Tell Me ~Chapter 2


Aku berjalan tergesa-gesa di sini. Aku bahkan tidak tahu aku ada di mana. Tuhan beri aku petunjuk. Beritahu aku jalan keluar dari semua perasaan ini. Aku ingin bebas jika Kau menghendaki. Aku ingin melupakannya walau aku tahu aku takkan mampu.

Tapi aku mohon dengan sangat, ya, Tuhan. Aku ingin sekaliiiii saja Kau dengar pintaku yang sederhana ini. Ubahlah tatapan matanya kepadaku jika memang Kau tidak bisa menjadikannya temanku. Setidaknya, jangan ada tatapan benci itu.

Ku mohon? Bisakah?

.

.

.

Tell Me

 SONY DSC

This story belongs to me

Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Super Junior

Are belongs to God and themselves

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Angst, A little bit of Fluffy

Rating : Teen

Length : 2 of ?

Summary :

Aku tidak tahu ada apa. Aku tidak tahu mengapa.

Tapi satu hal yang aku ingin, beritahu aku apa salahku?

Mengapa kau sangat membenciku? Bisakah kau ceritakan kepadaku?

Bisakah?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoys, Shonen-ai. OOC! AU!

A/N :

If you don’t like, just don’t read.

Just click back if you don’t wanna read it.

I’ve warn you before you take an action.

But, if you read this, leave the feedback, please?

Thank you and enJOY to reading^^

.

.

.

A KyuMin Fanfiction

Tell Me

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Chapter sebelumnya…

Aku berjalan pelan di sepanjang jalan kota ini. Hari ini menyebalkan. Professor itu selalu saja seenaknya. Memberikan tugas yang sangat gila dengan waktu yang juga gila-gilaan. Hei, ini benar-benar membuatku seperti orang gila.

Aku berlari pelan menuju café es krim favoritku. Mengambil letak tempat duduk di pojok yang menghadap pada view pegunungan. Aku juga sengaja mengambil tempat di belakang café. Seperti biasa aku memesan semangkuk besar es krim vanilla-strawberry. Kemudian menyicil tugas-tugas kuliahku yang menumpuk.

Seraya memasang earphone aku menyuapkan sesendok es krim, kemudian menggerakkan tanganku yang satunya untuk menuliskan tinta di kertas kosong.  Kepalaku bergerak ke kanan dan ke kiri, mulutku pun tak henti menerima suapan es krim. Lalu mataku, sesekali melihat ke sekeliling. Sampai…pada lirikkan entah ke berapa…aku menatap siluet yang tidak asing bagiku.

Tidak mungkin. Dia…tidak mungkin di sini. Ah Tuhan…mungkinkah itu…dia?

“Yo, temanku, Marcus. Apa kabarmu?”

‘DEG’

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

Aku terpaku di tempatku. Mata itu menatap intens ke arahku. Ya Tuhan, tidak mungkin kan itu Kyuhyun? Apa yang dia lakukan di sini? Lalu…siapa orang itu?

Aku menundukkan kepalaku tidak berani menatapnya. Secepat mungkin aku merapikan semua barangku di atas meja. Memasukkannya asal ke dalam tasku. Menggendongnya kemudian berjalan terburu sambil menyembunyikan wajahku.

Aku bisa melihat ia memperhatikanku. Bahkan sampai aku keluar dari café itu, aku merasa mata tajam itu masih terfokus ke arahku. Ya Tuhan…tidak mungkin itu…Kyuhyun…?

.

.

.

Mataku bergerak ke sana dan ke sini. Hatiku gelisah tak menentu. Buku-buku jariku bertemu. Sesekali aku mendongakkan kepalaku ketika merasa begitu resah. Ya Tuhaaaan, hanya karena kehadiran dia di sini saja sudah membuatku seperti ini.

Benarkah itu Kyuhyun? Orang yang aku cintai?

Tapi ada keperluan apa ia sampai ke sini? Jadi usahaku selama dua bulan memang benar sia-sia? Aku benar-benar tidak bisa melupakannya barang sedikitpun dan aku benci fakta ini. Arrgghhh!!!

Ya Tuhaaaan, bagaimana mungkin bisa Kau buat aku seperti ini? Bagaimana mungkiiin?

