My Love isn’t a Blind


My Love isn’t a Blind

©Umu Humairo Cho, 2011

KyuMin

©God, Themselves, Belong to each other

Genre :

Romance, Hurt/Comfort, Fluffy

Rating : T

Length : OneShoot

Summary :

Karena cintaku, takkan pernah buta terhadapmu, Lee Sungmin-ah!

Warning : Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU!

A/N : Happy Anniversary KyuMin😀 Semoga mereka tambah langgeng😀 Saya ngetik ini ngebut loh, haha! Don’t like don’t red! NOT PLAGIAT! Just red and comment😀

.

.

Umu Humairo Cho Present

.

My Love isn’t a Blind

.

.

Sungmin’s POV

Dan saat hari itu, hari dimana aku berteriak akibat ulahmu..

.

.

‘BRAK’

“Tidaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk~~ Kyuuuuuuuuuuuuuu~~” dan teriakan itu teredam saat kau berusaha menggapai wajahku. Ku letakkan kepalamu di atas pangkuanku. Memohon agar kau bersabar. Memohon agar kau bertahan. Hanya untukku Kyu. Hanya untukku.

Dan pada saatnya ambulance datang. Mereka membawamu. Diikuti olehku. Aku—aku takut Kyu! Aku takut kau meninggalkanku. Maka dari itu, bertahanlah. Untukku. Hanya untukku.

.

.

Dan sekarang kau disini, didepan mataku.

Tapi—pandanganmu lurus ke arah lain. Pandanganmu tak tertuju padaku.

Dan itu membuatku mengeluarkan air kristalku.

Cho Kyuhyun,

Kau membuatku gila!

“Hyung,”

DEG

Kenapa rasanya sakit sekali saat mendengar suaramu, Kyu. Kenapa?

“N-ne,” balasku terbata. Menyembunyikan kesedihan yang amat sangat menyiksa hatiku. “Kau pulanglah. Istira—“

“Lihatlah ke arahku jika sedang bicara!” kataku setengah berteriak padanya. Walau itu percuma.

Namun, ia menggerakkan kepalanya ke arahku. Dan berhenti tepat, di depan mataku. Kyu—kau?

“Sekalipun aku buta hyung. Cintaku takkan pernah buta untuk melihatmu, mencari keberadaanmu, menemukanmu dan menggenggammu. Jadi kau jangan takut jika aku tak melihatmu, ne?” ucapnya tiba-tiba. Menggenggam tanganku—erat! Erat sekali Tuhan! Sampai-sampai aku bisa merasakan cinta lewat genggaman itu.

Aku mengangguk walau aku tahu kau takkan pernah sadar. Namun aku balas menggenggam tangannya, “Aku tahu dan selalu tahu Kyuhyun. Dan aku akan tetap disini. Dengar, aku takkan kemana-mana sekalipun kau memintaku. Mengerti?” balasku. Tapi ia malah tersenyum. Kenapa sih Kyu? Kau selalu bisa membuatku—merasa menjadi orang yang paling egois.

“Arraseo! Aku takkan memaksamu, hyung,” ucapnya. Dan—hening—

Hei? Aku bingung harus bicara apa sekarang.

Aku bosan, aku ingin mengajaknya ke taman belakang, ah!

“Kyu,” panggilku. Ia mengangkat dagunya seakan bilang apa! “Kau bosan?” tanyanya sebelum aku melanjutkan kalimatku. Aku meremas genggamannya, “Iya Kyu. Kita ke taman belakang, yuk?” ajakku dan ia hanya mengangguk.

Aku membantunya berdiri, mencapai kursi roda yang sudah tersedia disana lalu aku mendorongnya. Membawanya keluar dari ruangan serba putih itu.

Huh! Tidakkah kau bosan Kyu?

.

.

Taman belakang—

“Kau tahu sekarang kita ada dimana kan?” aku bertanya padanya. Ia mengangguk, dan aku berjalan disampingnya. “Sekarang kita ada ditaman belakang kan? Dengan didepanku, ada padang bunga yang baru mekar.”

DEG DEG

Kau—tahu?

