The Right Hand of God ~Chapter 2


The Right Hand of God

This story belongs to me

KyuMin, SiBum, HanChul, and others

Are belongs to God, Themselves, and Their Couple

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Fail!Family, Angst

Rating : T

Length : Chaptered

Summary :

Kau percaya Tuhan ‘kan?

Kau percaya bahwa Tuhan ada ‘kan?

Kalau kau percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan?

Maukah kau jujur padaku apa yang kau rasakan?

Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan?

Seseorang yang menjadi kepercayaannya?

Aku tidak tahu aku ini apa?

Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa.

Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia.

Apakah kau percaya itu?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU! Cold!Kyu, Innocent!Min.

A/N :

Don’t like? Don’t read please.

Want to bashing? Do that to this story. Not to main character^^

Wanna RnR? Just do that.

And I’ll give my thanks just for you~

Happy reading^^

.

.

Umu Humairo Cho

.

~Proudly Presented~

.

A KyuMin Fanfiction

.

The Right Hand of God

.

Chapter Two

.

.

Chapter Sebelumnya—

.

Annyeong, saya Lee Sungmin. Salam kenal,” katanya membungkuk. Kemudian, ia berucap lagi yang kali ini di tujukan pada guru yang ada di kelas itu. “Dan aku ingin duduk di samping Kyuhyunnie,” pintanya terdengar seperti rengekan.

Seketika, Kyuhyun yang tadinya tak tertarik. Mengangkat wajahnya dan membulatkan mata…terkejut dengan adanya sosok baru di kelasnya. Dan baru kali ini, semua anak di kelas itu melihat Kyuhyun memasang kembali ekspresinya. Bukan karena Kyuhyun mengenalnya. Tetapi…entah mengapa Kyuhyun merasakan sesuatu yang berbeda. Kemudian ia bergumam pelan yang masih bisa di dengar teman-teman kelasnya. “Ada apa…denganku?” Membuat semuanya memandang ke arah teman baru mereka.

.

.

Chapter Two – Disturber

.

.

Anak baru bernama Sungmin itu masih asik memandangi wajah Kyuhyun yang tengah fokus ke arah depan. Menatap papan tulis dan sang guru bergantian sambil sesekali mencorat-coret –baca mencatat- apa yang di jelaskan oleh seonsaeng di kelasnya.

Walau merasa risih. Kyuhyun tetap tidak peduli. Ia hanya ingin fokus sekarang tanpa harus mengindahkan anak baru yang semakin lama membuatnya ingin mencongkel mata bulat kelinci itu. Merasa jengah juga. Kyuhyun berhenti dari kegiatannya dan menatap namja baru di sampingnya. Mata foxy nya memandang lawannya tajam. “Bisakah kau berhenti memperhatikanku?”

Namja imut itu mengerjap sebelum memamerkan gigi kelincinya. Kyuhyun hampir frustasi saat lagi-lagi ia mengulang pertanyaan itu. Namja bernama Sungmin itu hanya membalasnya dengan cengiran yang membuat Kyuhyun jengah. “Dasar gila!”

“Aku tidak gila Kyuhyunnie,” dan oh! Panggilan macam apa itu? Bukankah mereka tidak kenal dekat? Bagaimana mungkin bisa orang itu memanggilnya seakrab itu. Kyuhyun yang sudah kembali ke kegiatan awal berucap tanpa menoleh. “Berhenti memanggilku Kyuhyunnie, anak baru.”

“Aku punya nama! Namaku Lee Sungminnie. Kyuhyunnie bisa memanggilku Minnie, ne?”

Aish! Hampir saja Kyuhyun menggebrak meja. Kenapa orang di sampingnya ini seakan-akan anak kecil yang masih polos sih? Kyuhyun menoleh lagi dan menatap tajam mata kelinci itu.

“Terserah kau saja! Asal jangan menggangguku terus!”

“Mengganggu apa? Aku daritadi diam kok. Tidak melakukan apa-apa yang membuat Kyuhyunnie merasa terganggu ‘kan?” jawab Sungmin membuat Kyuhyun hampir terjengkang ke belakang. “Terserah! Terserah! Terserah! Sekarang biarkan aku fokus pada pelajaran dan kau…” Kyuhyun menunjuk wajah Sungmin lalu berucap lagi. “…berhenti memandangiku dengan mata sok polosmu itu! Memuakkan!”

Dan setelahnya, Kyuhyun memaksa kepala Sungmin memutar untuk menghadap papan tulis. Tentu saja itu membuat Sungmin protes tapi tidak setelah melihat seonsaeng di depan memelototinya.

