoysLove, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC!

A/N :

Yo! Ketemu lagi. Ini series lanjutan dengan latar musim semi.

Be easy on me, okay? Don’t read if you unlike!

Don’t bash the cast, just bash me!

Leave the feedback, please?

Thank you and happy reading^^

.

.

.

A MyungYeol Fanfiction

When the Sakura Leaves are Fallen For Us

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Kali ini semua member Infinite sudah berada di Jepang untuk membuat MV terbaru mereka. Tidak terkecuali Sungyeol dan Myungsoo. Bersyukurlah pada pembagian kamar yang tetap membuat mereka menjadi roommate. Tentu saja Sungyeol maupun Myungsoo dibuat senang karenanya.

Sungyeol membereskan pakaiannya di atas tempat tidur king size di kamar mereka. Myungsoo sendiri lebih memilih untuk mandi baru berkutik dengan kopernya.

Sungyeol melirik Myungsoo yang sudah selesai mandi dan mendapati kekasihnya hanya menggunakan bathrobe, hal itu membuat Sungyeol sedikit memerah. Entahlah. Pikirannya sedang ke mana malam ini.

Ia hanya tidak bisa berpikir lagi ketika bersama Myungsoo. Kenangan-kenangan manis yang Myungsoo berikan seolah membawanya terbang tanpa berniat menurunkannya kembali ke bumi. Sungyeol lagi-lagi bersyukur karena Tuhan menciptakan namja tampan itu untuk berada di sisinya.

“Kau tidak mau mandi dulu, hyung?” tanya Myungsoo pada Sungyeol yang sedaritadi terdiam. Sungyeol cepat-cepat mengatasi kegugupannya yang tiba-tiba diajak bicara oleh sang kekasih.

“Ah? Eum…ku rasa aku akan segera tidur setelah membereskan sedikit koperku, hehe,” balas Sungyeol kemudian kembali ke pekerjaan awalnya. Membenahi kopernya.

Myungsoo hanya mengangguk dan berjalan ke arah kopernya, mengambil baju dan siap berganti di depan Sungyeol kalau saja namja cantik itu tidak segera berteriak.

“Ya! Ganti di kamar mandi sana!” seru Sungyeol membuat Myungsoo mengernyit. Namun kemudian tersenyum, berniat menggoda kekasihnya.

 

Wae? Apa kau wanita sehingga aku harus berganti di kamar mandi, hm?”

“Aish! Enyah kau Myungsoo! Cepat ganti di kamar mandiiiiiii!” seru Sungyeol lagi seraya bangkit dari ranjang dan mendorong Myungsoo ke arah kamar mandi. “Aish! Dan berhenti menggodaku dengan seringaian jelekmu itu!”

Dan ucapan Sungyeol hanya Myungsoo tanggapi dengan kekehan sambil ia berganti baju.

.

.

.

Pembuatan MV sudah selesai dilakukan. Dan manager mereka memberikan sedikit waktu bersantai sebelum mereka kembali ke Korea. Yang lagi-lagi, membuat Sungyeol tak berkedip ketika Myungsoo menyuruhnya bersiap untuk mengajak pergi—berkencan tentunya.

Namja cantik itu tidak habis pikir, bagaimana mungkin Myungsoo bisa begitu membuatnya gila dengan segala hal yang dia lakukan. Walau bukan di depan teman-teman segrupnya, setidaknya apa yang Myungsoo lakukan setiap kali namja itu mengajak Sungyeol kencan sudah bisa membuat Sungyeol hampir mati saking bahagianya.

‘Oh ya Tuhan, terima kasih karena kau mengizinkanku bersamanya,’ bati Sungyeol seraya bersiap.

Myungsoo hanya memperhatikan kekasihnya yang tengah berkaca. Hatinya berdesir melihat wajah cantik itu yang semakin hari semakin membuatnya seperti kecanduan. Apalagi bibir manis yang selalu mengoceh tidak jelas namun bisa membuat hatinya menghangat.

