The Right Hand of God ~Chapter 4


The Right Hand of God

This story belongs to me

KyuMin, SiBum, HanChul, and others

Are belongs to God, Themselves, and Their Couple

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Fail!Family, Angst

Rating : T

Length : Chaptered

Summary :

Kau percaya Tuhan ‘kan?

Kau percaya bahwa Tuhan ada ‘kan?

Kalau kau percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan?

Maukah kau jujur padaku apa yang kau rasakan?

Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan?

Seseorang yang menjadi kepercayaannya?

Aku tidak tahu aku ini apa?

Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa.

Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia.

Apakah kau percaya itu?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU! Cold!Kyu, Innocent!Min.

A/N :

Don’t like? Don’t read please.

Want to bashing? Do that to this story. Not to main character^^

Wanna RnR? Just do that.

And I’ll give my thanks just for you~

Happy reading^^

.

.

Umu Humairo Cho

.

~Proudly Present~

.

A KyuMin Fanfiction

.

The Right Hand of God

.

Chapter Four

.

.

Chapter Sebelumnya—

.

Sosok cahaya umma Sungmin tersenyum. Memberikan seseorang yang baru masuk itu sengatan yang membuatnya terasa hangat. Kemudian…suara itu membuatnya membatu di tempatnya. “Selamat datang di rumah Tuhan. Aku…ibu Sungmin dan…ini putraku, Lee Sungmin. Seseorang yang di utus Tuhan untuk membahagiakanmu…”

Dan seketika…dunia seakan berhenti berputar, haruskah…orang itu mempercayainya? Haruskah…

“…dan ku harap kau bisa menerimanya…Kyuhyun-ah.”

.

.

Chapter Four – Your Ego or Your Happiness?

.

.

Jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat. Benar…orang itu adalah Kyuhyun. Bertanya kenapa Kyuhyun bisa sampai sana? Itu karena Kyuhyum berlari mengejar Sungmin. Sesaat Sungmin pergi, Kyuhyun sadar bahwa ia begitu kasar. Karena itu…itu mengejar Sungmin…berniat meminta maaf.

Dan ketika Kyuhyun sampai di dalam…ia di sambut oleh kejadian di luar perkiraannya. Sosok itu…berbentuk cahaya…dan siapa tadi…Ibu…Sungmin?

“Apa kau sedang bertanya aku ini apa?”

‘Deg’

Jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat. Apa sosok di depannya ini bisa membaca pikirannya?

“Apa aku boleh tahu apa alasanmu tidak percaya pada Sungmin? Dan…kenapa kau sampai ke sini?” Tanya sosok itu lagi. Kyuhyun masih terpaku di tempatnya. Dan menjawab pelan. “Aku…ingin minta maaf pada…Sungmin.”

Jawaban Kyuhyun membuat sebuah kekehan hadir dari bibir sosok itu. Namun ketika Kyuhyun bertanya lagi, sosok itu pun terdiam. “Sebenarnya…siapa kau dan…Sungmin?”

Tersenyum. Hanya itu yang bisa sosok itu lakukan. Kemudian…ia mulai membuka mulutnya…berniat menjawab pertanyaan dari namja yang tanpa sadar begitu membuat sang anak –Sungmin, benar-benar menjalani apa yang Tuhan perintahkan.

“Sungmin adalah sosok masa lalu yang datang ke sini. Maksudku…Tuhan membawanya berhadapan dengan dunia…mempermuda umurnya karena…Tuhan ingin membuktikan padamu bahwa masih ada kebahagiaan dan…dunia itu indah –untuk Sungmin…”

“…jika kau bertanya bagaimana bisa. Aku bahkan tidak tahu. Aku sudah meninggal. Dan anakku…Sungmin belum meninggal. Namun jika kau bertanya sosok aslinya itu seperti apa sekarang…tentu saja dia telah menjadi namja berusia puluhan tahun atau mungkin…hampir seabad.”

“L-lalu…”

“Yang aku tahu…sosok Sungmin di masa lalu –menghilang. Keluarga kami memang sudah punah…tetapi…hanya Sungmin yang masih ada dan sampai pada suatu hari Sungmin menghilang dan…akhirnya aku menemukannya di sini –tentu saja setelah aku benar-benar pergi dari dunia ini. Tuhan memberitahuku tentang takdirnya. Tuhan ingin menunjukkan bahwa Ia menyayangimu melalui Sungmin…”

“…kalau kau masih bingung? Karena sebenarnya aku juga bingung mau menjelaskan bagaimana. Maukah kau…melihat Sungmin di masa lalu bersamaku? Yah…anggap saja Sungmin sekarang adalah…sosok baru yang di lahirkan Tuhan untukmu. Jadi…kemarilah dan sambut tanganku. Kenali Sungmin dan…terima dia di sisimu…”

.