.

.

.

Kriiiiing~

Seketika aku menoleh ke arah meja belajarku. ‘Eoh? Ada email? Apa dari Hyukkie? Ah, lebih baik aku cek,’ batinku.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan segera melihat dari siapakah email masuk itu. Ah, benarkan, dari Hyukkie.

.

.

.

hyukjaelee@gmail.com

 

 

Ah ya Tuhan hyuuuuuung, aku benar-benar merindukanmuuuuu. Kapan kau liburan ke sini? Aku benar-benar merindukanmu dan banyak yang ingin aku ceritakan.

 

Ah, soal asmara…aku sedang dekat dengan Donghae. Kau tahu dia bukaaan? Aku…mungkin saja bisa menanyakan sesuatu tentang Kyuhyun kepadanya. Tidak apa-apa, kan? Aku juga mencintaimuuu :*

 

Ohya, yang aku tahu Kyuhyun juga ada di London, hyung. Aku tahu dari Donghae. Kalau begitu sudah dulu yaaaaa~ I LOVE YOUUUUU❤ :*

.

.

.

‘DEG’

Nafasku tercekat. Mataku terpaku pada deretan kalimat itu. Jadi yang aku lihat tadi…benar-benar Kyuhyun? Dia…ada di sini? Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam?

Aish! Aku harus bersikap bagaimana? Aku harus senang atau sedih? Aarrgghhh!!! Mengapa rasanya seperti dipermainkan takdir begini? Ya Tuhan, sebenarnya apa rencanamu?

.

.

.

“Sungmin!” aku berhenti ketika ada yang memanggilku. Aku tidak kenal dekat dengan siapa-siapa di sini. Karena memang akunya saja yang kurang bersosialisasi.

Aku menoleh untuk melihat siapa yang memanggilku dan…saat itu juga aku terpaku. Kyuhyun…ada di sini?

Hei? Sungmin-ssi? Are you okay?” ujar seseorang yang ku ketahui bernama Changmin. Changmin adalah mahasiswa kampus di mana aku menimba ilmu sekarang. Ah, apa mungkin kemarin Kyuhyun bertemu dengan Changmin?

“Sungmin?”

“A-ah, y-ya. What’s up Changmin-ssi?” tanyaku pelan. Berusaha menghindari tatapan tajam itu. Tatapan yang tidak pernah berubah.

Ne, I just wanna ask you ‘bout our deskjob? Do you remember? Professor gave us the same mission. Would you like to finish it for a week. As fast as possible, I think its better, right?”

“Aaa, ya. I think we can start it tomorrow. I need some help, please? Thank you, Changmin-ssi.

Yes, your welcome. I hope we can give the best for it.

Yes, I do. So, I must have to go, please?

Sure, you have. See ya.

Aku membungkuk sekilas lalu berniat meninggalkan mereka. Namun…suara seseorang menahanku lagi. “We meet again, Sungmin-ssi. And I hate this fact.

‘DEG’

Refleks aku meremas baju bagian dadaku lalu berlari secepat mungkin. Hiks…mengapa kau harus sebenci itu padaku, Kyuhyun? Apa salahku?

.

.

.

Aku mengusap wajahku frustasi. Mengacak asal rambutku hingga aku yakin surai kecoklatan ini berantakan. Sesekali tanganku menggenggam erat rumput di bawahku. Menyandarkan kepalaku ke batang pohon ek di sebuah bukit favoritku selama satu bulan ini.

Air mataku jatuh tak terkontrol. Dadaku sesak. Sakit sekali. Aku ingin memuntahkan semuanya. Semua perasaan yang sangat menyiksaku. Semua rasa sakit yang menganga hebat di hatiku. Lubang kepedihan yang amat mengerikan.

Ya Tuhan. Apa benar tidak bisa Kau ubah tatapan itu? Aku mencintainya. Sungguh. Tetapi aku tidak meminta dirinya. Aku…hanya meminta keramahannya. Menjadi teman pun aku mau. Asal…ia bisa menerimaku. Ya, menerimaku.

‘Wush’

Seketika dedaunan beterbangan di depanku. Mataku mengerjap walau buram karena air mata. Eoh? Siapa itu?

