The Beginning of Everything ~Chapter Two-{That Feeling}


Title : The Beginning of Everything

Author : Umu Humairo

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Angst

Pairing : KyuMin –Girl!Min-

Other Cast : Super Junior’s and DBSK’s Member

Rating : PG-15, T

Type : Chaptered

Summary : When you said the words, “I Love You.“ And at the moment is The Beginning of Everything between you and me.

Disclaimer : Their belongs to God and Themselves and This story is mine and the original idea as well..

Point of View All this Story : Sungmin *may be.. just look at the Story*

Warning : Genderswitch, GaJe, Abal, OOC, AU, Typo, It makes nonsense, Just a fic with an extreme level of Inspiration XP

A/N : Special dedicated for ‘Sarah Melati P’ I hope you like this story. Sorry if this fic is very baaaaaaaad -,- I’ll try to make this for you  :* Don’t Like Don’t Read.. ‘Press the button ‘Back’’ If you Don’t Like and No Bashing -,- and also NOT PLAGIAT! If anyone still do that, So, I won’t ever posting the next Chapter!

.

.

Chapter Sebelumnya—

 

Ia berjalan di sampingku, berusaha mensejajarkan langkahnya denganku.

Aku mencoba membuka percakapan, “Kau masih kelas satu ya?” tanyaku, menolehkan kepalaku, ia melihatku menautkan alisnya, “Err—soalnya kemarin aku memang berpikir begitu. Habis, sepertinya kau seumuran dengan adikku.” Aku rasa ia semakin tak mengerti ucapanku.

“Sekali lagi aku minta maaf ya yang kemarin,” kataku membungkuk lagi, ku dengar ia tertawa kecil, dan menjawabku, “Sudah lupakan saja. Lagipula aku tidak lecet sama sekali kan, nuna?” balasnya,

Aku mendelik, “Eh, nuna?” kataku, ia juga menautkan alisnya, “Iya, kenapa? Ah,tidak boleh ya? Baiklah, kalau begitu aku memanggilmu Sun—“

“Tidak, tidak apa-apa kok.” Potongku langsung dan dia hanya tersenyum, Hn.. manis sekali senyumnya. Batinku.

Dan kami kembali menyusuri setiap koridor yang ada sesekali aku menjelaskan sesuatu kepadanya.

.

.

Pertemuan pertama?

Ya, itu tidak di sengaja.

Lalu pertemuan kedua?

Itu sedikit mengejutkan?

Lalu pertemuan bagaimana lagi?

Apa ada yang tahu? Bagaimana sih sebenarnya jatuh cinta?

Kenapa aku malah memikirkan dia terus?

Apa ini yang di sebut—

.

.

.

.

.

..Cinta..

.

.

Umu Humairo Cho Present

.

.

The Beginning of Everything

.

.

Namun Jika memang ini adalah perasaan yang harus ku mengerti,

Maka izinkanlah aku untuk memahaminya.

.

.

-Chapter Two-

.

That Feeling

.

.

Hah..

Perasaan apa ini? kenapa aku terus merasakannya?

“Nuna,” seru seseorang membuatku terlonjak kaget, ku torehkan kepalaku dan ku lihat Siwon menghampiriku, “Nde~ ada apa Siwonnie,” balasku, ia duduk di sampingku,

Ah tidak—tapi ia meletakkan kepalanya di atas pahaku, aku mengelus rambutnya lembut, “Ada apa Woonie?” tanyaku padanya, ku lihat ia tetap menutup matanya, namun sedetik kemudian matanya menatapku, “Aku—sangat mencintainya, nuna.”

Ku rasa aku tahu siapa yang ia maksud?

Aku menatapnya lembut dan sesekali tetap mengelus rambutnya..

Aku menjawab pernyataannya, “Nuna tahu itu Siwonnie~ kau selalu bilang hal yang sama pada nuna tentang Kibum.. Ya, bagi nuna Kibum juga orang yang baik, jadi nuna setuju kok sama hubungan kalian.. Memang kenapa sih? Kau ragu padanya?” jawab serta tanyaku,

“Aku—hanya takut kehilangan dia nuna, aku benar-benar mencintainya.” Ucapnya, aku tersenyum menatapnya, “Kau kan bisa pertahankan dia, Siwonnie sayaang~” kataku mencubit hidungnya,

Ia meringis berusaha melepaskan cubitanku, “Aku tahu itu nuna. Tapi aku takut Jessica ganggu aku lagi,” ujarnya cemberut, Aku terkekeh melihatnya, “Eum, Siwonnie nuna mau tanya boleh?” tanyaku, ia mendelik melihatku,

Alisnya bertaut, “Tanya apa nuna?” herannya, aku mengalihkan pandanganku lalu menatapnya lagi, “Ngh~ jatuh cinta itu—seperti apa sih?” tanyaku padanya,

1 detik,

2 detik,

Ku lihat ia sedang mencerna pertanyaanku,

3 detik,

4 detik,

Tapi Siwonnie belum menjawabku juga, aduuh..

