Tell Me ~Chapter 1


Matahari terbit dari timur seperti biasanya. Aku berjalan di bawah guyuran dedaunan kota yang berguguran. Walau masih pertengahan musim gugur, hawa musim dingin sudah begitu terasa. Sangat menusuk membuatku bahkan semua orang merapatkan mantel mereka.

Aku berjalan mengikuti kehendak kakinya. Ke mana pun. Aku bahkan tidak tahu. Aku hanya mengikuti ke arah mana kakiku akan melangkah. Yang aku tahu, aku benar-benar tak tentu arah.

Aku hidup seorang diri di tengah kota yang sangat asing ini. Tak seorang pun mengenalku dan tak satu orang pun yang aku kenal. Aku berdiri sendiri, berjalan sendiri, makan sendiri, dan melakukan segala sesuatu sendirian. Aku berada di sini karena mereka –orang tuaku yang menginginkanku melupakan perasaanku.

Ya, begitulah kenyataannya. Aku berada di sini untuk mencari orang lain yang bagi mereka akan lebih baik dari dia.

Bertanya siapa dia? Mau ku ceritakan? Ah, aku tidak yakin untuk memberitahukannya. Apa kalian mencoba untuk membuka lukaku? Atau mengobatinya? Aku rasa aku akan diam saja. Ku mohon jangan tanya apapun, okay? Aish! Baiklah aku mengalah.

Jadi…inilah ceritaku…

.

.

.

Tell Me

SONY DSC

This story belongs to me

Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Super Junior

Are belongs to God and themselves

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Angst, A little bit of Fluffy

Rating : Teen

Length : 1 of  ?

Summary :

Aku tidak tahu ada apa. Aku tidak tahu mengapa.

Tapi satu hal yang aku ingin, beritahu aku apa salahku?

Mengapa kau sangat membenciku? Bisakah kau ceritakan kepadaku?

Bisakah?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoys, Shonen-ai. OOC! AU!

A/N :

If you don’t like, just don’t read.

Just click back if you don’t wanna read it.

I’ve warn you before you take an action.

But, if you read this, leave the feedback, please?

Thank you and enJOY to reading^^

.

.

.

A KyuMin Fanfiction

Tell Me

By Umu Humairo Cho

.

.

.

Wajahku layaknya mimpi buruk. Yang kan datang lalu kan pergi secepat kilat ketika seseorang terbangun dari mimpinya. Karena ketika kamu melihatku, hanya ada kebencian di mata meneduhkan itu.

Aku berjalan menuju bangunan bertingkat empat di depanku. Mataku bergerak ke sana dan ke sini melihat sekitar kampusku. Aku melangkah sesuka hati, karena mereka pun tahu siapa aku juga bagaimana mereka melihatku.

Yah, hanya karena aku mahasiswa berprestasi, mereka semua seolah selalu memberi jalan ketika aku ingin melewati mereka. Aku merasa risih. Tapi beginilah. Aku tidak peduli.

Aku memasuki halaman kampus. Kemudian aku berpapasan dengan sahabatku, Hyukjae –yang aku panggil Hyukkie. Ia menyapaku. “Yo, Sungmin hyung!”

Aku tersenyum ke arahnya. Kemudian kami berjalan masuk ke dalam beriringan. Dan saat itu, aku melihat sosok itu lagi. Sosok yang selalu mengganggu pikiranku. Sosok yang membuatku lupa segalanya.

Hatiku tercekat ketika melihat matanya. Mengapa rasanya sakit sekali. Apa salahku? Mengapa ia begitu terlihat membenciku? Ku mohon beritahu aku?

Hyung? Kau baik-baik saja? Apa masalahmu dengan Kyuhyun belum jelas?” tanya Hyukkie tiba-tiba padaku. Aku mengangguk sekilas menjawab pertanyaannya. Aku menunduk memeluk erat bukuku. Aku…ingin tahu mengapa ia sangat membenciku. Aku…benar-benar ingin mengetahuinya.

