Don’t Leave Me, Please ~Chapter 5


Don’t Leave Me, Please

This story belongs to me

YeWook, KyuMin, EunHae

Are belongs to God, and themselves

Genre :

Romance, Angst, Hurt/Comfort

Rating : T, semi M ==”

Summary :

Jangan pernah menyerah untuk cinta, cobalah tetap bertahan selama kau bisa, jangan perduli kau sakit atau tidak, tapi, cobalah untuk bertahan untuk orang yang kau cinta.

Warning :

GaJe, Abal, OOC, AU, Ngga masuk akal, epep penuh KESADISAN *capslock jebol* dan keterpaksaan yang tercipta dari Author sendiri..

A/N :

DON’T LIKE DON’T READ, IF YOU DON’T LIKE THIS FF OR ANGST, DON’T READ PLEASE, AND NO BASHING!!!

.

.

Chapter Sebelumnya—

.

.

*Humairo POV*

Seorang namja berjalan di sepanjang koridor rumah sakit dengan membawa serantang(?) makanan kesukaan seorang pasien yang sedang di rawat di rumah sakit itu. Kini ia benar-benar bertekad untuk mengunjunginya, dan mengetahui keadaannya..

Ia telah sampai, namun ia diam sejenak dan kemudian mengetuk pintu kamar rawat itu, dari dalam seseorang menyahut dan menyuruhnya masuk..

.

.

» Chapter 9 – I Visit You «

.

.

Namja itu masuk, lalu saat di dalam, 3 buah pasang senyuman terpatri di wajah 3 orang di dalam,

“Wookie,“ panggil salah satu dari mereka, “Nggh, Leeteuk ahjuma,“ panggil Wookie balik dan mendekati Leeteuk, “Apa kabar?“ tanya Leeteuk lagi, “Baik ahjuma, ahjuma bagaimana?“ jawab serta tanya Leeteuk balik, “Baik kok. Kamu kesini mau jenguk Yesungie?“ jawab dan tanya Leeteuk juga,

Wookie tersenyum ragu lalu menjawab—“I-iya ahjuma,“ kata Wookie lalu menunduk, ia tak berani menatap Yesung yang kini menatapnya, “Baiklah sayang, umma, appa dan Kibum keluar dulu ya Sungie, Wookie?” kata Leeteuk dan menarik Suami serta anaknya,

Mereka keluar dan setelah itu—HENING—

Tak ada yang berbicara di antara mereka, Wookie masih menunduk dan Yesung pun hanya menatapnya, “Nggh~ Sung—eh—Yesung maksudku, i-ini ada buah-buahan,“ kata Wookie terbata sambil menahan gugupnya dan tanpa menatap Yesung, Yesung tersenyum melihat mantan kekasihnya ini, ia bisa melihatnya lagi sekarang?

Yesung menerima parcel(?) buah-buahan itu dan tersenyum, namun mungkin Wookie tak melihatnya, “Terima kasih,“ ujar Yesung tulus, Wookie hanya mengangguk tetap tak berani bertatap muka lagi dengan Yesung,

“Heiii~ angkat wajahmu,“ kata Yesung, Wookie kaget dan langsung mengangkat wajahnya, lalu sejurus kemudian mata mereka bertemu, terlihat kilatan kerinduan di antara keduanya, namun tak ada yang berani mengungkapkannya, hanya diam bergulat dengan pikiran masing-masing,

‘Aku ingin sekali memelukmu,’ batin keduanya, Heiii~ lalu kenapa? Hanya berpelukan kan?😛

“Errr—“ kata mereka refleks, keduanya kaget dan tersenyum canggung, “Kau duluan saja Wookie,“ kata Yesung, “Tidak, kau duluan saja Sung—Yesung maksudku, hehe,“ kata Wookie gugup, “Tidak apa-apa,“ kata Yesung lagi.

“Errr—tidak apa-apa, aku h-hanya ingin tanya, apa masih boleh aku memanggilmu Sungie?“ tanya Wookie, “Hah? Haha😄 kau ini ada-ada saja, tentu saja boleh, memangnya kenapa?“ jawab Yesung seraya tertawa, “O-oh b-baiklah,“ kata Wookie, “Err—kau-ingin bicara apa?“ lanjut Wookie.

Yesung menggaruk tengkuknya, lalu—“Aku Merindukanmu,“ kata itu meluncur saja dari mulut Yesung, Wookie tersentak lalu menunduk lagi, tanpa ia tahu, setetes air mengalir dari matanya, lalu terus berlanjut sampai air itu membentuk sungai kecil di pipinya, Wookie terisak, Yesung kaget mengetahuinya, lalu beranjak dan mengangkat wajah Wookie.

“K-kenapa kau menangis?“ tanya Yesung dan menghapus air mata Wookie, “A-aku, a-aku juga merindukanmu Sungie,“ kata Wookie dan langsung memeluk Yesung yang kini di depannya, Yesung balas memeluk Wookie dan mendekapnya erat, dan tak ingin melepasnya lagi.

