Tell Me ~Chapter 3


Ia di depanku. Menatapku tajam, sama seperti biasanya. Kali ini aku tidak akan menangis. Kali ini aku berada di tempat yang sama lagi dengannya. Bukit favotitku di London. Aku tidak akan lemah. Aku akan berusaha untuk membuka semua memori itu.

Aku harus mengingatnya dan memberanikan diri. Tidak peduli ia menolakku atau bagaimana. Tidak peduli dengan tatapan bencinya sekarang. Aku akan tetap duduk tak jauh dari tempatnya bersandar di batang pohon ek bukit ini. Aku tidak peduli.

“Kyuhyun-ah…” dan aku memberanikan diri memanggilnya. Seketika, wajahnya menegang. Oh Tuhan…jantung ini rasanya…ingin keluar dari tempatnya.

.

.

.

Tell Me

 SONY DSC

This story belongs to me

Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Super Junior

Are belongs to God and themselves

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Angst, A little bit of Fluffy

Rating : Teen

Length : 3 of ?

Summary :

Aku tidak tahu ada apa. Aku tidak tahu mengapa.

Tapi satu hal yang aku ingin, beritahu aku apa salahku?

Mengapa kau sangat membenciku? Bisakah kau ceritakan kepadaku?

Bisakah?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoys, Shonen-ai. OOC! AU!

A/N :

If you don’t like, just don’t read.

Just click back if you don’t wanna read it.

I’ve warn you before you take an action.

But, if you read this, leave the feedback, please?

Thank you and enJOY to reading^^

.

.

.

A KyuMin Fanfiction

Tell Me

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Chapter sebelumnya—

.

.

‘DEG DEG DEG’

Aku memegang bagian dadaku yang terasa sesak. Apa…ini? Mengapa aku…tidak bisa mengingat satupun hal yang tertulis di sana? Tuhaaaan? Ada apa denganku?

Mataku melirik lagi ke dalam kotak itu. Eoh? F-foto kah?

Aku mengambilnya dan seketika aku terkejut. Hatiku semakin sakit dan tanpa sadar aku menangis.

Aku…dan Kyuhyun…

“Minnie-yaaa, kami datang…”

‘DEG’

Umma…appa…”

Dan aku merasa duniaku berhenti. Ya Tuhan…foto ini…

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

Foto itu terjatuh begitu saja ketika aku berdiri. Umma dan appa ada tak jauh di depanku. Mata mereka menatapku aneh. Ya Tuhan, jangan lagi. Jangan lihat apa yang tengah aku lakukan. Mereka akan menghampiriku, namun ada hal lain yang membuat mereka berpaling, figura foto. Aish! Aku lupa, dan terlalu kaget.

Cepat-cepat aku mengambil foto itu dan menyembunyikannya, menaruhnya di kotak semula kemudian meletakkan kotak itu di bawah meja. Hah~ mengapa umma dan appa datang tiba-tiba?

“Minnie?! Kau masih menyimpan foto ini?” tanya appa. Suaranya sangat dingin dan datar. Aku menatapnya takut kemudian mengangguk.

Ne, appa. A-aku masih menyimpannya. Maaf,” lirihku. Aku tahu appa akan marah. Appa, maafkan aku.

‘Prak’

‘Sret sret’

Foto itu tak berbentuk sekarang. Aku tergugu. Foto satu-satunya yang aku miliki…ya Tuhan…

Appa tidak suka ada foto namja ini. Sudah berapa kali appa bilang padamu, Minnie? Lupakan dia,” ucap appa menekankan seluruh katanya.

Aku menunduk, aku bisa melihat seseorang berjalan ke arahku. “Turuti apa kata appamu, Minnie-ya~” dan aku tahu itu umma.

Mianhe,” balasku ambigu. Umma mengusap rambutku. Aku mengangkat wajahku dan saat itulah appa ikut menghampiriku.

Appa menyuruhmu pindah untuk melupakannya, Minnie. Bukan semakin mencintainya. Ingat itu?!”

Aku tersentak mendengarnya. Dan menunduk lagi. “Arraseoyo, appa. Mianhe.”

Dan aku semakin penasaran. Mengapa appa…begitu membenci Kyuhyun? Juga menyuruhku melupakannya? Ada apa sebenarnya?

.

.

.

Umma dan appa masuk ke dalam kamar yang satu-satunya tersisa. Aku melirik ke belakang untuk melihat mereka sudah menghilang dibalik pintu. Setelahnya, segera saja aku mengambil kotak itu kemudian membawanya ke kamarku. Kali ini aku harus bisa menyimpulkan semuanya.

