Under the Snowfall


Under the Snowfall

snowfall

This story belongs to Umu Humairo Cho, 2013

Kim Myungsoo, Lee Sungyeol

Are belong to each other

Genre : Romance, Fluffy

Rating : T

Length : Drabble – Series

Summary :

And in this winter, under the snow…you showed me up of your love that I proud to be yours.

Warning :

Yaoi, BoyXBoy, BoysLove, Shonen-ai, OOC!

A/N :

Series dari “In This Autumn Street”

Kepikiran lanjutannya, jadi saya bikin aja. Kemungkinan ada lanjutannya lagi😄

Be easy on me! Don’t read if you unlike.

Don’t bash the cast, just bash me!

Leave the feedback, okay?

Thank you and happy reading~

.

.

.

A MyungYeol Fanfiction

Under the Snowfall

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Sungyeol tersenyum tidak jelas semenjak mereka kembali dari konser. Wajahnya memerah sempurna mengingat apa yang Myungsoo katakan padanya sebelum pulang ke dorm tadi. Lagi-lagi namja itu mengajaknya kencan di saat mereka mendapatkan libur.

Dan itulah yang Sungyeol suka dari Myungsoo. Sekalipun tak jarang namja itu bersikap dingin pada member lain, tetapi Myungsoo bisa saja memberikan kenangan romantis untuknya. Seperti apa yang terjadi pada musim gugur lalu, ketika mereka dengan seenaknya tanpa melihat tempat terus berciuman di bawah gugurnya dedaunan.

Sungyeol bersyukur karena memiliki Myungsoo di sampingnya.

“Sudah siap, hyung?”

Eoh?” lamunan Sungyeol pun buyar ketika namja tampan yang merupakan kekasihnya itu menyapanya. Sungyeol hanya tersenyum lalu menggeleng. Menjawab sekenanya. “Sebentar, ne? Aku mau membasuh mukaku lagi.”

“Hm…” dan Myungsoo hanya menjawabnya dengan gumaman.

Seraya menunggu Sungyeol, Myungsoo membuka akun twitternya, tersenyum kecil melihat isi mention yang rata-rata dari pendukungnya juga Sungyeol. Yeah, setidaknya ia tahu tidak semua orang menolak ketika ia memutuskan untuk mengambil Sungyeol menjadi bagian dari hidupnya.

Kajja! Aku sudah siap!” seru Sungyeol pada Myungsoo yang duduk di pinggiran ranjang mereka. Myungsoo terkekeh pelan mendapati kekasihnya yang begitu bersemangat menarik tangannya.

Calm down hyung. Kau tidak akan kehilanganku.”

Ya! Aku hanya terlalu bersemangat tahu!” ujarnya yang bahkan melupakan kejadian kencan mereka sebelumnya.

“Manis sekali. Pelan-pelan saja, Yeolli hyung~” goda Myungsoo pada kekasihnya. Sungyeol memerah lalu memukul lengan Myungsoo pelan.

“Berhenti menggodaku!”

I’m not, Yeol.”

“Aish terserahmu!”

Dan Myungsoo hanya tersenyum kecil seraya membalik keadaan dengan dia yang kini menarik pelan tangan kekasihnya agar Sungyeol mengikutinya.

.

.

.

Mereka kini berada di tengah kota. Persetan dengan para fans yang akan mengenali mereka. Seberapa peduli jika ada paparazzi yang akan memotret kebersamaan mereka kini. Yang ingin mereka lakukan hanyalah berkencan. Itu saja.

Myungsoo menggenggam erat tangan Sungyeol di sampingnya. Lagi-lagi Sungyeol mengernyit, kenapa Myungsoo selalu membuatnya penasaran perihal tempat yang akan mereka kunjungi untuk berkencan?

“Kita mau ke mana sih, Myung?”

“Hm?”

“Aish! Tidak menjawab pertanyaan,” gerutu Sungyeol lalu melepaskan genggaman tangan Myungsoo. Ia menatap kesal namja tampan itu.

“Kau selalu begini. Tidak mau memberitahuku ke mana kita akan pergi. Yang pada akhirnya kau akan bilang, ‘Ke mana pun yang kau mau’ atau ‘Terserah kau sajaaa!’ Aish! Kalau begitu sejak awal saja aku yang menarikmu,” omel Sungyeol lagi. Dan Myungsoo hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Apa senyum-senyum! Kau menyebalkan! Kali ini seharusnya kau yang menentukan tempat berkencan kita lalu menciptakan kenangan yang romantis yang tidak akan pernah aku lupakan. Grrr—dan kenapa kita hanya berada di tengah kota begini yang tidak ada apa-apanya?!” cerocos Sungyeol lagi. Myungsoo mendekati kekasihnya yang sedaritadi mengoceh.

“Lebih baik aku bergelung di dalam selimut seperti biasa. Ini kan musim dingin dan cuaca di Seoul juga semakin dingin. Jadi mari kita pulang karena kita akan mati kedinginan di si—“

‘Sret’

“Sudah puas mengocehnya?” Myungsoo menangkup kedua pipi kekasihnya kemudian mengusapnya lembut membuat sekujur tubuh Sungyeol seolah dialiri sengatan hangat yang membuat ia terpekur lucu.