.

.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari luar, matanya terpejam dan menggumamkan sesuatu,

“Kau masih sangat mencintainya Wookie, apa memang tak ada tempat untukku di hatimu?“ gumam orang itu dan berlalu meninggalkan kamar inap Yesung.

.

.

Mereka terus berpelukan melepas hasrat yang mereka pendam.. Rasa rindu, rasa ingin memiliki kembali namun keduanya masih ragu. Takut jika hati mereka saling menolak, takut jika ada pihak yang menentang. Takut jika jiwa mereka tak lagi bersatu seperti dulu. Takut jika ada seseorang yang Keberatan. Takut jika ada yang tersakiti. Dan sekarang mereka hanya bisa diam membisu.

.

.

Egois kah jika kau inginkan seseorang yang pernah mengisi hidupmu,

Kembali lagi bersamamu?

Egois kah jika kamu ingin kembali mengklaimnya sebagai milikmu?

Bersama denganmu.

Membangun sebuah keluarga kecil yang kaliam bangun bersama,

Dengan kasih sayang dan cinta.

Saling melengkapi, saling mempercayai.

Jika saja sekarang sang bibir bisa mengatakan maksud sang hati walau hanya dengan tersirat,

Biarkanlah mereka bersatu dalam kedamaian sejati.

Saling mencintai—dan memiliki..

.

.

KRIET—

“Sungie,” suara pintu terbuka bersamaan dengan seorang wanita masuk ke ruangan itu, Yesung melepas pelukannya pada Wookie, “Eh, maaf, umma mengganggu kalian ya?” ucap wanita itu yang kita ketahui pasti Leeteuk, Wookie tersenyum, “A-ani, ahjuma.”

Leeteuk tersenyum memandang Wookie, “Ah, aku senang jika kalian menikah.” Kata Leeteuk yang membuat Wookie kaget setengah mati, dan berusaha menyembunyikannya dengan menundukkan wajahnya.

Leeteuk menepuk pelan bahu Wookie, “Wookie, maukah kau menikah dengan Yesung?” dan Wookie-pun semakin menunduk menghindari pertanyaan Leeteuk dan tak tahu harus menjawab apa.

.

.

KyuMin Side—

.

.

Namja cantik itu masih menangis meringkuk di sisi tempat tidur, merasakan rasa sakit pada ass hole nya akibat tusukan(?) beruntun(?) sang suami tadi. Sedangkan namja di sebelahnya tertidur nyenyak seperti tak terjadi apa-apa, wajahnya terlihat damai dan tak merasa bersalah.

“Hiks..Hiks.. Ap-appo..ummaa..hiks T^T” isak sang namja manis—Cho Sungmin, namja yang tertiidur lelap terbangun mendengar isak tangis di sampingnya, ia membuka kelopak matanya dan menatap seseorang yang amat ia cintai di sampingnya.

Ia duduk, lalu kemudian merengkuh sang istri tercinta, Sungmin ingin menolak tapi sedikitpun tenaga ia tak punya, ia hanya bisa diam di peluk seperti itu.

Pelukan penuh paksaan,

Pelukan penuh kekesalan,

Pelukan seakan bilang bahwa, ‘Kau milikku, selamanya.’

Pelukan luapan rasa cinta yang tercampur dengan rasa bersalah.

Namja di depannya melepas pelukannya dan mengait wajah Sungmin dan membawanya mendekat sehingga kening mereka bersentuhan, “Maaf Minnie, maafkan aku.. Aku khilaf.. Aku khilaf Minnie, aku mohon.. Maafkan aku.. Aku janji padamu, aku takkan menyakitimu lagi, kau mau kan memaafkanku?” tanya namja itu.

Sungmin berusaha membuka mulutnya, “Kyu—aku—“

.

.

EunHae Side – Third Person’s POV

.

.

“Hae..A-aku mohoonn..S-sudah Hae.. Sa-sakiittt Haeee..” rintihmu yang kini sedang di setubuhi oleh suamimu, kau terus merintih walau akhirnya suamimu tetap mengabaikan suaramu.

.

.

.

Berjuta kali pun kau menangis,

Ia takkan melepasmu sampai kau melepaskan gelar ‘Selingkuh’ dari statusnya denganmu.

Berjuta kali pun kau merintih,

Ia takkan pernah melepasmu sampai kau diam dan bilang bahwa ia tak pernah mengkhianatimu.

Dan di saat kau menjawab dengan kata, ‘Ya,’ saat ia bertanya, ‘Apakah jika aku melepasmu, kau akan berhenti menuduhku selingkuh?’ dan akhirnya ia melepasmu.

Kau duduk bersingut dengan rasa sakit di asshole mu,

Namun ia hanya kembali bangkit dan memakai pakaiannya dan pergi meninggalkanmu.

Lalu tak lama ia kembali membawakan secangkit the untukmu dan untuknya.

Namun kau takkan pernah bisa mengembalikan senyummu sebelumnya.

Menangislah jika kau mau, maka kau pasti akan tenang.

