A Thousand Miles, A Thousand Years


A Thousand Miles, A Thousand Years

This story belongs to me

HanChul, and others

Are belongs to God and Themselves

Genre :

A lil bit of Romance, Hurt/Comfort

Rating : Teen

Length : Ficlet

Summary :

Tak peduli beribu jarak pun, beribu tahun pun kita tak bertemu.

Aku…tetap mencintaimu.

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai. OOC! Bad plot from me!

A/N :

Bad fic! Don’t kill me! Hehe😀

Setting sebelum Heechul wamil.

Hanya sebuah fic ringan untuk ultah My Evil Ahjuma😀

Saengil Chukkae Ahjuma😀

Don’t like don’t read!

Read it? Please, leave your comment. Thank you.

Happy reading^^
.

.
Umu Humairo Cho

~Proudly Present~

A HanChul Fanfiction

A Thousand Miles, A Thousand Years

.

.

Heart beats fast
Colors and promises

Malam ini hujam turun begitu deras. Seakan menyuarakan suara hati seseorang di dalam kamarnya. Menatap langit yang gelap dengan hati yang tertutup kabut. Sedetik kemudian matanya terpejam mengingat terakhir kali mereka bertemu. Jantungnya berdegub kencang, seolah organ itu tak sanggup lagi berada di dalam. Mengingat warna hubungan mereka dengan segala janji-janji yang terucap.

How to be brave
How can I love when I’m afraid
To fall

Ia mencoba membuka matanya, berusaha berani menantang dunia. Namun, seketika ia kembali takut terjatuh, ketika ingatannya kembali pada percakapan itu. Bagaimana bisa ia mencinta jika rasa takut itu selalu datang.

But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow

Matanya menerawang saat seseorang yang ia cintai berdiri sendirian di sana. Namun dengan segala keraguan yang ia miliki. Ia melangkah pergi.

One step closer

Satu langkah…mendekat…?

“Hyung?” matanya terbuka seketika. Menatap pintu kamar yang sedari tadi ia hindari. Di sana, berdiri partner in crimenya. Seolah malas menjawab, ia hanya menatap Magnae Super Junior itu. Di duganya, Magnae itu menatapnya intens dan sebentar lagi—

“Kau terlihat mengerikan, hyung,”—pasti anak itu akan mengejeknya. Benar ‘kan?

“Apa? Kau belum pernah ku jadikan makanan Heebum?” balas namja yang tengah menatap dongsaengnya itu. Kyuhyun –sang Magnae yang terkenal evil itu hanya mengeluarkan smirk andalannya. Dan bersiap mengejek hyung kesayangannya itu. Kalau saja…Heechul –nama namja itu- tidak langsung berbicara. “Apa mau mu, Cho Kyuhyun?”

Dan oh, seketika namja evil itu sadar. Tersenyum polos membuat Heechul mendecih. “Ne hyung, Leeteuk hyung menyuruhmu makan. Wookie sudah memasakkan makanan special untuk kita! Kajjaa!!” ujar Kyuhyun semangat.

Dalam hati Heechul tersenyum. Ck, ada-ada saja Magnae evil itu.

I have died everyday
waiting for you
Darlin’ don’t be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I’ll love you for a
Thousand more

Sesaat setelah Kyuhyun pergi. Bukannya beranjak, Heechul kembali menutup mata. Rasanya ia seakan mati setiap hari untuk menunggu waktu yang tak pasti. Berharap sosok itu akan segera kembali. Walau ia selalu berucap pada dirinya, yang ia tujukan untuk orang terkasih agar orang itu tak perlu takut karena Kim Heechul, akan tetap mencintai Hankyung, ya, Hankyung untuk seribu tahun lagi. Tidak, tapi beribu-ribu tahun lagi. Hanya untuknya.

Ya. Heechul selalu berkata itu pada dirinya sendiri.

Karena ia percaya.