Aku terus mengerjapkan mataku berusaha untuk memperjelas apa yang aku lihat sekarang. Dua orang itu…sia—

Ne, Kyunnie~~~ Minnie janji saat kembali dari Jepang~ Minnie akan langsung menemui Kyunnie, ne?”

—pa?

M-minnie? K-kyunnie? S-siapa mereka?

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arah mereka. Tetapi yang terjadi…bayangan itu menghilang ketika angin berhembus. Aku jatuh terduduk saat merasa lututku terasa lemas. Tuhan…tadi itu…siapa dan…apa maksudnya?

“Mengapa aku harus bertemu denganmu di sini? Ck!”

Eoh?” aku melihat sepasang kaki di depan mataku. Perlahan aku mendongak dan…wajah itu lagi. “K-kyuhyun?”

“Hah. Aku pergi saja.” Ucapnya dan berlalu begitu saja dari hadapanku.

Cepat-cepat, aku mencegahnya. “T-tunggu. B-biar aku saja yang pergi.”

“Bagus!” ia langsung berhenti dan berbalik. Melipat tangannya di dada menunggu aksiku pergi meninggalkan bukit ini.

Aku langsung bangkit dan mengambil tasku yang berada di bawah pohon ek. Lalu berlari secepat mungkin berusaha menghilang dari hadapannya. Walau pada kenyataannya, aku ingin sekali dekat dengannya. Tapi…itu mustahil, bukan? Haha, itu sangat mustahil, Lee Sungmin!

.

.

.

Matahari hampir tenggelam di peraduannya. Aku duduk di meja belajarku dan membuka laptopku. Mengetik email untuk Hyukkie. Aku…ingin cerita padanya. Aku…tidak sanggup menyimpan ini sendiri.

Lebih baik, aku segera mengiriminya email.

.

.

To : hyukjaelee@gmail.com

Subject : Curhaaaaaaat :3

 

 

Hyukkie? Kau tidak sedang sibuk kan? Aku ingin cerita. Kau ada waktu membaca ceritaku kan? Hiks, ku mohon baca emailku, Hyukkie-ya. Aku sudah tidak sanggup menanggung ini sendirian.

 

Hyukkie…dia memang ada di sini. Aku sudah bertemu dengannya. Dan kau tahu? Semuanya masih sama seperti dulu. Tatapan kebencian itu selalu ada. Tidak pernah hilang. Dan apakah kau juga tahu? Ia benci bertemu denganku. Padahal…aku sangat senang bertemu dengannya.

 

Hyukkie…bagaimana? Ada jalan keluar supaya aku bisa melupakannya? Ah! Mana mungkin bisa? Dia saja ada di sini, benar, kan?

 

Ah, iya Hyukkie! Ada satu hal aneh yang aku alami tadi. Saat sedang menangis…aku tiba-tiba melihat dua bayangan orang. Mereka seperti sepasang kekasih. Namun yang aku aneh adalah…satu di antara mereka menyebutkan namanya adalah Minnie. Dan yang lainnya adalah Kyunnie. Apa kau tahu artinya apa?

 

Aku benar-benar bingung. Hyukkieeeeeee jawab kilat emailku, neeeee?

 

Love youuuuuu :*

 

 

Best regard,

Lee Sungmin

.

.

.

Kriiiing~

Ah! Hyukkie membalas emailku?, batinku. Lebih baik aku segera melihatnya. Terima kasih, Hyukkie-ya~

.

.

hyukjaelee@gmail.com

 

 

Hyuuuuuung~ aku kilat kan membalas emailmu? Hehe~ ne, hyung~ jangan menangis, eoh? Semuanya akan baik-baik saja, arra? Aku juga sudah bertanya pada Donghae, tetapi dia juga tidak tahu. Walau selama ini mereka berteman, Donghae bilang Kyuhyun tidak pernah mau bercerita kepadanya. Padahal Donghae sudah bilang akan selalu mendengarnya. Sudah berkali-kali bertanya, jawaban Kyuhyun tetap sama, hyungie.