Hyung? Sudahlah, nanti kita cari tahu, ne?” ujar Hyukkie menghiburku. Ia tahu aku menyukai Kyuhyun. Makanya, ketika ia tahu bagaimana hubungan kami, ia selalu mendukungku dan menghiburku. Terima kasih, Hyukkie.

.

.

.

“Sebenarnya ada apa antara dirimu dan Sungmin hyung, Kyu? Mengapa kalian seperti musuh?” aku tak sengaja mendengarnya. Dan aku seakan terpaku. Berdiri kaku di tempatku.

“Tidak ada.”

“Jangan bohong, Kyu. Aku bisa melihat kalau kau sangat membencinya.”

“Tidak ada apa-apa, Donghae. Lagipula bukan urusanmu.”

“Kau yakin? Apa kau tidak kasihan padanya? Kau tidak lihat ekspresinya bagaimana tadi? Ia sangat sedih mendapatkan tatapan tajammu itu.”

“Masa bodoh. Sudahlah. Ayo pergi.”

‘DEG’

Jantungku berdetak lebih kencang ketika matanya menangkapku berdiri tak jauh dari tempatnya. Aku menunduk. Memegang ujung bajuku erat. Ya Tuhan, apa salahku? Apa yang aku lakukan sampai-sampai ia membenciku? Sebenarnya ada apa?

‘Hush~’

Ia melewatiku dengan perasaan marah. Aku yakin itu. Tuhan, aku mohon ceritakan padaku ada apa ini? Hiks…mengapa dia…seperti ini?

.

.

.

Aku terduduk di kasur pinkku. Aku memegang frame bergambar dirinya. Benar. Aku sangat mencintai seseorang bernama Cho Kyuhyun. Seseorang yang membenciku tanpa alasan –bagiku. Seseorang yang aku harapkan bisa menerimaku walau hanya sebagai teman. Tetapi pada kenyataannya, ia membenciku. Ya, sangat membenciku.

Aku bahkan tidak tahu mengapa. Ketika pertama kali bertemu dengannya, ia melayangkan tatapan kebencian itu. Ia tidak mau berjabat tangan denganku ketika Hyukkie mengenalkan kami berdua. Ia bilang aku melupakan sesuatu. Ia bilang ia mengenalku. Lalu mengapa? Bukankah bagus jika ia mengenalku? Aku justru berpikir ia menyukaiku yang pastinya ia membalas perasaanku, bukan? Tetapi mengapa ia seolah marah? Apa salahku? Siapapun beritahu aku.

‘Cklek’

“Minnie? Umma mengganggu?” aku melihat umma masuk ke dalam kamarku. Aku hanya tersenyum kecil mendapati umma membawa cemilan kesukaanku. Ia duduk di sampingku. Namun tiba-tiba, wajahnya menegang ketika melihatku memegang bingkai foto Kyuhyun.

Aku tidak mengerti. Mengapa umma seakan menyembunyikan sesuatu?

Umma? Umma baik-baik saja?” aku bertanya pelan pada umma. Umma mengangguk menjawab pertanyaanku lalu tersenyum, mengusap rambutku.

“Kau suka sekali padanya?” tanya umma. Aku mengangguk malu. Aku memang menyukainya saat pertama kali masuk kuliah. Aku bahkan tidak tahu mengapa.

“Memangnya mengapa, umma?” aku balik bertanya. Umma tersenyum gugup. Kemudian menjawab pelan. “Ah? Anniyo, umma hanya bertanya, chagiya~”

“Oh, begitu.” Kami diam, walau aku tahu ada sesuatu yang disembunyikan umma. Aku memilih menaruh frame itu pada meja di samping tempat tidurku. Kemudian aku memakan cemilan favoritku sambil meletakkan kepalaku di pangkuan umma, aku ingin bermanja-manja dengannya. Yah, karena aku juga suka ini.

