The Right Hand of God ~Chapter 1


The Right Hand of God

This story belongs to me

KyuMin, SiBum, HanChul, and others

Are belongs to God, Themselves, and Their Couple

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Fail!Family, Angst

Rating : T

Length : Chaptered

Summary :

Kau percaya Tuhan ‘kan?

Kau percaya bahwa Tuhan ada ‘kan?

Kalau kau percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan?

Maukah kau jujur padaku apa yang kau rasakan?

Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan?

Seseorang yang menjadi kepercayaannya?

Aku tidak tahu aku ini apa?

Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa.

Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia.

Apakah kau percaya itu?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU! Cold!Kyu, Innocent!Min.

A/N :

Don’t like? Don’t read please.

Want to bashing? Do that to this story. Not to main character^^

Wanna RnR? Just do that.

And I’ll give my thanks just for you~

Happy reading^^

.

.

Umu Humairo Cho

.

~Proudly Presented~

.

A KyuMin Fanfiction

.

The Right Hand of God

.

Chapter One

.

.

All of Author’s POV

.

Tuhan, satu nama yang akan selalu semua orang ingat di dalam pikiran maupun hati mereka.

Ketika kau di hadapkan pada kenyataan hidup yang pahit, nama pertama yang kau ingat adalah Tuhan, bukan?

Lalu sebagian orang tanpa sadar akan menggumam bahwa kenyataan pahit ini adalah hukuman.

Berteriak marah dan memaki Tuhannya.

Tetapi sebagian lagi akan menyadari bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya adalah sebuah ujian.

Ujian yang Tuhan berikan untuk di lewati kemudian kita akan mendapat penghargaan dari Tuhan.

Yaitu kebahagiaan.

Ketika isakan tangis itu lolos saat kau tak lagi sanggup bertahan dalam rasa sakit dan pahitnya ujian Tuhan, kau akan berusaha menutup mata, mulut dan telinga dari semua yang menghadangmu.

Dan ketika kau berhasil mengendalikan diri dari semua yang ada, kau akan kembali menatap, berucap dan mendengar semua hal tentang dunia.

Tempat di mana semua orang singgah.

Dan…apakah setelah itu kau akan percaya bahwa kebahagiaan akan datang ketika kau berhasil melalui ujian itu?

Atau…kau lebih percaya apa yang sebagian orang katakan bahwa ujian itu adalah kutukan?

Dan oh, apakah kau percaya bahwa Tuhan mempunyai tangan kanan kepercayaan?

Yang tanpa kau duga bisa saja datang menghampirimu?

Jika tidak, bukalah matamu dan lihat apa arti di balik sebuah keindahan dunia.

Di sana…akan kau temukan sesosok yang bisa membuatmu merasa bahwa apa yang selalu di teriakkan adalah berbeda. Berbeda ketika kau dapat mengetahui perbedaannya.

.

.

Terdengar suara saling memaki di dalam sebuah mansion besar di komplek mewah itu. Dengan seorang namja yang mendengarnya sambil terus bersembunyi di dalam kamar bernuansa biru namun gelap. Apakah ia akan terus mendengarnya pertengkaran itu?

Menatap nanar pintu kamarnya tanpa berniat keluar melerai mereka. Kedua orang yang sangat ia cintai? Benarkah?

“Teruslah menuduhku, Kim Heechul! Kenapa aku selalu salah? Kenapa kau selalu menuduhku berselingkuh! Lalu kau apa? Dengan Jungmo? Kau mau beralibi apa lagi? Semuanya salahku, salahku, dan salahku! Sialan!” maki Hangeng—kepala kelurga di mansion itu. Namja di depannya melotot tak terima. “Apa? Aku? Dengan Jungmo? Yang benar saja Tuan Cho yang terhormat! Kau dengan sekretarismu itu apa hah? Apa?”

“Sudahlah! Aku muak denganmu! Aku sudah mengatakannya berjuta-juta kali. Gara-gara hal seperti ini Kibum pergi dari rumah! Kau mau Kyuhyun melakukan hal yang sama? Berhenti bersifat menyebalkan dan cemburuan! Kita sudah hidup bersama puluhan tahun dan kau masih tak percaya padaku? Ck! Lucu sekali!”

“Aku…”

“Mana katamu yang akan selalu percaya padaku? Omong kosong Kim Heechul! Aku lelah. Aku pergi, jangan tunggu aku pulang!”

“Tapi Han…”

Bye.”

