Destiny ~Chapter One-{Is it True?}


Title : Destiny

Author : Umu Humairo Cho Ryu Uchiha

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort, Friendship

Pairing : SasuSaku

Other Pairing : Any More, Just look at the Fic🙂

Rating : T, Semi M

Type : Chaptered

Summary : “Karena cinta itu bukan sesuatu yang mudah kau dapatkan, Sakura. Kau butuh perjuangan untuk itu,”… Sasuke kembali ke Konoha untuk Sakura. Dan saat Sasuke menyatakan isi hatinya, apa yang Sakura jawab? Sakura sendiri masih bingung tentang jawabannya karena bagaimana pun, ia harus mengikuti adat istiadat keluarganya *Astagaaaa~ summary macam apa ini? =_=”*

Disclaimer : Their belong to Masashi Kishimoto, but Itachi belong to ME😀

Warning : Terdapat adegan kekerasan, GaJe, Abal, OOC, Semi AU, Ngga masuk akal, de el el..

A/N : Otak sadis sedang on! Don’t Like Don’t Red! No Bashing, No Flame, No Copast or No Plagiarism.. Just Red and Review ^^


.

.

Umu Humairo Cho Ryu Uchiha Present

.

Destiny

.

Chapter One

.

.

Is it True?

.

.


“Sakura-chaaaaaaaaaaaaaan,” teriak seseorang dari luar rumah Sakura, Sakura yang saat itu sedang sarapan bersama Kaa-san dan Neechan-nya langsung berlari keluar dan menemui siapa yang pagi-pagi sudah berteriak memanggilnya,

Matanya membulat, mulutnya susah bergerak, “Naruto? Ngapain kau pagi-pagi berteriak di depan rumahku?” tanya Sakura melotot ke arah Naruto, di depan Sakura, Naruto hanya bisa cengengesan, namun kemudian Naruto langsung menarik tangan sakura pergi dan membuat Sakura kaget,

Ia hendak protes namun Naruto tetap menariknya.

“KAA-SAAAAN! NEECHAAAAN! AKU PERGI DULUUUU..” teriaknya dan mengikuti langkah lari Naruto,

Setelah lumayan lama berlari, Sakura dan Naruto berhenti di depan kantor Tsunade, tanpa menunggu protes Sakura, Naruto langsung menarik Sakura masuk..

.

.

BRAAAK

“BERHENTI MEMBANTING PINTUKU, NARUTO!” teriak sang godaime saat Naruto masuk langsung mendobrak pintunya seperti biasa, Naruto hanya cengengesan, lalu memasuki ruangan itu.

Disana sudah ada Sai, anggota 8, 9 dan 10.

Eh?

Memang ada apa?, batin Sakura bertanya.

Sakura memandang sang godaime, “Ada apa, Tsunade bachan?” tanya Sakura, Tsunade tersenyum menanggapi pertanyaan Sakura, “Kau tunggulah seseorang itu datang di depan pintu gerbang Konoha bersama teman-temanmu, lekaslah pergi.”

1 kalimat yang membuat Sakura menganga.

Namun sebelum sempat protes, Sakura langsung di tarik oleh Ino ke depan pintu gerbang Konoha.

.

.

“Selamat pagi, semuanya.” Sapa soldir Konoha yang ada di pos penjaga pintu gerbang, Sakura hanya membalas sapaan itu dengan tersenyum kemudian kembali memasang tampang bingung melihat Naruto, Ino, dan Lee serta Kiba yang cengengesan sejak tadi.

Memang siapa yang mau datang sih?, batinnya lagi.

.

.

Lama mereka lumayan menunggu, yang lain masih setia di tempat mereka berpijak, Sakura pun berkutik pada pikirannya.

Kemudian mereka semua menoleh ke depan mendapati sosok seseorang sedang berjalan menuju pintu masuk Konoha. Ada dua orang? Siapakah?

Sosok itu semakin dekat, bisa terlihat bahwa satu orang di antaranya adalah Sabaku no Temari, kekasih Nara Shikamaru dengan kunciran khas-nya. Dan satu orang lagi.