Aku kok jadi bingung gini..

5 detik,

Dan—

 

“WAHAHAHA—nuna tadi tanya apa?” tanyanya di sela-sela tertawanya, aku cemberut, ia langsung diam, “Hehe.. maaf nuna, maaf.. Keceplosan, hehe..” ucapnya, aku semakin menekuk wajahku.

“Eum, jatuh cinta itu—gimana ya? Aku juga bingin mendeskripsikannya gimana?! Yang jelas—nuna nyaman ada di dekat dia, eum terus—jantung nuna berdegup lebih cepat,” balasnya, aku menautkan alisku, “Kalau aku terpaku melihat wajahnya dan sikapnya? Itu jatuh cinta? Terus kalau ingat dia terus gimana?”

Siwonnie menatapku, “Kalau saat terpaku melihat wajahnya dia atau sikapnya atau ingat dia terus tapi jantung nuna berdetak—atau wajah nuna memerah—itu baru namanya jatuh cinta.. Kalau tidak—ya mungkin Cuma suka kali lihat wajah atau kelakuannya atau mungkin keingat apapun yang pernah dia lakukan.” Jelasnya,

Aku menunduk, Siwonnie bangkit dari rebahannya dan duduk di sampingku, “Ooh~ jadi begitu ya? Aku pikir nuna jatuh cinta sama anak ba—eh?” aku buru-buru menutup mulutku, Siwon melotot menatapku, “Hayoo~ anak ba—apa? Hayo hayo, anak baru itu ya? Si Kyuhyun kan?” tebaknya tepat sasaran,

Aku berusaha menghindari tatapannya, “Ngh~ tidak kok. tadi nuna salah ngomong, hehe..” kataku ngeles, Ish! Kok aku lemah banget sih di hadapan Siwon? Ck!

“Nuna~ aku tahu kau bohong kan?” katanya, aku bangkit dari dudukku, “Nuna mau kema—“

TING TONG~

“Nah, buka sana!” kataku dan berlalu ke dapur. Lalu tak lama aku ke ruang tamu lagi dan ku lihat Siwon sedang duduk bersama Kibum, “Eh, Kibummie~ ternyata kau yang datang :)” kataku tersenyum padanya, ia juga membalas senyumanku, “Annyeong unnie..”

Aku hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan mereka berdua,

.

.

Aku berjalan menyusuri jalanan di kota Seoul.

Cuaca hari ini memang cerah?! Tapi—kenapa aku tidak semangat ya?

Aku berlari menuju halte bis—sebenarnya aku bisa berangkat dengan Siwon. Tapi karena Siwon harus menjemput Kibum dulu, jadi tidak mungkin.

Aku memasang earphone kesayanganku dan terus berlalu, sampai akhirnya mataku menangkap sosok seseorang—tidak!

Itu pasti bukan dia?! Ayolah, jangan sampai itu dia.

Aku mempercepat jalanku—lebih tepatnya aku berlari kecil dan langsung duduk di bangku halte yang tersedia. Aku membuka buku pelajaranku, dan aku ingat!

Setidaknya aku sudah selesai mengerjakan tugas yang harus di kumpulkan hari ini. karena aku tidak mau di bilang melanggar peraturan.

Hn.. bagaimana dengan hari ini?

Dan kenapa aku harus mengingat anak baru itu lagi?

Cho Kyuhyun?!

Kenapa selalu wajahmu yang tertera di setiap apa-apa yang ku kerjakan?

Cih, sial! Sudahlah Sungmin—dia itu Hoobae-mu, okay?

Ah, bis-nya sudah datang..

.

.

Aku berjalan menyusuri koridor bangunan berlantai empat itu,

Hah.. lagi-lagi pagi hariku yang terusik..

“Sungminnie,” panggil seseorang dan aku menoleh.. Lalu ku dapati Teukie unnie di belakangku, “Hn.. Ada apa sih unn? Kok pagi-pagi sudah berisik+ribut sih?” tanyaku,

Teukie unnie hanya mengalihkan pandangannya pada mading sekolah, “Rekormu terpecahkan oleh anak baru itu. Biasanya kan kau yang masuk mading sekolah dengan acara penolakan atas pernyataan cinta terbanyak.. Tapi sekarang lihat list anak baru itu, baru masuk kemarin, sudah membuat lebih dari 1 kelas yeoja yang menembaknya di tolak semua, Tsk!” ku dengar Chullie unnie berkomentar, Aku hanya melongo,

Hwats?

Baru kemarin?

Sudah lebih dari 1 kelas?

Kalau dalam 1 kelas semuanya yeoja itu ada sekitar 20 orang? Berarti lebih dari itu?

He? Masa sih anak baru itu segitu terkenalnya?

Tsk! Kasihan dia jadi korban!

“Kau kenapa Minnie,” kini gantian Hyukie yang bertanya, aku hanya menggeleng dan berlari meninggalkan mereka.