‘BLAM’

Dan suara pintu tertutup itu terdengar jelas. Namja cantik itu jatuh terduduk, menangkupkan kedua telapak tangannya di wajahnya. Menahan isakan sakit yang menjerit ingin keluar. Sekali lagi, pertengkaran sialan yang membuat keluarganya hancur. Dan…menyisahkan satu orang anak kesayangannya yang tak pernah mau menatap mereka lagi. Walau hanya sekedar makan malam bersama.

Anak bungsunya…membenci kebersamaan dengannya.

.

.

Matahari pagi menjelang. Sesosok namja tampan membuka matanya kala bias sinar mentari itu mengetuk pelan kelopak matanya. Yang mau tak mau ia harus membiasakannya. Tapi kemudian, sinar menyilaukan itu terhalang sesuatu. Terhalang oleh seseorang lainnya di ruangan biru kesukaannya.

Dia…sang umma.

“Kyunnie, mau sampai kapan kau tidur, eoh?” suara itu. Suara yang sudah lama tidak ia dengar. Namja bernama lengkap Kyuhyun itu membuka matanya lebih lebar. Dan dapat di lihatnya, kini berdirilah seseorang namja berpredikat sebagai ibunya di depannya. Berkacak pinggang namun memberikan tatapan yang begitu lembut. Yang begitu ia rindukan.

Tetapi, Kyuhyun memilih diam tak menjawab. Menatap sekilas wajah sang umma sebelum beranjak ke kamar mandi. Membersihkan diri dan hatinya yang selalu menjerit kesakitan. Entahlah, rasa apa yang akhir-akhir ini menghinggapi hatinya.

Heechul—nama namja yang merupakan umma Kyuhyun pun menatap tak berkedip kepergian anaknya. Seketika…hatinya merasa sakit. Sang anak…mengabaikan keberadaannya. Tuhan, inikah balasanmu?

“Kyu…jangan abaikan umma seperti ini, hiks.”

.

.

“Pagi Kyu oppa,”

“Pagi Kyuhyun,”

“Pagi Kyuhyun sunbae,”

Banyak yang mengucapkan selamat pagi padanya. Tetapi…tidak satupun yang di balas oleh Kyuhyun. Kyuhyun terkenal dengan sikap dinginnya. Padahal dulu…ia begitu ramah. Sehingga banyak orang yang penasaran apa yang membuat Kyuhyun berubah seratus delapan puluh derajat ini.

Mereka merasa kehilangan sosok hangat Kyuhyun yang selalu balas menegur sapa mereka. Menolong mereka saat mereka kesulitan. Tapi…beberapa bulan ini tidak ada lagi Kyuhyun yang seperti itu. Yang ada…hanyalah Kyuhyun dengan sikapnya yang mengalahkan dinginnya es di kutub utara. Dan itu…membuat banyak pertanyaan berkecamuk di pikiran mereka yang mengenal Kyuhyun.

Pun ingin mengetahui yang sebenarnya, tapi mereka hanya bisa menunggu seseorang mengungkapnnya.

.

.

“Lagi-lagi tak membalas sapaan mereka, Kyunnie?” suara seseorang membuat Kyuhyun berhenti berjalan. Melirik sekilas orang itu lalu melanjutkan jalannya. Membuat orang itu menggigit bibir bawahnya dengan tangan yang mengepal erat. Seorang lagi di sampingnya mengusap kepalanya lembut.

“Sampai kapan kau akan mengabaikan hyung mu ini, Kyuhyun-ah? Apa kau begitu membenciku sehingga tidak pernah mau menatap atau membalas perkataanku? Begitu?” lagi-lagi suara itu membuat Kyuhyun berusaha untuk menulikan telinganya. Mengabaikan semua yang ada di dunia ini.

“Aku menyayangimu…” gumaman kecil itu masih bisa Kyuhyun dengar. Ia sudah tidak sanggup lagi. Matanya memanas saat mendengarnya. Tapi ia tidak peduli. Masih dengan tubuh membelakangi orang itu. Kyuhyun membalas. “Sampai kau mengatakan padaku kenapa kau tidak membawaku bersamamu saat kau ingin keluar dari neraka itu.”

Dan satu kalimat itu membuat sebuah satu  isakan lolos dari namja di belakangnya. Kyuhyun mengusap kasar matanya sebelum berbalik menatap namja itu. “Sampai kau berhenti menggumamkan dua kata memuakkan yang tak bisa kau buktikan, Cho Kibum.”

Mata foxy tajamnya menatap sosok ‘hyung’ yang dulu sangat di sayanginya. Tetapi sekarang…yang ia tahu rasa sayang itu sudah pergi jauh bersamaan dengan rasa hangat yang selalu ia berikan pada semua orang.

