The Beginning of Everything ~Chapter One-{The Meeting}


Title : The Beginning of Everything

Author : Umu Humairo

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Angst

Pairing : KyuMin –Girl!Min-

Other Cast : Super Junior’s and DBSK’s Member

Rating : PG-15, T

Type : Chaptered

Summary : When you said the words, “I Love You.“ And at the moment is The Beginning of Everything between you and me.

Disclaimer : Their belongs to God and Themselves and This story is mine and the original idea as well..

Point of View All this Story : Sungmin

Warning : Genderswitch, GaJe, Abal, OOC, AU, Typo, It makes no sense, Just a fic with an extreme level of Inspiration XP

A/N : Special dedicated for ‘Sarah Melati P’ I hope you like this story. Sorry if this fic is very baaaaaaaad -,- I’ll try to make this for you  :* Don’t Like Don’t Read.. ‘Press the button ‘Back’’ If you Don’t Like and No Bashing -,- and also NOT PLAGIAT! If anyone still do that, So, I won’t never posting the next Chapter!

.

.

Umu Humairo Cho Present

.

.

The Beginning of Everything

.

.

“ Maaf aku tidak sengaja. Maaf! “

“ Lupakan saja. Lagipula aku tidak apa-apa! Bukumu.”

.

.

-Chapter One-

.

The Meeting

.

.

Sungmin POV

.

Huh!

Berisik sekali sih, kenapa aku harus mendapat kelas seberisik ini sih?

Ingin rasanya aku pindah kelas sekarang juga. Hah~

“Lee Sungmin.“ panggil seseorang sarkastik padaku, aku malas menoleh namun akhirnya ku torehkan kepalaku, dan ku lihat, Park Yoochun, teman satu angkatanku. “Ada apa?“ tanyaku menatapnya,

Ia juga menatapku dan—“Aku menyukaimu, apa kau mau menjadi pacarku?“ ucapnya dan aku hanya menganga mendengarnya, “Kau menembakku?“ tanyaku sambil mengangkat sebelah alisku, ku lihat ia mengangguk, “Maaf! Kau ku tolak!” ucapku dan kembali mendengarkan iPod-ku.

Sesekali ku lirik ia yang kini menjauh dari kelasku.

What?

Apa-apaan dia?

Ck! Aku tak mungkin menerimanya kan?

.

.

“Minnie,“ seseorang memanggilku dan ku torehkan kepalaku, “Hyukie? Ada apa?“ tanyaku membalas sapaannya, “ kau jadi ke toko buku eh? “ tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk, ku lihat ia juga menganggukkan kepalanya,

“Maaf, aku tak bisa menemanimu.“ ucapnya dengan nada menyesal, “bukan masalah untukku Hyukie~ lain kali kan bisa, hehe :D“ kataku menyakinnya bahwa aku tidak marah.

Ia tersenyum padaku, lalu memelukku sekilas dan berlalu meninggalkanku.

Bukankah walaupun sudah punya pacar?

Dia bisa sedikit saja meluangkan waktunya untukku?

Haha.. lucu sekali sih hidupku ini.

.

.

Aku berjalan menjauhi gedung bertingkat empat itu, yang disana aku duduk menutut ilmu mengikuti kemauanku. Dan okelah, aku juga cukup menyukai sekolah itu.

Hah..

“Minnie nuna,” panggil seseorang, ku torehkah kepalaku dan ku lihat Siwon, adik laki-lakiki. “Nde~ wae geurae, Siwonnie?” tanyaku, ia tersenyum padaku dan menarik tangan seseorang, “Aku—berjanji mengantarkan Kibum dan menemaninya. Jadi aku tidak bisa mengantar atau menjemputmu nanti.” Katanya penuh penyesalan,

Aku menatapnya sendu dan mengusap pipinya, “Tidak apa-apa. Lagipula aku kan bukan anak kecil lagi, Siwonnie sayang.” Ucapku dan dia tersenyum, “Kalau begitu aku pergi dengan Kibum ya?”

“Ya, hati-hati dan jaga anak gadis orang itu,” ucapku dan dia hanya mengedipkan sebelah matanya dan mengacungkan jempolnya, aku terkekeh melihat anak itu.

Setidaknya, semenjak Jessica benar-benar pergi dan berhenti mengganggu hidupnya, aku lebih mudah untuk mengenal Siwonnie-ku. Adik laki-laki-ku satu-satunya.

Yah, menjengkelkan sih dia itu kadang-kadang, tapi aku tetap sayang padanya.

.

.

‘Sial,’ umpatku, kenapa bis-nya harus telat sih? Setidaknya aku hanya punya 30 jam untuk mengerjakkannya tugas yang di berikan sonsaeng sebelum aku kumpulkan hari kamis besok, Aish, sial sekali, umpatku lagi.