 

Maafkan aku, ne? Belum bisa membantumu banyak. Tetapiiii aku akan berusaha untuk mengembalikan senyuman Lee Sungmin lagiiiii^^. Neeeee, saranghae hyungie~ sudah jangan menangis lagiiii? Nanti aku juga sedih L

 

Dan ceritamu? Omoooo aku tidak mengerti hyung. Tetapiiiiii mengapa itu seperti nama kalian berduaaaaa? Aaaaaaah, aku harus cari tahuuuuuuu~

 

Yasudah hyung. Semangat, ne? jangan menangis. I LOVE YOUUUUU :*

 

 

Adikmu yang tampan,

Hyukkie^^

.

.

.

Aku tersenyum membaca emailnya. Ya Tuhan, terima kasih karena Kau masih memberikan seorang sahabat  yang begitu baik. Terima kasih karena di saat seperti ini Kau masih memberikanku sandaran dan tempat untuk bercerita.

Aku tahu di setiap ujianMu, Kau punya segala hal tak terduga yang tidak akan mungkin pernah bisa terlintas di pikiranku.

Terima kasih karena Kau telah memberikan ketenangan di hatiku berkat balasan emailnya. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih.

.

.

.

Sudah hampir seminggu ini aku mengerjakan tugas dari professor bersama Changmin, mahasiswa kampus tempat aku belajar. Dan selama seminggu ini juga, Kyuhyun selalu ada bersama Changmin.

Selama seminggu, aku bertemu dengannya. Selama seminggu, aku dihadapkan pada tatapan bencinya. Selama seminggu, aku menahan diri agar tidak berteriak di depannya. Selama seminggu, aku menahan rasa penasaranku. Selama seminggu, dia terus mengatakan kalau ia membenciku. Dan…selama seminggu ini pula, aku…kembali ke apartemenku dengan air mata yang mengalir.

Ya Tuhan, hati ini begitu ingin tahu apa yang terjadi. Aku ingin menanyakannya langsung. Namun…ketika berhadapan dengannya, entah mengapa aku merasa takut. Ku mohon beri aku kekuatan. Aku hanya ingin mengetahui yang sebenarnya. Setidaknya sedikit kebenaran dari semua yang terjadi. Ku mohon.

‘Cause it’s you, wo zhi ai ni, cause it’s you, wo de yuan yi~’

Eoh? Telepon dari siapa? Ah! Hyukkie!

Yeobeoseyo, Hyukkie-ya?”

“…”

M-mwo?”

“…”

‘DEG’

“H-hyukkie…a-aku…”

“…”

“T-tapi aku benar-benar tidak…”

“…”

“Hiks…b-baik. Terima kasih, Hyukkie-ya.” Flip. Aku langsung menutup wajahku dengan kedua tanganku. Ya Tuhan, apa itu benar?

Aku harus segera membuktikannya.

.

.

.

‘Aish, di mana kotak ituuuuu?’ batinku berseru. Aku harus segera menemukan kotak yang selalu aku bawa. Hyukkie bilang, aku selalu membawa kotak itu kemana pun. Tapi sekarang di manaaaa? Mengapa aku lupa meletakkannya?

Huaaaa, apakah itu benar? Aish! Lee Sungmin, paboyaaa!

“AH! Ini dia!” setelah mengacak-acak lemari, meja belajar dan tempat tidur, akhirnya aku pun menemukannya. Kotak ini…bahkan aku tidak tahu isinya apa. Ya Tuhaaaan.

.

.

.

Aku menatap ragu ke arah kotak itu. Kini aku duduk di ruang tamu apartemenku. Walau kepalaku agak pusing, entah mengapa aku ingin sekali membukanya. Yah, walau masih ada rasa ragu.

Tapi…jika memang kotak ini yang menghubungkan antara aku dan Kyuhyun. Apa salahnya aku membukanya, bukan? Toh, ini milikku. Bukan milik orang lain yang curi. Tapi…aku benar-benar pusing. Rasanya sakit sekali. Ugh!

Aku menyandarkan tubuhku ke sofa. Memijit keningku sebentar kemudian mengusap wajah berkeringatku. Selanjutnya jari-jariku bertaut. Hatiku sangat gelisah. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?