Namja bernama lengkap Cho Kibum itu masih diam. Terisak pelan dengan berada di pelukan seseorang yang di sebut kekasih. Namja bertubuh kekar itu mendekap tubuh Kibum dengan erat. Namun kemudian, Kibum melepasnya dan menatap Kyuhyun –sang adik yang sangat ia cintai. “Dan…hiks harus berapa kali ku katakan padamu kalau…hiks aku akan mengatakannya tetapi bukan di sini. Hiks, setiap aku memintamu untuk bertemu denganku…kau selalu menolak. Kenapa…seakan semua salahku? Kyu, kau masih adikku kenapa…”

“Kau bukan kakakku,”

“Kyu…?”

“Jika kau menganggapku adikmu, kau bisa mengatakannya sekarang, bukan? Kenapa harus di tempat lain? Bukankah itu sama saja?”

“Kyu…”

“Kalau begitu aku permisi, Kibum sunbae, annyeong.” Ujar Kyuhyun cepat dan membungkuk pada dua orang namja di depannya. Seketika, namja bernama Kibum itu jatuh terduduk. Lagi-lagi terisak, menunduk memperlihatkan kelemahannya pada dunia. Bahwa kunci matinya adalah Kyuhyun, sang adik tercinta.

.

.

Hei, bukankah langit biru itu begitu indah? Lalu…kenapa kau seakan membencinya?

Kau selalu mencibir kala langit terang bercahaya matahari, bukan?

Apa yang…membuatmu seperti ini, Kyuhyun?

.

.

Semilir angin berhembus menyentuh wajah Kyuhyun. Tidak lupa dengan lantunan lagu di kedua telinga yang terpasang sebuah earphone favoritnya.

Matanya terpejam menikmati hembusan angin siang itu. Walau ia benci memandang langit. Tapi ia suka…suasana sejuk yang selalu saja bisa menyegarkan hatinya.

Seseorang lain datang tanpa Kyuhyun sadari. Menatap wajah Kyuhyun dengan seksama. Menyusuri wajah tampan itu dengan jemarinya yang membuat Kyuhyun menggeliat sedikit tapi tidak terbangun.

Namja itu terkekeh saat Kyuhyun berusaha menyingkirkan tangannya. Terlihat lucu sekali saat ia melihatnya.

Puas dengan perlakuannya ini…namja itu kemudian meniupkan udara ke arah poni Kyuhyun yang menutupi pandangan mata Kyuhyun. Sekali lagi, Kyuhyun menggeliat dan siap membuka mata.

Tapi sebelumnya…namja itu mengecup sekilas bibir Kyuhyun dan berlari pergi sebelum Kyuhyun menemukannya. Terkekeh sebentar lalu bergumam. “Aku akan memberikanmu kebahagiaan Kyuhyunnie. Tunggu aku, ne?”

Dan setelah itu ia bersembunyi di balik pohon besar tak jauh dari tempat Kyuhyun berbaring. Kyuhyun mengusap matanya dan berkedip. Alisnya berkerut ketika tak mendapati siapapun di sana. Ia yakin, ia merasakan kehadiran seseorang saat beberapa kali orang itu menyentuh wajahnya dan…jangan lupakan sebuah kecupan di bibirnya.

Kyuhyun meraba bibirnya…kemudian bergumam pelan. “Ck! Ciuman pertamaku, siapa pula yang mencurinya? Kurang kerjaan.” Dan oh, author pikir ini adalah umpatan. Loh?

.

.

Namja itu berjalan menyusuri koridor tanpa mengindahkan gumaman para siswa ataupun siswi yang memandangnya terpana. Namun sebuah senyum ia lemparkan kepada mereka semua. Mata kelincinya terlihat lucu di lengkapi giginya yang juga seperti kelinci.

Kilatan kepolosan terlihat jelas di kedua bola matanya. Terlihat lucu. Namja in begitu imut, membuat semua yang melihatnya ingin sekali menerkam kelinci ini. Tapi…jangan pernah melihat orang dari covernya. Bisa saja, ia berbeda ‘kan? May be.

Namja imut itu menghilang di koridor menuju ruang kepala sekolah. Membua semua siswa ataupun siswi yang melihat melengos kecewa. Dan kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.

.

.

“Nah anak-anak, kita kedatangan murid baru. Dan kau…silahkan masuk,” suruh seonsaengnim yang saat ini mengajar. Anak baru itu memasuki ruangan itu dengan senyuman kelinci kebanggaannya. Kemudian memperkenalkan diri.