Myungsoo mendekati Sungyeol lalu memeluknya dari belakang. Meletakkan dagunya pada bahu namja itu dan mengeratkan pelukannya pada Sungyeol. Walau awalnya tersentak, Sungyeol hanya bisa tersenyum dan ikut menaruh tangannya di atas tangan Myungsoo yang melingkupi perutnya.

I love you…” bisik Myungsoo yang sukses membuat Sungyeol merona. Namja cantik itu berbalik dan menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Myungsoo. Dan Myungsoo cukup terkekeh mendapati respon kekasihnya.

I love you too…” balasnya berbisik kecil. Namun Myungsoo bisa mendengarnya dengan begitu jelas.

Cha! Sebaiknya kita cepat pergi sebelum waktu kita berakhir, hyung.”

“Huh. Kau berkata seolah kita mau berpisah.”

“Maksudku sebelum kita kembali ke Seoul dan menghadapi banyak jadwal lagi.”

“Iya-iya. Tapiiiii! Kita mau ke mana?” todong Sungyeol, takut kencan mereka kali ini akan seperti kencan mereka sebelumnya.

“Nanti kau juga tahu. Kajja!”

Dan Sungyeol hanya bisa membiarkan tangannya ditarik lembut oleh namja yang telah berhasil merebut seluruh hatinya itu.

.

.

.

Sungyeol menatap takjub tempat yang ia pijaki sekarang. Pohon-pohon sakura yang berdiri tegak, dengan ranting beserta daunnya yang seakan menari. Padang rumput yang hijau, juga jangan lupakan bunga yang tumbuh di sekitarnya.

What a beautiful place!

Dan bagaimana bisa Myungsoo menemukan tempat ini?

Sungyeol masih tidak bisa mengalihkan pandangannya. Tempat itu benar-benar indah. Ia tidak ingin melewati ini. Ia ingin mengabadikannya. Yang sebenarnya walau tanpa sadar, Myungsoo sedaritadi sudah memotretnya berkali-kali.

Namun kemudian menyadari itu, ia menghampiri kekasihnya lalu mengajak foto bersama. Yang akhirnya, hari itu mereka habiskan berada di sana.

.

.

.

“Wow! Aku tidak menyangka kau bisa tahu tempat seindah ini, Myung?” Sungyeol berbicara sambil memainkan jarinya pada dada bidang Myungsoo di bawahnya. Mereka berbaring, dengan sedikit tubuh Sungyeol berada di atas tubuh Myungsoo.

“Aku tidak perlu bilang karena ini kejutan,” balas Myungsoo sambil mengusap surai kecoklatan kekasihnya. Sungyeol tersenyum, ia tidak mengerti mengapa bisa namja setampan, sebaik, dan seromantis ini bisa bersamanya.

Dan itu cukup membuktikan jika Tuhan mempercayainya.

But, aku berterima kasih untuk hari ini, Myungsoo-ya~” kata Sungyeol lagi seraya mensejajarkan wajah mereka. Myungsoo tersenyum dan mengelus pipi chubby Sungyeol.

“I ever said that you have no need to say thank you to me, right?” balasnya lembut membuat hati Sungyeol menghangat.

“Yeah. But I just wanna say thank you. You gave me the sweetest things. Always and I can never imagine how could you do this. Aku hanya bisa bilang terima kasih, bukan?”

No. I did it cause of you. I love you, hyung…” suara Myungsoo semakin melembut, membuat Sungyeol benar-benar jatuh pada namja ini. Ia langsung memeluk Myungsoo erat, yang kemudian Myungsoo bangun dari berbaringnya dan ikut memeluk kekasihnya.

I love you too. But why did you always say it first than me, huh? I love you, I love you, I loooooove youuuu~” ujar Sungyeol seolah merengek. Myungsoo hanya terkekeh kemudian mengecup kening kekasihnya.

I just knew enough. Cause I’m first to fell in with you.”

“Aish! I doooooo!” balas Sungyeol kemudian melepaskan pelukannya. Ia duduk sedikit menjauh di depan Myungsoo. “Kau menyebalkan.”

