Trust Me ~Chapter B


Trust Me

This story belongs to me

SiBum and others

Belongs to God, themselves and their couple

Genre :

Romance, Drama, Hurt/Comfort, A Little bit of Angst

Rating : M

Length : ThreeShoot

Summary :

Heyo~ untukku? Memang tak terlalu penting.

Aku bahkan takkan pernah menuntutmu untuk percaya padaku.

Tapi—ku mohon jangan seperti ini. Apakah semua yang terlihat benar-benar nyata sehingga kau tak percaya padaku?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! Lemon! Lime! PWP! SMUT! Pervert!Siwon

A/N :

Hueee~~ ane bikin ff Sibum lagi, ‘kan? Nc pula, wkwkwk #plak

Oke abaikan. Hehehe😄

Don’t like don’t read! NOT PLAGIAT!

Hope you enjoyed it. I’ll wait your comment here😀

Thank you~

.

.

A Sibum Fanfiction

.

Trust Me

.

Present by Umu Humairo Cho

.

.

Chapter Sebelumnya—

.

.

“Kibummie~~ kami datang~~ Loh? Pintunya ngga di kunci?” suara seseorang menggema di apartement pagi itu. Ia memasuki kamar apartement milik dongsaengnya—namun ia tak menemukan sang pemilik.

Hari ini—semua uke datang ke apartement Kibum—mengingat—semalam mereka melihat Siwon pulang dengan keadaan kacau. Mereka berpikir ini pasti ada hubungannya dengan Kibum.

Leeteuk yang tak menemukan Kibum—menyuruh Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook untuk mencari keberadaan Kibum. Mereka semua berpencar—sampai akhirnya teriakkan Sungmin membuat semuanya berhambur ke satu tempat—“YA TUHAN KIBUMMIE!”

.

.

Chapter 2

.

.

Leeteuk, Eunhyuk dan Ryeowook berbondong-bondong menghampiri sumber suara, dan ketika sampai, mata mereka terbelalak melihat apa yang mereka saksikan.

Di bawah guyuran air shower terlihat Kibum yang memejamkan matanya. Bibirnya putih—wajahnya pucat. Badannya menggigil. Sungmin di sampingnya berteriak khawatir. Berusaha menyadarkan Kibum—menyuruhnya membuka mata. “Kibummie, ya, Tuhan?! Apa yang kau lakukan di sini, hem? Kibummie buka matamu,” ujar Sungmin.

Ketiga namja yang tersisa tak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya suara Sungmin kembali menyadarkan mereka. “Eunhyukie, ambilkan handuk. Ryeowookie, buatkan coklat atau bubur. Cepat!” suruh Sungmin pada kedua dongsaengnya. Seakan sadar—Leeteuk mendekati Kibum dan membantu Sungmin memeluk Kibum yang menggigil.

Tak lama Eunhyuk datang dengan membawakan handuk yang Sungmin suruh. Segera, Sungmin merebutnya dan memakaikannya ke tubuh Kibum. Mendekapnya bersamaan dengan Leeteuk yang ikut memeluk Kibum sedari tadi.

Ketiga namja itu membawa Kibum dan merebahkannya di kasur milik Kibum. Kemudian mereka mulai mengganti baju Kibum yang sudah basah. Kibum sendiri masih belum sadar. Matanya masih terpejam namun giginya terus menimbulkan bunyi yang menandakan bahwa ia benar-benar kedinginan.

Leeteuk mengambil selimut lagi dari dalam lemari Kibum setelah ia, Sungmin dan Eunhyuk selesai menggantikan baju yang Kibum pakai. Setelahnya, ia memakaikan selimut itu ke tubuh Kibum yang menggigil.

Ketiganya menatap Kibum khawatir, tak lama datanglah Ryeowook dengan semangkuk bubur hangat lalu Ryeowook meletakkannya pada meja di samping tempat tidur dongsaengnya. Mundur selangkah dan mensejajarkan tempat pijakannya—di samping Leeteuk. Ryeowook menatap Kibum berkaca-kaca. Ia bertanya dengan bibir bergetar. “H-hyung, K-kibummie gwenchana?”

Leeteuk tersentak—ia kembali tersadar lalu mengusap bahu kecil Ryeowook yang bergetar. “Ne Wookie-ya, Kibummie baik-baik saja. Jangan khawatir, eoh?” balas Leeteuk dan mengelus kepala Ryeowook sayang, berusaha menenangkan. Ryeowook pun hanya mengangguk mengiyakan.