Annyeong, saya Lee Sungmin. Salam kenal,” katanya membungkuk. Kemudian, ia berucap lagi yang kali ini di tujukan pada guru yang ada di kelas itu. “Dan aku ingin duduk di samping Kyuhyunnie,” pintanya terdengar seperti rengekan.

Seketika, Kyuhyun yang tadinya tak tertarik. Mengangkat wajahnya dan membulatkan mata…terkejut dengan adanya sosok baru di kelasnya. Dan baru kali ini, semua anak di kelas itu melihat Kyuhyun memasang kembali ekspresinya. Bukan karena Kyuhyun mengenalnya. Tetapi…entah mengapa Kyuhyun merasakan sesuatu yang berbeda. Kemudian ia bergumam pelan yang masih bisa di dengar teman-teman kelasnya. “Ada apa…denganku?” Membuat semuanya memandang ke arah teman baru mereka.

.

.

~To Be Continued~

.

.

Note : FF baru dan kali ini kayaknya akan jadi ff chapter.

Gimana? Ada yang tertarik?

Lanjut atau hapus?

Wanna given me comment?

I’ll wait it^^

Thanks for read.

With Loved,

Umu Humairo Cho

23 thoughts on “The Right Hand of God ~Chapter 1

  1. kasian heenim~
    walopun dia salah tapi klo akhirnya dia dbenci sama kyu juga sama aja nyesek u,u kasian kibumie juga~
    hyaaaa~ sungminie o.O
    kamuuu~ nyuri first kiss kyu ? wkwkwk sekalian nanti kamu curi hati dia juga arra~😀

  2. Annyeong eonn?sun imnida…iseng search kyumin di google dan nemu wp eonnie hhihihihii iya eonn btw fanficnya seru abis!!! Sungmin sooo cutee!!kasian bummie~ yuhuuu itu first kissnya kyu?aih aih si umin…pokonye terus lanjut ya eon!

  3. Smua ank kl ad d pssi kyu psti sikap’a g jauh beda, kl g y jd ank brutal
    Umin cepatlah beri Kyu kebahagiaan
    Dsar c Umin nakal, curi ciuman prtma Kyu hehe

  4. huu.. penasaran.. langsung next ya chingu..
    oh ya, cuma mau bilang aku suka gaya bahasa kamu. ngena bangeet.. dan aku udah suka dari dulu..
    gomawo linknya chingu ^^

  5. Ternyata Kyu anak broken home ya? Kasian banget Kyu,,eh itu yg nyium Kyu Sungmin ya ><, aku suka aku suka!! Kibum yg sabar ne,, Semoga ming bisa ngerubah sifatnya Kyu,,lanjut chap selanjutnya,,kkk

  6. aigooo aigooo…. apa maksudnya dengan tangan kanan tuhan????
    bikin penasaran…
    oia aku baca ff nie d ffn,, eeee g taunya di sini bejibun ff Kyumin… DAEBAKKKK
    oppsss, anyeong.. chooco Imnida…
    I will be a good reader so please still update your ff kkkk😀

  7. Iseng” jelajahi google, nemu ff ini.. Kyu jdi begitu gara” orang tuanya ya..
    Kasian kyu, kibum juga.. Yang nyium kyu pasti Umin😄
    Keren ff.a !!

  8. pas liat judul…rasanya…
    pas baca….kayaknya pernah baca deh, ehh..apa dulu pernah di publish di grup juga? o.o
    .
    heechul kasian, padahal dia korban juga…haah~
    kesalahpahaman, dan ketidakpercayaan yang saling menghancurkan…udah kyak domino aj,..

  9. Lupa, lupa ingeettt,,
    Kayanya pernah baca, tp lupa d mna,.
    Prnah d post d ffn gg yah chingu,,???
    Entahlah, pkknya skrng aq mau terusin baca k chapt slnjutnya,,
    Ffnya keren pkknya mah, aq suka cmw epep KyuMin, .

  10. kasian kyu, jadi korban broken home..u,u
    semoga kedatangannya sungmin bisa membawa kebahagiaan buat Kyu😀
    aku baru tau ff nie ><
    padahal udah lama publisnya ya ~.~
    ffnya bagus~
    aku ijin obrak abrik/? xD WPnya eh salah mksudnya baca semua ffnya yah eonn..
    aku bakalan RCL kok
    gomawo~/bow/^^
    keep writing eonn!! KyuMin JJANG!! AUTHOR JJANG!!^_^b

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s