Myungsoo hanya terkekeh kemudian mencondongkan tubuhnya, melumat sekilas bibir kemerahan itu sampai keseluruhannya ada di dalam bibirnya. “Yeah. But I love you.”

“Haish! Dan jangan menciumku! Bagaimana jika ada fans yang melihat?”

“Tidak akan.”

“Percaya diri sekali.”

“Memang.”

“Ck. But I do love you too~” balas Sungyeol kemudian menerjang Myungsoo dengan ciuman. Membuat namja tampan itu jatuh berbaring dengan Sungyeol di atasnya.

Myungsoo hanya tidak bisa berpikir, ketika tadi Sungyel menolak untuk dicium, dan sekarang namja itu yang lebih dulu menciumnya, dengan sedikit bernafsu bahkan.

Dan yang Myungsoo bisa lakukan hanya membalas ciuman itu. Yang mau tak mau, akhirnya ia mencurahkan seluruh kekuatannya untuk mengambil alih keadaan agar Sungyeol jera telah membuatnya kewalahan akibat ciuman mereka.

Mereka begitu menikmati ciuman itu bahkan tak jarang badan Sungyeol sedikit terangkat ketika ciuman mereka semakin liar, membuat bagian bawah mereka tergesek. Myungsoo mengusap punggung kekasihnya sampai akhirnya posisi mereka berubah.

Myungsoo bangkit menjadi duduk dengan Sungyeol di pangkuannya masih dengan saling melumat satu sama lain. Dan yeah, semuanya tahu jika MyungYeol couple ini tidak akan kenal tempat untuk bermesraan sekalipun, bukan?

“Eum…” lenguhan Sungyeol pun lolos ketika saliva mereka mengalir begitu saja. Seolah tercampur kemudian jatuh melewati dagu mereka. Tidak menyadari jika ada beberapa pasang mata yang tengah menatap mereka tidak percaya. Jangan lupakan flash kamera yang berhasil menangkap moment langka ini.

“Itu MyungYeol kan? Kyaaaaa~” dan suara teriakan itu membuat Sungyeol tersadar, segera mendorong Myungsoo yang langsung menangkap kepanikan Sungyeol.

Sungyeol menoleh ke asal suara. “Oh no. I-itu fans, Myung. Kita harus bagaimana?”

Myungsoo yang melihat Sungyeol panik, mau tak mau ikut panik. Ia bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya. “Cepat berdiri.”

“Huh?”

“Cepat berdiri dan kita kabur.”

Dan kejadian selanjutnya adalah acara mereka bermain tom and jerry bersama fans. Dengan Myungsoo yang enggan melepas tangan Sungyeol, kemudian menyetop taksi dan langsung menarik kekasihnya untuk masuk.

Napas mereka pun terengah. Tidak menyangka jika fans akan menangkap basah apa yang mereka lakukan.

.

.

.

“Huh…menyebalkan sekali. Aish! Ini semua gara-gara kau!” kata Sungyeol menyalahkan Myungsoo yang masih menetralkan napasnya. Myungsoo hanya mengernyit menatap sang kekasih.

“Hn. Siapa yang menciumku dengan penuh nafsu lebih dulu?”

“Aaa…i-itu juga karenamu!”

“Sudahlah.”

“Aish tetap sajaaa!” Sungyeol kembali memukul pelan kekasihnya, lalu bersandar pada bahu namja itu. “Itu memalukan…” cicitnya. Ia takut fans melihat apa yang dia lakukan tadi.

“Aku tidak akan panik jika kau tidak panik. Haish.”

“Aku kan kaget.”

“Hn. Benar juga. Sudahlah. Kita sudah lari dari mereka.”

“Tapiiiii…mereka tidak mengambil gambar kita kan?”

Myungsoo mengedikkan bahu. “Siapa yang tahu?”

“Aish Myungie!”

“Sudah biarkan saja.”

“Seenaknya. Bagaimana jika…”

“Kau hanya perlu percaya padaku, hyung. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Ugh…terlalu percaya diri.”

“Yeah. Cause I love you.”

Dan jawaban itu cukup membuat Sungyeol tersenyum. Ia menoleh dan mengecup bibir Myungsoo sekilas.