.

Puluhan tahun yang lalu…

.

Hiruk pikuk kota yang padat tak terlihat di sini. Pohon-pohon rindang berdiri tegak di tempatnya. Membuat suasana begitu asri. Sosok ibu Sungmin membawa Kyuhyun menyusuri tempat di mana dulu Sungmin hadir. Sebuah desa yang indah dan berseri.

Sosok itu membawa Kyuhyun ke tempat di mana Sungmin main untuk yang pertama dan terakhir kali. Di danau di belakang rumah mereka. Kyuhyun bisa melihat sosok Sungmin tertawa riang di sana tetapi tidak…ketika seorang namja paruh baya menyuruhnya masuk ke dalam rumah.

“Sungmin-ah, cepat masuk,” suruh namja itu yang Kyuhyun yakini adalah ayah Sungmin. Terlihat Sungmin kecil yang ingin protes. “Tidak ada protes. Cepat masuk.”

Sungmin kecil menunduk dan menjawab lirih. “B-baik appa.”

Dan sosok itu menghilang di balik pintu rumah.

.

.

Hari-hari terasa berlalu begitu cepat. Kyuhyun kini bisa melihat Sungmin yang perlahan tumbuh dewasa tetapi hanya berada dalam sebuah bangunan yang kita sebut rumah. Bahkan…Kyuhyun bisa melihat, untuk makan saja, sosok umma Sungmin lah yang mengantarkannya ke kamar Sungmin. Tidak pernah sekalipun Sungmin makan di meja makan bersama keluarga mereka. Hal yang Kyuhyun sangat herankan.
“Ayah Sungmin mengurung Sungmin di kamarnya karena…Sungmin bukan anak yang biasa saja. Yah…seperti yang kau ketahui sekarang. Ia terlahir sebagai tangan kanan Tuhan ‘kan? Bertanya kenapa aku tahu? Karena pernah dulu…saat berumur empat tahun, Sungmin bilang akan ada bencana besar di desa ini. Kami tidak tahu itu benar apa tidak. Tetapi ada satu yang pernah terjadi. Sungmin bilang bahwa halmoninya akan segera pergi. Dan itu kenyataan. Hanya sebuah ucapan kecil tapi berarti. Karena itulah, ayah Sungmin tidak mengizinkan Sungmin keluar rumah.”

“Kenapa?” Kyuhyun bertanya. “Apa karena ahjushi takut Sungmin akan…”

“Benar. Ayah Sungmin takut kalau Sungmin mengucapkan apa saja dan itu akan jadi kenyataan. Karena itu…hanya aku dan ayah Sungmin yang boleh berinteraksi dengannya.”

Diam. Kyuhyun diam. Apa jika seperti ini…ia harus percaya? Apa yang harus…ia katakan?

.

.

Umma…ayolah. Sudah duabelas tahun aku berada di sini. Biarkan aku memiliki teman umma. Aku…”

“Tidak sayang. Kau hanya boleh berada di sini. Dengarkan dan laksanakan apa yang di katakan appa. Arraseo?” bisa terlihat…Sungmin yang perlahan beranjak dewasa pun mengangguk di depan ibunya. Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan bisa mengetahui bagaimana dulu wajah Sungmin dan sosok yang ada di sampingnya.

Benar-benar sama dengan yang ia temui. Sungmin yang selalu mengganggunya dan sosok di sampingnya.

Kyuhyun bisa melihat bagaimana raut wajah Sungmin di dalam kamar itu. Duduk sendirian di tepi ranjang atau kadang menghadap jendela. Menatap langit cerah yang seolah menantangnya untuk keluar rumah. Tetapi…itu tidak akan mungkin. Mana bisa?

Waktu di masa itu berjalan begitu cepat. Tapi…ketika Kyuhyun terus memperhatikan…apakah sewaktu ia kembali ke masa sekarang akan sama dengan berjalannya waktu masa lalu?

Ia bingung harus bagaimana. Matanya terus menyusuri kedua mata kelinci itu. Yang selalu menatapnya polos. Ia harus…bagaimana sekarang?