Laki-laki, dengan rambut yang mencuat ke belakang seperti bokong ayam,

Sosok itu semakin mendekat, iris onyx yang hampir kelihatan membuat Sakura mematung.

‘Sasuke-kun.’batinnya memegangi dadanya yang berdebar, namun sakit. *punya penyakit ya Sak? #di Shanaro*

.

.

Sosok itu sampai di depan gerbang Konoha. Shikamaru langsung memeluk kekasihnya dan Naruto langsung melayangkan pukulan pada perut sosok laki-laki itu lalu memeluknya.

Sakura hampir menangis, namun sebuah tangan menyadarkannya, “Kau tidak ingin memeluknya, Sakura?” tanyanya, Sakura menoleh dan mendapati Tenten. Dan Sakura hanya membalas tersenyum lalu langsung berlari berhambur pada pelukan seseorang yang sudah lama di tunggunya.

Pelukan kerinduan yang di sambut hangat.

Dalam hati mereka semua tersenyum.

Apakah Sakura tahu, bahwa Sasuke kembali untuknya?

.

.

“Yosh! Sasuke akan kembali masuk ke dalam Team 7. Ada yang keberatan?” tanya sang godaime, yang lain hanya menggeleng, lalu semuanya meninggalkan ruangan itu dan kembali pada aktivitas masing-masing.

Team 7

“Nah, gitu dong Teme kau kembali. Jadi kami kan ngga sedih lagi.” Ucap Naruto dan membuat Sakura terus terkikik mendengar celotehan Naruto pada Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya membalasnya dengan senyum dan itulah yang membuat Sakura mematung.

Sai hanya diam memakan ramennya namun sesekali ikut berceloteh bersama Naruto.

“Iya kan, Sakura-chan?” tanya Sai,

Eh? Sai nanya apa memang?

Sakura menjawab ragu, “I-iya.”

Sai tertawa, “Tuhkan Naruto, aku benar! Sakura masih mencintai Sasuke,” ucapnya kemudian,

Eh? jadi tadi dia nanya itu?

Aduuuh, maluuuuuuu. Umpat Sakura menunduk menyembunyikan wajahnya.

“Sakura-chan? Kenapa? Kau sakit ya? Mukamu merah tuh Sakura-chan!” tanya Naruto, Sakura terkejut namun kemudian menggeleng dan kembali menunduk.

Sakura melihat ke arah Sasuke sebentar dan betapa kagetnya melihat iris onyx itu sedang menatapnya dan membuat ia kembali menyembunyikan wajahnya, dan berpaling menatap lantai tanah itu.

Sai dan Naruto bangkit dari tempatnya, “Hehe.. kami pulang duluan ya, Teme, Sakura-chan!” pamit Naruto membuat Sakura tersentak. Namun ia terlambat untuk protes. Dan sekarang, hanya ada dua insan yang berada dalam keheningan.

Keduanya menoleh dan—ya!

Iris onyx dan emerald bertemu.

Jantung Sakura berdegub lebih cepat di banding biasanya. Sakura memegang dadanya, ia berfikir bahwa ia mempunyai penyakit jantung—well, itu konyol..

Sakura menunduk namun Sasuke terus menatapnya, lalu kemudian ia merasa tangannya di tarik oleh seseorang dan betapa kagetnya melihat tangan itu adalah tangan milik Sasuke.

.

Tangan itu masih bertaut.

Jantung Sakura masih berdegub.

Darahnya masih mengalir.

Rasa hangat menghiasi dan merasuki, menjalar ke seluruh tubuhnya.

Sampai akhirnya langkah itu terhenti di sebuah tempat dimana terakhir kali mereka bertemu.

Dimana Sakura mengungkapkan perasaannya.

Sasuke menariknya duduk, membawanya di sampingnya. Dan itu membuat Sakura semakin gugup tak terkendali.

—————————————————————————————————

..Hening..

Lucu sekali.

Siapakah yang harus memulai pembicaraan?

Siapakan yang harus mencari topik untuk di bicarakan?

Keduanya membisu dalam pikiran masing-masing.

Keduanya menoleh,

.

“Sakura,”

“Sasuke-kun.”

Dan well—bahkan mereka harus saling memanggil di saat yang bersamaan. Lucu sekali sih?