“Ck! Kau seperti orang gila kalau terus seperti ini hyung,” lagi. Kenapa manusia evil itu selalu membuatnya naik darah?

“Apa mau mu sih?”

“Tentu saja memanggilmu untuk segara datang ke meja makan Kim Heechul! Heyo~ aku yakin Han hyung akan sedih jika kau terus seperti ini!”

Rahang namja cantik itu mengeras seketika. Apa-apaan dia? Matanya menatap tajam Kyuhyun. “Tahu apa kau tentang…”

“Setidaknya kau lebih beruntung hyung,” alis Heechul bertaut. Matanya menatap Kyuhyun intens. Namja paling muda di Super Junior itu berucap lagi. “Perpisahan itu tidak sesakit yang kau deskripsikan, hyung. Dan…cinta itu tidak sesederhana yang kau ucapkan.”

“Apa? Kau berkata seperti itu karena kau ada masalah dengan Sungmin ‘kan? Berkata aku lebih beruntung. Kau mau ku pukul, hah?”

“Tsk!” Kyuhyun mendecak. Matanya menatap Heechul. Tubuhnya bersandar di daun pintu. “Kau hanya perlu membuka mata hyung. Aku lebih merasa bahwa sekalipun jarak memisahkan kalian, seolah kalian tetap terlihat bersama. Yah, tidak sepertiku.”

Heechul mengerjap. Memilih memasang satu headset di telinganya. Tetapi, Kyuhyun masih meneruskan ocehannya. “Seharusnya kau…yah, percaya saja bahwa suatu saat Hankyung hyung akan kembali.”

“Aku selalu percaya itu,”

“Kalau begitu berhenti bersikap seperti orang kehilangan. Dasar Cinderella palsu. Ayo cepat ke meja makan,”

“Ck! Kau mirip Teukie kalau begini,”

“Hn, ingatkan aku soal itu,”

“By the way, soal masalahmu dengan Sungmin…adalah hal yang…tidak beralasan. Dasar pasangan memuakkan,”

“Kim Heechul!” Kyuhyun berseru saat Heechul berkata seperti itu. Apa maksudnya coba?

Heechul menoleh malas menatap Kyuhyun. “Siapa suruh kalian berdua sama-sama egois. Ck, lagipula kau benar-benar tidak ada pantasnya berdiri dengan Magnae snsd itu. Benar-benar menggelikan. Dan lagi, hanya karena itu, Sungmin, marah padamu. Kapan sih kalian itu kayak pasangan di tahun 2007, diam, tidak seberisik sekarang.”

Kyuhyun diam Heechul berkata seperti itu. Walau bagaimana pun, ini memang murni keegoisan dirinya dan Sungmin.

“Yah…” Heechul bangkit dari duduknya, menghampiri Kyuhyun, menepuk bahu dongsaengnya itu. “…aku akan berhenti bertingkah yang katamu seperti orang gila atau kehilangan atau apalah itu kalau kau dan Sungmin sudah bisa bersikap layaknya namja dewasa. See, kau memang sebenarnya ingin meminta nasihatku ‘kan? Daripada memanggilku untuk makan?”

“Ck! Terserahmu hyung. Tapi aku akan menagih janjimu,”

“Yah! Terserahmu lah,” balas Heechul malas dan berjalan duluan menuju menuju meja makan. Meninggalkan Kyuhyun di belakangnya yang tengah tersenyum.

.

.

Time stands still
beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything
Take away
What’s standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

Namun waktu tetaplah waktu. Yang akan terus berjalan tanpa henti. Dengan segala keindahan yang pasti di miliki dunia yang mewakilkannya. Namun, Kim Heechul, sekali lagi, menyakinkan dirinya untuk berani, untuk tidak akan membiarkan apapun pergi darinya.

Dan lihatlah, ia tahu apa yang tengah ia hadapi. Dunia dan waktu juga kepercayaannya yang berdiri di depannya. Di setiap napas dan waktu yang selalu datang, ia akan selalu bertahan.

