Don’t Leave Me, Please ~Chapter 1



Title : Don’t Leave Me, Please

Author : Umu Humairo Cho

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort

Main Cast : YeWook, KyuMin, EunHae

Other Cast : SuJu’s Member

Rating : T, semi M ==”

Summary : Jangan pernah menyerah untuk cinta, cobalah tetap bertahan selama kau bisa, jangan perduli kau sakit atau tidak, tapi, cobalah untuk bertahan untuk orang yang kau cinta.

Disclaimer : YeWook, KyuMin dan EunHae punya sang pencipta =P

Warning : GaJe, Abal, OOC, AU, Ngga masuk akal, epep penuh KESADISAN *capslock jebol* dan keterpaksaan yang tercipta dari Author sendiri..

A/N : DON’T LIKE DON’T READ, IF YOU DON’T LIKE THIS FF OR ANGST, DON’T READ PLEASE, AND NO BASHING!!! ALSO NOT PLAGIAT!!!

.

.

Yesung’s POV

.

“Ya Kim Jong Woon.. Kenapa kau tega melakukan itu hah? Memangnya kau tidak punya Hati apa?” ujar Kyuhyun membentakku. Aku menatapnya, “Diam kau Cho Kyuhyun.. kau tidak tau apa-apa…” ujarku padanya, dan dia terlihat kesal..

“SHIT! Berani-beraninya kau berbuat seperti itu.. Dasar pengecut kau Kim Jong Woon sialan..” umpat Kyuhyun dan langsung meninggalkanku.

Hahhh~ Biar saja. Meninggalkannya adalah yang terbaik untukku.. Mungkin aku memang menyakitinya,  tapi aku tidak mungkin bersamanya jika hidupku sudah tidak lama lagi..

 Siapa yang mau mendonorkan jantungnya untukku?

 Tidak mungkin ada, kecuali jika memang orang itu sudah lelah dengan hidupnya..

Wookie..

Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu lagi. Bersamamu, mencintaimu dan menyayangimu. Walaupun aku bilang aku sudah tidak mencintaimu, sungguh aku berbohong agar kau membenciku..

 Aku sangat mencintaimu.. Selamanya hanya akan mencintaimu…

 Jika suatu saat Tuhan mengizinkan aku untuk tetap hidup, Aku berjanji akan kembali padamu. Walau aku tahu kau pasti sudah mendapatkan penggantiku yang lebih mencintaimu, menyayangimu dan melindungimu juga menjagamu selama hidupnya—tidak seperti aku yang pengecut ini..

Kyuhyun benar.. Aku memang tega padamu—meninggalkanmu di saat hari pernikahan kita sudah tinggal menghitung hari.

Sungguh maafkan aku..

Maafkan aku..
.

.
Aku berjalan gontai meninggalkan apartementku. Aku harus pergi dari tempat ini dan mencari kehidupan baruku.

 Tanpa seorang Kim Ryeowook—tanpa seseorang yang sangat aku cintai.

 Tanpa dia..

Sebenarnya hati ini sudah mati, sebenarnya tubuh ini bukanlah diriku yang sebenarnya. Aku hanya mayat hidup yang berkeliaran di jalanan. Aku benar-benar membenci diriku.

Kau pengecut Kim Jong Woon. Kau sangat pengecut.

Entah sudah berapa banyak airmata yang aku keluarkan—itu semua belum cukup dengan apa yang sudah ku perbuat padanya. Dia pasti sekarang sedang menangis.

Maafkan aku Wookie..

Tapi aku melakukan ini karna aku mencintaimu..
.

.
Ryeowook’s POV
.

.
Jahat!

Kau jahat Sungie.

Hiks..kenapa..hiks.. Kenapa kau lakukan ini padaku?

Kenapa kau menyakitiku?

Kau berjanji akan terus bersamaku dan mencintaiku kan?

Menjagaku selamanya?!

Tapi mana? Kau meninggalkanku begitu saja. Kau memutuskan hubungan kita sepihak.

Apa kau tidak ingat bahwa sebentar lagi kita akan menikah? Apa kau lupa?

Kenapa Sungie? KENAPA?

“Wookie-ah? gwenchanayo?” tanya seseorang yang ku yakin Minnie. Ya, aku tahu ini Minnie.