I do more than you~”

.

.

.

Myungsoo menggenggam tangan Sungyeol di sepanjang jalan yang diiringi pohon sakura. Keduanya berjalan menuju hotel mereka. Setelah cukup lelah berlari akibat dikejar fans, mereka kini berjalan santai.

Toh, ya sudah jika ada fans yang menangkap mereka lagi. Mereka terlalu lelah untuk kembali berlari.

Arigatou, Myungie~” ucap Sungyeol sambil menggoyangkan tangannya yang digenggam Myungsoo.

Myungsoo hanya menggumam, kemudian genggaman tangan mereka terlepas ketika Sungyeol melepasnya dan berjalan di depan Myungsoo.

“Sok dingin, wek :p” ujar Sungyeol sambil memeletkan lidahnya, sukses membuat Myungsoo terkekeh kecil.

“Biar saja.”

But I love you.”

Dan senyuman yang tak bisa ia sembunyikan pun hadir di kedua bibirnya. “I do more than you, hyung.”

Ya! You copied my words!”

“Ck. Berlebihan.”

“Aish! Menyebalkan. By the way, Myung~ kenapa kau tidak berlaku lembut begini pada member lain? Kenapa hanya padaku?”

Alis Myungsoo bertaut mendengar pertanyaan sang kekasih, kemudian ia tersenyum kecil. “I just knew enough. Kau mau aku lembut pada Sungjong lalu—“

No! I mean…jangan terlalu dingin pada mereka.”

I’m not, Yeol. Mereka saja yang salah mengartikannya.”

“Huh. Arraseo. Kau memang selalu menyebalkan,” Sungyeol kembali berkata, lalu berbalik badan. Namun hal itu diurungkan oleh Myungsoo ketika namja tampan itu justru menarik tangan Sungyeol agar tetap melihatnya. Mendaratkan sebuah kecupan kecil di bibir merahnya.

Ya! Jangan mulai lagi. Bagaimana jika paparazzi benar-benar menangkap kita?”

Who cares. I just love you. And it’s enough for me to do this,” balas Myungsoo kemudian menangkup wajah Sungyeol yang selanjutnya ia melayangkan banyak kecupan di bibir kekasihnya.

Sungyeol kembali terdiam. Ia hanya bisa membalas ciuman itu. Karena sejujurnya ia sangat menyukai ketika Myungsoo menciumnya.

I love you. I really love you…” bisik Myungsoo sebelum kembali menautkan bibir mereka.

Dan dedaunan sakura hanya bisa bergesek menyaksikan cinta mereka yang begitu manis. Sampai Myungsoo melepas pagutannya, menatap mata indah sempurna itu penuh cinta. Senyumannya tidak bisa ia sembunyikan ketika mendapati beberapa daun cherry blossom yang jatuh di atas rambut kekasihnya.

Even the sakura leaves are fallen for us, hyung. Can you imagine how sweet we are?” ucap Myungsoo lembut sebelum kembali –lagi-lagi- meraup bibir Sungyeol yang belum sempat menjawab apa-apa.

Oh Tuhan. Kali ini aku benar-benar menjadi manusia paling beruntung di dunia. Terima kasih, batin Sungyeol yang kemudian kembali larut menikmati dan membalas setiap kecupan yang dilayangkan Myungsoo pada bibirnya.

Dan dedaunan sakura itu semakin berjatuhan. Seolah begitu jatuh pada pesona yang dua insan ini keluarkan di bawah kokohnya ia berdiri. Menyebarkan cinta yang membuat pohon sakura itu serasa mabuk akan ketulusan yang keduanya berikan.

Oh, Tuhan memang memiliki rencana terindah dari apa yang kita bayangkan, bukan?

.

.

.

THE END

.

.

.

Note : And yes? What I wrote on this paper? Ini jadi ficlet bukan drabble lagi.

Tapi gimana pendapat kalian? Makasih sudah baca😀

 

Loved,

Umu Humairo Cho

One thought on “When the Sakura Leaves are Fallen for Us

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s