Keduanya kembali diam, Sakura berusaha mengumpulkan keberaniannya begitu juga dengan Sasuke.

Sampai akhirnya Sakura memberanikan diri untuk memanggil Sasuke kembali, “S-sasuke-kun,” panggilnya pelan dan Sasuke menoleh. Mata mereka kembali bertemu dan membuat Sakura malah menunduk.

Sasuke bersuara, “Ada apa, Sakura?” tanya Sasuke membuat Sakura mengangkat kepalanya, “Ngg.. kita ngapain disini? Kenapa—kau menarikku?” tanya Sakura ragu, Sasuke tersenyum.

Oh God, catat itu—Sasuke tersenyum lagi padaku. Teriak batin Sakura.

Sasuke membuka suara, “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kata Sakura membuat matanya menatap Sasuke, “Apa—yang ingin kau bicarakan?”

Sasuke tersenyum lagi, “Apakah kau akan percaya?” tanyanya lagi dan membuat Sakura bingung, namun mengangguk, “Aku—mencintaimu.”

DEG

“A-apa?” Sakura tak percaya kata-kata itu, “Aku mencintaimu. Aku kembali—untukmu.” Ucapnya dan membuat Sakura terpaku, “Aku—ingin kau menjadi—”

DEG

‘Sakura, cepatlah pulang,’ Sakura mendengar suara kakaknya, lalu ia bangkit dari duduknya dan membuat Sasuke bingung, “Ngg.. gomen Sasuke-kun. Aku harus kembali ke rumah.” Ucapnya dan ingin berlalu, namun tangan Sasuke menahannya,

Sasuke tersenyum lagi, “Biar aku antar, ya?” tanyanya dan Sakura hanya mengangguk.

“Ngg.. Arigatou Sasuke-kun.” Kata Sakura dan berniat masuk, namun lagi-lagi Sasuke menahannya, “Sakura, aku—”

“SAKURAAA! CEPAT MASUK!” teriak seseorang dari dalam dan membuat Sakura tersentak dan meninggalkan Sasuke. Namun sebelumnya mengecup pipi Sasuke sekilas, “Pulanglah.”

Dan Sasuke hanya tersenyum dan mengangguk.

“Siapa yang mengantarmu?” tanya Yumi—Kaa-san Sakura, “Eh, S-sasuke-kun, kaa-san. Kenapa?” jawab serta tanya Sakura,

Yumi memandang anaknya, “Kau masih mencintainya?” tanyanya lagi dan menatap mata anaknya, Sakura memandang kaa-sannya dan mengangguk pelan, “Aku tidak melarangmu mencintainya Sakura. Tapi jangan harap aku akan merestui hubungan kalian.”

DEG

Sakura terpaku, menatap kaa-sannya, “K-kenapa kaa-san?” tanya Sakura takut-takut, “Sekali tidak tetap tidak! Wakatta?” tanya Yumi dan membuat Sakura mengangguk,

Lalu Yumi berlalu meninggalkan anaknya, “Karena aku tak ingin kau tersakiti seperti neechanmu. Tidurlah!” ucapnya cepat dan berlalu.


Sakura POV’s

.

Sebuah alasan lama, tapi kenapa melukaiku?

Kaa-san,

Kau bilang aku boleh mencintainya.

Tapi percuma jika aku bersama dengannya tanpa restu darimu.

Kaa-san,

Aku menunggunya untuk waktu yang lama.

Tapi kenapa kau seperti ini kaa-san?

Aku—amat sangat mencintainya lebih dari apa pun,

Sangat bahkan lebih.

Tak bisa kah, kaa-san?

Hanya sekali ini saja?

.

Sakura POV’s End


.

TBC

.


Bacotan Author ::

Hehe, hello minna-san~~ gue balik lagi bawa epep baru yang GaJeeeee banget?

Gimana? Pada suka ngga?

Review ya?

Lanjut atau Hapus?

.

.

NOT PLAGIAT or COPAST or ANYTHING without MY PERMISSION ^^

See you ^^

.

Cheers,

Umu Humairo Cho, on Friday, May 20th, 2011 at 1149pm

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s