One step closer

Satu langkah lagi untuk lebih dekat.

.

.

Dengan satu langkah pasti yang juga di lakukan oleh dia, seseorang yang ia tuju. Menggenggam erat ponselnya saat sekali lagi melihat senyum cinderellanya, sampai, sang manajer menyapanya. Menyuruhnya bersiap.

“Lekaslah Han. Kita akan segera berangkat ke Korea sekarang juga,”

“Mwo?” dan seketika ia terkaget. Apa-apaan ini?

“Sudahlah cepat. Tidak ada waktu lagi,” yang selanjutnya hanya bisa ia lakukan.

Oh Tuhan, bisakah, jarak yang akan ku tempuh ini Kau jadikan alasan kami akan bertemu lagi?

.

.

Kim Heechul membawa dirinya berjalan-jalan ke distrik kota Seoul. Memanjakan matanya yang telah lama ia sembunyikan dari dunia. Setidaknya, untuk kali ini saja berusaha untuk menepati janjinya pada Kyuhyun.

Yeah, siapa yang bisa menyangka kalau Magnae itu akan dengan sangat mudah berbaikan dengan Sungmin? Saling berjanji untuk tidak saling egois lagi? Cih, dramatis sekali, pikir Heechul.

Tapi memang, cinta mereka itu unik ya?

Dan oh, apakah sekarang Tuhan ingin membuatmu benar-benar melihat ke arah depan. Di sana…tunggu? Siapa? Benarkah itu…Hankyung?

And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I’ll love you for a
Thousand more

One step closer
One step closer

Yeah, hanya satu langkah lagi kita akan kembali bertemu. Apakah Tuhan benar-benar membiarkan waktu membawakan hatimu kepadaku? Dan apakah kau selalu mendengar bahwa…aku akan selalu mencintaimu walau seribu…bukan, tapi beribu-ribu tahun lagi.

Di depannya, beberapa meter di depannya, sosok itu juga tengah menatapnya. Seolah tak percaya bahwa jarak yang ia tempuh semalam benar-benar membawanya bertemu dengan orang yang begitu ia cintai.

Dan sekarang, bolehkah? Selangkah saja ia lebih dekat? Lebih dekat kepada kekasih hatinya?

One step closer
One step closer

Satu persatu langkah akan menjadi berarti ‘kan? Jika akhirnya kita bisa berdiri di depan orang yang begitu kau rindukan? Orang yang begitu kau harapkan? Dan oh, bolehkah kau egois dengan ingin memeluknya?

Tentu saja.

‘Bruk’

Hankyung –namja itu mundur selangkah karena tabrakan Kim Heechul pada tubuhnya. Salahkan mereka yang bertemu di pinggiran distrik ini. Salahkan cinta dan kerinduan yang bersorak ingin segera di tunjukkan. Setidaknya, sekali ini saja.

Tentu boleh ‘kan?

Tentu saja. Apapun boleh kau lakukan untuk kebaikanmu, ‘kan?

Yah…sekalipun jarak memisahkan cinta.
Tapi di sana masih ada waktu yang pasti mengatur kapan jarak itu akan terhapus.
Dan sekalipun waktu membatasi sepasang kekasih.
Pasti pada akhirnya ia akan habis dan membiarkan keduanya bertemu.

Asal cinta ada di sana…bolehkan kita berharap?

Beribu jarak atau tahun pun…kalau cinta ada bersama kita…semuanya akan indah pada dasarnya, ‘kan?

Yah, itulah cinta.

.

.

The End

.

.

Note :
Sorry for bad Fanfic.
Sorry, sorry, sorry for it.
Hope you like it.
Read it? Comment please~
Thank you^^
Loved,
Umu Humairo Cho

2 thoughts on “A Thousand Miles, A Thousand Years

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s