“Minnie-ah. Gwenchanayo.” ujarku.

 Aku Kim Ryeowook. Aku buta sejak kecil.

Apa mungkin karena aku buta Sungie meninggalkanku?

Kenapa? Apa selama ini aku punya salah padanya?

“Wookie, ayo kita makan?” ajak Minnie. Aku mengalihkan walau akhirnya aku memang takkan melihat wajahnya, “Ani Minnie. Aku tidak lapar.. Kau makan duluan saja,” ujarku.

“Ayolah Wook, kau harus makan. Kyuhyun sedang mencarikan donor mata untukmu dan sebentar lagi kau bisa melihat.” ujarnya.

 Minnie terima kasi, kau memang baik. Kyuhyun beruntung memilikimu.

Kau seorang istri yang baik. Bahkan kau menyayangiku padahal aku bukan siapa-siapamu atau Kyuhyun. Kau menganggapku ada walaupun aku buta. Terima kasih Minnie..

“Wookie~  ayolah,” ajaknyaa lagi menyadarkanku. Aku luluh, baiklah. “Neee~ aku makan.” Ujarku membuat ia berdecak senang, “Nah! Gitu dong. Itu baru Wookie sahabatku.” ujarnya.. Ku rasa dia tersenyum. Aku pun hanya tersenyum.

Walau aku tahu dia Namja, tapi dia Namja yang baik..

Terima kasih tuhan karna kau memberikanku keluarga seperti keluarganya Minnie. Terima kasih..
.

.
Yesung’s POV
.

.
Kemana?  Aku harus kemana?

Aku bingung. Aku harus pergi kemana?

Detak jantung ini semakin tak karuan.

Ada apa?

Ku mohon jangan kambuh sekarang. Aku mohon.

Sesak.  Dadaku sesak.

Sakit. Jantungku sakit sekali.

“Ughhh..” Rintihku.

Tidak akan ada yang menolongku.

Tuhan aku mohon bantu aku.
Apa ini? Kepalaku pusing—penglihatanku pun buram.

 Ada apa dengan mataku.

Kenapa? Setelah itu semuanyaa gelap dan—

BRUUUK—

Aku merasakan aku jatuh sekarang. Tuhan aku mohon bantu aku.

.

.

Dimana? Aku ada dimana sekarang?

Suara siapa itu? Wookie? Akankah kau itu?

Tapi bukan, suara Wookie-ku sangat lembut dan merdu tapi cempreng *bahasa mana nii?*

Perlahan ku buka mataku karena aku penasaran.

Siapa yang menolongku?

 Putih, disini Putih. Ruangan Putih yang tidak ku kenal.

Aku ada dimana?

“Nak? Gwenchanayo?” Tanya seseorang saat aku sudah bisa membuka seluruh mataku. Aku melihat ke arahnya dan tersenyum, “Ne, nan gwenchana. Keundae, nan eodiyeo?” jawabku pelan.

Dia melirik seseorang di sampinya, “Hmmm kamu sedang berada di rumah sakit sekarang. Tadi aku menemukanmu pingsan di jalan, jadi aku membawamu kesini! Dan apakah Jantungmu sudah tidak apa-apa?” tanyanya hati-hati mungkin takut menyinggungku.

Aku tersenyum lagi padanya, “Ahhh ne, gwenchana.  Hmmmm gomawo sudah menolongku,” ujarku. Ia kembali menatapku, “Ne. dimana keluargamu?” Tanya seseorang yang ada di sampingnya—mungkin suaminya. Aku balas menatap mereka, “Ahhhh, itu..aku..” Ujarku terbata,

Ku lihat mereka juga agak gelisah, “Tidak apa-apa. Jika kau mau… kau bisa tinggal bersama kami setelah ini..” ujarnya yang membuatku kaget, “Eh? Jeongmal?” tanyaku belum percaya. Dia tersenyum padaku dan menjawab. “Ne. oh ya, choneun Leeteuk Imnida  dan yang di sampingku adalah suamiku, namanya KangIn.” Ujarnya.

Aku tersenyum padanya, “Ah ne, bangapseumnida. Choneun, Yesung Imnida.” Ujarku pada mereka dan lagi-lagi mereka tersenyum padaku.. Aku merasa—tenang.

