Don’t Leave Me, Please ~Chapter 2


Title : Don’t Leave Me, Please

Author : Umu Humairo

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort

Main Cast : YeWook, KyuMin, EunHae

Other Cast : SuJu’s Member

Rating : T, Semi M ==”

Summary : Jangan pernah menyerah untuk cinta, cobalah tetap bertahan selama kau bisa, jangan perduli kau sakit atau tidak, tapi, cobalah untuk bertahan untuk orang yang kau cinta.

Disclaimer : YeWook, KyuMin dan EunHae punya sang pencipta =P

Warning : Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, GaJe, Abal, OOC, AU, Ngga masuk akal, epep penuh KESADISAN *capslock jebol* dan keterpaksaan yang tercipta dari Author sendiri..

A/N : DON’T LIKE DON’T READ, IF YOU DON’T LIKE THIS FF OR ANGST, DON’T READ PLEASE, NO BASHING AND ALSO NOT PLAGIAT!!!

.

.

Don’t Leave Me, Please

Chapter 2

.

.

Kriet—

“Wookie-ah, boleh aku masuk?”

Suara seseorang mengagetkanku, namun aku tersenyum, “Ne. Masuk saja Minnie..” ujarku pada orang itu yang aku yakini adalah Minnie..

Aku bisa merasakan ia mulai mendekat, “Ne Gomawo. Hm~ kau sedang apa?” tanyanya berbasa-basi padaku, aku tersenyum menjawabnya dan ingin sekali menanyakan apa yang terjadi antara dia dengan Kyuhyun, “Aniiyo. Ohya, ada apa Minnie? Kau dan Kyu—“

Ucapanku terpotong, “Sudahlah. Jangan di bicarakan lagi,” ujarnya terdengar sedih. Aku mengangkat tanganku berniat mengelus pipinya, dan seakan mengerti, tangannya membawa tanganku, “Hm, ne.. Tapi kalau ada apa-apa kau harus menceritakannya padaku, ara?” kataku. Namun Minnie tak menjawab dan aku justru mendengar isak tangis, aku khawatir! Segera ku rengkuh kedua pipinya, “Minnie-ah, gwenchana?”

Ia memegang tanganku, “Hm, gwenchana Wookie-ah.. Tapi, aku harus bagaimana? Apa mungkin Kyu sudah tidak mencintai aku lagi? Kyu sudah berubah Wookie-ah,” katanya di sela isak tangisnya. Tanganku terulur dan menghapus jejak airmata itu, “Jangan bicara seperti itu Minnie-ah! Aku yakin Kyu mencintaimu.. Selamanya hanya kamu.”

Ia terdiam, aku tahu ia pasti ragu, “Tapi—“ aku kembali memotongnya, “Aku minta maaf ya, Minnie.”

Apakah sekarang alisnya sedang bertaut?

“Untuk Apa?” Pasti dia memang bingung sekarang. Aku tersenyum, “Untuk semuanya. Karena aku, Kyu jadi seperti ini.” lanjutku. Tapi aku tahu ia tersenyum dan menghapus airmatanya, “Aniyo Wookie-ah. Kau tidak perlu minta maaf seperti ini.” ujarnya padaku. Kenapa kau terlalu baik, Sungmin?

Aku merasa ini memang salahku, “Tapi aku merasa sangat bersalah, Minnie..” Kataku tak mau kalah. Namun ia mengelus rambutku dan menghapus airmata yang entah-sejak-kapan mengalir menganak sungai di kedua pipiku.

Ia memelukku, “Sudahlah.. Ini semua bukan salahmu, Wookie-ah. Mungkin memang aku yang tidak bisa bersikap baik sebagai seorang Istri..” ujanya lirih. Aku semakin merasa bersalah padanya.

“Minnie, ketahuilah. Menurutku kau orang paling baik yang pernah ada. Kyu beruntung sekali memilikimu..” balasku akan ucapannya. Ia semakin memelukku, “Ne gomawo Wookie-ah.”