“Ugh! Dasar Kyuhyunnie menyebalkan! Cup~” gerutu Sungmin lalu menoleh dan mencium pipi Kyuhyun sekilas. Membuat Kyuhyun lagi-lagi memperlihatkan kembali ekspresinya. Terkejut? Tentu saja. Jika kalian bisa lihat, mungkin sekarang mata Kyuhyun sedang melotot tak percaya.

.

.

The Right Hand of God

.

.

“Kyuhyunnie~ ayo temani Minnie berkeliling sekolah~” rajuk Sungmin pada Kyuhyun di sampingnya yang berjalan kesal karena sedari tadi namja ini terus mengikutinya. Mengekor kemana pun Kyuhyun pergi. “Kyuhyunnie~”

‘Tap’

Kyuhyun berhenti lalu memutar tubuhnya menatap Sungmin yang memandang dirinya dengan mata berbinar. Kyuhyun memutar bola mata lalu mengambil pipi Sungmin dengan ibu jari dan jari telunjuknya membuat Sungmin meringis pelan. “K-kyu…”

“Berhenti mengangguku Lee Sungmin. Berhenti mengikutiku!” ucap Kyuhyun menekankan setiap kata yang terucap dari bibirnya. Namun Sungmin…hanya mengerjap sambil menahan rasa sakit pada kedua pipinya yang Kyuhyun apit dengan kedua jarinya. Ada setitik rasa yang membuat Sungmin ingin mengeluarkan air dari matanya. Rasa ini…apa?

Kyuhyun melepas apitannya lalu kembali ke posisinya bersiap meninggalkan Sungmin. Tapi cepat-cepat namja bergigi dan bermata kelinci itu memeluk Kyuhyun dari belakang. Membuat Kyuhyun lagi dan lagi melotot akibat pelukan tiba-tiba itu. Tangan Sungmin memeluknya erat dari belakang. Kyuhyun bisa mendengar sebuah isakan lolos dari bibir namja itu. “Hiks…mianhe~ Minnie hanya ingin menjadi teman Kyunnie~”

Tubuh Kyuhyun menegang. Kata teman? Sudah tidak pernah lagi ia pedulikan. Ia meninggalkan semua teman-temannya dan memilih untuk sendiri. Semenjak beberapa bulan lalu. Ia memilih untuk hidup di dunianya sendiri. Tanpa seorang teman pun di sampingnya. Kyuhyun yang meminta teman-temannya pergi dari hidupnya. Kyuhyun yang meminta hal itu. Tapi sekarang…seseorang meminta untuk menjadi temannya? Apa-apaan ini?

“Kyuhyunnie…hiks?”

‘Sret’

Kyuhyun melepas paksa pelukan Sungmin lalu berjalan meninggalkan Sungmin yang masih menangis sambil menunduk. Air itu terus keluar tanpa bisa Sungmin cegah. Isakan itu terus lolos menyisakan dirinya yang tidak mengerti mengapa air itu terus mengalir. Dengan lirih Sungmin pun bergumam. “Hiks…ini air apa? Kenapa terus keluar dari matakuuuu? Hiks, Tuhaaan~”

.

.

The Right Hand of God

.

.

Kyuhyun mengusap kasar wajahnya. Mengingat Sungmin yang menangis membuatnya merasa sedikit bersalah. Seumur hidup…baru kali ini dia membuat seseorang menangis. Tapi jika di pikir-pikir, Kyuhyun ‘kan tidak berbuat kasar. Hanya saja…aish!

Kyuhyun membuka kedua kelopak matanya. Memandang langit biru yang seakan selalu menantangnya. Kyuhyun benci langit. Karena sedikitpun, apa yang pernah di ucapkan sang umma, appa atau pun hyungnya itu tidak pernah benar dan tidak ada yang pernah terjadi.

Kyuhyun masih bisa mengingat dulu sang appa pernah mengatakan bahwa langit adalah tempat terindah untuk mengingat seseorang. Hanya dengan melihat dan membayangkannya…maka orang itu akan tersenyum padamu di sana.

Atau…sang umma juga pernah bilang, ketika kita memandang langit…maka akan banyak kebahagiaan yang datang karena langit itu tidak pernah berbohong. Begitu juga dengan kebahagiaan yang takkan pernah bisa berkilah dan tiba-tiba pergi dengan sebelumnya mengatakan bahwa kebahagiaan itu bukan milikmu.