.

.

.

Namaku layaknya embun, ketika setetes datang kemudian jatuh. Karena ketika kamu mengingat dan mendengar namaku, hal itu berlangsung hanya sedetik di seumur hidupmu.

Semua itu selalu terulang. Bagaikan kaset film yang kan terus berputar. Aku ingin mengakhiri ini. Aku ingin bertanya padanya. Aku ingin penjelasan darinya. Sekarang juga aku harus bertanya.

Aku berlari mencari keberadaan dia. Aku benar-benar harus menemukannya.

Ah! Itu Kyuhyun!

“Kyu…”

“Jangan seperti itu pada Sungmin hyung, Kyu.”

Ucapanku terpotong ketika lagi-lagi mendengar percakapan antara dia dan sahabatnya. Tapi, wajah itu. Mengapa?

“Kyu?”

“Sudahlah, Siwon hyung. Aku bosan dan muak mendengar namanya.”

“Cho Kyuhyun! Ku bunuh kau nanti! Ingat janjimu padaku!”

“Terserah!”

“Cho Kyuhyun! Aish! Dia itu.”

Aku mendengar temannya yang ku tahu bernama Siwon menggerutu. Mengacak rambutnya kasar namun kemudian datang lagi seorang yang lain, merapikan tatanan rambut itu. Mengusap punggungnya dan berucap pelan namun masih bisa ku dengar.

“Aku yakin dia hanya terlalu terkejut, Siwonnie. Kau tahu bagaimana Kyuhyun, bukan? Kau sahabatnya, ‘kan?”

“Tapi Kibummie…”

“Kau tidak menyesal memilih untuk bersamaku, ‘kan?”

“Yak! Bicara apa kamu ini, eoh? Tentu saja tidak. Aku mencintaimu.”

“Aku juga.”

Dan aku hampir menangis melihatnya. Aku semakin tidak mengerti. Ada apa sebenarnya? Mengapa semua ini begitu rumit? Ada apa?

.

.

.

Aku mengacak-acak tempat tidurku. Mengapa aku seperti seorang yeoja yang ditolak? Mengapa aku bertingkah seperti ini. Aku bahkan tidak tahu. Aku…hanya terlalu bingung. Tidak ada yang mau memberitahukan apa-apa padaku.

MENGAPA SEKARANG UMMA DAN APPA MELARANGKU MENCINTAI KYUHYUN? MENGAPA? Hiks…apa lagi ini?

Ya Tuhan. Aku tidak sanggup.

Appa tidak mau tahu, Minnie! Kau harus bisa melupakan Kyuhyun! Jangan mencintainya!!!” appa masih berteriak. Aku semakin histeris. Ya Tuhan. Mengapa sulit sekali kisah cintaku? Mengapa kau buat aku seperti ini? Mengapa?

“Minnie! Kau dengar appa, kan? YA! LEE SUNGMIN!”

Hiks…suara appa mengeras. Namun aku tak sanggup membalasnya. Suaraku seakan terkunci. Ya Tuhan, ku mohon tolong aku. Aku mohon. Hiks hiks…

.

.

.

‘Kau akan pindah ke London, appa tidak mau tahu. Pokoknya kau akan tinggal di sana supaya kau bisa melupakan Kyuhyun dan kau harus punya calon di sana. Appa. Tidak. Mau. Tahu.’

‘Kau akan pindah ke London, appa tidak mau tahu. Pokoknya kau akan tinggal di sana supaya kau bisa melupakan Kyuhyun dan kau harus punya calon di sana. Appa. Tidak. Mau. Tahu.’

‘Kau akan pindah ke London, appa tidak mau tahu. Pokoknya kau akan tinggal di sana supaya kau bisa melupakan Kyuhyun dan kau harus punya calon di sana. Appa. Tidak. Mau. Tahu.’