Aku balas memeluknya, “Ne cheonmaneyo.”

Tidakkah terlalu kejam Tuhan?

Eunhyuk’s POV

Aku melihat Donghae yang sedang bergelut dengan pikirannya. Dia kenapa sih?

Dan akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Hae, kau kenapa sih?” tanyaku padanya. Ia menatapku, “Apanya yang bagaimana?” jawabnya dan malah membalik pertanyaanku.

Aku menatapnya kesal, “Kau berbeda Hae…” dan ku lihat alisnya bertaut, “Beda apanya Chagi? Kau kenapa sih? Kangen sama aku ya?” tanyanya dan mulai mendekati wajahku. Aku menahan wajahnya,  “Stop jangan mendekat.”

Ku lihat mimik protes darinya, “Wae?” tanyanya lagi dan justru semakin mendekatiku, “Hae….. jangan mende—mmpph~” Hae langsung menciumku.. Ini.. bukan Hae yang aku kenal! Ciuman ini sangat berbeda. Hae ada apa?

aku meringis, “Mmpph Akhh..” ku rasakan Hae menggigit Bibirku, rasanya sakit sekali dan kurasakan sesuatu mengalir keluar dari sudut bibirku..

Hae.. Ciuman ini bukan Ciuman saat pertama kali kau menciumku, kan?

Kau berbeda Hae.. kenapa?

Apa kau membenciku?

Lama-lama kurasakan ciumannya semakin ganas.. Aku berusaha mendorong tubuhnya—sekuat tenaga sampai aku—berhasil..

Nafasku terengah, “Hah~ hah~” Aku berusaha mengatur nafasku.. Rasanya sesak sekali. “Wae?” aku menautkan alisnya mendengar ia bertanya, seharusnya aku kan yang tanya. “Wae? Harusnya aku yang bertanya kan, Hae?” kataku.

Ia menatapku, “Kenapa kau melepasnya?” tanyanya sarkastik padaku. Aku balas menatapnya, “Kau tanya kenapa Hae? Kau mau membunuhku he? Aku kehabisan nafas tahu..” kataku kesal.. Ia menangkup kedua pipiku, “Mian.. Tapi aku rindu padamu.”

Aku mendelik menatapnya, “Kau bohong, Ciuman tadi.. itu bukan Ciuman yang pernah kau berikan padaku,” kataku padanya. Alisnya bertaut seakan bertanya. “Apa maksudmu Hyukie?”

Aku diam sebentar, lalu—“Kau berubah. Semenjak hari dimana kau selalu menemani Kyuhyun mencari Donor mata untuk Wookie,” ku lihat dia terdiam.. Kenapa Hae? Apa kau mulai berhenti mencintaiku? Kemudian aku melihatnya membuka mulutnya dan berbicara—“Kau salah paham.. Aku dan Kyuhyun hanya TEMAN.. Itu saja.”

Aku menghela nafas. Tentu saja aku tahu mereka teman. Tapi—“Ne aku tahu.. Tapi kalian terlalu dekat, Hae. Aku ini tunanganmu, calon istrimu. Aku mohon jangan sakiti aku apalagi meninggalkanku. Aku sangat mencintaimu,” ucapku sedang air mataku yang mulai jatuh.. Tapi Hae hanya diam.. Kenapa kau tidak lagi menghapus air mataku?

Aku menghela nafas lagi melihat responnya. “Sudahlah tak ada gunanya.” Aku pergi meninggalkannya. Dia masih diam tak bergerak sedikitpun.. Aku membencimu Hae.. Kau berubah..

Reyowook’s POV—

Hari ini Minnie mau mengajakku kemana ya? Aku penasaran sekali.. Ia bilang akan mengajakku bertemu dengan temannya. Hah~ Walau begitu aku tidak bisa melihat wajah temannya itu. Huft, sabar Wookie..