Aku terus menunggu bis itu hingga datang, tapi memang benar-benar. Dari suasana yang macet itu saja sudah membuatku muak. Kenapa sih lama-lama Seoul itu seperti Indo**sia saja *plak*

Aku sedikit menggerakkan kepalaku, lalu setelah itu mencondongkan tubuhku, namun aku merasa ada yang menyenggolku(?) tapi aku tak peduli.

Bis itu sudah datang dan aku langsung masuk ke dalamnya. Oh ayolah, jangan bilang bis ini penuh dan aku harus berdiri? 45 menit menunggu bis yang datang telat itu sudah membuatku lelah, lalu sekarang? Sih sial, batinku.

Dan lihat sekarang? Kenapa cuaca malah mendung sih?

Aku kan tidak bawa payung, menyebalkan. Batinku lagi-lagi berteriak.

.

.

Teng~

Pintu bis terbuka dan aku langsung melenggang pergi keluar dari bis itu.

Aku langsung berlari kecil berusaha menghindari hujan yang sedang melanda.

Aku harap aku masih sempat dan tidak kehilangan waktu terlalu banyak lagi.

Cih! Sial sial sial!

Aku terus berlari menyusuri jalan mencari toko buku yang terdekat karena ternyata aku turun di tempat yang salah.

Oh Tuhan, kenapa aku jadi sial begini sih?

.

.

“Selamat datang~” sapa seorang karyawati saat aku memasuki toko buku itu, aku hanya sempat membalas senyumannya sekilas namun tipis, yah,penting apa gitu? Ck!

Aku langsung melenggang pergi mencari buku yang aku butuhkan.

Mudah-mudahan masih ada dan aku tidak kehabisan.

Aku berjalan cepat mencari buku di banyak rentetan rak tang berbaris,

Setiap rak, ku teliti..

Aish, ayolah.. dan—“Yes I got it.” seruku dan memegang buku itu tapi ada tangan lain yang memegangnya, “Eh? ini punyaku.” Ucapku namun orang itu hanya memandangku lalu melepaskan tangannya dari buku itu, “Hn.. baiklah.” Lalu pergi,

Aku hanya menatap sosok itu menjauh.

Aku mengangkat bahu dan berjalan menuju kasir, dengan sedikit berlalu dan—

BRUK

“Auch!” rintihku bersamaan dengannya, aku bangun terlebih dahulu dan membereskan barang,

“Maaf aku tidak sengaja. Maaf!“ kataku dan terus membungkuk dengan buku-buku di tanganku, orang itu bangkit dan mengambil bukunya, “Lupakan saja. Lagipula aku tidak apa-apa! Bukumu.” Dan ia kembali meninggalkanku,

Wajahnya—tampan!

Aish, apa sih yang pikirkan Sungmin.

Bisakah kau lihat dari tampangnya?

Pasti ia lebih muda darimu—em mungkin dia seangkatan dengan adikmu kan?

Yah, aish!

Sudah berhenti memikirkan namja itu!

Masih banyak yang lebih tampan dari dia.

.

.

“Eh, kau tahu tidak? Ada anak baru loh di kelas 1.. Katanya namja, tampan lagi.” Ku dengar teman-temanku bersorak menceritakan anak baru itu, “Dan katanya, di sekolahnya yang dulu ia sangat terkenal. Banyak yeoja yang menembaknya namun di tolak,” lanjtut mereka dan seketika itu aku langsung menilai manusia itu, dengan kata—Sombong!

“Dia menolak karena dia menghormati gadis-gadis itu,”

Apa? Aku tidak salah dengar?

“Tapi memang Yeoja-yeoja itu saja yang cengeng, masa nangis sih pas di tolak?”

Ish, kerajinan banget yang sudah di tolak malah nangis?!

“Katanya ida belum pernah jatuh cinta, tapi ya, katanya dia juga playboy,”

Lah terus mana yang benar sih?

Aneh-aneh aja deh tuh gosip.

“Minnie,”

Eh?

Aku menoleh, “Hyukie, sudah datang?” tanyaku dan ia hanya mengangguk, “Apa seserius itu mendengarkan gosip tentang anak baru, eh?” tanyanya dan membuatku mendelik, aku menatapnya tajam, “Sudah kau temukan bukunya?” tanyanya dan aku hanya mengangguk,

Namja tadi malam?

Itulah pertemuan pertamaku.

Ah, membosankan. Tsk!

.

.

“Minnie, udah lihat anak barunya?” tanya Hyukie di depanku dan aku hanya menggeleng, “Katanya cakep loh Minnie,” Lanjut Jaejoong yang sedang bergelayut manja pada kekasihnya—Yunho. Aku hanya menatap mereka malas-malasan, “Apa sih, kenapa malah ngomongin anak baru terus?” ucapku kesal,

Mereka semua terkekeh, “Jangan ngambek, Min! kau itu lucu sekali kalau ngambek,” ujar Leeteuk dan Heechul unnie kompak, mereka memang selalu membuatku cemberut—hah, lupakan!