Kemudian mata ke empat namja itu kembali beralih menatap Kibum yang kini menggeliat—berucap lirih bahwa ia kedinginan. Dua selimut yang membungkus tubuhnya tak mampu membuatnya hangat. Eunhyuk berpikir untuk menelpon Siwon. Ia mengeluarkan ponsel miliknya dan siap menelpon sang dongsaeng, namun suara Kibum menahannya. ”Andwae, h-hyung. Jangan h-hubungi Wonnie.”

Dan kalimat itu membuat Eunhyuk mengurungkan niatnya.

.

.

Setelah beberapa lama terdiam, akhirnya Leeteuk memutuskan untuk mendekati Kibum dan duduk di pinggiran tempat tidur dongsaengnya itu. Mengambil semangkuk bubur yang tadi di buatkan oleh Ryeowook dan menyuruh Kibum untuk bangun. “Kibummie kajja, bangun dulu, kemudian lekas makan buburnya, eoh?” titah Leeteuk. Kibum membuka matanya yang sebelumnya kembali terpejam.

Ia mengerjap beberapa saat sebelum ia menunjukkan killer smile miliknya ke Leeteuk. Leeteuk hanya diam tak merespon senyuman Kibum. Kibum segera menghapusnya, sadar bahwa kini sang hyung tengah kecewa kepada dirinya. “Makanlah,” kata Leeteuk dan menyodorkan sesendok bubur yang sebelumnya sudah ia tiupi agar tak panas. Kibum meliriknya lalu berusaha bangkit untuk duduk bersandar di kepala ranjang, kemudian melahap sesuap bubur itu.

Wajahnya yang pucat berusaha ia sembunyikan walau percuma. Kibum tetap saja tersenyum kepada hyung-hyung nya yang ada di sana.

“Jangan tersenyum terus, Snow White! Wajahmu pucat begitu,” kata Leeteuk menyinggung Kibum. Mendengarnya, Kibum menunduk dan memainkan jarinya. Lalu berucap lirih, “Mianhe hyung. Mianhe sudah membuat kalian khawatir.”

Leeteuk bisa melihat kilat penyesalan di kedua bola mata Kibum. Ia mengelus rambut sang dongsaeng dan tersenyum. “Arraseo chagi, gwenchana. Tapi janji jangan seperti ini lagi, okay?” dan yang Kibum lakukan hanya mengangguk.

.

.

siwon407                                             Reply – Retweet – Favorite                                          2m

MWO? Kibummie sakit? RT @AllRiseSilver Kibummie sakit Hae-yah😦 RT @donghae861015 Hah? Emang Kibummie kenapa, Eunhyukie? RT @AllRiseSilver

AllRiseSilver                                      Reply – Retweet – Favorite                                          3m

Kibummie sakit Hae-yah😦 RT @donghae861015 Hah? Emang Kibummie kenapa, Eunhyukie? RT @AllRiseSilver Get well soon @ikmubmik~

donghae861015                                Reply – Retweet – Favorite                                          4m

Hah? Emang Kibummie kenapa, Eunhyukie? RT @AllRiseSilver Get well soon @ikmubmik~ semoga cepet jadi Kibummie yang dulu lagi ^^

AllRiseSilver                                      Reply – Retweet – Favorite                                          5m

Get well soon @ikmubmik~ semoga cepet jadi Kibummie yang dulu lagi ^^

.

.

‘DEG’

Mata Eunhyuk terbelalak melihat Siwon me-mentionnya. Ia menatap horor ke arah Kibum dan berucap takut. “K-kibummie mianhe~ sepertinya Siwon tau kalau kau sedang sakit.”

‘DEG DEG’

Dan kali ini, Kibum yang menatap ke arah pintu horor. Takut jika tiba-tiba Siwon datang dan menanyainya macam-macam.

M-mianhe, Bummie,” suara Eunhyuk menyadarkannya. Kibum menggeleng. “Gwenchana, hyungie.”

.

.

Suasana hening dengan Kibum yang sedang bergelut dengan pikirannya bahwa sebentar lagi Siwon akan menerjangnya dan menanyainya macam-macam. Heyo~ dia harus jawab apa?

Bahkan dia tidak sadar bahwa dia—

‘BRAK’

“Kibummie? Kau baik-baik saja?” dan lihat! Pintu itu terbuka dengan Siwon yang terengah-engah. Siwon mendekati Kibum lalu menangkup wajah Kibum dengan kedua tangannya. “Gwenchana chagi-ah? Kau kenapa, hem?” tanya Siwon sambil sesekali menciumi wajah Kibum. Kibum hanya bisa memejamkan matanya. Menikmati apa yang Siwon lakukan padanya.