“Kyu—kau?”

“Aku kan sudah bilang hyung, bersamamu—mataku takkan pernah buta! Karena setiap kali kau bersamaku, aku melihat semuanya dengan cinta yang aku punya. Kau seharusnya tahu, Sungminnie,” ucapnya membuatku membatu. Tuhan, terlalu baikkah kau memberikannya kepadaku?

Aku menggenggam tangannya, membawanya ke pipiku dan menciumnya. “Aku mencintaimu, Kyu. Terlalu mencintaimu.” Ucapku dan ia membalik genggeman tanganku sehingga kini ia yang menggenggam erat tanganku dan membawanya ke bibirnya. “Aku tahu dan selalu tahu. Dan kau pun tahu, aku lebih lebih mencintaimu, hyung.”

Aku tersenyum. Aku sungguh-sungguh merasa dicintai olehnya.

“Hyung, sini duduk,” ucapnya menyuruhku membuatku mengerutkan keningku. Duduk dimana? “Sini duduk dipangkuanku,” lanjutnya membuat jantungku berdegub kencang. Uh, kau membuatku deg-degan Kyu.

Aku hanya menurutinya dan duduk dipangkuannya. Ia melingkarkan tangannya di pinggangku dengan aku menghadap ke arah bunga-bunga itu.

“Bagaimana HyukJae?” tanyanya tiba-tiba membuatku menoleh ke arahnya. “Terakhir ku dengar, ia sedang hamil,” jawabku. Ku lihat ia tersentak kaget, “Mwo? Kok bisa?” tanyanya.

Aku tersenyum. Dasar Kyuhyun.

“Kenapa? Kau heran ya? Haha, dasar! Itu sudah biasa kok Kyu,” kataku membalas kekagetannya. “Ah, berarti kau juga bisa dong, hyung?”

DEG DEG

Kyuhyun babo, kenapa sih kau selalu membuat jantungku berdegub kencang, hem?

“Aku tidak tahu,” jawabku cuek dan meremas tangannya yang memeluk erat pinggangku. Ia diam. Aku juga. Sampai akhirnya tanpa sadar aku bergumam—“Kapan kau menikahiku?”

Dan seketika, ku dengar tawanya.

“Kapan ya? Kalau kau mau aku menikahimu sekarang juga aku bersedia kok, hyung? Mau?”

DEG DEG

Dan akhirnya aku tersadar dengan apa yang terucap melalui bibirku.

Aku tersenyum, lalu berbalik kemudian mengalungkan tanganku pada lehernya.

Ku dekatkan bibirku pada telinga, “Tidak perlu. Cukup sembuh dulu, baru kita menikah. Bagaimana?” kataku diiringi gigitan pada telinganya. Ia semakin mengeratkan pelukannya. “As you wish, hyung.”

Dan aku tersenyum.

Namun kemudian—“Coba lihat ini,” ucapnya menyuruhku melihat ke arah tangannya. Yang disana terdapat sebuah benda kotak berwarna pink—warna kesukaanku. Dan ia membukanya. Seketika, aku menutup mulutku, beredamkan isak tangis yang akan keluar dari bibirku.

“Lee Sungmin dengarlah, sekalipun kau memintaku menikahimu nanti. Kini biarlah aku melakukan apa yang seharusnya ku lakukan. Lee Sungmin, would you marry me?”

Tidak! Jangan biarkan aku menangis Kyu. Kau—terlalu sempurna.

Aku mengangguk dan mengambil cincin itu dan berseru senang, “Ayo pakaikan,” dan perilakuku mengundang tawanya. Ia berbisik padaku, “Kau yang mengambilnya, tapi minta dipakaikan. Dasar, sini.” Dan aku menyerahkan cincin itu padanya, kemudian ia memakaikannya.

Sekarang, aku milikmu, Cho Kyuhyun.

Aku menyandarkan kepalaku pada dada bidangnya dan bisa kurasakan, ia sedang berhirup bauku.

Yah, kau memang selalu bisa membuatku nyaman, Kyu-ah.