Aku berjalan tergesa ke kamarku. Membuka pintu, menutupnya kemudian menguncinya. Agar tidak ada yang bisa masuk tanpa seizinku walaupun mereka adalah kedua orang tuaku.

Dan sekarang tugasku adalah…berusaha mencerna kemudian berpikir atau mungkin mengingat apa yang terjadi sebelum aku pergi ke Jepang? Aish! Jinjjayo~ mengapa sesulit ini?

Aku duduk di ranjang pink ku. Memangku kotak yang sudah lama ku simpan. Entah mengapa. Namun aku tahu fungsinya sekarang. Aku membukanya, dan mengambil isinya. Melihat lagi dengan seksama.

Mengusap permukaan foto itu. Tersenyum lirih. “Kyu~ bagaimana caranya aku mengingat semuanya? Aku bahkan…tidak bisa mengingat satu hal pun,” ucapku lirih. Mataku memanas. Aish! Aku tidak boleh lemah dan cengeng.

Aku menghapus airmata yang mengalir di pipiku. Kemudian berbisik seorang diri. “Kau harus bisa, Lee Sungmin! Kau bisa!” semangatku dan mulai mengambil beberapa foto yang tersisa. Juga kartu ucapan.

.

.

.

‘Cinta itu indah. Lebih indah jika aku melihatmu. Tetaplah melihatku karena aku hanya akan melihatmu. Sampai aku menutup mata, hanya ada kau di sana. Di hatiku. Cho.’

 

‘Orang bilang mawar bisa membuktikan cinta. Tapi aku…tidak bisa meminta mawar mewakilkan cintaku. Karena hanya aku yang bisa mewakilkannya. Kyu.’

 

‘Aku mencintaimu. Dan selamanya hanya akan ada dirimu. Hyun.’

.

.

.

Entah mengapa aku tersenyum. Aku terus mengambil apa saja yang ada di sana. Beberapa foto yang ada ketika aku balik juga terdapat tulisan.

Ya Tuhan. Mengapa tidak ada bayangan sama sekali?

.

.

.

GJIActk_1340003186

Cinta itu seperti sebuah ekspresi. Di saat kita bahagia, maka kita akan tersenyum.  Dan tersenyum bersamamu, adalah satu kebahagiaan untukku.

-Kyuhyun

images

Jika sebuah potret bisa menjadikan memori. Maka aku akan menyimpan beribu-ribu potret dirimu untuk menemaniku di saat aku merindukanmu. Boleh kan?

-Kyuhyun

550249_396715813683503_1964155247_n

Wine itu adalah property di dalam kisah kita. Jika tidak ada dia, maka kisah kita tidak akan indah. Heyo~ tetaplah menjadi teman wine ku, eoh? Wine couple? Bukankah itu bagus? Ucapkan terima kasih kepada Kibum hyung😉

-Kyuhyun
.

.

.

Tanpa sadar aku menangis. Seindah ini kah kisahku dulu? Lalu bagaimana mungkin bisa aku melupakannya? Melupakan seseorang yang begitu mencintaiku? Mengapa aku begitu jahat? Karena inikah alasan Kyuhyun membenciku?

Ya Tuhan~ bahkan di masa lalu kami saling mencintai. Lalu mengapa seolah kau membuat aku seperti orang baru di kehidupannya? Dengan ingatan baru yang ku bawa dari Jepang. Aku tidak mengerti. Aku bahkan baru merasa melihatnya ketika masuk universitas dan kenyataannya…dulu kami adalah…

“Aish! Aku bisa gilaaaaaaaaa~~~ aku amnesia atau apa sih? Huh! Menyebalkaaaaaaaaan!!!”

.

.

.

430666_384777528200338_100000042838931_1532100_905493434_n

Senyumanmu bagai nafasku. Teruslah tersenyum dan buat bunga di hatiku bermekaraan. Lee Sungmin, aku mencintaimu. Dan selamanya akan tetap seperti itu.

 -Kyuhyun

.

.

.

Aku menatapnya lagi. Mengabaikan tatapannya. Walau ku tahu wajahnya mengeras setelah aku memanggil namanya, aku tetap tidak peduli. Aku harus bisa menggali masa lalu ku.

“Kyuhyun…aku…” aku menggantungkan kalimatku. Ia tetap bergeming masih menatapku penuh amarah. Tuhan, beri aku kekuatan.

“Aku sudah berusaha sampai sini. Dan mau—maukah kau membantuku sesua—“

“Membantumu? Berusaha? Memang aku siapa—“

“Kau Kyuhyun-ku!!!” teriakku kalap. Aku sudah tidak tahan. Aku tidak peduli apa katanya nanti. Entah kenapa aku hanya ingin meneriakkannya.