.

.

“Hyukie,” panggil namja yang tadi berlalu pergi lalu kembali membawakanmu secangkir teh, kau mengangkat wajahmu dan menatapnya, “Ini minum,” katanya memberikan cangkir itu, kau menerimanya walau gemetar, ia mendekatimu dan duduk di sampingmu.

Ia mengelus rambutmu, “Maaf Hyukie, sungguh aku tak bermaksud menyakitimu.” Katanya dan sekarang kau berusaha untuk terus menghindari tatapannya, ia membawa tangannya untuk mengunci pandanganmu, dan sampai akhirnya kau menatapnya,

“Maukah Hyukie? Aku berjanji akan berubah untukmu. Aku tidak akan menyakitimu lagi, dan melakukan hal tadi dengan paksa.” Ujarnya padamu, kau tetap berusaha mengalihkan pandanganmu namun ia tetap menahan, “Maukah?”

Kau berusah membuka mulutmu, “Hae, A-aku—“

.

.

Someone’s POV—

.

.

Sakit, mendengar seseorang meminangmu untuk anaknya, padahal ia punya yang lain,

Sakit saat menyadari kau masih mencintainya bahkan kau memang sangat merindukannya.

Kebersamaan kita yang terbilang singkat namun membuatku benar-benar jatuh cinta padamu.

Salahkah jika aku ingin,

Salahkah jika aku mau..

Mempersuntingmu sebagai pengantinku, bukan pengantinnya.

Aku takkan pernah merasa iri jika memang kenyataannya mereka yang seharusnya mendukungku justru mendukungnya.

Bolehkan aku benar-benar memilikimu, hanya kamu yang aku mau.

Dahulu, kini, hingga nanti..

Hanya kau yang ku ingin,

Hanya kau yang ku cinta.

Dengan segenap jiwaku,

Dengan segenap hatiku..

Kau tahu?

Saat aku menyadari betapa sakit hati ini melihatmu bersamanya,

Aku masih berusaha tersenyum di antara kalian.

Karena aku tahu,

Aku takkan bisa memisahkan kalian yang masih saling mencintai,

Memisahkan kalian yang masih saling menyayangi..

Aku marah saat tahu ia meninggalkanmu hanya demi keegoisannya,

Aku ingin menghajarnya namun kau mencegahnya..

Sebegitu cintanyakah kau padanya?

Sehingga kau tak membiarkan aku menyentuhnya sebagai rivalku?

Benarkah?

Ku mohon jelaskan padaku..

.

.

.

“Jadi bagaimana Wookie?”

.

“Jadi Minnie?”

.

“Jadi Hyukie?”

.

.

“May be I want,”

.

“May be I want,”

.

“May be I want.”

.

.

Dan semuanya terjawab—Mungkin aku mau..

.

.

TBC

.

.

Note : No edit. Wanna RnR?

11 thoughts on “Don’t Leave Me, Please ~Chapter 5

  1. Annyeonghaseyo…
    Saya reader baru^^

    Sepertinya saya tertinggal bnyk chapter..
    ceritanya bgs dan daebak tp agak kurang ngerti mungkin krna bru bca 1 chpter ini kali.
    Hwaiting🙂

  2. Akhirny wokie ktmu ma yesung.. Yg suka ma wokie it jgn2 kibum..kyu bner2 kejem ma ming..nmany it pemerkosaan.. It hae ma kyu selingkuh ap g sich.. Kok mreka ciuman lnjuuut chap next

  3. Sedih ngeliat dua uke itu dibegituin sama seme mereka T^T *tunjuk hyukmin* , trus wookie juga mudah”an ajaa dia mau nikah ama yesung , kasihan kan yesungnya kalo wookie gamau u.u , ayoo thor aku tunggu lanjutannya yaa *wink ^,~

  4. aigoooo kasian sekali uke-uke itu T^T
    kasian mereka pada kesakitan :(((. kalo hyukppa udah ga kuat..aku rela kok gantiin *peluk haeppa* #plak
    gileeee authornya bikin plot kayak yg di film2 gitu *sotoy*.
    *yg pas pertanyaan “jd bagaimana minnie..wookie..hyukkie” di saat bersamaan* *caelah
    Keren thor! Ditunggu lanjutannya
    -elinopan-

  5. “mabye I want”

    Whoaaa :O
    Semakin penasaran sama kelanjutannya ><
    Ah, gomawo ne sudah mau update ff-nya^^
    Mian atas comment yang aneh ini..

    Fighting~!

  6. Haii author,saya pernah baca ff ini diffn,itu juga dulu banget pas baru tau ada ffn, eh tadi nama author muncul (?) gitu,jadi sekalian cari wp nya. Udah gak aktif diffn lagi ya? Lanjutin ff ini ya? Please~~

  7. kayakny setiap.uke punya ikatan batin deh kkk~ bisa sama qtu jalan pikiran merekaa…
    btw. sapa sih yang suka.wookie?
    pliia tolong diupdate ya.

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s