“Ne, berapa umurmu?” tanyanya lagi padaku. Aku menatap mereka, “Ne, umurku 21 tahun.” Jawabku. Mereka terlihat terkejut, “Ne? kau masih muda ya?” ujarnya padaku, “Dan kalau kau mau, kau bisa memanggil kami umma dan appa..”

Ne? mereka menyuruhku pada? Memanggil mereka umma dan appa? “Ne, jeongmal? Kalian memperbolehkan orang asing sepertiku memanggil kalian seperti itu?” tanyaku tak percaya. Mereka tersenyum seraya menjawab, “Ne. lagipula kami kesepian. Anak kandung kami tinggal di Amerika?! Jadi tidak apa-apa kan jika kami menganggapmu anak?” ujar seseorang yang aku yakin bernama KangIn, menjelaskan padaku,

Aku tersenyum juga pada mereka, “Ne, gwenchanayo.  Justru aku senang sekali..” ujarku dan terus tersenyum.

Akhirnya ada orang yang berbaik hati padaku.

Terima kasih Tuhaaaan🙂 Aku sungguh berterima kasih pada-Mu..

Karena Engkau, aku menemukan mereka. Mereka  yang sangat baik padaku.

Walau aku baru saja bertemu mereka, tapi mereka sudah mau menganggapku sebagai anaknya.

Terima kasih Tuhan..

.

.

Ryeowook’s POV

.

.

Sungie, kenapa?

Kenapa aku selalu memikirkan kata-katamu yang bilang kau sudah tidak mencintaiku lagi? Kenapa Sungie?

Apa salahku padamu sehingga kau melakukan ini padaku? Kenapa?

Padahal aku sangat mencintaimu Sungie.. Bahkan sangat mencintaimu—lebih dari aku mencintai diriku sendiri..

Walau aku belum pernah melihatmu, tapi aku tahu… Kau pasti orang yang baik dan tampan,

Tapi kenapa kau lakukan ini padaku?

Kenapa Sungie? KENAPA?

Hiks hiks..

Tanpa terasa airmata ini terus mengalir dan jatuh.. Entah sudah berapa banyak airmata yang aku keluarkan untuknya?

Apa mungkin dia juga menangis? *pasti nangis oppa*

Sungie, akankah kau kembali padaku?

Aku menangis dan terus menangis..

 Aku benci hidupku [kyaaaaa oppa kita sama (Readers : apaan sii, author GaJe banget]

Aku benar-benar benci hidupku!!  Ingin rasanya aku mati saat ini juga [oppa aku ngikut]

 Tapi aku mau bunuh diri bagaimana?

Loncatkah dari jendela kamarku? Potong urat nadikah? Atau nabrakin diri ke mobil atau kereta yang lewat? Ah, Bingung.. Sudahlah.. Ngga ada gunanya.. Mending aku tidur dan memulai esok hari dengan berusaha tegar..

[Author : Oppa-oppa, gimana kalo gantung diri Bareng-bareng?

Wookie : Boleh-boleh! Tapi nanti Minnie sama Kyu gimana?

Author : Alah~ nanti juga Minnie oppa nyusul. Percaya deh.. Ngaa akan lama setelah kita, Minnie oppa pasti nyusul deh *author ngedip-ngedip gaje*

Wookie : Kita bicarain nanti aja deh, aku mau tidur dulu!

Author : Wokeh dah..

Author GeJe+Sarap+Gila+Stress #abaikan percakapan di atas]

Yesung’s POV

Wookie-ah, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau baik-baik saja?  Aku harap kau baik-baik saja.

Aku sangat merindukanmu Wookie-ah. Mungkinkah sekarang kau memikirkanku seperti aku sedang memikirkanmu?

Akankah sekarang kau masih mencintaiku seperti aku masih mencintaimu?

Aku ingin selalu berada disisimu, tapi Jantung ini takkan sanggup Wookie-ah.

Aku rindu memelukmu. Sungguh aku merindukan saat-saat kita bersama.. Saat kita bercanda, saat kita tertawa, dan saat-saat kita selalu berdua..

Walau kau tak pernah melihatku.. Ketahuilah aku akan selalu melihatmu..