Tangan Kibum bergerak meremas-remas ujung jaket yang Siwon pakai. Hatinya bergemuruh, hatinya bergetar. Kibum membuka matanya dan menatap Siwon yang kini juga menatapnya. “W-wonnie,” panggil Kibum. Siwon yang mendengarnya, menatap Kibum yang menatapnya sendu. “A-aku baik-baik saja W-wonnie.”

Namun sepertinya, Siwon tak langsung mempercayai apa yang Kibum ucapkan. Dengan segera—Siwon menarik Kibum ke dalam dekapannya. Mengusap-usap punggung juga rambut hitam kekasihnya. Kibum sendiri hanya bisa memejamkan matanya. Seketika, kehangatan menyeruak masuk ke sekujur tubuhnya yang sebelumnya menggigil. Kibum balas memeluk Siwon—menyembunyikan wajahnya pada dada bidang kekasihnya.

“Kau membuatku takut Kibummie. Jangan seperti ini lagi, eoh?” dan lagi Kibum hanya mengangguk mengiyakan.

.

.

Siwon masih setia duduk di pinggiran tempat tidur sang kekasih. Terlihat Kibum yang memejamkan matanya dan mendekap selimut yang membungkus tubuhnya. Kentara sekali bahwa ia masih kedinginan. Siwon yang melihat berniat mengambil selimut yang menurutnya masih ada satu di dalam lemari milik mereka. Namun sebelum Siwon beranjak, Kibum menahan tangannya. “W-wonnie? Mau kemana?” tanya Kibum lirih. Siwon tersenyum dan mengelus puncak kepala Kibum. “Mengambil selimut lagi untukmu.”

Tapi sepertinya, Kibum tak ingin Siwon kemana-mana. “A-andwae, k-kau di sini saja. P-peluk aku,” pinta Kibum pada Siwon. Siwon mengedarkan pandangannya sebentar, tidak sadar bahwa ketiga hyung dan satu dongsaengnya kini telah keluar dari kamar Kibum.

Siwon tersenyum dan masuk ke dalam selimut yang membungkus Kibum. Kemudian membawa Kibum ke pelukannya. Erat sehingga membuat Kibum mau tak mau seperti anak kucing yang mendapat kehangatan dari majikannya.

Kibum menggesek-gesekkan kepalanya ke dada bidang Siwon, mencari kehangatan lebih. Siwon sendiri malah mengusap-usap surai hitam Kibum dan membawa Kibum lebih menempel kepadanya. Sedikit saja—berusaha melupakan pertengkaran mereka semalam. Di mana Kibum menolak untuk di sentuh juga bagaimana sakitnya Siwon saat Kibum menolaknya bahkan tak percaya padanya.

“W-wonnie, jangan t-tinggalkan aku,” gumam Kibum yang tanpa Siwon sadari kini sudah tertidur. Mendengarnya, membuat Siwon semakin memeluk erat tubuh Kibum. Berusaha menyalurkan semua yang ia rasakan. Rasa bersalah, gelisah, sayang, cinta, kesal, dan sebagainya. Ia mulai berpikir, kenapa semuanya jadi seperti ini?

“W-wonnie, hiks, j-jangan. K-kyunnie, hiks, j-jahat,” dan dengarlah. Kibum yang seperti ini bukanlah Kim Kibum. Siwon yang khawatir membangunkan Kibum. “Kibummie, bangun sayang. Kamu kenapa?”

“Hiks, W-wonnie, please~ j-jangan tinggalin aku, hiks,”

“Kibummie?”

“ARRGGHHHH! JANGAAAAAN!”

‘BRAK’

“Kibummie?”

“Siwon? Kibum kenapa?”

Dan seketika, Kibum terbangun kemudian langsung memeluk leher Siwon erat. “Hiks, Wonnie, j-jangan tinggalin aku,” ucap Kibum lirih. Siwon balas memeluk Kibum erat. “Aniyo, aku di sini dan ngga akan kemana-mana, hem? Sudah jangan menangis,” ujar Siwon. Lalu Siwon mengalihkan pandangannya pada hyungnya. “Kibum bermimpi hyungie.”

Dan ketiganya hanya mengangguk. Menyaksikan Kibum yang begitu takut kehilangan Siwon.

.

.