“Kau wangi sekali hyung,” ucapnya. Aku terkikik, “Tentu saja. Aku kan hanya wangi untukmu, hihi,” ucapku dan ia semakin menenggelamkan wajahnya dileherku. “Aku benar-benar mencintaimu,” ucapnya membuatku meresapi apapun yang ia lakukan padaku. “Aku tahu Kyu. Tapi—izinkan aku menjadi matamu.”

“Tidak! Kau cukup menjadi arah tujuanku hyung. Dimanapun kau, kau harus menjadi tempat terakhir aku berlabuh. Aku mempercayakan cintaku padamu sebagai mataku, dan kau? Hanya cukup menjadi tempat berteduhku, pijakanku hyung. Karena cintaku tak pernah buta hyung. Kau selalu meneranginya.”

Aku—tidak! Aku ingin menangis.

Aku memeluk Kyuhyun erat. Erat sekali.

Mengingat dia adalah milikku dan akan selalu jadi milikku.

“Aku—baiklah. Aku mau Kyu. Asal kau tetap bersamaku.” Ucapku dan ia semakin mempererat pelukannya. Kau—hanya milikku Cho Kyuhyun.

Ya—aku tahu, cintamu takkan pernah buta Kyu.

Karena kau selalu bisa melihat bahkan menemukanku dimanapun yang seharusnya orang buta tak bisa lakukan.

Terima kasih Cho Kyuhyun.

Kau memberikan cinta yang indah untukku. Karena aku, akan selalu mencintaimu.

Saranghae Kyu. Jeongmal Saranghaeyo❤

.

.

THE END

.

.

Nb : Happy 5th Anniversary KyuMin😀

Semoga mereka selalu bersama.

 

Gue buat ini ngebut, jadi maaf kalau ngga sesuai kemauan kalian.

Gue udah mencoba menulis apa yang ada diotak gue tapi jadi ya begini.

 

Mudah-mudahan kalian suka😀

 

 

With big love,

Umu Humairo Cho

15 thoughts on “My Love isn’t a Blind

  1. Hai, author-ssi *gak tau mesti manggil apa*🙂

    jadi sekarang annivnya kyumin? Waaaah, baru tau!

    Ini awalnya rada angst, kirain bakal full angst uda takut aja haha taunya pas pertengahan ampe akhir rada sweet juga huwaaa~ *peluk kyumin*
    ini oneshot aja? Gak pake sekuel prekuel? *ngarep* haha

  2. annyeong umu-ssi🙂

    aku suka ffnya, perpaduan antara sedih dan romantis pokoknya keren lah

    kalo bisa sih dibuat sequelnya kehidupan kyumin setelah menikah😀

  3. chingu readers bru nich hehe

    hwaaaaaaa manis bnget crita.y
    kirain kyunya bkal innalilahi
    tp ternyata kyu masi dngerin doa.y umin..tp pas ending.y kyu masi tetep ga bsa liatkan ?

  4. *Gigit ujung baju*
    Aku iri berat sama Umin X<
    Mau dong punya psngan kya Kyu, romantis udah gitu bnr2 cinta sma Umin
    Kerasa banget deh feel'a mrka dsni huweee

  5. Cinta tak mengenal batasan. Buta secara fisik bukan berarti buta dalam cinta
    Ahhh… demi apa, fic ini sweet sekaleeehh
    Sungmin adalah tujuan Kyuhyun. Kyuhyun selalu bisa menemukan Sungmin di manapun,
    dan yang terpenting, KyuMin selalu bersama XDD
    Oh cinta.. cinta KyuMin🙂

  6. aaaa… minta sequell!! bagus banget
    cinta sejati kyumin yang gak peduli bentuk rupa keadaan dari orang yang dicintainya.
    asalkan mereka bisa bersama semua gak penting… woooowwwww!!!
    terharu saya..🙂

  7. sekali lg comment utk author umuhumairo tetap sama disetiap ffnya. meskipun ceritanya penfmdek tp tetep keren banget. ffnya romantis bgt. aku suka ceritanya
    emg kyumin dtakdirin buat berdua. ini adasequelnya gak? kyumin nikah gtu?

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s