Wajahnya semaking menegang. Rahangnya mengeras menahan marah. Tuhan aku mohon tolong aku.

“Siapa kau yang berani mengklaimku sebagai milikmu, he? Berani sekali,” ucapnya dingin. Dan benar-benar menusuk hatiku.

Aku menelan ludah lalu memberanikan diri menatapnya dan berkata. “Aku—Lee Sungmin…k-kekasihmu…”

“Dalam mimpi, Lee!”

“Kau jangan bohong!!! Hiks…aku…kau seharusnya membantuku. Bukannya malah membenciku!!!” balasku keras.

Ia terkejut melihatku. Lalu memasang wajah dingin nan datar lagi. “Untuk apa aku—“

“Untuk mengingatmu! Aku tidak tahu apa yang terjadi sehingga saat aku ke sini dan masuk universitas itu…aku seperti baru mengenalmu. Padahal…padahal kita dulu…”

“Kau sedang bermimpi, Lee. Cepatlah bangun.”

“Aku tidak…”

“Ya. Kau bermimpi. Lekaslah bangun dari mimpi yang bagimu indah dan buruk bagiku.”

‘Deg’

Aku terpaku. Kalimat itu benar-benar menyakitkan. Aku…kau tidak boleh begini, Kyuhyun-ah. Kau tidak boleh seperti ini. Ku mohon.

“Kau jahat…” ucapku.

Ia memejamkan matanya. Kemudian membukanya lagi. “Aku memang jahat. Mengapa? Kau keberatan, eh?”

“Kyu…”

“Berhenti memanggil namaku, Lee. Kau menyebalkan. Sudahlah. Kau mengganggu ketenanganku,” ucapnya kemudian bersiap berdiri dari duduknya, berniat meninggalkanku.

“Ku mohon…” lirihku. Aku menangis lagi. Sangat bodoh bukan?

“Ku mohon, Kyu…jangan seperti ini…”

“Sudahlah. Kau benar-benar menyebalkan dan pengganggu.” Balasnya.

Aniya aku—“

“Hah~” desahnya kemudian berjalan meninggalkanku. Dengan cepat aku berlari ke arahnya dan memeluknya dari belakang.

“Jangan pergi.”

‘Sret’

Ia menghempaskan kedua tanganku kemudian berjalan cepat. “KYUHYUN! Hiks…jangan pergi. KYUHYUUN!!” teriakku.

Namun ia tak menghiraukannya. Ia tetap berjalan, membelakangiku, meninggalkan aku sendirian. Kyu, aku mohon jangan seperti ini…

.

.

.

“Minnie~ ayo cepat makan. Umma sudah memasakkan makanan kesukaanmu,” teriak umma dari luar kamarku. Namun aku malas beranjak. Mengapa rasanya aku tidak ingin bertemu mereka. Hiks…ada apa ini?

“Minnie! Cepat keluar!” oh, bahkan kali ini suara appa yang menginterupsi. Sebaiknya aku ke ruang makan. Dan mungkin aku bisa menanyakan sesuatu tentang Kyuhyun, bukan?

.

.

.

Suasana di ruang makan hanya ada bunyi dentingan sendok dengan piring. Sesekali aku melirik mereka. Benarkah aku harus bertanya? Oh Tuhan sulit sekali…

“Besok appa dan umma akan kembali ke Korea, sayang. Kau baik-baik di sini, ne?” ucap umma tiba-tiba. Aku mengangguk sekilas.

“Dan lupakan namja itu,” tambah appa. Membuatku semakin heran.

Appa, umma…” panggilku. Mereka melirikku sekilas.

“Aku ingin bertanya pada kalian,” kataku lagi. Appa meletakkan sendok dan garpu yang ia pakai.

“Kau mau tanya apa, Minnie?” balas appa santai.

Aku menggigit bibir bawahku. Semoga appa tidak meledak setelah ini. “Sebenarnya apa hubunganku dengan Kyuhyun dulu?”

‘BRAK’

‘Deg’

Aku kaget ketika appa menggebrak meja. Aku memejamkan mata, bersiap menerima amarahnya.

“Kalian tidak ada hubungan apa-apa,” balasnya terdengar dingiiiin sekali. Aku mengangkat wajahku, lalu melirik umma. Umma hanya mengangguk sekilas mengiyakan kalimat appa.

Tapi mengapa mereka…harus berbohong? Buktinya foto-foto itu…

“Tapi appa aku mempunyai…”

“Kau. Tidak. Ada. Hubungan. Apapun. Dengan. Cho. Itu. Lee. Sungmin!” ucap appa sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Aku semakin menunduk. Inilah yang aku tidak tahu. Appa begitu tidak menyukai Kyuhyun. Sebenarnya mengapa?