Kata-kata appa terngiang-ngiang di telingaku. Dan ini apa lagi? Pindah ke London? Hidup sendirian di sana? Apa mau appa sebenarnya? Mengapa jadi sesulit ini? Aku hanya mencintai Kyuhyun. Orangnya pun membenciku. Jadi ia tidak mungkin membalas perasaanku, ‘kan?

Aku benar ‘kan? Itu mustahil ‘kan? Hiks.

“Ming hyung!” aku berhenti. Mengusap air mata yang sejak tadi berjatuhan di pipiku. Aku berusaha tersenyum menghadap Hyukkie. Yah, karena aku yakin itu suaranya.

Hyung? Kau baik-baik saja, bukan?” tanyanya. Aku hanya mengangguk ditanya seperti itu padanya.

Refleks aku memeluknya. Ia membalasku. Aku menangis di sana. ‘Aku akan baik-baik saja selama kau ada bersamaku, Hyukkie. Terima kasih, Hyukkie. Terima kasih karena telah menjadi sahabat terbaikku. Terima kasih.’

Hyung?”

“Biar seperti ini, Hyukkie-ya. Ku mohon, hiks.”

“Sesukamu, hyung. Aku akan selalu ada untukmu, ne?”

Aku mengangguk dalam pelukan kami. “Ne, terima kasih, Hyukkie-ya. Maafkan aku.” Dan pelukanku pun mengerat.

.

.

.

Mwooooo? Kau akan pindah ke London? Kok? Hyungieeee~ jangan tinggalkan aku, neee?” aku terkekeh melihat wajah memelas Hyukkie. Ya, aku memutuskan untuk cerita padanya.  Dan beginilah ekspresinya. Memohon pada untuk tidak pergi.

Namun apa kehendakku? Aku pasti tidak akan bisa menolak kemauan appa. Hei, apa tanggapan Hyukkie jika aku bilang appa mengirimku ke sana supaya aku bisa melupakan Kyuhyun? Apa pendapatnya, ya?

“Hyukkie~”

Mwoya?”

Ah, hei. Dia marah padaku?

“Hyukkie jangan begitu. Hyung akan kirim email, deh. Seminggu sekali, okay?”

Anniyo!”

“Kalau begitu tiga hari sekaliii?”

Anniiiiii!”

“Aish, baik! Pilihan terakhir. Sehari sekali. Secepat mungkin, sebisaku. Semampuku. Okay?”

Hyungie~ aku tidak mau kau pergi kemana-mana.”

“Tapi Hyukkie…?”

“Ayolah~”

“Tidak bisa, monyetkuuuu~ aku janji akan terus menjaga komunikasi kita, okay?”

Hyung~?”

Ne! Minnie hyung janjiii~ ^^v” aku menunjukkan dua jari telunjukku. Berharap Hyukkie akan percaya padaku. Ia langsung memelukku.

“Aku pegang janji hyung!”

Neee~!”

Terima kasih, Hyukkie. Kau memang sahabatkuuuu. Terima kasih.

.

.

.

Ini hari terakhirku. Dan aku ingin menghabiskannya dengan Hyukkie. Biar saja. Supaya monyetku yang satu ini tidak protes dan rewel. Asal dia senang, aku juga senang.

“Jadi? Alasan ahjushi menyuruhmu pindah apa?”

“Aish, mengapa harus bertanya seperti itu, eoh, Hyukkie-yaaa?”

Hyukkie memanyunkan bibirnya. “Hyung tidak jawab, Hyukkie tidak akan mengizinkan hyung pergi, wek :p”

“Hyukkie-yaaa~”

“Jawab saja, hyung jelek.”

“Aish! Arraseo!!!”

“Hm?”

“Alasannya…karena appa ingin aku melupakan Kyuhyun.”

MWOOOOOO?”