“Kau sudah mengerti ‘kan Kyu?” Tanya umma Sungmin di samping Kyuhyun yang tengah terdiam. Kyuhyun menggeleng pelan. “B-bagaimana Sungmin ada…”

“Sampai…suatu ketika…semua itu terjadi. Pelayan rumah kami melapor kepada kami bahwa Sungmin menghilang. Semua bajunya masih di tempat. Jendela dan pintu juga tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda kaburnya Sungmin. Tapi kami menemukan sebuah buku. Entah buku apa, yang jelas buku itu agak bercahaya dan akhirnya tertutup juga menghilang. Aku histeris. Menangis karena kehilangan anakku satu-satunya…”

“…malamnya, kejadian tak di sangka terjadi. Perampokkan terjadi di rumah kami. Kami yang memang ingin mempertahankan semuanya justru di bantai habis. Aku…tidak bisa meninggal dengan tenang sampai akhirnya…tanpa sadar Tuhan memberitahuku bahwa Sungmin…ada di masamu. Yah, aku juga tidak tahu bagaimana. Anggap saja…Tuhan melahirkan Sungmin kembali ke dunia. Dengan sosoknya yang lebih muda. Kau…mengerti ‘kan?”

Kyuhyun mengangguk ragu. Namun keringat membasahi wajahnya. Sampai akhirnya matanya seakan gelap dan…

Ia seakan kembali ke tempat semula ia berada.

.

.

‘Deg deg deg’

‘Aku…di sini lagi? Dan…masih ada Sungmin di sana? Tunggu…apa ini masih hari…Sabtu? Jadi…flashback tadi hanya…beberapa menit saja?’

“Ku anggap kau sudah mengerti dan sekarang…percayalah pada Minnie-ku. Aku titipkan ia padamu dan…ku mohon. Jangan sakiti dia lagi. Hatinya begitu rapuh. Ku mohon…terimalah ia dengan segenap hatimu. Sekarang, kau pilihlah antara, ego mu…atau kebahagiaanmu? Pikirkan yang terbaik. Dan sekali lagi aku mohon padamu, jangan…sakiti anakku. Terimakasih Kyuhyun dan…aku percaya padamu.”

Dan setelah itu…sosok cahaya umma Sungmin pun menghilang. Meninggalkan Kyuhyun yang terpaku di tempatnya. Dan…telinga mendengar erangan pelan yang ia yakin berasal dari mulut Sungmin. Tanpa sadar…kakinya bergerak menuju Sungmin. Berdiri tepat di belakangnya.

Sungmin perlahan menolah dan…ia terdorong ke belakang. Terkejut akan kehadiran sosok yang…tidak akan pernah bisa menerima keberadaannya. Benarkah begitu?

“K-kyu…k-kenapa kau a-ada di sini?” tanya Sungmin gagap. Kyuhyun terkekeh pelan tanpa sadar. Alis Sungmin bertaut tak mengerti. “K-kenapa kau ter…”

‘Deg deg deg’

‘Wajah Kyunnie dekat sekaliiii,’ batin Sungmin berteriak. Kini mata mereka bertemu. Kilat kepolosan terpancar jelas dari mata Sungmin dan…sorot tajam mata Kyuhyun membuat mata mereka bertubrukan. Sungmin mengerjap tak jelas kala Kyuhyun semakin mendorongnya ke belakang. Membuat punggungnya menabrak kayu tempat berdoa di belakangnya.

Kyuhyun menatap Sungmin menginterogasi. “Kau sudah bilang padaNya?”

“Eung?” alis Sungmin bertaut. Membalas pertanyaan Kyuhyun dengan gumaman.

Kyuhyun mengulangi lagi pertanyaannya. “Kau sudah bilang pada Tuhan kalau aku tidak membutuhkanmu?”

‘Deg’

Sungmin menunduk mendengarnya. Benar juga. Seharusnya Sungmin sudah meneriakkannya ta—

“Kalau kau belum bilang baguslah. Jangan katakan apapun. Mengerti!”

“Eh?” mata Sungmin lagi-lagi mengerjap. Memiringkan kepalanya membuatnya terlihat lucu. “T-tapi ‘kan Kyunnie tidak…”

‘Sret’

Kajja kita pergi. Lagipula sepertinya kau masih mengantuk. Jadi kau mengigau sampai-sampai kau bisa ke sini,” ajak Kyuhyun dan menarik tangan Sungmin membuat Sungmin terbawa begitu saja. Membiarkan tangan hangat itu melingkupi tangannya. Seulas senyum mengembang di bibir Sungmin. Mudah-mudahan dengan begitu Kyuhyun bisa…menerimanya.