Ya Tuhan, bantu aku sekali ini saja…?

.

.

.

To : Hyukjaelee at gmail dot com

Subject : Hyukkie :”

 

 

Hyukkieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~ aku sudah melihat isi kotak itu, tapi kenapa aku tidak bisa mengingat satu hal pun? Kau tahu, Hyukkie? Kisahku dulu sangatlah manis. Namun dengan bodohnya aku melupakan hal terpenting itu.

 

Hyukkie TT aku tidak tahu harus bagaimana. Appa dan umma tiba-tiba datang, aku tidak bisa bebas mendekati Kyuhyun. Hyukkie sebenarnya apa tujuan Kyuhyun datang ke sini? Aku bahkan tidak tahu.

 

Hyukkie chagiiiiiiiiii kau tahu? Lagi-lagi aku menangis jika dihadapkan dengannya. Padahal aku sudah memberanikan diri memanggil namanya, mengklaimnya dan memeluknya. Tapi tetap saja, semuanya tidak berubah. Mengapa begitu menyebalkaaaaaan?

 

Hyukkieeeeeeeee hyung lelah. Hyung ingin bebas. Hyung harus apa? Hiks TT neomu bogoshipoooo ({})

 

 

Yours,

Lee Sungmin

.

.

.

‘Kriiiiing’

Suara email masuk itu membuatku langsung melihatnya. Ah, semoga aku bisa lebih ten—ang!

Tunggu! Ini siapa? Aku…seperti pernah mendengarnya?

.

.

.

Threebearsfriend at gmail dot com

 

 

Sungmin-ah, sudahkah aku mencoba mengingat siapa dia dan dirimu? Jangan menyiksa dirimu jika kau tidak sanggup. Terkadang orang itu memang menyebalkan dan sesukanya. Padahal, ia berjanji untuk menjagamu apapun yang terjadi.

 

Jika ingat dulu, kami berdua begitu menginginkanmu, tapi mengetahui kau hanya menginginkannya, maka aku mundur dan memilih bersama seseorang yang sekarang ada di sampingku.

 

Dia begitu mencintaimu makanya dia begitu membencimu ketika kau tidak mengenalnya dan melupakan satu janji yang kau ucapkan sebelum pergi. Kau akan menemuinya jika kembali. Tapi ketika kau kembali, kau justru menjadi orang lain. Kau melupakannya dan mulai menyukainya sebagai orang baru.

 

Aku tidak tahu bagaimana tapi aku bingung harus menghadapinya. Kalian berdua adalah sahabatku. Lalu siapakah yang harus aku bantu? Kau? Atau dia?

 

Dirimu yang begitu membutuhkan ingatan atau dia yang seharusnya membuang egonya?

 

Ku mohon teruslah berusaha jika kau bisa. Aku yakin, semuanya akan baik pada akhirnya. Tetaplah semangat, Lee Sungmin. Aku, dan kekasihku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan dirinya.

 

Fighting, Minnie-ya!

 

 

Your handsome bears.

CS

.

.

.

Dan tanda tanya di kepalaku semakin besar. Tuhan…siapa lagi…?

.

.

.

To be Continued

.

.

.

Note : Hai, I posted the third chapter. Did you wait this chap?

I tried my best fot it. Wanna given me comment or anything?

Thank you^^

Signed,

Umu Humairo Cho

8 thoughts on “Tell Me ~Chapter 3

  1. komentar aku : AAAAAH greget abis! itu siapaaa sih?? aduh kok jadi bingung gini @,@
    tapi yaaa thor, aku agak bingung pas baca pindah lokasi nya. Kalo bisa sih di kasih tanda yg menunjukan beda tempat gitu,😀 hehe itu aja sih selebihnya ; DAEBAK❤
    lanjutannya jangan lama-lama yaaaaaa T_T

  2. aisssshhhh kyu segitu bencinya sama sungmin >< … kenapa kyu gak mau bantu ming untuk mengingat siapa kyu bagi ming sih … apa ituh yang email CS choi siwon ? mereka dulu sahabatan .. apa yang dilupaka sama ming yang buat kyu marah ??

    lanjuuttt .. ^^

  3. aisssshhhh kyu segitu bencinya sama sungmin >< … kenapa kyu gak mau bantu ming untuk mengingat siapa kyu bagi ming sih … apa ituh yang email CS choi siwon ? mereka dulu sahabatan .. apa yang dilupaka sama ming yang buat kyu marah ??

    lanjuuttt .. ^^

  4. cs=choi siwon,siwon jdi rivalnya kyu gitu…..kenapa mereka semua bikin uminku tambah sakit kepala sih…kasihan umin

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s