‘Prang~’

Suara benda jatuh itu membuat Hyukkie maupun aku menoleh. Dan di sanalah terlihat, namja itu. Namja yang aku suka. Namja yang aku cintai. Berdiri penuh kemarahan. Aku tidak mengerti. Namun sedetik kemudian dia pergi begitu saja, mengabaikan panggilan kedua temannya –Siwon dan Kibum.

Tuhan…

“Maafkan Kyuhyun ya, Sungmin-ya.”

Eoh?” aku kaget ketika kedua teman Kyuhyun ada di depan mejaku dan Hyukkie. Aku hanya mengangguk gugup. Namun tatapan mereka berubah.

“Semoga kau cepat mengingatnya.”

“Eh?” aku tersentak mendengar gumaman Siwon. Apa maksudnya? Aish! Mengapa mereka langsung pergi?

Hyung? Kau baik-baik saja?” tanya Hyukkie. Aku mengangguk. “Ne, Hyukkie. Jangan khawatir, ne?”

Ya Tuhan, aku harap aku bisa mengetahui semuanya ketika aku berada di London. Semoga saja.

.

.

.

Aku menguap di atas tempat tidur beralasankan seprai pink. Mataku membiasakan diri pada cahaya yang masuk. Pagi ke empat enam puluh sembilan di dunia yang baru bagiku. London. Yah, di sinilah aku. Sendirian. Di apartemen yang lumayan besar.

Aku berjalan ke arah balkon, menghirup udara di sana. Menikmati pemandangan kota London yang sangat asri. Tetapi…aku selalu merasa kurang. Aku tetap tidak bisa melupakan Kyuhyun. Hah, keputusan yang salah bukan, appa?

Aku kembali masuk ke dalam kamar, memerika emailku. Di sana ada email dari Hyukkie. Dengan segera aku membalasnya.

.

.

hyukjaelee@gmail.com

 

 

Iya Hyukkieeeee~ hyung juga kangen tahuuuu. Hyukkie gimana kabarnya? Sudah punya pacar, eoh? Masa setiap hari email-an tidak mau cerita soal pacar? Pelit sama hyung?

 

Pokoknya hyung tunggu cerita asmaramu. Haruuuuussssss!!!!!!!!!!!!

 

 

Hyukkie~ di London memang indah, loh. Tapi tidak indah soalnya hyung tidak bisa melihatnya. Walau sudah mencoba ribuan kali untuk menyukai seorang yeoja atau namja lain, hasilnya sama saja. Hyung tidak bisa.

 

Setiap kali dekat dengan orang lain, wajahnya selalu muncul. Hah, hyung galau. Hyung tidak tahu harus bagaimana.

 

Hyukkie~ bantu hyung. Hyung tidak mau seperti ini terus. Hyung mau bebas!

 

Saranghae Hyukkie~~ pokoknya hyung tunggu ceritamu. Okay?

 

 

Best regards,

 

Lee Sungmin

.

.

“Haaah~ dasar Hyukkie. Mengirimkan email hanya dua baris. Seperti tidak ada kerjaan saja. Ah, lebih baik aku lekas mandi dan bersiap. Hari ini ada mata kuliah prof. mengerikan itu. Hiiii~” aku berucap pada diriku sendiri.

Yah, dan langsung saja aku memasuki kamar mandiku.

.

.

.

Aku berjalan pelan di sepanjang jalan kota ini. Hari ini menyebalkan. Professor itu selalu saja seenaknya. Memberikan tugas yang sangat gila dengan waktu yang juga gila-gilaan. Hei, ini benar-benar membuatku seperti orang gila.

Aku berlari pelan menuju café es krim favoritku. Mengambil letak tempat duduk di pojok yang menghadap pada view pegunungan. Aku juga sengaja mengambil tempat di belakang café. Seperti biasa aku memesan semangkuk besar es krim vanilla-strawberry. Kemudian menyicil tugas-tugas kuliahku yang menumpuk.