“Kyunnie kita mau kemana?”

“Rumahmu lah!”

Mwo? Ke rumahmu saja, ne? Kajja!” dan akhirnya…posisinya pun berbalik dengan keadaan Sungmin menarik Kyuhyun menuju rumah namja tampan nan dingin itu.

.

.

Dua namja itu berjalan pelan memasuki pekarangan rumah Kyuhyun. Sungmin menggandeng tangan Kyuhyun senang. Menggoyang-goyangkannya sampai akhirnya indra pendengaran mereka menangkap sesuatu.

“Heh, lihat ‘kan? Bahkan dia mengantarmu pulang. Apalagi kalau bukan selingkuh?”

“Cukup Han. Dia hanya mengantarku pulang. Tidak bisakah kau berhenti menuduhku?” balas seseorang di depannya. Sungmin dan Kyuhyun bisa melihat dua orang itu berdiri berhadapan. Saling menuduh. Tapi namja yang lebih cantik membalasnya lirih. Terus bergumam lelah akan keadaan seperti ini.

Tapi ego, tetap saja menguasai hati mereka.

“Sudahlah. Aku juga lelah bertengkar denganmu. Kalau memang kau bosan padaku katakan saja, Kim Heechul!”

“Cho Hangeng! Apa yang membuatmu berpikir begitu, huh? Jahat sekali kau!”

“Terserah!”

“Kau…”

Kyuhyun jengah. Ia menarik tangan Sungmin menghampiri mereka. Eh? Benarkah? Lebih tepatnya menghampiri pintu yang akan mereka masuki.

Dan, Kyuhyun yang tak betah berujar dingin. “Tidak bisakah kalian tidak bertengkar di depan pintu? Bikin malu saja. Ck. Dasar orang tua.”

‘Deg’

Jantung keduanya berdetak lebih cepat. Apakah tadi…Kyuhyun sedang memperingati mereka agar tidak bertengkar? Dan…ini pertama kalinya Kyuhyun mau bicara lagi pada mereka ‘kan?

Keduanya masih terdiam. Kyuhyun juga merasa bosan. Memutar bola mata lalu berniat masuk ke dalam rumah. Namun Sungmin mencegahnya. Kemudian namja kelinci itu berujar senang. “Annyeong ahjuma, ahjushi. Choneun Sungmin imnida, aku pacarnya Kyunnie!”

What the?

Mata Kyuhyun melotot sempurna mendengarnya. Ia menatap tajam namja bergigi kelinci di sampingnya yang masih menggenggam tangannya. Tak mempedulikan tatapan Kyuhyun, Sungmin berujar lagi. “Ehehehe, ahjuma sama ahjushi kaget yaaa? Ne, aku juga akan tinggal di sini. Ya ‘kan Kyunnie?”

WTH? Apalagi ini?

“Sungmin…”

“Iya ‘kan Kyunnie? Kau mau membiarkan kekasihmu ini tinggal sendirian? Jahat sekaliiii~” Sungmin berujar lucu membuat dua orang di depannya tidak berkedip. Lalu satu di antaranya berujar canggung. “Aa…aku tidak tahu Kyunnie sudah punya kekasih dan…ingin membawanya tinggal di sini. Tapi…y-ya sudah. A-ayo kita masuk saja.”

Berusaha melupakan kejadian tadi, Cho Heechul, membawa ketiganya masuk ke dalam rumah. Dengan sang kepala keluarga yang masih tidak percaya dan…Kyuhyun yang masih memandang Sungmin tajam. ‘Ck! Manusia ini menyebalkan sekali. Seenaknya mengaku jadi pacarku. Sialan! Aish!’ batin Kyuhyun.

Dan di sampingnya…Sungmin terus saja bergelayut manja di lengannya dengan ceria. Membuat Kyuhyun memutar  bola matanya dan menyentak tangan Sungmin kasar membuat namja kelinci itu tersentak dengan Heechul yang menatap tak percaya anak bungsunya. “K-kyunnie…”

‘Deg’

Tatapan tajam itu membuat Sungmin mengurungkan niatnya untuk bicara. Dan detik selanjutnya, Kyuhyun berjalan menuju kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya bersama seorang namja yang mengaku sebagai kekasihnya.