Namun kemudian aku tersentak mendengar suaranya, “Wookie-ah.. Apa kau sudah siap?” tanyanya padaku. Aku menghela nafas sebentar dan menjawab—“Ne. aku sudah siap.”

Minnie menuntunku berjalan. Ya—aku tahu dia kesulitan..

Tapi ia tetap membimbingku. Terima kasih Minnie-ah.. Kau sangat baik..

Selama perjalanan aku dan Minnie hanya diam. Namun kemudian aku tersentak saat mulai terdengar alunan Music yang memutarkan lagu Marry U.. Hahhh~ Sungie.. Kenapa aku jadi mengingatmu lagi?

Masa itu terlalu indah…

_Flashback_

Aku terdiam namun kemudian aku mendengar suaranya beserta sentuhan di tanganku. “Wookie-yah, kajja~ ikut aku,” katanya lalu kemudian tangan Sungie menarik tanganku. Walau pelan aku hampir saja jatuh. Tapi dengan sigap Sungie menahanku.. Aku tersenyum dalam hati.

Dia membawaku entah kemana? Aku juga tidak tahu.. Tapi kemudian ia berhenti..

Entah aku ada dimana?! Tapi hawanya begitu sejuk.. Aku tersenyum saat semilir angin berhembus itu menyentuhku dan menambah kesejukkan di hatiku.

Namun lamunanku buyar saat mendengar suaranya, “Wookie-yah.. Ada yang ingin aku bicarakan padamu,” katan Sungie seraya memegang tanganku.. Ku rasa ia berlutut sekarang.. Tanganku yang satunya berusaha mencari wajahnya, “Sungie kau sedang apa? Bangunlah,” ujarku padanya. Namun ia tetap pada posisinya. “Ne~ nanti setelah ini.”

Aku diam, namun kemudian aku mendengar ia mulai bersenandung kecil sampai akhirnya ia bernyanyi…
Lagu Marry U…

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo
Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo
Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyuhjulgeyo
Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo
Woori suhro saranghagiro geuppuniya
Nawa gyuhrhonhaejullae?



Ia berhenti, aku mengerti maksudnya dan dengan sigap aku berkata, “I do.”

Dan aku bisa merasakan ia berdiri sekarang dan juga sedang menatapku bahkan—dia memelukku..
Ah~ aku terkejut namun hanya membalasnya. Tuhan aku mohon kebahagiaan ini akan hadir selamanya..

Namun kemudian aku merasa kehangatan itu hilang dan setelah itu Sungie melonggarkan pelukannya dan Menciumku Lembut..

Ciumanku yang entah keberapa? Dan aku tak tahu..

_Flashback End_

Tanpa terasa air mataku mengalir begitu saja. Ah, aku tidak boleh menangis di depan Minnie.. Dan segera saja aku menghapus air mataku.. Lalu suara Minnie kembali mengalihkan perhatianku. “Ayo Wookie-ah. Kita turun,” ujarnya padaku. Aku menengok ke samping kananku dimana Minnie berada dan aku tersenyum walay aku tak melihat wajahnya. “Ne Minnie-ah.” Kataku dan Minnie kembali menggenggam tanganku dan tiba-tiba saja ia berteriak—“Heiiii~ Sorry for waiting.”

Aku mengerutkan dahiku. Siapa ya, yang Minnie panggil? Namun kemudian rasa penasaranku terjawab saat Minnie menyebutkan namanya walau aku tidak kenal.

“KiBum-ah, I’m so sorry,” ujar Minnie pada orang itu. Lalu kemudian aku mendengar orang itu menjawab. “Gwenchana Sungmin-ah. Aku juga belum lama kok. Ohya ini siapa?” Ah, ternyata ia orang Korea ya? Lalu apa ia bertanya tentang siapa aku? “Ah, dia sahabatku namanya Wookie.”