Kibum masih betah bergelut manja kedua lengan kekar Siwon. Menyembunyikan wajahnya di balik leher Siwon, sambil sesekali mengucapkan nama Siwon, memanggilnya sayang. Sampai akhirnya, beberapa orang datang dan tercengang melihatnya.

“Kibum hyung—eh?” panggilnya namun kemudian terbengong. Ia terdiam melihat Kibum yang benar-benar seperti takut kehilangan Siwon. Ia ikut merasa bersalah. Tapi lalu ia berusaha ingin merubah semuanya. Ia kembali memanggil Kibum. “Kibum hyung!”

Dan setelahnya, Kibum pun menjauhkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Kyuhyun. Ya, Kyuhyun lah yang memanggilkan. Seketika, perasaan takut kembali menyergap hatinya. “K-kyuhyunnie?” saat itu juga, hati Kyuhyun merasa sakit. Heyo~ betapa jahatnya ia membuat Kibum terlihat seperti mayat hidup?

Heh, ini semua karena nama itu -___-

Kyuhyun tersenyum dan mendekati Kibum, lalu meletakkan bungkusan yang ia bawa lalu meletakkannya di atas meja di samping tempat tidur Kibum, kemudian mengelus pipi sang hyung. “Hyung gwenchana?” tanya Kyuhyun lembut. Kibum mengerjap dan mengangguk. “Nan gwenchana. A-apa yang kau lakukan di sini, Kyu?”

Dan pertanyaan itu membuat kedua alis Kyuhyun bertaut. “Ya! Tentu saja menjengukmu, Snow White hyung! Kau ini bagaimana sih? Apa gara-gara sakit otak cerdas mu itu tidak berfungsi?” kata Kyuhyun kurang ajar, yang tentu saja di hadiahi sebuah jitakan oleh Sungmin. “Yaish hyung, appo.” Tapi Sungmin hanya mengangkat bahu.

Kemudian Kyuhyun kembali beralih menatap Kibum. Lalu berjongkok di samping tempat tidur Kibum, memegang erat kedua tangan Kibum. “Dengarkan aku hyung. Kau benar-benar harus mendengarnya, arraseo?” Kibum mengangguk, membiarkan Kyuhyun berbicara.

“Dengarkan aku. Dalam sebuah hubungan yang terpenting adalah kepercayaan, ‘kan? Hyung ingat apa yang hyung katakan, ‘kan? Apa sekarang hyung ingin berpura-pura amnesia dengan kata-kata itu? Hyung ingat bukan? Yang sangat di butuhkan dalam sebuah hubungan adalah kepercayaan masing-masing pasangan? Hyung yang mengatakannya padaku, bukan?” tanpa sadar—Kibum menundukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum. “Sekarang, coba lihat? Coba lihat bagaimana hubungan hyung dan Siwon hyung kalau di sana sudah tidak ada kepercayaan? Hyung lebih percaya mereka di banding aku atau pun Siwon hyung? Begitu?” tanya Kyuhyun.

Kibum mengangkat wajahnya saat Kyuhyun bertanya seperti itu. Ia bisa melihat kilat rasa bersalah juga kekhawatiran di mata Kyuhyun. Melihatnya, mau tak mau Kibum mengusap pipi Kyuhyun. “M-mianhe Kyu. A-aku terlalu larut pada perasaanku, mianhe,” ucap Kibum penuh penyesalan. Namun Kyuhyun menggeleng dan memegang tangan Kibum yang berada di pipinya. “Aniyo. Hyung ngga salah. Di sini hanya kesalahpahaman saja, eoh? Hyung, aku janji, mereka semua yang meneriakkan nama Wonkyu akan kembali meneriakkan nama Sibum dan Kyumin. Tapi hyung juga harus janji padaku?”

Alis Kibum bertaut. “Berjanji apa?” tanya Kibum kemudian. “Hyung harus berjanji akan sembuh dan tidak akan seperti ini lagi. Juga hyung harus cepat kembali ke Super Junior. Maka aku juga akan menepati janjiku. Bagaimana?” tawar Kyuhyun. Terlihat Kibum berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk. “Ne, arraseo.”

Dan semuanya pun tersenyum. Kemudian berucap bersama, “Saranghae Kibummie :)” mendengarnya, membuat mata Kibum berkaca-kaca. Lalu membalasnya, “Nado saranghaeyo, hyungdeul, Kyuhyun-ah.”

.

.