Sungmin tersenyum maklum lalu menatap umma dan appa Kyuhyun. “Percaya padaku ne, ahjuma, ahjushi. Aku akan membahagiakan Kyuhyun. Ehehe, tapi…ada baiknya kalian juga intropeksi, ne? Kyuhyun begitu tertekan dengan keadaan ini. Dan gomawo sudah menerimaku, hehe. Aku susul Kyunnie dulu, ya? Annyeong.”

Keduanya tak berkedip. Kenapa namja ini…bisa tahu? Apakah Kyuhyun sering bercerita tentang keluarganya atau…bagaimana?

Semuanya seakan berjalan layaknya bumi yang terus berputar. Dan…tanpa sadar, seseorang yang perlahan memasuki rumahmu…aku membawa perubahan untukmu.

Ya…tunggu saja.

.

.

Kyuhyun melirik sebal namja di sampingnya. Apa-apaan sih? Tiba-tiba masuk kamar orang dan…bilang akan tidur di sini? Sudah seenaknya bilang pacarnya dan akan tinggal di rumahnya? Ck, menyebalkan.

“Kyunnie~” dan lihat! Sekarang apalagi? Memanggil namanya dengan nada manja yang terdengar menyebalkan.

“Kyunnie~”

“APA?”

‘Deg’

Sungmin tersentak ke belakang. Ia melirik Kyuhyun takut namun kemudian tersenyum. Menghampiri namja tampan itu, duduk di sampingnya dan mengusap lengan Kyuhyun pelan. Memberikan sengatan listrik ketika lagi-lagi kulit mereka bersentuhan.

Kyuhyun diam tak merespon. Kenapa sih namja ini bisa tiba-tiba polos, menyebalkan, hangat sekaligus manja? Aish! Dan apa jadinya jika aku harus percaya bahwa dia yang akan membawa kebahagiaan untukku?, batinnya.

Kyuhyun merasa ragu. Apakah ini akan benar-benar terjadi? Ketika hidupnya akan di kelilingi oleh kebahagiaan yang tidak akan pernah ia duga? Aish. Terserahlah. Tapi…masa lalu itu?

ARRGGHHHH!

“Kyunnie waeyo? Masih belum percaya padaku, ya? Eh, terus masa lalu apa memangnya?”

Alis Kyuhyun bertaut mendengarnya. Melirik namja di sampingnya, bertanya ketus. “Bagaimana kau tahu apa yang aku pikirkan?”

“Eh? Hehe, aniyo. Aku hanya…”

“Kau seorang mind reader?” pertanyaan Kyuhyun membuat alis Sungmin bertaut kali ini. Mind reader? Itu bahasa Inggris ya? Aku ‘kan tidak begitu mengerti, batin Sungmin.

“Kalau kau tidak tahu mind reader itu apa. Cari di kamus sana,”

“Hah? Kamus? Kamus apa?”

“Kamus kehidupan! Kau ini menyebalkan sekali. Tentu saja kamus bahasa Inggris. Aku heran kenapa kau bisa masuk sekolah terkenal itu sedangkan otakmu yang tak sepadan dengan standar sekolah itu,” tuk. Kyuhyun mengetuk dahi Sungmin dengan jari telunjuknya. Dan hal itu membuat Sungmin memekik pelan dan meringis. Memegang tangan Kyuhyun cepat dan protes. “Itu sakit Kyunnie! Kau ini bisa tidak sih lembut padaku?”

“Tidak! Sampai kapanpun tidak!”

“Huh! Dasar menyebalkan,” rajuk Sungmin dan membelakangi Kyuhyun. Hei, kenapa jadi namja ini yang ngambek?

“Sudahlah. Keluar sana,”

Mwo? Kemana? Aku akan tidur bersama Kyunnie ‘kan?”

Jika sana ini anime, mungkin sudah muncul empat siku di dahi Kyuhyun. Sudah berucap seenaknya akan tinggal di rumahnya. Lalu sekarang? Sekamar dengannya? Oh Tuhan, ini benar-benar gila.

Sungmin yang tidak mendapat jawaban Kyuhyun malah merebahkan tubuhnya di kasur Kyuhyun membuat namja tampan itu segera tersadar. “Ya! Jangan tidur di sini!”