Dan…Kyuhyun masih sangat mengingatnya. Kibum –hyung yang sangat ia sayangi pernah mengatakan kepadanya bahwa…jika kau rindu umma atau pun appa. Cukup melihat langit. Tersenyum pada langit dan sebut nama mereka. Lantunkan permohonan pada langit yang cerah. Karena setelahnya, percayalah bahwa orang yang kau rindukan akan ada di sampingmu saat itu juga.

Tapi mana? Semuanya bohong. Tak ada satu pun dari ketiga pernyataan itu terjadi di dalam hidupnya. Dan hal itu membuat Kyuhyun benci memandang langit. Ia tidak percaya pada hal seperti itu lagi. Saat itu Kyuhyun hanyalah seorang anak kecil yang sedang patuh-patuhnya terhadap umma, appa, atau pun kakaknya. Bukan seperti sekarang. Ia sudah menjadi pribadi dewasa yang tidak lagi bisa di bohongi oleh pernyataan seperti itu.

Dan pada kenyataannya…langit itu adalah langit. Langit bukan tempat terindah untuk mengingat seseorang atau tempat mengharapkan datangnya kebahagiaan dan juga bukan tempat untukmu meminta agar orang yang kau rindukan ada di sampingmu. Bagi Kyuhyun…itu semua omong kosong!

Semuanya adalah bohong.

.

.

The Right Hand of God

.

.

“Mereka benar Kyuhyunnie~ langit itu tidak pernah bisa berbohong,” suara itu membuat Kyuhyun membuka matanya. Di atasnya, bisa ia lihat Sungmin menghalangi cahaya matahari yang sebelumnya secara langsung menyapa wajah tampan namun pucat miliknya.

Kyuhyun bisa melihat bahwa Sungmin sedang menungging. Kemudian melihat Kyuhyun yang beranjak bangun, Sungmin pun menegakkan badan lalu duduk di samping Kyuhyun. Bersandar pada bahu namja itu. Dan perlakuan itu lagi-lagi berhasil membuat tubuh Kyuhyun menegang dengan ekspresi di wajahnya.

Kyuhyun diam. Ia tidak berniat untuk bangun lalu meninggalkan namja itu lagi. Sudah cukup Kyuhyun membuat namja itu menangis. Walau Kyuhyun kesal, tetap saja ia seseorang yang tidak pernah bisa membuat atau melihat seseorang menangis.

Lagi-lagi saraf tubuhnya merespon kala Sungmin mengambil tangan namja bermata foxy itu kemudian menggenggamnya. Membawa tangan itu ke bibirnya kemudian mengecup pelan punggung tangan Kyuhyun membuat Kyuhyun terpaku. Hei, apa yang Sungmin lakukan?

“Aku menyayangi Kyuhyunnie,”

‘Deg’

Jantung Kyuhyun berdetak cepat kala mendengar kalimat itu. Pikirannya melayang ke Kibum kala namja yang sangat ia cintai itu juga sering menggumamkan kata yang sama. Kyuhyun tak membalas. Kyuhyun diam di tempatnya dengan tangannya masih di dalam genggaman Sungmin.

Kemudian, namja bergigi kelinci itu melanjutkan lagi. “Sama seperti Kibummie…Minnie sangat menyayangi Kyuhyunnie.”

Sudah cukup! Bisakah orang-orang berhenti menggumamkan kata-kata memuakkan yang tidak bisa di buktikan itu? Bisakah semua orang mengerti bahwa Kyuhyun tidak percaya akan hal seperti itu.

“Kyuhyunnie harus percaya bahwa seseorang mengungkapkan rasa sayangnya dengan cara yang berbeda. Terkadang tidak sama dengan apa yang kita inginkan,” ujar Sungmin lagi membuat Kyuhyun beralih menatapnya. “Bisakah Kyuhyunnie percaya bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda saat membuktikan rasa sayangnya?”

Kyuhyun diam ketika di tanya seperti itu. Ia tidak berniat membalas karena ia benci topik ini.

“Kau…”

“Berhenti bicara Lee Sungmin!”

“Kau percaya Tuhan ‘kan?”

“Kau percaya bahwa Tuhan itu ada ‘kan?” dua pertanyaan Sungmin tak Kyuhyun balas satu pun. Sungmin membawa tangan Kyuhyun dalam genggamannya itu ke pipinya. Mengusap-usapkan tangan besar nan hangat itu ke pipinya. Mata kelincinya bersembunyi kala sarafnya merespon sengatan kehangatan yang ia dapatkan dari bersentuhannya kulit tangan Kyuhyun dengan pipinya.