Apa benar…di masa lalu aku dan Kyuhyun saling mengenal? Lalu…apa yang terjadi selanjutnya? Ya Tuhan. Alasannya membenciku apakah karena…aku melupakannya? Aish! Aku bingung T^T

“Lebih baik aku membukanya!” tekadku dan mengambil kotak itu.

Kotak berwarna biru bercampur merah muda. Dengan lambang hati yang di tengahnya tertulis inisial ‘KM’. Apa maksudnya? KM? Siapakah? Mengapa aku serba penasaran? Aish! Lebih baik aku membukanya.

Aku melirik ke arah figura di atas buffet di dekat meja televisi. Tersenyum ke arah figura itu berharap setelah ini hubungan kami akan membaik. Amin ya, Tuhan. Semoga ini jalan keluarmua.

“Semangat, Sungmin!”

Dengan perlahan aku mengambil kotak itu. Menatap sekelilingnya. Kotak ini di kunci dengan gembok hati. Dan aku mencari di mana kuncinya. Setelah memutar kotak itu, aku menemukan sebuah kantong kecil di sampingnya. Aku memasukkan satu jariku dan mendapatkan sebuah kunci kecil di dalamnya.

Tanpa sadar aku tersenyum. Kemudian memasukkan kunci itu ke dalam gembok. Mencocokkannya dan ternyata…gembok itu terbuka.

Aku semakin tersenyum cerah. Ya Tuhan terima kasih.

Aku mengernyit ketika melihat isinya. Kartu ucapan? Eoh? Apa ini?

.

.

.

‘Selamat ulang tahun, Minimi. Aku mencintaimu. Dari ChoKyu-mu.’

Hei? Aku tidak melupakan janjiku, bukan? Aku sudah membuatku coklat valentine ini untukmu. Yah, walau hasilnya tidak sebagus milikmu, tapi aku harap kau suka. Wo ai ni, Ming. CK<3’

‘Aku benar-benar mencintaimu. Dan aku harap, kau tidak lupa soal itu. Yours.’

.

.

.

‘DEG DEG DEG’

Aku memegang bagian dadaku yang terasa sesak. Apa…ini? Mengapa aku…tidak bisa mengingat satupun hal yang tertulis di sana? Tuhaaaan? Ada apa denganku?

Mataku melirik lagi ke dalam kotak itu. Eoh? F-foto kah?

Aku mengambilnya dan seketika aku terkejut. Hatiku semakin sakit dan tanpa sadar aku menangis.

Aku…dan Kyuhyun…

“Minnie-yaaa, kami datang…”

‘DEG’

Umma…appa…”

Dan aku merasa duniaku berhenti. Ya Tuhan…foto ini…

.

.

.

To be Continue

.

.

.

Note : I posted the second chapter, already. How bout this chap?

Bad? Or…you found something different?

Thanks for anyone who left the feedback in chapter 1. And I hope, you leave again in this chap.

I’ll wait for it^^ thank youuuu❤

 

With love,

Umu Humairo Cho

18 thoughts on “Tell Me ~Chapter 2

  1. knpa kyu bnci gtu ma umin.? pdhal bgus kan klo mski dlam k adaan amnesia umin mash cnta ma kyu.

    knpa kyu bsa da d london? dan smoga kotak ntu bsa bntuin umin.

  2. Sepertinya ming ilang ingatan ya atau ad sesuatu yang di buat appa ming biar ming lupa ama kyu, ap itu juga yang buat kyu benci…

    Kenapa kyu ke london dan sama changmin ?
    Semangat min walaupun kyu seperti itu !

    Masih penasaraaaannnn … Lanjuuttttt … Heheheh…

  3. gasalah lagi, Ming pasti hilang ingatan.
    tapi kenapa bisa? apa Ming dulu pernah kecelakaan apa gimana?

    Dan~ kyu kok sampe bisa ke London juga?
    ah! Aku rasa ini cuman modus dari Kyu aja :3 kayaknya kyu pengen ngawasin Ming dan pasti karna kyu sebenernya juga gatahan jauh dari ming..

    ayolah ming, coba ingat sesuatu.. kan udah ada clue nya..