Seraya memasang earphone aku menyuapkan sesendok es krim, kemudian menggerakkan tanganku yang satunya untuk menuliskan tinta di kertas kosong.  Kepalaku bergerak ke kanan dan ke kiri, mulutku pun tak henti menerima suapan es krim. Lalu mataku, sesekali melihat ke sekeliling. Sampai…pada lirikkan entah ke berapa…aku menatap siluet yang tidak asing bagiku.

Tidak mungkin. Dia…tidak mungkin di sini. Ah Tuhan…mungkinkah itu…dia?

“Yo, temanku, Marcus. Apa kabarmu?”

‘DEG’

.

.

.

To be Continue

.

.

.

Note : Hiiiiii, I’m baaaack. What did you think ‘bout this fic?

I have not try to writing again for a long time. I hope its not bad to read.

Have you read this? Wanna given me comment? Critics? Anything?

I’ve wait for it. Thank you~

 

With big Love,

Umu Humairo Cho

25 thoughts on “Tell Me ~Chapter 1

  1. umin ilang ingatan ya?
    kyu bnci ma umin, tp knpa pas tw umin pndah k london kyu mrah gtu?
    ada apa dg kyumin? trus ortu umin knpa?

    ok dah, d tnggu chap 2-a ><

  2. ini prolog ya? di sini ming ilang ingatan ya? aduh ceritanya emang complicated. ditunggu alasan kyuhyun membenci sungmin😉

    keep writing ;D

  3. aishh crt.a penuh teka teki dan membingungkan sm kyak judul.a🙂
    sbnr.a kyu knpa bnci dng umin, apkah umin pernah mglami kecelakaann??? dan amnesiaa????

    marcus adl kyu kn?? kalau iya kyu knpa ikut k landon??

    nextt>>>🙂

  4. ming lupa ingatan kah? O.O
    kayaknya emang dulu mereka saling kenal deh. tapi yang aneh kenapa ortu ming kagak sutuju kalo ming cinta sama kyu? aish jinjja #ngacak rambut

  5. what’s wrong with kyumin??!!
    aisshhh, neo jinjja.. bkin pnasaran..
    apa sih yg dsembunyiin. ming hrs inget apa coba? ada yg salah ama ming? ckck, knp smua org kesannya menyembunyikan ssuatu. gak ksian apa ama ming udh tekanan batin gtu. trus itu siapa pula marcus? org mana? dr planet mana? kyu di london? koq bisa?? #mbredelpertanyaan #plak!

  6. what’s wrong with
    kyumin??!!
    aisshhh, neo jinjja.. bkin
    pnasaran..
    apa sih yg dsembunyiin.
    ming hrs inget apa coba?
    ada yg salah ama ming?
    ckck, knp smua org
    kesannya
    menyembunyikan ssuatu.
    gak ksian apa ama ming
    udh tekanan batin gtu.
    trus itu siapa pula
    marcus? org mana? dr
    planet mana? kyu di
    london? koq bisa??
    #mbredelpertanyaan
    #plak!

  7. Uwoooo… Kyu kena gt sikapnya dan kenapa ming dibilang semoga cepat ingat, ming hilang ingatan kah ??

    Marcus ato cho kyuhyun ke london …

    Penasaran kenapa kyu benci ming …

    Terimakasih pw nya ^^ .. Ditunggu chap 2 .. Heheheh..

  8. Maafff bru bsa kash komen. Mulai kmrn sdh ak ksh komen tp gak terkirim mulu^^ haahhhhh.. Sbnernya apa yg Terjadi dgm KyuMin? Tertma Ming Oppa deh^^ knpa Ming lupa msa lalu-nya? Trus siapa Kyu dan Marcus? Gyaaaaaaaa… Ap yg di sembunyikn Ortu Ming ttg Kyu? Pemasarannnnnnnn.. Lanjutkannnn… Kelupaaannn knpa Kyu bgtu membenci Ming? Penuh misteri nihh.. Di part selanjutnya.