.

.

“Lee Sungmin, tolong kau ke kelas X-1 untuk membawa anak baru berkeliling sekolah ini,” ucap sonsaeng yang membuatku melongo, “He? Aku sonsaeng?” tanyaku menunjuk diriku sendiri, sonsaengnim hanya mengangguk dan aku meninggalkan kelasku.

Aku menoleh pada teman-temanku yang memberi tatapan, selamat-berjuang-Minnie-sayang.

Dan itu membuatku menatap mereka tajam.

.

.

TOK TOK TOK

Ku ketuk pintu itu sebelum seseorang mempersilahkan aku masuk, “Ya, ada apa Lee Sungmin?” tanya sonsaeng padaku,

Aku mengangguk dan menjawab, “Park sonsaeng selaku wakil kepala sekolah menuruhku untuk mengantarkan anak baru yang hari ini tiba untuk berkeliling sekolah. Jadi aku meminta izin untuk memenuhi perintah Park sonsaengnim.” Ucapku dan membungkuk.

Aku sedikit gugup memasuki kelas adikku, Siwon.

Yah karena aku tahu dari Siwon kalau rata-rata semua siswa di kelasnya menyukaiku.

Oke, bukan GR—tapi kenyataan.

“Baiklah, Cho Kyuhyun. Kau silahkan berdiri dari dudukmu dan ikuti Sunbae-mu ini.” ujar Kim sonsaeng di sambut dengan berdirinya murid baru itu, aku mengangkat kepalaku dan melihat siapa dia?

Setampan apa sih dia i—

Hah?

Dia? Yang kemarin kan?

Aku hanya bisa melongo melihatnya.

Aku tampak kaget dan dia pun juga.

Ah, Namanya Cho Kyuhyun.

Dia berjalan menghampiriku, aku berbalik menatap sonsaeng dan meminta izin lagi, lalu Kim sonsaeng mengangguk dan aku keluar kelas itu bersamaan dengan anak baru itu.

Yah, itu jadi pertemuan keduaku ya?

Mengejutkan aku bisa bertemu lagi dengannya, Tsk!

.

.

Ia berjalan di sampingku, berusaha mensejajarkan langkahnya denganku.

Aku mencoba membuka percakapan, “Kau masih kelas satu ya?” tanyaku, menolehkan kepalaku, ia melihatku menautkan alisnya, “Err—soalnya kemarin aku memang berpikir begitu. Habis, sepertinya kau seumuran dengan adikku.” Aku rasa ia semakin tak mengerti ucapanku.

“Sekali lagi aku minta maaf ya yang kemarin,” kataku membungkuk lagi, ku dengar ia tertawa kecil, dan menjawabku, “Sudah lupakan saja. Lagipula aku tidak lecet sama sekali kan, nuna?” balasnya,

Aku mendelik, “Eh, nuna?” kataku, ia juga menautkan alisnya, “Iya, kenapa? Ah,tidak boleh ya? Baiklah, kalau begitu aku memanggilmu Sun—“

“Tidak, tidak apa-apa kok.” Potongku langsung dan dia hanya tersenyum, Hn.. manis sekali senyumnya. Batinku.

Dan kami kembali menyusuri setiap koridor yang ada sesekali aku menjelaskan sesuatu kepadanya.

.

.

Pertemuan pertama?

Ya, itu tidak di sengaja.

Lalu pertemuan kedua?

Itu sedikit mengejutkan?

Lalu pertemuan bagaimana lagi?

Apa ada yang tahu? Bagaimana sih sebenarnya jatuh cinta?

Kenapa aku malah memikirkan dia terus?

Apa ini yang di sebut—

.

.

.

.

.

..Cinta..

.

.

~<3~ TBC ~<3~

 

NB : Ya, annyeong. Tadi siang gue udah kirim prolognya kan?

Oke, ini gue kasih Chapter 1 nya. Yang udah komen di chapter prolog gue ucapin makasih banget!

Dan jangan lupa untuk komen di Chapter ini juga ^^

 

I’m waiting for that!

 

And REMEMBER—

 

NOT PLAGIAT or COPYCAT!

 

Bikin karya itu susah! Jangan sekali-kali ngeplagiat atau copy-paste yang udah jelas ngga ada yang di rubah lagi. Ngga profesional banget itu mah!

 

Don’t save, copy or anything withouy MY PERMISSION *capslock rusak*

 

If anyone still do that, I’m sure—I won’t never posting the next Chapter!

 

Okay? See you in the chapter!

 

I’m waiting your comment😀

 

❤ I Love U, My Readers❤

 

Cheers,

Umu Humairo Cho, on Sunday, Mei 15th, 2011 at 09:37pm

5 thoughts on “The Beginning of Everything ~Chapter One-{The Meeting}

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s