Lalu kemudian aku mendengar suaranya lagi setelah suara Minnie. “Haiii Wookie,” Sapanya padaku. Aku tersenyum dan membalas sapaannya. “Ne Haii~” kataku membalasnya dan Minnie membawa tanganku. Mungkin untuk berjabat dengannya.

Pasti dia kebingungan dan sepertinya iya. Karena ia bilang—“Dia—“

“Ne, dia tidak bisa melihat,” kata Minnie melanjutkan ucapannya. Aku hanya tersenyum lagi. “Nice to meet you Wookie,” ucapnya lagi. “Nde, nice you meet you too.” Jawabku seadanya.

Dan setelah itu aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mungkin tentang pekerjaan atau apa? Aku tidak terlalu mengerti.. Tapi sepertinya dia orang baik.

Hah~ untung Minnie masih memiliki teman saat dia sedang bertengkar dengan Kyu dan memberikan Solusi yang tepat.. Tidak sepertiku?! Payah kau Wookie. Dan aku hanya diam mendengar percakapan mereka.

*1 tahun kemudian*

Satu tahun berlalu. Hubungan Kyu dan Minnie sudah membaik. Dan yang aku dengar Eunhyuk dan Donghae juga sedang bertengkar namun sudah baikan dan mereka sudah menikah.

Hah~ jadi ingat sama Sungie T__T

Dan yang aku senang? Hari ini aku akan menjalankan operasi..

Akhirnya Minnie dan Kyuhyun mendapatkan donor mata untukku. Terima kasih tuhan~

“Wookie-ah.. Apa kau sudah siap?” Tanya Minnie menyadarkanku dari lamunanku. Aku tersenyum. “Ne. Aku sudah siap Minnie-ah,” jawabku walau agak gelisah.

Walau dengan hati ketar-ketir.. Aku berusaha tenangkan pikiranku dan hatiku..

Aku yakin semuanya akan baik-baik saja selama Tuhan melindungiku.. Semuanya akan baik-baik saja. Mudah-mudahan saja😀

Sungmin’s POV—

Sudah hampir 5 jam aku menunggu operasi itu. Tapi kenapa dokter belum keluar juga.

Ya Tuhan~ mudah-mudahan Wookie tidak apa-apa dan operasinya berjalan dengan lancar. Semoga saja Tuhan. Aku mohon Tuhan. Lindungilah Wookie..

Lama sudah aku menunggu, akhirnya dokter pun keluar. Aku langsung menghampiri dokter itu. “Bagaimana operasinya dok?” aku langsung menanyai tentang operasinya. Dokter tersenyum dan aku pun juga. “Yah~ syukurlah. Operasinya berjalan dengan baik.”

Tak henti-hentinya aku tersenyum bahkan memekik gembira. “Jinjja? Syukurlah Tuhan~ kau melindungi sahabatku. Terima kasih dokter,” pekikku saking senangnya. “Ne.. Ohya , perbannya baru bisa di buka 2 minggu lagi. Jadi beritahu Tuan Kim Ryeowook untuk bersabar.“

“Ne dokter.. Gomawo,” kataku membungkuk dan dokter pun tersenyum lalu pamit. “Baiklah, aku tinggal dulu,” katanya. “Ne, dokter.“

Lalu aku memasuki ruangan Wookie. Mudah-mudahan kau senang Wookie~

Kyuhyun’s POV—

Hahh~ apa-apaan Minnie? Dia lebih mementingkan operasi Wookie di bandingkan aku? Suaminya sendiri. Istri macam apa dia? Kenapa dia belum pulang juga? Jika memang operasinya sudah selesai  kan dia bisa pulaaaang~ kenapa harus menemaninya juga sih? Tidak tahu apa kalau aku itu kangen sama dia? Hah~ Minnie~ jangan salahin kalau aku selingkuh(?).

Yesung’s POV—

Ya Tuhan, ada apa dengan perasaan ini? kenapa hati ini begitu risau? Ada apa denganku?