Kemudian Sungmin bertanya lagi. “Kalau Kyuhyunnie percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan? Maukah kau jujur padaku apa saja yang kau rasakan? Maukah kau berbagi rasa denganku? Walau kita baru saling mengenal hari ini. Maukah kau percaya padaku untuk menjadi diary keduamu?”

Pertanyaan itu tak Kyuhyun jawab satu pun. Siapa orang ini yang berani meminta seperti itu? Lamunan Kyuhyun terhenti ketika Sungmin lagi-lagi bertanya.

“Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan? Seseorang yang menjadi kepercayaannya? Aku tidak tahu aku ini apa? Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa. Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia. Apakah kau percaya itu?”

Mata Kyuhyun melotot. Apakah namja di sampingnya sudah gila? Mana ada yang seperti itu. Kyuhyun melepas kasar tangan Sungmin yang menggenggamnya. Kemudian meninggalkan Sungmin yang terpaku dengan air yang mengalir lagi dari matanya.

Kyuhyun berjalan dalam diam. Apa maksud…pertanyaan Sungmin? Ia tidak mengerti dan tidak mau mengerti akan hal itu.

.

.

The Right Hand of God

.

.

Setelah hari itu…Sungmin masih terus menganggunya. Seakan menghantui kemanapun Kyuhyun pergi dan dimanapun Kyuhyun berada. Itu membuat Kyuhyun muak. Sebenarnya mau Sungmin itu apa?

“Kyunnie~ tadi aku bertemu dengan Kibummie. Katanya dia ingin bertemu denganmu,” perkataan Sungmin membuat Kyuhyun mengalihkan pandangan dari buku fisika di depannya. “Apa maksudmu?” dan untuk pertama kalinya Kyuhyun merespon Sungmin.

Sungmin memamerkan senyum polosnya lalu mengait lengan Kyuhyun. “Neee~ katanya dia ingin bicara padamu~ penting dan kau harus datang! Cup!” balas Sungmin lalu mengecup pipi Kyuhyun sekilas. Kyuhyun mendelik saat namja itu lagi-lagi mencuri ciuman di pipinya. Dengan kesal ia berkata. “Berhenti menciumku kelinci jelek.”

“Eh? Mencium itu apa? Dan aku itu bukan kelinci jelek Kyuhyunnie~~” dan oh! Sekarang alis Kyuhyun mulai mengkerut kala namja kelinci itu menunjukkan sikap kepolosannya.

.

.

The Right Hand of God

.

.

Kyuhyun merasa kesal ketika Sungmin menyeretnya ke taman belakang sekolah. Menyuruhnya menunggu Kibum di sini hanya untuk mengetahui alasan yang selama ini sangat ingin ia ketahui.

Pelukan hangat dari belakang membuat Kyuhyun menutup mata. Matanya memanas kala mendengar orang itu terisak. Kemudian berucap lirih. “Akhirnya kau mau bertemu denganku, Kyu…hiks,” ujar namja yang di ketahui bernama Kibum.

Kyuhyun melepas pelukan Kibum lalu berbalik menatapnya. Kyuhyun tak menghapus air mata yang mengalir dari mata sang hyung. Ia hanya melihatnya sambil menahan rasa sakit yang entah dari mana datang lalu menghinggapi hatinya. Kibum tersenyum miris saat tak lagi ia temui Kyuhyun-nya yang hangat. Yang tersisa sekarang adalah Kyuhyun sedingin es di kutub utara.

Merasa harus cepat memberitahukan. Kibum pun membuka suara lagi. “Alasan mengapa aku tidak membawamu pergi bersamaku adalah…hiks…umma,” Kyuhyun diam. Berusaha mencerna. “Saat aku memutuskan untuk pergi. Umma memintaku agar tidak membawamu karena umma sangat menyayangimu. Dan…hiks aku…juga takut tidak bisa membiayai hidupmu. Sekarang saja aku tinggal dengan Wonnie. Kalau saja aku membawamu saat itu aku tidak berani membayangkan bagaimana kamu sekarang. Maafkan hyung Kyu. Hyung tidak bermaksud meninggalkan kamu sendirian di rumah. Hiks…hyung menyayangimu, maafkan aku.”

Kyuhyun hampir menangis. Tapi ia masih bisa menahannya. Matanya yang sudah memanas itu menatap Kibum tajam. “Omong kosong hyung. Bilang saja kau memang tidak menyayangiku!”