“Tidak mau!” balas Sungmin cepat dan menarik selimut menutupi wajahnya. Kyuhyun yang kesal akhirnya mencoba menarik selimut yang menutupi keseluruhan tubuh namja kelinci itu.

“Cepat turun,”

“Tidak mau Kyunnie~”

“Ku bilang turun! Sudah seenaknya mau tinggal di rumah ini, sekarang kau mau sekamar denganku? Yang benar saja! Cepat menyingkir sana!”

“Ish! Pokoknya tidak mau!” akhirnya merekapun saling menarik selimut. Sungmin yang mempertahankan selimut itu untuk menyembunyikan tubuhnya dengan Kyuhyun yang berusaha mengambil selimut itu lalu menyingkirkan Sungmin.

“Cepat turun ku bilang!”

“Tidak mau!”

“Turun!” Kyuhyun menarik lagi selimutnya.

“Tidak mau!” dan kali ini Sungmin menariknya balik lebih kencang.

“Ku bilang tu—“ Kyuhyun menarik dan…

‘Sret’

Sungmin juga melakukan hal yang sama. “—run.”

Kyuhyun terjatuh sempurna di atas tubuh Sungmin membuat tatapan mereka bertemu. Sungmin mengerjap pelan saat melihat Kyuhyun berada di atas tubuhnya. Kemudian, sebuah senyum terukir indah di sudut bibir namja kelinci itu.

Tangannya keluar dari selimut kemudian mengalungkannya di leher Kyuhyun membuat –lagi-lagi, tubuh Kyuhyun mengejang. Ia tidak mengerti kenapa sejak pertama kali bertemu dengan namja ini, ia sering merasakan perasaan aneh.

Benar-benar irasional.

‘Chu~’

‘Grrr…apalagi ini?’ batin Kyuhyun saat dengan seenaknya Sungmin menempelkan bibirnya di bibir tebal Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menopangkan tubuhnya dan meletakkan kedua tangannya di kedua sisi kepala Sungmin. Melepas ciuman itu dan menatap seseorang di bawahnya tajam.

“Tidak bisakah kau tidak mencuri ciuman dariku terus?” alis Sungmin bertaut mendengarnya. “Mencium? Mencium itu—“

“Mencium itu adalah apa yang tadi kau lakukan, kelinci jelek!”

“Ish! Aku bukan kelinci jelek Kyunnie~ cup,” kata Sungmin sambil menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya dan memberikan kecupan di pipi Kyuhyun. “Kau…”

“Aku menyayangi Kyunnie. Sangaaaat sayang sama Kyunnie~ hehehe,”

“Ck! Berhenti berbicara memuakkan!” balas Kyuhyun dan bangun dari posisinya kemudian duduk di atas kasurnya. Membiarkan Sungmin tetap terbaring di ranjangnya. Saat ia ingin beranjak. Lagi-lagi tangan Sungmin mencegahnya. “Apalagi Lee Sungmin?”

‘Deg’

Jantung Kyuhyun berdetak lebih cepat kala melihat tatapan lembut Sungmin. Ada kilat ketulusan di sana. Entah kenapa tiba-tiba hatinya menghangat. Tanpa sadar Kyuhyun kembali duduk di ranjangnya. Bersila menghadap Sungmin.

Sungmin tersenyum dan mengelus pipi Kyuhyun. Senyum tak pernah hilang dari bibirnya. Membuat Kyuhyun heran sekaligus bingung. Apakah ia…harus percaya?

“Aku mulai berpikir. Sekalipun Kyunnie menolakku, aku akan tetap ada di sini. Aku tidak akan gegabah dengan langsung mengatakan pada Tuhan bahwa Kyunnie tidak menginginkanku. Aku akan tetap bertahan walau…di sini rasanya sakit…” ujar Sungmin pelan sambil memegang dadanya dengan tangannya yang bebas.

Kyuhyun menatapnya tak berkedip. “…aku…tidak peduli. Setidaknya Tuhan menunjukkan padaku dunia yang begitu indah. Bisa pergi kemanapun dengan teman. Apalagi itu Kyuhyunnie, hehehe…”

“…yah…walau Kyunnie sering membentakku dan tak mau menerimaku. Aku akan tetap berusaha. Setidaknya sampai Kyunnie bahagia. Karena mungkin…setelah Kyunnie bahagia tugasku selesai dan artinya…aku akan pergi. Dan…aku akan kembali ke masa lalu! Hehehe, walau tanpa umma, appa dan yang lainnya.” Lanjut Sungmin.