    Lanjut aja dehhhhh ;;;;

  4. hmmmmm… Dsni Sungmin jdi ooc yah,nangis mulu kerjaannya^^dan si Kyu jahat bgt sh ma Ming Oppa^^ msh sama di part seblum-nya.. Emng ada apa dgn KyuMin? Knpa Kyu bgt membenci Ming? Dan knpa Ming tidak ingat msa lalu-nya bersama Kyu? knpa ortu Ming menjauhakan Ming dri Kyu? Huweeeeeeee.. Penasaran tingkat Dewaaaaaa nhhhhh*gigitbantal*
    Di tunggu part selanjut-nya yahhh..

  5. Kyuhyun & Sungmin memang berhubungan kan di masa lalu. Terus, ada apa sampai Sungmin lupa?
    Dan Kyu? Dia membenci Sungmin dengan alasan apa? Karna Sungmin melupakan janjinya atau apa??
    Chapter ini belum menjawab pertanyaanku, yah setidaknya aku sudah tau ada apa-apa dengan Sungmin. Dan kotak itu apa? Itu pemberian Kyu waktu kapan? Oke, aku makin penasaran. Chapter selanjutnya di tunggu kak😉

  6. ternyata bner ming hilang ingatan. ckck~ tp knp bs hilang ingatan? pantesan kyu jd benci bangeeetss… smoga stelah ini masalahnya akan clear. smoga ming sgera mengingat siapa kyuhyun. eh, tp kyknya chap inu alurnya kcepetan deh. hehe~ but still good as always. lanjutkan ne~ hwaiting!!!

  7. Eonni, sedikit masukan(?) aja, menurutku theme monster (atau fontnya?) kurang nyaman untuk baca fanfic (fontnya sedikit naik turun) … mungkin lebih baik kalau diganti dg theme yg menggunakan ‘font sederhana’ aja?

    Aku heran, Ming memang begini atau bagaimana, tapi… respon dia sepertinya kenapa lama sekali?
    (atau aku yg trlalu cepat ya? krn aku adlh KMS? wkwkwkwkw :3)

    Mimpi… samar2? tentang masa lalu mereka? *O*
    Knp Ming menangis stlh terima telpon Hyukkie?
    Trs Ming lama skali menghubungkan inisial Cho Kyuhyun di sana😐
    Minggggg… cepatlah ingat TTATT

    “Minnie-yaaa, kami datang…”
    Orang tua Ming datang saat itu, atau pd masa lalu?
    Kalau saat itu, wah, Ming lebih baik menyembunyikan segala yang ada dalam kotak itu sebelum orang tua Ming tau dan (mungkin) membuangnya TTATT

    Kutunggu lanjutannya ne eonni :3 mian td ngerefresh part 2 ini sekali krn td blm log in n sblm komen mau log in (? kalimatnya ribet banget), yah, intinya begitu lah.

    Lanjutan selalu kutunggu😀

  8. yang menjadi pertanyaan adalah kenapa ming amnesia? kecelakaan kah?
    apa kyuhyun tau kalo ming amnesia?
    apa ada hubungannya dgn orang tua sungmin?

    belum ada titik terang alasan ming amnesia, semoga next chap titik terang bermunculan, dan memory yang menghilang sedikit demi sedikit kembali lagi😀

    semangat umuchan!!!!

  9. umma sebellll…

    knapa sih si epil itu..
    emang dy gk tau yah kalo ming amnesia,harusnya bantuin ingetin dong…

    uhhhh…
    rasanya pgen ngremet mukany tuh epil…

    ngpain dy pake ngmg benci ke min,jelas2 dy yg ke london stlh ming..

    umma jengkel…

    lanjutnya agk cpet y sayang..

  10. umma sebellll…

    knapa sih si epil itu..
    emang dy gk tau yah kalo ming amnesia,harusnya bantuin ingetin dong…

    uhhhh…
    rasanya pgen ngremet mukany tuh epil…

    ngpain dy pake ngmg benci ke min,jelas2 dy yg ke london stlh ming..

    umma jengkel…

    lanjutnya agk cpet y sayang….

  11. Itu kenapa ming ga buka kotaknya dari dulu? -.- kyu kenapa benci banget sama ming? Kalo bener2 sayang harusnya bantu ming buat inget kyu lagi bukan asal benci -,-

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s