“Kyuhyun! Aku mencintaimu!”

“Bohong! Kau pembohong hyung! Kau membuatku seperti mayat hidup berada di neraka itu! Kau pikir enak mendengar mereka bertengkar setiap bertemu? Apa kau berniat untuk membunuhku dengan cara menekanku berada di bangunan itu?”

“Kyu…?”

“Aku benci padamu hyung! Kau lebih mementingkan kebahagiaanmu. Padahal dulu kau berjanji akan selalu ada untukku. Dan…kau bohong! Kau pembohong. Cho Kibum aku membencimu!” setelah berucap seperti itu…Kyuhyun pun pergi. Berusaha menghindari kenyataan pahit yang membuatnya ingin menjerit. Ia ingin…segera pergi dari dunia ini. Agar ia tidak merasa tertekan lagi.

“Hiks…KYUHYUN! Kyu! Hiks,” tangisan Kibum mengeras saat Kyuhyun tak berbalik. Dan lagi…Cho Kibum kembali menunjukkan sisi lemahnya…pada dunia. Dan akan selalu berakhir seperti ini jika ia di hadapkan pada Kyuhyun.

“Hiks…jangan benci hyung Kyu. Hyung mohon, jangan benci hyung, hiks.”

Dan tanpa Kibum sadari, Sungmin, sedari tadi melihat kejadian ini. Ia bisa merasakan perasaan Kyuhyun yang sangat kacau juga Kibum yang sangat terluka. Air itu kembali mengalir saat mengetahui Kyuhyun meninggalkan tempat itu sambil mengeluarkan air dari matanya juga.

Sungmin tersenyum miris, kemudian berdoa menghadap langit. “Tuhan, bantu aku. Permudah jalanku membuat Kyuhyunnie bahagia. Aaamin.”

Dan daun-daun musim gugur itu pun menjadi penghantar doa Sungmin kepada Tuhan untuk menjalani apa yang Tuhan percayakan padanya.

.

.

~To be Continued~

.

.

Note : Hyaaa~ chapter duanya sudah apdet.

Gimana dengan chapter ini?

Minta reviewnya ya?

Makasih😀

Thanks for read too^^

With Loved,

Umu Humairo Cho

22 thoughts on “The Right Hand of God ~Chapter 2

  1. ayoooo semangaat minie😀
    bantu kyu bahagia lagi~ kembaliin senyum dia !! semangaaat !! /bawapomPom
    kibumie gwenchana ;_;
    kyu masih butuh waktu~
    next

  2. Eh……….sungmin malaikat???😮 dan kenapa si sungmin bisa so akrab gitu xD kasian sungmin di cuekin kyuhyun, dan dia gatau air mata xD lucu bgt gemessss

  3. hadah kyu kyu kyu yang dibilang sungmin tu bener ga semua rasa sayank bisa ditunjukan

    hahhhhh ff na mengingatkan mira waktu mira dlu lahk
    rasa na sakit bgt law leat orank tua kita bertengkar dan yang bisa kita lakukan adalah terdiam dan memandang kosong sama semua bahkan membuat sifat kita berubah keras dan tidak perna percaya yang nama na cinta yang tulus
    weleh napa mira jadi curhat gini(~_~”)

  4. So sweet so sweet so sweeeet…
    Moment Umin nyendr d bahu Kyu trus nyium punggung tgn Kyu bnran romantis kyaaa
    Kibumie sabar ya chagiya *dirajamSiwon*

  5. Ya ampun Sungmin polos banget yaa,,gemes gemess,,>\\<,pengen nyubitin pipinya,, ming aku juga mau dicium juga dong -3-,* ditabok Kyuhyun*, Kyu jangan buat minnie nangis dong, kasian kan,,
    baca Next chapter😀

  6. angel kyu kah si minnie itu?
    sukaa banget ma cerita ini..mengalir, dan gak bosan buat baca hingga akhir, err..akhirnya malah gak nyadar kalo udah tbc kkk~
    lanjuuut

  7. astaga Kyu~ jgn kasar2 ke Minnie chagi..kasian kan ><. Sungmin bener2 bagaikan malaikat tanpa sayap x3. Minnie ah~ semangaat!! kamu pasti bisa menaklukan hatinya Kyu yg sedingin es kutub utara!! lol

  8. ecieehh sungmin selalu nyuri ciuman dari Kyuhyun tp dia gk tau apa itu ciuman ><
    Kyu ayo terima min di kehidupanmu.. kasian kan sungmin sampe nangis2 gitu T .T

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s