“Sekarang lihat aku hyung,” pinta Myungsoo. Walau sebenarnya mereka sudah berhadapan, Myungsoo ingin Sungyeol menatap matanya. Perlahan Sungyeol menatap mata tajam itu. Meyakinkan hatinya bahwa ia tidak akan pingsan seketika apabila mata coklatnya bersiborok dengan mata penuh pesona itu.

“Kau ingat pernah bilang padaku jika kau ingin melihat salju yang turun?”

“Huh?” alis Sungyeol mengernyit. Ia memang merasa pernah mengatakannya.

Myungsoo mengecup bibir Sungyeol sekilas. Tersenyum ketika mendapati salju yang jatuh di atas rambut kekasihnya. “Sekarang lihat ke atas,” suruhnya.

Sungyeol mengernyit kemudian mengikuti kemauan Myungsoo. Dan saat itulah, ia bisa melihat butir-butir salju yang seolah-olah berlomba untuk sampai ke bumi. Mata Sungyeol membulat lucu. Tangannya yang tadi terdiam memegang kedua tangan Myungsoo yang masih menangkup wajahnya.

Lalu ia melepas tangkupan itu dan berputar seperti anak kecil. Kemudian kedua tangannya terbuka menyambut tetesan salju yang perlahan jatuh di tangannya. Myungsoo tersenyum mendapati kekasihnya begitu bahagia.

Terus berputar dan bermain dengan salju itulah yang Sungyeol lakukan. Myungsoo sendiri hanya sesekali mengambil potret kekasihnya itu. Sampai akhirnya Sungyeol berlari ke arahnya dan menerjangnya dengan pelukan.

“Kau tidak bilang kita akan melihat salju! Dan bahkan aku tidak tahu jika salju pertama akan turun pada malam ini!” Sungyeol berseru masih sambil memeluk Myungsoo. Tangan Myungsoo pun ikut menyambut dengan meletakkannya di pinggang ramping Sungyeol.

“Bukankah ini jadi kejutan?” ujar Myungsoo sambil mengusap surai kecoklatan milik Sungyeol.

Sungyeol mengangguk pelan. “Yah~ walau kau tetap menjadi yang paling menyebalkan tapi aku berterima kasih, Myung.”

“Hn…it’s okay.”

“Tapi kita kan bisa melihatnya di dorm kalau hanya salju turun. Bahkan jendela kamar kita menghadap langsung ke arah jalan, bukan?” tanya Sungyeol kemudian mengalungkan tangannya di leher Myungsoo.

And finally, I’ll bring you to our bed then, hyung,” balas Myungsoo pelan namun Sungyeol masih bisa mendengarnya.

Namja cantik itu mengecup bibir Myungsoo sekilas kemudian berucap pelan. “Terima kasih Myungie.”

No need, Yeol,” balas Myungsoo kemudian mendaratkan ciuman memabukkan di bibir Sungyeol.

Yang lagi-lagi mereka tidak peduli mereka ada di mana. Mereka hanya bisa berbagi ciuman di bawah turunnya salju pertama di musim dingin. Saling menukar saliva mereka, menikmati bibir kekasih masing-masing.

Dan pelukan Sungyeol pada leher Myungsoo semakin mengerat ketika namja itu melesakkan lidahnya ke dalam mulut Sungyeol membuat namja cantik itu melenguh pelan.

Cinta itu mengingat apapun yang kita inginkan. Seperti Myungsoo yang selalu ingat apapun yang kekasihnya katakan. Biarkan orang-orang mengenalnya sebagai pribadi yang dingin. Karena hanya untuk Sungyeollah ia bisa menjadi Myungsoo yang hangat.

Saranghae, Lee Sungyeol…” bisik Myungsoo melepas sekilas ciumannya yang kemudian ia kembali memagut bibir itu penuh cinta. Dan Sungyeol hanya bisa bersorak dalam hati mengetahui bahwa Myungsoo sangat mencintainya. Karena dia pun sangat mencintai Myungsoo.

Dan cinta itu bisa memberinya kekuatan untuk bertahan ketika saatnya nanti dunia menolak kenyataan bahwa mereka telah lama bersama.

Cinta itu indah. Sangat indah ketika menyentuh orang-orang yang tulus memilikinya.

.

.

.

“Aku mau melihat salju yang turuuuun! Salju pertama mungkin. Kapan-kapan kita lihat ya, Myung?” ucap Sungyeol kekanakkan membuat Myungsoo hanya tersenyum kecil.

 

Tangannya terangkat mengusap poni yang menutupi keindahan mata Sungyeol. Mengecup kedua kelopak mata itu. “With my pleasure, hyung.”

 

“Yeay! Aku mencintaimu!” balas Sungyeol kemudian semakin memeluk erat kekasihnya.

 

“I love you more than you know, hyung.”

.

.

.

THE END

.

.

.

Note : Please jangan bunuh saya karena ini sangat aneh T____T But, wanna given me a feedback, please?

 

Thaaaanks!😀

 

Loved,

Umu Humairo Cho 

2 thoughts on “Under the Snowfall

  1. kyaaaa suka bgt chingu… sumpah manis bgt yeol yg kumat chodingnya heboh ndiri liat salju pertama dan myung dg dewasanya cm senyun2 liat kehebohan yeol yg lg kumat chodingnya

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s