Wookie-ah… Saranghaeyo… Neomu Saranghaeyo….

*Sungmin POV*

“Tapi Kyu, aku tahu kau mencarikan donor mata untuk Wookie. Tapi apa kau harus sedekat itu dengan Hae?” Tanyaku. Ia menatapku tajam,  “Kau cemburu? Sudah ku bilang, aku dan Hae hanya TEMAN Minnie! Hanya TEMAN! Lagian Hae sudah memiliki Hyukie kan? Jadi buat apa aku selingkuh dengannya?” ujar Kyu yang menekankan kata ‘TEMAN’padaku, aku balas menatapnya. “Memangnya salah kalau aku cemburu? Kan ngga ada yang nggga mungkin Kyu.. Itu semua bisa saja terjadi..”

Ia diam, lalu kemudian menjawab sebelumnya menarik nafas pelan, “Memang mungkin terjadi Minnie. Tapi selama kita mencegahnya kan pasti tidak terjadi Minnie?” ujar Kyu lagi yang tak mau kalah. Aku menatapnya kesal, “Ah sudahlah! Aku tahu jika bertengkar denganmu aku tidak akan menang.” Kataku dan berniat berlalu, tapi sebelum itu dia langsung menarik tanganku dan mendorongku dan menghimpitku ketembok.

“Mau apa kau?” tanyaku padanya. Ia menyeringai, “Menurutmu Chagi?” ujarnya dan mengelus pipiku,

Aku menatapnya ragu, “Kyu~ aku sedang tidak ingin—“ belum sempat aku melanjutkannya, Kyuhyun sudah menciumku. Tapi yang aku rasakan ini bukanlah ciuman dia yang biasanya. Ini seperti ciuman kekesalan. Ya, dia meluapkan kekesalannya lewat ciuman ini.

“Akhhhh..” aku mengerang karena tiba-tiba Kyu menggigit bibirku.. Dengan sekuat tenaga aku mendorongnya dan—berhasil.

Ia menatapku protes, “Wae?” tanyanya, aku balas menatapnya. “Kau melukaiku Kyu..” Ujarku seraya menghapus darah yang sedikit keluar dari bibirku. Ia menyingkirkan tanganku dan menggantinya dengan lidahnya dan menghapus noda darah itu. “Memang sudah seharusnya kan kita melakukannya ?” ujarnya santai..

Aku menatapnya sengit, “Tapi aku bukan boneka yang bisa kau permainkan.. Aku ISTRIMU!!” ujarku dengan nada tinggi. Aku rasa aku memancing emosinya, dan—“Cih! ISTRIKU kau bilang? Jika kau ISTRIKU, seharusnya kau mempercayai aku. Bukan malah menuduhku yang tidak-tidak! Aku ini lelah mencarikan donor mata untuk Wookie.. Walaupun kita bisa membelinya dengan mudah.. Tapi tetap saja!! Mana ada orang yang mau menjual matanya!” ujarnya balas berteriak.

Aku menghela nafas, “Sudahlah.. Aku malas bertengkar denganmu!” ujarku dan pergi.. Kali ini dia tidak menahanku.. Hah~ biar saja. Mungkin kau bisa berbohong Kyu..

Tapi ingat, Tuhan melihatmu.. Melihat apa yang kau lakukan..

Ryeowook’s POV

Aku mendengar sepasang suami-istri yang sedang bertengkar..

Ya,  sang istri mungkin hanya ingin mempertahankan rumah tangganya.. Tapi mungkin sang suami juga tidak mau di tuduh..

Baru kali ini aku mendengar mereka bertengkar.. Walau baru 3 tahun aku mengenal mereka, tapi aku sedah menganggap mereka seperti keluargaku..

Hah~ mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada mereka..

Kriet—

“Wookie-ah, boleh aku masuk?”

.

.

T

B

C

.

.

Wanna RnR?

2 thoughts on “Don’t Leave Me, Please ~Chapter 1

  1. nah loh, berantem….
    jangan jangan bener lagi si epil punya rasa ma wookie kkkk~ #dikeplaked

    yah, semoga aja rumah tangga kyumin gak hancur coz kesalahpahaman lagi..
    lanjuut~

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s