‘Deg’

Kyuhyun tersentak pelan namun menjaga ekspresinya. Benar juga. Kalau Sungmin memang bisa membuatnya bahagia, itu artinya akan pergi dan tidak ada lagi yang akan mengganggu hari-harinya. Ah, pasti akan sangat…menyenangkan. Eh, benarkah?

Kyuhyun menatap namja di depannya. Kemudian satu tangannya menangkap tangan Sungmin. “Sudahlah. Kau ini semakin melantur. Aku malas berbicara soal itu.”

Ne, aku tahu itu karena Kyunnie memang tidak pernah mau menerimaku. Hehe, sudahlah. Kajja kita tidur,” ajak Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk berbaring. Kemudian Sungmin menyusul lalu memeluk pinggang Kyuhyun.

Dan Kyuhyun? Tentu saja dia diam. Apa yang bisa ia lakukan saat ini? Otaknya saja kacau akan pilihan antara percaya atau tidak.

‘Pilihan itu.

Egoku? Atau kebahagiaanku? Kenapa begitu?

Apa aku terlalu egois untuk menerima seseorang yang katanya akan memberikan kebahagiaan untukku?

Aish, yang benar saja? Aarrgghhh! Aku benar-benar bingung.

Sungmin. Aish, entahlah. Aku harap kau memang bisa bersabar menghadapi sikapku.

Yah, selamat siang. Lee Sungmin.’

.

.

To be Continued

.

.

Note : Akhirnya apdet juga. Sebenarnya menurut saya ini chapter paling susah.

Abis saya bingung mau ngegambarin sosok Sungmin kayak mana.

Mudah-mudahan dengan ini lebih ngerti yak? #ditabok

Ah, yasudahlah. Menurut kalian chapter ini bagaimana?

Suka? Atau engga?

Mohon RnR nya yaaaa~?

Don’t be silent reader please😀

Makasih^^

.

With Loved,

Umu Humairo Cho

20 thoughts on “The Right Hand of God ~Chapter 4

  1. jadiikit nyesek aku bc ni ff, perasaan sungmin yg selalu disakiti. ya ampuuunn… benran ga tega bayangin ming dibntak2 kek itu😦
    hah… lanjut ya chingu, ff nya bagus, bisa bikin aku sesak napas ^^

  2. jadi ming menghilang dan lahir kembali di masa kyuhyun gitu ? -__- karna dia di utus tuhan buat bikin kyu bahagia ? ooh arraso !!😀 wkwkwkwk , ming lu ngomong kaya gitu di depan orang tua kyu udah kaya apaan yaah ? muehehehe
    lanjuuut :DD

  3. Lah pan koq c Kyu blg slmt siang?
    Ksian bnr Umin, cm gra2 kmampuan dia itu dia smpe d kurung trus sma appa’a
    smga dg dtg’a Umin d rmh Kyu smua’a jd lbh baik🙂

  4. AIgooo,,ternyta nasib ming lebih parah masa harus dikurung di kamar selama itu,,ckckck
    Pantas aja ming begitu polos,ciuman aja gk tau,wkwkwk. Wah ming ceplas ceplos bgt yak,,XD, Kyuhyun pasti kaget bgt pas SUNgmin bilang ke ortunya kalo dia itu pacarnya trus pake acara tinggal bareng lagi,,gyakakakak

  5. ngakak pas bagian ming bilang ke ortunya Kyu kalo dia itu pacarnya Kyu xD..mana bilang mau tinggal serumah sam Kyu lagi..astagaa xD ming ming.
    Kyu ayo hilangkan egomu, terima Sungmin ok! ^_~

  6. ng, ngerti sekaraang…
    intinya masa lalu si ming itu menghilang, dan malah datang ke masanya kyu karena perintah tuhan.
    tetapi, ming pada kenyataan sekarang itu masih hidup dan berumur sangat tua…
    oke, tapi…penasaran dengan sosok ming yg udah tua itu deh kkkk~

  7. jadi min itu masa kecilnya ga boleh kemana” gara” apa yg dia omongin bakal kenyataan, mudah”an aja setelah di kasih tau kyu bakal jagain min

  8. astaga ming dikurung dikamar selama 12tahun,kasian hiks..
    akhirnya kyu udah mulai bisa nerima ming
    ming udah tinggal di rumah kyu,berarti bentar lg ming bakalan ngerubah orang tuanya kyu jg

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s