Kenapa aku jadi terus memikirkan Wookie? Apa karena mungkin aku merindukannya? Mungkin saja..

Tapi apa kabarnya ya? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Ingin sekali.

Tanpa terasa air mataku mulai keluar dengan derasnya. Namun itu tak lama karena ada yang memasuki kamarku. “Yesung Hyung, kau sedang apa?” tanya Kibum yang memasuki kamarku. Kim Kibum, anak dari pasangan suami istri yang menganggapku anak mereka dan sekarang aku menjadi hyungnya. Hah~ “Aniyo Bummie~ aku hanya mengingat masa laluku.”

Ia mendekatiku. “Mau cerita?” tawarnya. Aku menghela nafas, “Hah~ apanya yang harus di ceritakan?” jawabku. Namun ia tetap menatapku. Dan killer smilenya menghiasi bibirnya. “Mungkin tentang—kisah cintamu.”

DEG DEG

Ah, kenapa? Jantung ini sakit lagi. Ada apa Tuhan? Tolong jangan sekarang. Dan ku lihat Kibum menatapku khawatir. “Yesung Hyung. kau kenapa?” tanyanya. “A-aniyo Bummie ah. Aku hanya butuh istirahat,” jawabku padanya dan ia mengangguk paham. “Ah, baiklah. Istirahatlah. Aku keluar dulu.” Katanya padaku. Dan aku hanya membalas, “Nde.“

Bummie keluar dari kamarku. Aku langsung merebahkan tubuhku. Kepalaku pusing dan rasanya jantungku semakin sakit.  Ah, menyebalkan sekali sih? Lebih baik aku tidur.

Ryeowook’s POV—

Yap, sudah genap dua minggu semenjak operasi itu. Dan akhirnya hari ini aku akan melepas perban di mataku dan sebentar lagi aku akan bisa melihat. Yippiii~ aku bisa melihat! Tapi tunggu dulu, kenapa harus segembira ini? belum tentu aku masih bisa melihat Sungie..

Ah, Wookie~ kenapa masih memikirkan dia sih! Sudahlah terima saja kalau dia sudah tidak mencintaimu lagi. Kau harus tegar Wookie.. Hwaiting!!

“Wookie-ah, apa kau sudah siap?” aku terlonjak mendengar suaranya. Kenapa Minnie selalu bisa mengejutkan sih? “Heii Wookie-ah?”

Aku menarik nafasku, “Ne aku sudah siap Minnie-ah,” jawabku padanya. “Baiklah. Dokter aku mohon bantuannya.” Ucap Minnie pada dokternya. “Ne, baiklah Kim Ryeowook-shi, kita bukan perbanmu ya?” tanya dokter padaku. “Ne dokter, tolong ya?”

Lalu dokter dengan perlahan membuka perban di mataku. Sampai akhirnya perban itu sudah di lepas semuanya. Perlahan aku membuka mataku saat dokter menyuruhnya. Tapi belum terlihat apa-apa.

Aku hampir menangis karena ini.

Lalu suara Minnie kembali menyadarkanku. “Bagaimana Wookie-ah?” Aku menggeleng dan menjawab, “M-masih gelap Minnie,” jawabku padanya. “Dokter bagaimana?”

Ku dengar dokter menghela nafas, lalu—“Coba kau tutup matamu lalu kerjapkan lagi dan tetaplah dalam keadaan menutup mata sekitar beberapa menit. Lalu coba kau buka lagi, Ryeowook-shi.”

Aku menuruti dokter. Ku kerjapkan lalu menutup dan kemudian aku membuka lagi. Aku terpaku dan terkejut bahkan menangis. Aku—

One thought on “Don’t Leave Me, Please ~Chapter 2

  1. daebak, wookie.bisa melihat lagi.kan?
    truz, yeye pingsan? duhh, kapan ya mereka bisa ketemu lagi?
    padahal mereka berdua sama sama menderita.
    lanjut

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s