Tsk!

Kenapa aku ngerasa sesak begini?

.

.

Aku hanya terus berlari menyusuri setiap koridor sekolah ini,

Aku berlari menuju atas, aku menyusuri tangga dan berbelok..

Tapi aku salah, aku terlalu tak memperhatikan sekitar dan—

“AAAAA~”

BRUK

CUP~

OMO o.O

Aku terdiam, sial? Kok rasanya empuk gini?

Aku berusaha membuka mataku dan membuatku terbelalak.

“Eh, maaf,” kataku bangkit dan membungkuk sambil mengusap bibirku,

Kami—berciuman?

Deg..

“Tidak apa-apa nuna,” katanya,

Kok dia santai banget sih?

Ngga tahu apa kalau itu ciuman pertamaku?

“Kau santai sekali sih?” kataku padanya, dia menatapku bingung, “Memangnya aku harus bagaimana?” tanyanya polos,

Heh? Ngga salah?

“Ish, kau tahu tidak kalau itu ciuman pertamaku?” kataku, dia berlalu meninggalkanku, “Mana ku tahu. Lagian nuna ngga pernah bilang! Dan nuna perlu tahu, itu juga ciuman pertamaku.” Ucap cepat dan menghilang.

Aku melongo,

Eh? barusan anak baru itu kan ya yang ngomong?

Kalimatnya kok panjang? Tumben?

Ish, bodo ah!

Dan ya~

Pertemuan ketigaku yang—MENJENGKELKAN!! *capslock rusak*

.

.

“Kau kenapa Minnie,” tanya Junsu padaku, aku mendelik dan mengindahkannya, dia menatapku jengkel, “Ish, aku kan tanya, Lee Sungminnie~” rajuknya, aku hanya tersenyum kecil,

Lalu sebuah tangan menepuk bahuku dan membuatku melihat dengan ekor mataku, “Jaejoong, apaan sih?” kataku dan dia langsung duduk di sampingku, “Eh, kau kenapa?”

Aku mengalihkan pandanganku dan ku dapati semua temanku menatapku menginterogasi—aku menatap mereka sebal!

“Tidak apa-apa!” jawabku singkat dan kembali menyeruput cappucino-ku, dan sekali lagi aku melirik mereka dengan ekor mataku dan bisa ku bayangkan tatapan melotot mereka, namun aku hanya memeletkan lidahku menghindari.

Chullie menatapku jengkel, “Dasar labu sepet.” Ejeknya dan membuatku cemberut.

.

.

TES TES TES

Ah, air ini? air yang jatuh dari langit menuju bumi,

Hei~ hujan ya?

Aku menarik pinggiran sudut bibirku,

Hujan yang selalu ku suka.

Hujan, aku ingin bertanya padamu,

Apakah semua perasaan yang rasa ini cinta?

Atau hanya sebuah perasaan suka?

Hei Hujan~

Kenapa setiap kali melihatnya,

Aku ingin sekali merengkuhnya—ke dalam pelukanku.

Inikah yang di sebut..

.

.

.

.

.

.

.

.

..Cinta?..

Tapi tidak!

Benarkah sekarang wajahku memerah saat mengingatnya?

Benarkah sekarang jantungku berdetak saat membayangkan wajahnya,

Deg deg deg..

Eh? tunggu?

Kenapa aku jadi deg degan gini sih saat aku bisa membayangkan wajahnya?

He? Jangan-jangan, aku—beneran jatuh cinta lagi?

Aish, ani..

Lee Sungmin, kau masih bisa memikirkan bagaimana masa depanmu jika menyukai seseorang yang 2 tahun lebih muda darimu kan?

Ah ayolah, kau gila jika menyukainya.

Namun  Jika memang ini adalah perasaan yang harus ku mengerti,

Maka izinkanlah aku untuk memahaminya.

Dan jantung ini..

Aku benar-benar—

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..Jatuh Cinta..

.

.

TBC

.

.

Nb : Hiyaaaaa~ maaf untuk chapter yang gaje ini?

Gimana-gimana? Jelek kan? Membosankan?

Pasaran dan bla bla blah..

 

Okay, gue akuin kalau gue kan ngga becus, author abal..

Jadi kalau nulis cerita ngga pernah bener, HAHAHA..

 

Makasih yang udah komen, jangan lupa komen lagi di chapter ini!

 

And REMEMBER—

 

NOT PLAGIAT or COPYCAT..

 

Don’t save, copy or anything without MY PERMISSION, okay?

 

If anyone still do that, I won’t ever posting the next Chapter..

 

Then the last course..

 

Komen ya? *plak, bawel amat*

 

Okay see you..

 

 

Cheers,

Umu Humairo Cho, on Monday, May 16th, 2011 at 03:06pm

5 thoughts on “The Beginning of Everything ~Chapter Two-{That Feeling}

My Lirow's Mind~

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s