  9. aduh dek cerita ny masi burum
    kayak prolog nih
    banyak yang belom keungkap
    ampe bingung sendiri
    coba bayangin mana mungkin seorang Cho Kyuhyun
    membenci Lee Sungmin?
    gak mungkin kan?
    tapi samar2 dapet nih penerangan(?)
    kayak ny ada konflik antara Kyu ama appa ny Ming kan?
    aduh penasaran nih
    plus di tambah ama TeBeCe ny di tempat ny yang bikin penasaran
    ayooo dek di lanjut butuh kejelasan ini haduhhh
    betewe ini ff yg dulu di kirim ke bbm ntu bukan dek?

  10. Aku… Zoom fotonya untuk liat Kyu pake daleman apa nggak xDDD *plaaakkk*

    ~

    Dadaku dan perutku sesak waktu baca ini…

    Penjelasannya dan perumpamaannya itu loh eonniiii.. keren bangeeett X)

    ~

    Ming hilang ingatan kah?
    Apa yg trjd sblmnya?😦
    Trs knp ortu Ming ngga mengijinkan Ming brsm dgn Kyu, dan malah menyuruh Ming melupakan Kyu? T^T
    Kemarahan Kyu jg aneh..
    Sibum kelihatannya tau dgn apa yg trjd pd KyuMin (kok Ming ngga tny mreka aja?)

    ‘Marcus’ dan kenapa DEG?

    ~

    Maaf eonni aku banyak pertanyaan .__.v penasaran beraatt D’x selalu kutunggu lanjutannya eonni :3 thanks for the password ^^

  11. baru sempet baca =______=

    huh! Sebenernya apa yang terjadi sama Kyu? kenapa dia begitu benci dgn Ming?
    dan~ ummm aku..aku.. ah apa Ming lupa ingatan? soalnya kata-kata “semoga kau cepat mengingatnya” itu mengarah ke lupa ingatan -.-
    Apa sebenernya yang terjadi sama KyuMin?
    dan apa?!! Kyu ada di London juga?
    Kyu sengaja ngikutin Ming eoh? O.o
    Ahhh~ penasaran ><
    cepetan di lanjut yah eonnie sayaang~

    hwaiting~!!

  12. Sungmin lupa ingatan yh ? ? ,,,kok si kyu kayak benci banget ma umin ? ? ,,,kasian sungminie,,,d lanjut yh chingu,,,^^

  13. Annyeong. Aku pembaca baru di sini🙂
    Aku penasaran karna postingan catatan di FB, terus akhirnya memutuskan untuk ke blog ini deh..

    Agak membingungkan di awal. Oke, ini fict penuh misteri.
    Apa Sungmin amnesia? Dia melupakan Kyu? Dan Kyu marah karna itu? Ada apa sebenarnya?
    Terus, kenapa appa-nya Min nyuruh Min ngelupain Kyu? Semuanya buat banyak pertanyaan muncul di otakku U.u
    Aku mau baca chapter 2, pw-nya gimana?🙂

  14. mianhe umma bru bisa bca skrang sayang…

    dan umma smpet trkejut,udah gk d protect tryta,hehehe…

    itu ming knpa? amnesia yah…
    trz knpa kyu hrus benci,dan knpa juga appanya ming gk suka…

    ya elah ktmu lagi d london,smg ming gk makin sakit hati…

    next~next~

    umma tunggu PWnya yg chap 2 yah…

  15. kyaaa,,akhirnya ada ff baru.🙂
    ming kenapa amnesia gitu? tapi aku yakin kyu ga benci sama ming —
    dan itu yang dateng, kyu kah??
    next next..
    dan aku selalu suka tulisanmu chingu, bahasanya selalu enak dan ngena banget ^^

  16. si umin amnesia ya trus kyupil knapa benci bnget ya sama umin…marcus itu kyuhyun kan,sampai nyusul umin ke london…lanjut part 2

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s