Beberapa hari setelahnya, kondisi Kibum membaik. Seperti sekarang, terlihat Kibum yang duduk di antara kedua kaki Siwon dengan laptop di depan mereka.

Sesekali Siwon menciumi bahu Kibum membuat Kibum melenguh atau mendesah. Juga tangan Siwon yang bermain di sekitar pahanya. Saat ini, Kibum dan Siwon tengah menonton show Super Junior minggu lalu. Tak henti-hentinya Kibum tersenyum mendengar apa yang terucap dari mulut para Elf.

Ya, dapat Kibum dengar, banyak yang meneriakkan nama Kyumin dan Sibum. Bahkan ia tak lagi mendengar ada yang meneriakkan nama Wonkyu. Ah entahlah. Entahlah apa yang Kyuhyun lakukan hingga bisa seperti ini.

Sesekali juga Kibum tersenyum, melihat Kyuhyun selalu mengadakan skinship atau bahkan yang menurut dia—dengan sengaja Kyuhyun mencium Sungmin. Membuat KMS yang menonton berteriak histeris. Hihi, rasanya Kibum ingin melakukan dengan Siwon. Menciptakan moment seperti itu.

Waeyo? Mau seperti itu?” tanya Siwon seakan tau apa yang ada di pikiran Kibum. Kibum hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada Siwon, kemudian memeluk tangan Siwon yang memeluk perutnya dari belakang. Membiarkan Siwon menciumi tubuhnya. “Saranghae Wonnie.”

Siwon tersenyum mendengarnya. Dengan iseng, Siwon menggerakkan tangannya dan meremas junior Kibum. “Ugh! W-wonnie, apa yang kau lakukan?” tanya Kibum yang di awali desahan. “Menurutmu?” balas Siwon ambigu lalu seketika mendorong Kibum juga menindihnya. “W-wonnie, j-jangan bercanda?”

Alis Siwon bertaut. “Bercanda apa? Tentu saja aku serius, Kibummie chagi~ Kau menolakku malam itu, dan apakah kau tau? Aku jadi main sendiri loh,” balas Siwon seraya menggigiti telinga Kibum. Satu titik sensitif milik Kibum. “Aannhh~ W-wonniehh, tapi—“

“Tidak ada tapi-tapian Kibummie sayang. Bersiaplah,” kata Siwon memotong kalimat Kibum, membuat Kibum melotot ngeri. “W-wonnie t-tunggu dulu. WONNIE ANDWAEEEEEEEEE!!!”

Dan di mulailah malam terpanjang bagi seorang Kim Kibum.

.

.

To be Continued

.

.

Nb : Sebelumnya mau ngucapin terima kasih buat yang udah review di chapter sebelumnya.

Makasih banget🙂

Terutama buat reviewer dengan name ‘Bencishipperkyuminalay’, muehehe😄

Haii~~ salam kenal~~ #cipol

Makasih loh reviewnya. Tapi ya, saya mau tanya, emang sebelumnya, saya menulis bahwa fic ini bentuk kebencian saya ya? Ih, kamu sok tau deh #cipoklagi

Bawa-bawa KMS lagi.

Kalo menurut saya, itu hak mereka lah. Kok kamu yang repot. Hihi

Tapi makasih deh udah menghiasi kotak review dengan kata-kata yang ancur banget😄

Makasih #cipok lagi.

.

.

Saya Cuma mau bilang, jika memang tidak suka, jangan baca.

Bukankah di A/N atas sudah saya tulis? Kenapa masih ada yang nekat baca ya?

Saya ngga peduli dia KMS kek, SBS kek, WKS kek, bodo amat.

Yang penting kan saya udah bilangin.

.

.

Ah, yasudahlah, saya ngga mau memperpanjang. Cuma mau memberitahu dan mengucapkan terima kasih, haha😄

Ne, sudahlah. Mau tanya, gimana dengan chapter ini?

Ancur? Kibum OOC banget ya? Maaf-maaf, entahlah kenapa saya bisa membuatnya #bow

Mau bilang, chap depan mau full nc atau ngga?

Ne, gimana? Mau di lanjut atau tidak?

Itu terserah kalian🙂

.

.

Sign,

Umu Humairo Cho

2 thoughts on “Trust Me ~Chapter B

  1. ini sumpeh demi apa ane demen bgt#cipokbrutalAuthor.hahahaha

    kata2 nya kyu ngejleb bgt dwah.figthingg nde.a
    next full NC ok#elotelatdoodl.hahaha
    figtingg aku baca ywhh.hahahaha

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s